• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metodologi Penelitian 1. Jenis Penelitian

Nilai-nilai Pendidikan Keluarga dalam Kehidupan Keluarga Nabi Ibrahim A.S.” Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut

E. Metodologi Penelitian 1. Jenis Penelitian

Untuk mendapatkan data dan fakta yang objektif dalam penelitian dan kajian ini penulis menggunakan penelitian kepustakaan (library research),

16 Antini, “Nilai-nilai Pendidikan yang Terkandung dalam QS. An-Nur Ayat 30-31 dalam Mengantisipasi Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja”, Skripsi, Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, 2015. Tidak diterbitkan

17 Kurniawati, “Nilai-nilai Pendidikan Keluarga dalam Kehidupan Keluarga Nabi Ibrahim A.S.”, Skripsi, Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, 2006. Tidak diterbitkan

15

yaitu suatu penelitian yang datanya bersumber dari literatur atau berbagai buku-buku ilmiah yang seutuhnya diambil dari perpustakaan atau dokumentatif yang berkaitan dengan penulisan skripsi ini.

18

Jenis penelitian telaah pustaka ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Penelitian ini lebih fokus kepada makna dan terikat nilai.

19

2. Sumber Data

Untuk mendapatkan data dalam penulisan skripsi ini, maka penulis menggunakan sumber data yang relevan dengan skripsi ini. Kemudian sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini ada dua sumber, yaitu primer dan sekunder. Sumber primernya yaitu kitab Tafsir Al-Ibriz dan Tafsir Al-Azhar. Sedangkan sumber sekundernya yaitu kitab-kitab tafsir lainnya, buku-buku, jurnal, dan artikel-artikel yang terkait dengan penelitian ini.

3. Teknik Pengumpulan Data

Untuk merekap data dalam penelitian skripsi ini, penulis mengumpulkan data dengan penelusuran kepustakaan dari berbagai sumber perpustakaan serta mencari informasi terkait di artikel-artikel dan jurnal- jurnal sebagai bahan yang selanjutnya diteliti agar memperoleh penjelasan dari pertanyaan rumusan masalah.

20

Kemudian penulis juga menggunakan metode dokumentatif, yang mana dengan menggunakan metode ini, penulis dapat memperoleh data atau informasi dari berbagai sumber tertulis baik dari buku, jurnal, atau dokumen lainnya.

21

4. Metode Analisis Data

18 Mestika Zet, Metode Penelitian Kepustakaan, (Jakarta: Yayasan Obor, 2004), h. 3

19 Iskandar, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2009), Cet. 1, h. 11

20Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Pendidik Kuantitatif , Kualitatif, R&D), (Bandung: Alfabeta, 2014) h. 329

21Iskandar , Metodologi Penelitian Kualitatif, h. 134

16

Metode diartikan sebagai prosedur atau tata cara yang sistematis yang dilakukan seorang peneliti dalam upaya mencapai tujuan seperti memecahkan suatu masalah, atau menguak phenomena tertentu. Dalam skripsi ini, penulis menggunakan metode deskriptif analitis. Deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti kemudian dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan terhadap kenyataan atau realitas. Sedangkan analitis adalah sebuah tahapan untuk menguraikan data-data yang terkumpul dan tersusun secara sistematis.

Jadi, metode deskriptif analisis yaitu sebuah metode pembahasan untuk memaparkan data yang telah tersusun dengan melakukan kajian terhadap data-data tersebut.

Kemudian dalam penyajian skripsi ini, penulis menggunakan metode tafsir maudhui’ (tematik), yaitu metode yang membahas ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan tema atau judul yang telah ditetapkan. Semua ayat yang berkaitan dihimpun, kemudian dikaji secara mendalam dan tuntas dari berbagai aspek yang terkait dengannya.

