• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metodologi Pemeliharaan Transformator

Dalam dokumen KATA PENGANTAR (Halaman 65-72)

BAB III SISTEM PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR

3.3 Metodologi Pemeliharaan Transformator

58 3.2.2.2 Prinsip kerja transformator

Pada kumparan primer akan mengalir arus jika kumparan primer dihubungkan ke sumber listrik arus bolakbalik, sehingga pada inti transformator yang terbuat dari bahan ferromagnet akan terbentuk sejumlah garis-garis gaya magnet ( flux = Φ ). Karena arus yang mengalir merupakan arus bolak-balik maka flux yang terbentuk pada inti akan mempunyai arah dan jumlah yang berubah-ubah. Jika arus yang mengalir berbentuk sinus maka flux yang terjadi akan berbentuk sinus pula. Karena flux tersebut mengalir melalui inti yang mana pada inti tersebut terdapat lilitan primer dan lilitan sekunder maka pada lilitan primer dan sekunder tersebut akan timbul GGL ( Gaya Gerak Listrik ) induksi, tetapi arah dari GGL induksi primer berlawanan dengan arah GGL induksi sekunder sedangkan frekuensi masing-masing tegangan tersebut sama dengan frekuensi sumbernya.

59 mempertahankan kondisi jaringan agar tetap berada dalam kondisi baik dan prima.

c. Pemeliharaan prediktif

Sistem pemeliharaan yang berbasis kondisi (Condition base maintenance) dengan cara memonitor kondisi peralatan / jaringan secara on line maupun off line.

d. Pemeliharaan khusus / Darurat Pekerjaan

Pemeliharaan untuk memperbaiki peralatan / jaringan yang rusak akibat bencana alam , kebakaran, huru-hara dll.

Pemeliharaan trafo yang dilakukan oleh petugas Yantek PT. PLN Sungai Pakning adalah pemeliharaan rutin yang dilakukan terus menerus sebagai target bulanan petugas. Pemeliharaan dilakukan di Desa Tanjung Damai dengan spesifikasi dan gambar trafo sebagai berikut:

Gambar 3. 3 Trafo Starlite 100KVA.

Sumber : https://tarunaberkahmandiri.com

60

Merk Trafo : Trafo Starlite

Type Trafo : T100N50

Tegangan primer : 20 kV

Tegangan Sekunder : 400 V

Frekuensi : 50 Hz

Kerugian ada beban : 1750 Watt

Kerugian tidak ada beban : 320 Watt

Impedansi : 4%

Vektor grub : Yzn5

Panas maksimal : 75 ℃

3.3.2 SOP (Standar Operasi Prosedur) pemeliharaan transformator

Sebagai panduan dalam melaksanakan pekerjaan pemeliharaan diperlukan Standar Operasi Prosedur (SOP) yang harus dibaca pada setiap point- point pekerjaan yang akan dilaksanakan, agar pelaksanaannya tidak menympang dan sesuai yang direncanakan. Prosedur pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan trafo adalah sebagai berikut :

Gambar 3. 4 Mengukur beban pada trafo sebelum melakukan pemeliharaan. [1]

61 a. Periksa kelengkapan Alat kerja dan material serta peralatan K-3, bila sudah lengkap bawa dan dekatkan kelokasi pekerjaan untuk mempermudah pengambilan peralatan.

b. Pasang tangga ke salah satu tiang.

c. Ukur tegangan dan beban pemakaian dengan tang ampere sebelum dilaksanakan pekerjaan pemeliharaan. [1]

3.3.3 Pemadaman sebelum pemeliharaan

Sebelum pekerjaan dimulai lakukan komunikasi ke petugas piket dengan berbicara secara langsung di posko dan informasikan bahwa petugas pemeliharaan siap melaksanakan pekerjaan sekekalian mohon ijin untuk melepaskan beban trafo/mematikan trafo. Bila sudah diijinkan keluarkan beban dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Gambar 3. 5 Melepaskan FCO (Fuse Cut Out). [2]

62 a. Menurunkan handle (saklar) pada Panel Hubung Bagi Tegangan Rendah

(PHB-TR).

b. Lepas beban trafo dengan cara melepas satu persatu NH fuse.

c. Buka Fuse Cut Out dengan alat pelepas (Schakle stock 20 kV). [2]

