3.2.2 Studi Pustaka
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan literatur penelitian sejenis yang sudah ada sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengevaluasi serta mempelajari studi literatur tersebut. Berikut ini tabel literatur sejenis pada Tabel 2.5
3.3 User Centered Design 3.3.1 Mempelajari User
Dalam tahap ini, penulis mempelajari user dengan menganalisis hasil kuesioner yang sudah dilakukan.
3.3.2 Tahapan Menentukan Kebutuhan Pengguna
Dari hasil analisis mempelajari user dapat ditentukan kriteria pengukuran yang akan dijadikan tujuan dalam perancangan website.
3.3.3 Tahapan Design Solusi
Tahap ini merupakan tahap design solusi berdasarkan dari hasil analisis kebutuhan pengguna yang telah dilakukan. Adapun proses yang harus dilakukan pada tahap ini adalah Perancangan (Design) Dalam tahapan Design ini peneliti akan melakukan proses pembuatan interface dengan menggunakan tampilan tertentu. Sehingga desain AIS dengan menu mahasiswa yang sudah dirancang dapat digunakan dengan baik.
3.3.4 Evaluasi Design Terhadap Kebutuhan Pengguna
Dalam tahapan ini peneliti akan menguji desain AIS menu mahasiswa yang telah dibuat dengan menggunakan metode pengujian kepada pengguna mengenai website yang sudah dibuat dan menganalisis hasil pengujian, yang dimana pengujian dengan memperhatikan interaksi antara pengguna dan tampilan sistem.
Apabila tampilan sistem sudah menghasilkan output yang sesuai
dengan tujuan yang telah dibuat, berarti tampilan sistem telah lolos pengujian tersebut.
3.4 Kerangka Penelitian
Gambar 3.1 Kerangka Penelitian
BAB IV
PERANCANGAN USER INTERFACE
4.1 Gambaran Umum
4.1.1 Profil Pustipanda
Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data atau lebih dikenal dengan istilah Pustipanda UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis dengan tujuan membangun universitas digital dalam lingkup yang juga mencakup tujuan dari UIN Syarif Hidayatullah (Keilmuan, Keindonesiaan, dan Keislaman).
Pustipanda didirikan sesuai dengan Surat Keputusan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada bulan Februari 2010. Ditandai dengan dilantiknya Bapak Husni Teja Sukmana, Ph.D sebagai Kepala Pustipanda (Puskom) untuk periode 2010-2015 setelah itu dilanjutkan oleh Bapak Nashrul Hakiem, Ph.D sejak tahun 2015- 2019 dan saat ini dikepalai oleh Bapak Muhammad Qomarul Huda, M.Kom.,Ph.D. Dengan dibantu beberapa staff yang dibagi menjadi beberapa bagian dari Sub-bagian Pengembangan Sistem Informasi, Bagian Operasi Data Center, Bagian PDDIKTI, Bagian Support dan Bagian ITSM Administrasi. Pustipanda mulai melakukan beberapa pembenahan baik itu di bidang pengembangan Sistem, Jaringan, Administrasi dan Data center.
4.1.2 Visi Misi 1. Visi
Visi dari Pustipanda adalah “UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi Universitas Digital Kelas Dunia untuk Mendukung Integrasi Keilmuan, Keislaman, dan Keindonesiaan”
2. Misi
a. Meningkatkan performa sistem informasi perguruan tinggi yang innovative, creative, high availability, high reliability,
secure, fast, informed, documented, and integrated dalam rangka meningkatkan kinerja dan mutu bidang pendidikan, pengajaran, penelitian, publikasi ilimiah, pengabdian masyarakat dan organisasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
b. Meningkatkan mutu tata kelola universitas dengan pemanfaatan teknologi Information and Communications Technology (ICT).
c. Meningkatkan penelitian di bidang ICT dalam rangka menjaga bussiness continuity dan knowledge share pengembangan Information and Communications Technology (ICT).
4.1.3 Sasaran Mutu
1. Membuat sistem Information and Communications Technology (ICT) yang berorientasi kepada kebutuhan stakeholder dan shareholder UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Meningkatkan kualitas prasarana, SDM, dan layanan Information and Communications Technology (ICT) di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Mengembangkan dan mengimplementasikan tata kelola IT sesuai dengan standarisasi nasional dan internasional.
