لا َ
G. Metodologi Penelitian 1. Metode Penelitian
Penelitian ini secara umum dilakukan dengan metode grouded reseach.40 Yaitu suatu metode yang mencoba menemukan pokok permasalahan dan penjabaran para ahli pengamalan ajaran agama yang dapat dipertanggungjawabkan keahliannya.
Pengumpulan data sendiri dilakukan melalui library research.
Library reseach dilakukan dengan menelaah buku-buku yang berkaitan dengan persoalan pengamalan ajaran agama siswa, model pembelajaran, termasuk buku-buku membahas tentang pendidikan tahfizul Qur‟an. Untuk mendukung pemahaman yang lebih kuat maka dilengkapi pula metode kuantitatif yang merupakan salah satu pendekatan dalam penelitian yang menekankan pada data yang bersifat kumulatif untuk menghasilkan penafsiran kuantitatif yang kokoh. Metode penelitian kuantitatif yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah teknik korelasi, yaitu “melihat bentuk
40 Abudin Nata, Perspektif Islam tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta;
Kencana Prenada Media Group, 2009) h. 11
30
hubungan variabel-variabel yang diteliti dan teknik korelasi in bertujuan untuk menentukan ada atau tidaknya hubungan antara beberapa variabel di dalam penelitian”.41
2. Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan penulis akan menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan studi kepustakaan. Rincian keempat teknik dalam studi penelitian diuraikan secara singkat di bawah ini:
a. Observasi
Observasi adalah suatu cara untuk mengadakan penelitian dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung dan sistematis.42 Observasi ini dilakukan terhadap obyek penelitian, diantaranya tentang jumlah siswa, jumlah tenaga pengajar serta sarana dan prasarana belajar yang tersedia. Alasan penulis menggunakan teknik ini karena diduga terdapat sejumlah data yang hanya dapat diketahui melalui pengamatan langsung ke lokasi penelitian, karena itu obsevasi ini dilakukan secara langsung ke lokasi untuk meyakinkan peristiwa-peristiwa yang terdapat atau terjadi dan mencatatnya sebagai data penelitian.
Teknik ini dimaksudkan mendekati data mengenai kenyataan- kenyataan di lapangan.
b. Wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka
41 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatf, Kualitatif, R & D, (Bandung: Alfabeta 2009), h. 91
42 Sanafiah Faisal, Penelitian Kualitatif, Dasar-dasar dan Aplikasi, (Malang: YA, 1990), h. 64
31 dengan pihak yang bersangkutan.43 Salah satu teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara yang dilakukan terhadap siswa, guru, dan kepala sekolah. Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data tentang keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Alasan menggunakan teknik ini didasarkan pertimbangan bahwa dengan wawancara penulis akan mendapatkan data secara langsung sesuai dengan kemampuan penulis dan jawaban akan terarah serta menunjang terhadap hasil angket yang diperoleh.
c. Angket
Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang dibuat dalam bentuk multiple choice atau pilihan, dengan cara ini diharapkan penulis akan memperoleh jawaban dari responden yang langsung diidentifikasikan. Adapun cara mengidentifikasikannya berdasarkan hasil jawaban masing- masing berupa yang memilih alternatif jawaban a, b, c, d, atau e.
mengingat penelitian ini adalah penelitian kuantitatif variabel, maka perhitungannya didasarkan pada nilai masing-masing jawaban. Adapun alasan menggunakan angket adalah untuk memperoleh data informasi diri responden berupa laporan pribadinya atau hal yang diketahui, dalam hal ini mengumpulkan data tentang pengamalan ajaran agama siswa dan pendidikan tahfizul Qur‟an terhadap akhlak siswa. Angket ini diberikan kepada siswa sebagai objek penelitian.
43 Nasution, Metologi Research Penelitian Ilmiah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2002), h. 13
32
d. Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan dimaksudkan untuk memperkuat kebenaran hasil penelitian yang dilaksanakan, dengan cara mencari konsep-konsep yang ada relevansinya dengan masalah yang diteliti. Hal ini sesuai dengan pendapat Winarno Surakhmad bahwa perlengkapan penelitian dalam setiap lapangan ilmu pengetahuan tidak akan sempurna kalau tidak ditunjang oleh kepustakaan kejuruan.44 Jadi alasan menggunakan studi kepustakaan ialah untuk mendapatkan derajat kesempurnaan penelitian ini harus dilandasi oleh kajian-kajian teoritik (kepustakaan) yang sesuai dengan lapangan. Untuk menunjang dan memperkuat hasil penelitian, digunakan buku-buku, bahan- bahan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
3. Pendekatan dan Analisa Data
Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dan eksplorasi.45 Eksplanasi yaitu mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih sebagai penjelasan dari teori. Dan penelitian eksplorasi (menjelajah) berkaitan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena ada atau tidak. Penelitian pertama bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stimulus atau respon-respon yang diberikan baik oleh guru atau siswa yang menunjukkan adanya akhlak siswa. Tujuan penelitian kedua untuk mengetahui bahwa pengamalan ajaran agama itu dipengaruhi oleh stimulus dan atau respon yang diberikan oleh guru atau siswa serta proses pembelajaran sehingga hasil belajar akan lebih baik.
44 Winarno Surakhmad, Pengantar Penilitian Ilmiah, (Bandung; Tarsito, 1997), h.
234
45 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), h. 235
33
n X
fx 4. Data PenelitianDalam penelitian ini pada dasarnya menggnakan Tabel Distribusi Frekuensi dengan menggunakan rumus variabel X dan variabel Y data terbesar dan terkecil, selanjutnya menggunakan perhitungan pengujian normalitas, sehingga pengamalan ajaran agama siswa dapat diukur dengan menggunakan pendidikan tahfizul Qur‟an. Untuk distribusi frekuensi dan perhitungan pengujian normalitas serta rumusnya terlampir sebagai berikut :
a. Mencari rentang nilai, dengan rumus : R = DB – DK46
b. Menentukan banyaknya kelas interval, dengan rumus : K = 1 + (3,3) log n47
c. Menentukan panjang kelas interval dengan rumus : P = R : K
d. Membuat tabel distribusi kumulatif. Tabel distribusi kumulatif dibuat dengan menjumlahkan frekuensi pada setiap kelas interval.48
e. Menghitung harga rata-rata (mean) dengan rumus:
49
f. Menghitung median (me) dengan rumus:
Me = b + p ( )50
46 Kadir, Statistika Terapan, (Jakarta: PT RajaGrafinso Persada, 2015), Cet. Ke 2, h. 63
47 Kadir, Statistika Terapan, (Jakarta: PT RajaGrafinso Persada, 2015), Cet. Ke 2, h. 65
48 Kadir, Statistika Terapan, (Jakarta: PT RajaGrafinso Persada, 2015), Cet. Ke 2, h. 27
49 Kadir, Statistika Terapan, (Jakarta: PT RajaGrafinso Persada, 2015), Cet. Ke 2, h. 57
34
g. Mencari modus (mo), rumusnya : Mo = b + p ( )51
Dari beberapa rumus di atas, penulis dalam penelitian ini mengolah data menggunakan sofware SPSS. SPSS merupakan sofware statistika untuk penyajian data tabel dan grafik dalam jumlah besar dan bervariasi dengan cepat dan hasil yang akurat. 52