3.3.4 Langkah kerja pemeliharaan transformator rutin setiap bulan.

Langkah kerja pemeliharan dilakukan sebagai berikut:

Gambar 3. 6 Membersihkan bushing trafo. [3]

a. Bersihkan baud bushing trafo dengan kain lap yang kering dan bersih, catat data trafo / name plat-nya. [3]

b. Memeriksa level minyak dalam tutupnya agar tidak turun di bawah batas yang disarankan.

c. Periksa kebersihan silika gel untuk menjaga lubang pernapasan pada trafo.

d. Silika gel sekurang-kurangnya tiga perempat harus berwarna biru. Jika sudah berubah menjadi merah muda harus diganti kembali.

e. Periksa sambungan kabel turunan ke jurusan apabila terlepas atau longgar sambung kembali.

63 f. Periksa sticker penanda pada kabel turunan apabila sudah lepas atau hilang

pasangkan kembali sesuai dengan warna fasa (R,S,T).

g. Yakinkan pemeliharaan sudah selesai dilakukan dan trafo siap dioperasikan kembali.

3.3.5 Pengoperasian kembali setelah pemeliharaan:

Gambar 3. 7 Melakukan pengukuran beban pada trafo setelah pemeliharaan. [4]

a. Periksa dan inventarisir kelengkapan alat kerja dan peralatan K-3 apakah semua sudah lengkap .

b. Laporkan ke petugas piket bahwa pekerjaan sudah selesai dan trafo siap dioperasikan kembali menggunakan aplikasi WA (Whatsapp), sampai menunggu jawaban ijin pengoperasian.

c. Masukan FCO (Fuse Cut Out) dengan Schakle stock 20 kV.

d. Menaikkan handle (saklar) pada Panel Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB-TR).

e. Ukur tegangan dan urutan fasa sisi tegangan rendah, dan yakinkan besarnya

64 tegangan dan urutan fasa sudah benar. [4]

f. Ukur tegangan pada busbar dan yakinkan bahwa tegangan fasa-netral dan fasa-fasa sesuai.standar tegangan pelayanan .

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Toolkit set.

2. Tang.

3. Tangga.

4. Shackle stock 20 kV 5. Tali rami panjat.

6. Jurnal pemeliharaan trafo.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

4. Kacamata hitam.

5. Body harness.

6. Sepatu lars karet 20 kV.

7. Sarung tangan karet 20 kV.

c. Alat ukur yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tang amper.

65

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Setelah dilakukan pemeliharaan pada gardu portal dapat disimpulkan:.

a. Pemeliharaan rutin trafo dilakukan untuk mempertahankan kondisi jaringan agar tetap berada dalam kondisi baik dan prima.

b. Setelah dilakukan pemeliharaan, pelayanan kepada konsumen lebih meningkat, sehingga efisiensi pemadaman dan gangguan secara teknis dapat ditekan.

c. Selama melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL), penulis banyak mendapat ilmu tentang prosedur dan tata kerja di dunia kerja khususnya di bidang kelistrikan.

4.2 Saran untuk penulis

1. Penulis harus belajar mengetahui dunia kerja supaya memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

2. Penulis harus lebih mempersiapkan diri dari segi akademik maupun keterampilan agar dapat mendukung pelaksanaan PKL.

3. Penulis harus lebih aktif dalam menjalankan tugas yang sudah diberikan sehingga dapat menyelesaikan dengan lebih memuaskan.

66 4.3 Saran untuk petugas

Petugas harus lebih memperhatikan K3 ketika bekerja, ada beberapa petugas sering mengabaikan menggunakan safety vest dan sarung tangan ketika dilapangan, hal tersebut bisa berakibat fatal jika terjadi kecelakaan dalam bekerja.

Hanya itu saran penulis untuk petugas, selebihnya petugas sudah cukup baik dan ahli dalam bekerja dibidangnya.

67

DAFTAR PUSTAKA

Zuhal. 1982. Teknik Tenaga Listrik. ITB.

Marsudi, Djiteng. 2005. Operasi sistem Tenaga listrik. Graha Ilmu. Jakarta.

https://tarunaberkahmandiri.com

68

LAMPIRAN

1. Penilaian dari perusahaan

Dalam dokumen KATA PENGANTAR (Halaman 65-72)

Dokumen terkait