4.1.4 Struktur Organisasi
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Pustipanda 4.1.5 Core Business Pustipanda
1. Pelaksana pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi 2. Pelaksana pengembangan dan pemeliharaan jaringan
3. Pelaksana pelayanan sistem informasi dan jaringan
4. Pelaksana kerjasama antar Pusat Komputer dan Sistem Informasi perguruan tinggi dan / atau badan lain di dalam dan di luar negeri 5. Pelaksana administrasi Pusat Komputer
4.2 Memahami Konteks Kegunaan
Tahap pertama dalam melakukan perancangan user interface dengan standar ISO 9241-210 adalah tahap memahami konteks kegunaan. Pada tahap ini, penulis menentukan metode-metode yang digunakan dalam melakukan perancangan. Metode didapatkan dengan cara menganalisa berbagai jurnal serta studi literatur sejenis. Memahami dan menentukan konteks pengguna merupakan langkah kedua setelah tahap plan the human centred process dilakukan dalam metode UCD. Tahap ini merupakan proses memahami dan menetukan dari pengguna yang akan menggunakan sistem ini. Proses identifikasi pengguna disini adalah proses mengidentifikasi siapa saja yang akan terlibat secara langsung ataupun tidak langsung dalam menggunakan sistem. Dikarenakan lingkup penelitian ini adalah menu mahasiswa maka hasil dari identifikasi pengguna adalah mahasiswa aktif UIN Jakarta.
Metode yang digunakan penulis dalam melakukan perancangan website adalah metode User Centered Design. Karena pada metode ini user sebagai fokus dalam perancangan website dan dalam pengujiannya pula user terjun langsung sebagai responden dalam menilai User Interface Website.
Dalam tahap ini juga, digunakan kuesioner sebagai media dalam pengambilan data penelitian, dengan menggunakan skala likert sebagai skala dalam menilai website AIS UIN Jakarta. Untuk penelitian ini penulis menentukan bahwa mahasiswa aktif UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
angkatan 2018, 2019, 2020 dan 2021 dengan jumlah 65 responden sebagai populasi dari penelitian dan untuk pemilihan sample responden dalam melakukan kuesioner penulis menggunakan jenis teknik sampling non- probability sampling dengan Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang ditentukan adalah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta alasan mengapa dipilih sampel seperti diatas dikarenakan sampel harus dapat menilai tampilan website dengan baik dari sudut pandang pengguna agar dapat memberikan masukan atau saran kepada penulis, sehingga website yang dirancang dapat memiliki nilai usability tinggi.
Berdasarkan pendapat Kerlinger dan Lee (2000) menyarankan sebanyak 30 sampel sebagai jumlah minimal sampel dalam penelitian kuantitatif. Oleh karena itu peneliti menentukan sampel sebanyak 65 responden dari 12 fakultas dengan rata-rata 1 fakultas diwakili oleh 5-6 responden untuk keseluruhan fakultas yang ada pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
4.2.1 Evaluasi Tahap Awal
Penulis melakukan pengujian terhadap usability website yang ingin dilakukan perubahan, yakni website UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada link www.aisuinjkt.ac.id (Gambar 2.1).
Pengujian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada user yang yaitu mahasiswa aktif UIN Syarif Hidayatullah angkatan 2018- 2021 yang merupakan pengguna aktif web AIS UIN Jakarta.
Kuesioner ini disebut juga dengan kuesioner tahap awal atau tahap satu. Pertanyaan dalam kuesioner telah ditetapkan sesuai dengan penilaian terhadap usability website menurut Nielsen, dalam segi penilian Learnability, Efisiensi, Memorability, Error Prevention dan Satisfication.
Banyaknya pertanyaan pada tiap aspek tidak memiliki acuan jumlah, dikarenakan tiap aspek memiliki nilai yang setara dalam penilaiannya (ISO 9126, 2000). Dengan ini penulis menentukan dari setiap aspek penilaian diberikan 6 pertanyaan dari 5 Aspek penilaian
yang totalnya adalah 30 pertanyaan dan tiga faktor desain.
