BAB I PENDAHULUAN
G. Metodologi Penelitian
menguji atau menjawab pertanyaan mengenai status terakhir suatu objek yang diteliti.38
Penelitian kualitatif bertujuan untuk mengetahui seperti apa keadaan, gambaran atau deskriptif objek yang sedang di teliti yaitu terkait proses pelaksanaan bimbingan kelompok oleh pengurus HMI komisariat dakwah untuk menguatkan mental spiritual kader. Jadi metode deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan memberikan penjelasan atau menggambarkan suatu hal yang sedang di teliti.
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian kualitatif, peneliti melakukan pengumpulkan data sampai data yang sedang di cari tahu atau di teliti dianggap memuaskan.
Adapun yang menjadi Alat pengumpulan data atau instrument penelitian dalam metode kualitatif ialah peneliti sendiri. Jadi, peneliti merupakan key instrument dalam pengumpulan data, yang dimana peneliti harus terjun langsung ke lapangan secara aktif.39 Oleh karena itu, peneliti langsung terjun sendiri ke lapangan agar dapat melihat, mencermati dan menelaah keadaan yang diteliti.
38Laxy J Meleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Roadakarya, 2010), hlm. 5.
39Husaini Usman, Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009), hlm.78.
3. Lokasi Penelitian
Lokasi yang dituju oleh peneliti sebagai tempat penelitian yaitu di HMI Komisariat Dakwah UIN Mataram Jalan Gajah Mada No. 100 Jempong Timur, NTB, Mataram.
4. Sumber dan Jenis Data a. Sumber Data
Yang menjadi sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah suatu data yang berisi kata-kata dan data yang merupakan hasil dari suatu tindakan, sedangkan data berupa tulisan, foto, dan statistik hanyalah berupa data tambahan.40 Secara umum, di dalam penelitian biasanya ada dua jenis data yang dijadikan rujukan yaitu:
1) Data Primer
Data primer adalah data yang didapatkan dan dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek peneliti dilakukan.41 Dalam peneliti ini yang termasuk dalam data primer adalah data yang didapatkan secara langsung oleh peneliti terkait objek yang sedang di teliti yaitu melalui wawancara dan observasi langsung dengan pengurus dan kader HMI komisariat dakwah tentang proses pelaksanaan bimbingan kelompok untuk menguatkan mental spiritual kader.
40Afifuddin, Beni Ahmad Saebani, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2012), hlm. 129.
41Syofiyan Siregar, Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif, hlm. 37.
2) Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari tangan kedua atau sumber-sumber pendukung lainnya yang telah tersedia sebelum penelitian.42 Dalam penelitian ini yang termaksud dalam data sekunder yaitu data-data yang diambil dari buku-buku, sumber dari arsip, dokumen pribadi, serta dokumen-dokumen lainnya yang dibutuhkan yang terkait dengan pemasalahan yang dikaji dalam penelitian ini tentang bagaimana proses pelaksanaan bimbingan kelompok untuk menguatkan mental spiritual kader. Adapun data sekunder yang digunakan oleh peneliti dalam penelitiaan ini adalah data seperti dokumentasi selama kegiatan bimbingan kelompok di lakukan.
b. Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif atau data yang bukan berupa angka tapi data yang berupa kata-kata atau kalimat, pendapatan (pernyataan) atau judgement yang diperoleh atau didapatkan melalui kegiatan wawancara, analisis dokumen, diskusi, atau obrsevasi lapangan.43 Data kualitatif meliputi: data tentang gambaran umum mengenai objek penelitian dan data lain yang tidak berupa angka.
42 Ulber Silalahi, Metode Penelitian Sosial, (Bandumg: PT Refika Aditama, 2009), hlm. 289.
43Ibid, hlm. 38.
5. Teknik Pengumpulan Data a. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data. Wawancara dapat pula diartikan sebagai percakapan tatap muka (face to face) antara pewawancara dengan sumber informasi, dimana pewawancara bertanya langsung tentang sesuatu objek yang diteliti dan telah di rencanakan sebelumnya.44
Wawancara juga dapat diartikan sebagai percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Maksud mengadakan wawancara, seperti yang ditegaskan oleh Lincoln dan Guba antara lain: mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain- lain.45
Menurut S. Margono, wawancara dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut:46
44A. Muri Yusuf, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, Dan Penelitian Gabungan, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2014), hlm. 372.
45Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), hlm. 211.
46Margono S, Metodelogi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 180.
1) Wawancara Terstruktur
Digunakan karena informasi yang di perlukan peneliti sudah pasti. Proses wawancara terstruktur dilakukan dengan menggunakan instrument pedoman wawancara tertulis yang berisi pertanyaan yang akan diajukan kepada informan. Dalam wawancara terstruktur pertanyaan yang diajukan pewawancara dilakukan secara ketat sesuai daftar pertanyaan yang telah disiapkan terlebih dahulu.
2) Wawancara Tidak Terstruktur
Bersifat lebih luwes dan terbuka. Wawancara tidak sturuktur dalam pelaksanaanya bersifat lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur karena dalam melakukan wawancara dilakukan secara alamiah untuk menggali ide dan gagasan informan secara terbuka dan tidak menggunakan pedoman wawancara.47
Wawancara ini lebih bersifat informal. Pertanyaan-pertanyaan tentang pandangan hidup, sikap, keyakinan subjek, atau tentang keterangan lainnya dapat diajukan secara bebas kepada subjek.