22

Dalam membahas permasalahan, penelitian ini megguakan teknis analisis komparatif yaitu dengan membandingkan teks (nash) ayat-ayat Al- Qur’an yang memiliki persamaan atau kemiripan redaksi bagi suatu kasus yang sama atau memiliki redaksi yang berbeda dengan suatu kasus yang sama, membandingkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan hadis yang pada lahirnya terlihat bertentangan dan membandingkan berbagai pendapat ulama tafsir dalam menafsirkan Al-Qur’an.

23

F. Teknik dan Sistematika Penulisan

22 Hujair, A. H. Sanaky, Metode Tafsir: Perkembangan Metode Tafsir Mengikuti Warna atau Corak Mufassirin, (tt.p.: Al-Mawarid, 2008), Edisi ke-8, h. 279.

23 Nashrudin Baidan, Metode Penafsiran Al-Qur’an, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002), Cet. 1, h. 72

17

Mengenai teknik penulisan skripsi ini, penulis mengacu pada buku Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi terbitan IIQ JakartaPress tahun 2011 yang diterbitkan oleh IIQ (Institut Ilmu Al-Qur’an) Jakarta.

Secara keseluruhan, skripsi ini memuat lima bab yang sering berkaitandengan perincian dan sistematika sebagai berikut:

Bab pertama, penulis memuat pendahuluan. Pendahuluan tersebut berisi latar belakang yang membahas tentang pentingnya etika dalam keluarga serta alasan penulis memilih ayat-ayat etika dalam keluarga dan memilih kitab Tafsir Al-Ibriz dan Al-Azhar sebagai sumber pook pembahasan penulis. Setelah latar belakang diuraikan, penulis menjelaskan identifikasi masalah, pembatasan masalah dan perumusan masalah supaya pembahasan tidak melebar kemana-mana. Kemudian setelah itu dipaparkan tujuan penelitian dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metodologi penelitian yang mencakup jenis penelitian, sumber penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisis data. Pada poin terakhir bab ini dipaparkan teknik dan sistematika penulisannya.

Bab kedua dikemukakan beberapa poin penting yang akan menunjang penulisan dalam menyelesaikan bab selanjutnya yaitu pengertian etika, jenis- jenis etika, sistematika etika, pandangan Al-Qur’an tentang etika di dalam keluarga. Diantara poin-poin tersebut, sudah memberikan penjelasan yang cukup jelas tentang etika. Kemudian, dengan adanya sistematika bab dua ini penulis bisa lebih mudah dan terarah dalam memberikan penjelasan tentang etika dalam keluarga kepada masyarakat.

Pada bab ketiga merupakan penjelasan tentang gambaran umum kitab Tafsir Al-Ibriz karya K. Bisri dan Tafsir Al-Azhar karya Hamka, Biografi K.

Bisri dan Hamka, sistematika penafsiran, karya-karya tafsir kedua mufassir

18

tersebut, serta metode dan corak penafsirannya kedua penafsiran tersebut.

Tujuan dari penulisan beberapa poin tersebut agar kitab tafsir yang dibahas lebih spesifik dan memudahkan penulis untuk menyelesaikan bab selanjutnya.

Bab keempat berisi tentang penjelasan penafsiran ayat-ayat etika suami istri, etika memasuki ruang privasi dalam keluarga, etika anak terhadap orang tuanya, dan etika orang tua terhadap anaknya dalam kitab Tafsir Al-Ibriz dan Al-Azhar. Pada bab ini juga penulis menganalisa perbedaan dan persamaan penafsiran ayat-ayat etika yang dibahas dalam kedua kitab tafsir tersebut.

Bab kelima merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dan saran- saran. Kesimpulan ialah merupakan hasil akhir dari penelitian yang dilakukan terhadap masalah-masalah yang telah diuraikan pada bab sebelumnya.

Kemudian saran yaitu untuk acuan sementara untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam terkait dengan objek masalah yang dikaji.

Kemudian di akhir penulisan, dicantumkan pula daftar pustaka yang memuat

referensi-referensi yang penulis gunakan dalam melakukan penelitian sebagai

bukti kevalidan dari pembahasan yang penulis kaji.

138 BAB V PENUTUP

Dokumen terkait