Pertanyaan-pertanyaan ini yang nantinya akan dijadikan acuan dalam melakukan perancangan website dengan kebutuhan user. Pertanyaan pada kuesioner dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4 1. Tabel Pertanyaan Kuesioner dan Aspek Penilaiannya
Aspek Penilaian
Pernyataan Penjelasan
Learnabilty Bahasa AIS web saat ini mudah dimengerti
Berdasarkan standard
ISO 9241-210
terdapat prinsip untuk desain, yaitu kesesuaian untuk pembelajaran dan pada penelitian ini penulis
menggembangkan pada aspek penilaian
ini yang
merepresentasikan aspek penilaian dan dengan berdasarkan studi literatur sebelumnya yang sudah dijelaskan pada bab 2 bagian studi pustaka.
Tampilan Fitur saat ini tidak membuat pengguna bingung Tata letak bantuan informasi pada AIS Web saat ini sudah sesuai dan mudah dimengerti
Web AIS saat ini mudah digunakan untuk mengakses menu mahasiswa Fungsi Tombol/Button pada AIS Web saat ini mudah dipahami Penulisan pada menu AIS Web saat ini mudah dipahami
Efesiensi Menu pada AIS web saat ini mudah digunakan
Berdasarkan standard
ISO 9241-210
terdapat prinsip untuk desain, yaitu memperhitungkan aspek efisiensi dan pada penelitian ini penulis
Tampilan Fitur tidak membuat pengguna bingung
Tata letak bantuan informasi sesuai dan mudah diakses
Tata letak menu AIS familiar dan mudah diakses
Susunan Menu pada AIS sudah efisien
menggembangkan pada aspek penilaian
ini yang
merepresentasikan aspek penilaian dan dengan berdasarkan studi literatur sebelumnya yang sudah dijelaskan pada bab 2 bagian studi pustaka.
Fitur pada AIS Web mudah diakses
Memorability Tampilan tata letak halaman awal pada AIS Web mudah diingat Judul setiap halaman jelas dan informative sehingga mudah diingat Pilihan pengelompokkan menu dan Informasi pada AIS Web mudah diingat
Susunan Informasi Mahasiswa pada AIS Web mudah diingat
Tampilan Button Mudah diingat Pemilihan Warna AIS Web saat ini mudah diingat
Error Prevention
Terdapat solusi ketika pengguna lupa dengan password personal di AIS
Berdasarkan standard
ISO 9241-210
terdapat prinsip untuk desain, yaitu error tolerance dan pada penelitian ini penulis menggembangkan pada aspek penilaian
ini yang
merepresentasikan aspek penilaian dengan berdasarkan studi literatur Struktur halaman AIS konsisten
Terdapat informasi langsung yang menunjukkan semester pengguna Terdapat perubahan tampilan Ketika dilakukan tindakan
Terdapat pilihan “search” di Sistem Informasi AIS untuk memudahkan pencarian kemudahan penelusuran Ada atribut, gambar, atau informasi jika tindakan fungsi yang dipilih
tidak sesuai sebelumnya yang sudah dijelaskan pada bab 2 bagian studi pustaka.
Satisfication Tampilan Menu Mahasiswa pada AIS Web saat ini sudah terlihat modern
Berdasarkan standard
ISO 9241-210
terdapat prinsip untuk desain, yaitu proses memperhitungkan kepuasan dan pada penelitian ini penulis menggembangkan pada aspek penilaian
ini yang
merepresentasikan aspek penilaian dan dengan berdasarkan studi literatur sebelumnya yang sudah dijelaskan pada bab 2 bagian studi pustaka.
Font atau Teks saat ini nyaman dilihat
Kombinasi Pewarnaan Tampilan AIS Web saat ini Memuaskan Tampilan AIS Web saat ini pada menu mahasiswa terlihat simple Pengguna Puas melihat design AIS Web saat in
Tombol/Button pada Web AIS sudah terlihat modern dan efektif
Penyebaran Kuesioner
Pada analisis ini akan dijelaskan kriteria pada aspek penilaian usability yang digunakan dalam evaluasi AIS UIN Jakarta, terdapat 5 aspek penilaian (Learnability, Efisiensi, Memorability, Error Prevention dan Satisfication).
Dari 5 aspek usability tersebut, sudah terdapat hasil evaluasi berdasarkan kuesioner dengan 65 Responden yang terdiri dari mahasiswa semester I sampai dengan semester VIII di 12 fakultas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang diambil dari tanggal 14 Februari 2022 – Februari 2022.