Dalam penelitian ini metode wawancara yang peneliti gunakan untuk memperoleh data adalah metode interview tidak terstruktur .
47Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif:Teori dan Praktik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2017), hlm. 162-163.
b. Observasi
Observasi atau pengamatan langsung adalah kegiatan pengumpulan data dengan melakukan penelitian langsung terhadap kondisi lingkungan objek penelitian yang mendukung kegiatan penelitian, sehingga didapatkan gambaran secara jelas tentang kondisi objek penelitian tersebut. 48 adapun kegiatan observasi yang dilakukan oleh peneliti yaitu melakukan pengamatan langsung kelokasi selama kegiatan bimbingan kelompok diadakan.
c. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu mengumpulkan dokumen dan data-data secara intens sehingga dapat mendukung dan menambah kepercayaan dan membuktikan suatu kejadian.49 Sejumlah besar fakta data tersimpan dalam bahan yang terbentuk surat, catatan harian, cendra mata, laporan, dan foto. Data atau hal-hal yang bersifat dokumenter itu berupa jumlah data baik data tertulis maupun dalam bentuk tidak tertulis yang terdapat.
Bentuk pengumpulan data melalui dokumentasi dalam penelitiaan ini yaitu data berupa foto-foto selama kegiatan bimbingan kelompok berlangsung.
48Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm.42.
49Djam‟an Satori, Aan Komariyah, Metodologi Penelitian Kualitatif, ( Bandung: Alfabeta, 2014), hlm.149.
6. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah suatu usaha pengelompokan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data.50
Adapun data dalam penelitian kualitatif diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam- macam (trianggulasi), dengan pengamatan yang terus menerus tersebut mengakibatkan variasi data tinggi sekali.51 Dari hal tersebut maka tehnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Data Reduction ( Reduksi Data)
Reduksi data merupakan bagian dari analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perludan mengorganisasikan data dengan cara sedemikian rupa hingga simpulan- simpulan akhirnya dapat ditarik dan di verifikasi. Menurut Riyanto reduksi data (data reduction) artinya, data yang harus di rampingkan, dipilih mana yang penting, di sederhanakan dan abstrasikan.52
50Ibid, hlm. 145.
51Ibid, hlm. 400.
52Hardani, Dkk, Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif , (Yogyakarta: CV Pustaka Ilmu Group Yogyakarta, 2020), hlm. 164.
b. Data Display ( Penyajian Data)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay data. Penyajian yang dimaksud Miles dan Hubermen, adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan simpulan dan pengambilan tindakan. Dalam penelitian kualitatif penyajian data dapat berupa uraian singkat, bagan, hubungan antara kategori dan sejenisnya.53
c. Conlcusion drawing and verification (Penarikan Kesimpulan dan verifikasi)
Langkah ketiga dalam analisis kualitatif menurut Miles dan Hubermen adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukan masih bersifat sementara, dan akan berubah jika tidak ditemukan bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Simpulan adalah inti sari dari temuan penelitian yang menggambarkan pendapat-pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian-uraian sebelum atau, keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif 54
7. Validitas Data
Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan
53Ibid, hlm. 167.
54Ibid, hlm. 168.
demikian data yang valid adalah data “yang tidak berbeda: antar data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian.55
Agar temuan data yang diperoleh menjadi lebih valid, maka perlu diteliti keabsahannya. Berikut ini beberapa tehnik pemeriksaan data yang perlu dilakukan peneliti:
a. Perpanjangan Keikutsertaan
Peneliti dalam penelitian kualitatif adalah instrumen itu sendiri.
Kehadiran dan Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data. Keikutsertaan tersebut tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan pada latar penelitian. Perpanjangan keikutsertaan berarti peneliti berada di lapangan sampai pengumpulan data tercapai.56 Bentuk kepanjangan keikutsertaan peneliti dalam penelitian ini adalah peneliti dalam proses kegiatan bimbingan kelompok peneliti selalu terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
b. Meningkatkan Ketekunan
Yang dimaksud dengan meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan yang mendalam dan teliti serta berkesinambungan. Dengan usaha tersebut maka kepastian data dan
55Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2012), hlm. 267.
56Ibid, hlm. 327.
urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis.57 Dengan meningkatkan ketekunan, maka peneliti dapat melakukan pengecekan kembali apakah data yang telah ditemukan salah atau tidak.
Demikian juga dengan meningkatkan ketekunan maka, peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati. Bentuk ketekunan peneliti dalam penelitian ini yaitu peneliti melakukan pengamatan yang mendalam dan berkesinabungan selama proses bimbingan kelompok dilaksanakan dan berusaha untuk mencari tahu lagi sekiranya ada data yang belum jelas.
c. Triangulasi
Yakni teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data yang terkumpul untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data-data. Hal ini dapat berupa penggunaan sumber, metode penyelidik dan teori. Untuk menguji sejauh mana keabsahan data yang didapatkan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu penelitian berusaha menggabungkan semua data baik yang didapatkan melalui wawancara, observasi dan dokomentasi.
d. Kecukupan Referensi
Adanya pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti.58. Bentuk kecukupan refensi yang digunakan oleh peneliti yaitu selain menggunakan teori dari berbagai sumber, peneliti juga mengandalkan hasil-hasil wawancara, dokumen dan catatan-catatan penting yang ada kaitannya dengan fokus penelitian.