Beberapa penjabaran dari tingkat responden yang telah diterima, terdapat 50,8 % laki-laki dan 49,2 % perempuan. Adapun hal itu memberi gambaran kasus bahwa laki-laki dan perempuan kurang lebih sama banyaknya memfungsikan AIS secara keseluruhan, seperti melihat nilai atau mengisi KRS yang memang dilakukan semua mahasiswa pada saat memasuki awal semester
Gambar 4.2 Responden Jenis Kelamin
Pada kriteria keseluruhan fakultas yang ada di kampus UIN Jakarta dari 12 fakultas diperoleh minimal 5 mahasiswa, sehingga pada kebutuhan di masing-masing fakultas sudah terdapat perwakilan yang telah menjalankan dan memperhatikan bagaimana user interface AIS berjalan dengan cukup efektif serta efisien dan moderen.
Responden dari Fakultas Sains dan Teknologi seimbang dengan Responden dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Adab dan Humaniora Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yaitu 9,2 % dari seluruh Responden yang mengisi kuesioner.
Selanjutnya terdapat 7 Fakultas dengan jumlah Responden yang sama yaitu 7,7 %, Fakultas yang dimaksud adalah Fakultas
Ushuluddin dan Filsafat, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ilmu Politik, Fakultas Dirasat Islamiyah, Fakultas Kedokteran , Fakultas lmu Kesehatan dan Fakultas Ekonomi Bisnis.
Gambar 4.3 Responden Fakultas
Dari keseluruhan fakultas yang sudah mengisi kuesioner, maka diperkecil lagi dengan jurusan yang ada pada masing-masing fakultas tersebut. Dapat dilihat dibawah ini pada gambar 4.4
Gambar 4.4 Responden - Jurusan
Responden terbesar pada kriteria semester ada pada semester VIII yaitu 54,3 %, berdasarkan hasil kuesioner dan analisa benar bahwa mahasiswa angkatan 2018 pada semester VIII merupakan pengguna paling banyak dan sering, karena kebutuhan yang sangat tinggi disaat semester akhir berkuliah maka mahasiswa cenderung menggunakan AIS untuk sekedar mengecek nilai hingga keperluan penginputan administrasi sidang akhir atau wisuda. Kemudian setelahnya kriteria semester yang mendapat 29,2% ialah angkatan 2019 pada semester VI (genap), lalu 12,3 % ada responden dari angkatan 2020 pada semester IV (genap) dan yang terkecil adalah responden dari angkatan 2021 pada semester II (awal) dikarenakan banyak mahasiswa yang belum terbiasa menggunakan AIS dan belum familiar dalam penggunaannya (hasil analisa dan observasi).
Gambar 4.5 Responden – Angkatan 4.2.2 Mempelajari User
Dari hasil kuesioner tahap awal yang sudah disebar kepada responden dengan 5 aspek penilaian yaitu Learnability, Efisiensi, Memorability, Error Prevention dan Satisfication. Hasil kuesioner tersebut menyatakan bahwa hanya aspek satisfication yang mempunyai persentase kurang <60% dengan persentase 52,92%
(biasa saja). Akan dari itu penulis mengambil aspek satifsication yang akan dibahas pada penelitian saat ini.
Dengan kuesioner yang sudah disebar kepada user dengan hasil bahwa 61,6% responden menyatakan bahwa tampilan website AIS saat ini tidak modern dan 55,4% responden menyatakan tidak puas dengan design website AIS saat ini. Dari hasil kuesioner dengan teknik purposive sampling tersebut, penulis mengambil kesimpulan bahwa user tidak menyukai website AIS dari segi kombinasi warna, tampilan tombol, tampilan yang kurang simple dan teks saat ini.
4.2.3 Melakukan Analisis
Setelah melakukan pengujian pada website AIS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan menyebarkan kuesioner pada user yang telah memenuhi kriteria, selanjutnya penulis menganalisis hasil kuesioner dengan melakukan perhitungan. Untuk menghitung nilai usability dari user interface, penulis menghitung nilai berdasarkan tiap aspek penilaian yang diberikan kepada responden. Untuk aspek pertama penulis menghitung total skor dari aspek penilaian Satisfication. Pada aspek ini terdapat enam pertanyaan yang penulis berikan kepada user. Untuk itu, penulis menghitung masing-masing total skor dari tiap pertanyaan. Untuk pertanyaan pertama :
Apakah Tampilan Menu Mahasiswa pada AIS Web saat ini sudah terlihat modern ?
Pada pertanyaan ini penulis menentukan bobot nilai dan presentase jawaban pada skala likert berdasarkan Tabel 2.3 dan dihasilkan Tabel 4.2
Tabel 4.2 Tabel Skala, Bobot Nilai dan Presentase Penilaian Kuesioner
Skala Bobot Nilai Presentase
Tidak Menarik 1 0% - 19,9%
Kurang Menarik 2 20% - 39,9%
Biasa Saja 3 40% - 59,9%
Menarik 4 60% - 79,9%
Sangat Menarik 5 80% - 100%
Dari hasil kuesioner diperoleh hasil jawaban dari pertanyaan yang diberikan ke responden (Tabel 4.3).
Tabel 4.3 Tabel Hasil Jawaban Pertanyaan Pertama
Skala Hasil Jawaban
Tidak Menarik 15
Kurang Menarik 25
Biasa Saja 9
Menarik 11
Sangat Menarik 5
Dari data yang didapat diatas kemudian diolah dengan cara mengkalikan setiap jawaban dengan bobot yang sudah ditentukan dengan tabel bobot nilai, dengan hasil perhitungan:
• Responden yang menjawab Tidak Menarik (1): 15 x 1 = 15
• Responden yang menjawab Kurang Menarik (2): 25 x 2 = 50
• Responden yang menjawab Biasa Saja (3): 9 x 3 = 27
• Responden yang menjawab Menarik (4): 11 x 4 = 44
• Responden yang menjawab Sangat Menarik (5): 5 x 5 = 25
Total Skor = 15 + 50 + 27 + 44 + 25 = 147
Selanjutnya setelah menghitung pertanyaan pertama penulis menghitung total skor untuk pertanyaan kedua hingga keenam yang
termasuk kedalam aspek penilaian satisfication, dengan menggunakan tahapan yang sama didapatkan total skor untuk pertanyaan kedua sebesar 184, untuk pertanyaan ketiga sebesar 171, untuk pertanyaan keempat sebesar 195, untuk pertanyaan kelima 165, untuk pertanyaan keenam 170. Setelah mengetahui nilai tiap pertanyaan, dapat diketahui nilai rata-rata dari aspek penilaian satisfication dengan menjumlahkan tiap pertanyaan dan dibagi enam untuk mendapatkan nilai rata-rata dari total skor tiap pertanyaan.
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 Satisfication = 147+184+171+195+165+170
6 = 172
Setelah mengetahui total skor dari aspek penilaian attractiveness dapat diketahui hasil interpretasi dari presentase skala likert. Untuk mengetahui hasil interpretasi dari presentase skala likert, harus diketahui nilai skor tertinggi (Y) dan terendah (X) dengan rumus sebagai berikut:
Y = Skor tertinggi pada bobot nilai (5) x jumlah responden X = Skor terendah pada bobot nilai (1) x jumlah responden
Jumlah nilai pada bobot nilai tertinggi (Sangat Menarik) adalah 5 x 65 = 325, sedangkan nilai pada bobot nilai terendah (Tidak Menarik) adalah 1 x 65 = 65. Maka pada aspek penilaian satisfication dengan total skor 172 dapat dihitung presentasenya dengan rumus index % (Persamaan 2.1).
𝐼𝑛𝑑𝑒𝑥% = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑌 × 100
𝐼𝑛𝑑𝑒𝑥% = 172
325 × 100 𝐼𝑛𝑑𝑒𝑥% = 52,92%
Dari hasil perhitungan diatas maka dapat disimpulkan bahwa responden menilai pada aspek penilaian satisfication Biasa Saja menurut tabel skala, bobot nilai dan presentase penilaian
Selanjutnya penulis menghitung untuk aspek penilaian yang lain dengan mengunakan perhitungan yang sama dengan Persamaan 2.1 seperti diatas dihasilkan (Tabel 4.4).
Tabel 4.4 Tabel Hasil Perhitungan Aspek Penilaian Aspek Penilaian Pernyataan Total Skor Hasil Perhitungan Learnabilty Bahasa AIS web
saat ini mudah dimengerti
263
Index %
= (263+235+220+211+221+238)/6
325 × 100
Index % = 1388/6
325 × 100
Index % = 231,33
325 × 100 Index % = 71,07%
(Sangat Menarik) Tampilan Fitur saat
ini tidak membuat pengguna bingung
235
Tata letak bantuan informasi pada AIS Web saat ini sudah sesuai dan mudah dimengerti
220
Web AIS saat ini mudah digunakan untuk mengakses menu mahasiswa
211
Fungsi
Tombol/Button pada AIS Web saat ini mudah dipahami
221
Penulisan pada menu AIS Web saat
238
ini mudah dipahami Efesiensi Menu pada AIS web
saat ini mudah digunakan
234
Index %
= (234+215+209+222+209+231)/6
325 × 100
Index % = 1320/6
325 × 100
Index % = 220
325× 100 Index % = 67,69%
(Menarik) Tampilan Fitur tidak
membuat pengguna bingung
215
Tata letak bantuan informasi sesuai dan mudah diakses
209
Tata letak menu AIS familiar dan mudah diakses
222
Susunan Menu pada AIS sudah efisien
209 Fitur pada AIS Web mudah diakses
231 Memorability Tampilan tata letak
halaman awal pada AIS Web mudah diingat
229
Index %
= (229+227+231+218+220+236)/6
325 × 100
Index % = 1361/6
325 × 100
Index % = 226,83
325 × 100 Index % = 69,79%
(Menarik) Judul setiap
halaman jelas dan informative sehingga mudah diingat
227
Pilihan
pengelompokkan menu dan Informasi pada AIS Web mudah diingat
231
Susunan Informasi Mahasiswa pada AIS Web mudah diingat
218
Tampilan Button Mudah diingat
220 Pemilihan Warna 236
AIS Web saat ini mudah diingat Error Prevention Terdapat solusi
ketika pengguna lupa dengan password personal di AIS
229
Index %
= (229+207+200+184+243+201)/6
325 × 100
Index % = 1264/6
325 × 100
Index % = 210,66
325 × 100 Index % = 64,82%
(Menarik) Struktur halaman
AIS konsisten
207 Terdapat informasi
langsung yang menunjukkan semester pengguna
200
Terdapat perubahan tampilan Ketika dilakukan tindakan
184
Terdapat pilihan
“search” di Sistem Informasi AIS untuk memudahkan
pencarian kemudahan penelusuran
243
Ada atribut, gambar, atau informasi jika tindakan fungsi yang dipilih tidak sesuai
201
Satisfication Tampilan Menu Mahasiswa pada AIS Web saat ini sudah terlihat modern
147
Index % Font atau Teks saat
ini nyaman dilihat
184 Kombinasi
Pewarnaan
Tampilan AIS Web
171
saat ini Memuaskan = (147+184+171+195+165+170)/6
325 × 100
Index % = 1032/6
325 × 100
Index % = 172
325× 100 Index % = 52,92%
(Biasa Saja) Tampilan AIS Web
saat ini pada menu mahasiswa terlihat simple
195
Pengguna Puas melihat design AIS Web saat in
165
Tombol/Button pada Web AIS sudah terlihat modern dan efektif
170
Dari penghitungan skor diatas dapat dihitung nilai Usability website dengan menjumlahkan skor dari tiap aspek yang diperoleh dan dibagi dengan nilai hasil maksimal yang didapat dengan mengkalikan hasil maksimal pertanyaan dengan jumlah seluruh pertanyaan yaitu 325 x 30 = 9750, maka didapatkan nilai Usability dengan menggunakan rumus index% (Persamaan 2.1)
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑈𝑠𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 𝑊𝑒𝑏𝑠𝑖𝑡𝑒 =
𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 × 100%
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑈𝑠𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 𝑊𝑒𝑏𝑠𝑖𝑡𝑒 = 263 + 235 + 220 + 211 + 221 + 238 + 234 + 215 + 209 + 222 + 209 + 231 + 229 + 227 + 231 + 218 + 220 + 236 + 229 + 207 + 200 + 184 + 243 + 201 + 147 + 184 + 171 + 195 + 165 + 170 / 9750
× 100%
= 65,28% (Menarik)
Dari penghitungan nilai Usability diatas, Website AIS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mempunyai nilai 65,28% yang mempunyai skala Menarik berdasarkan Tabel 4.2
4.2.4 Uji Validitas Awal
Uji validitas dilakukan untuk memastikan butir-butir pernyataan dalam suatu variabel sudah layak untuk mendefinisikan variabel tersebut. Suatu pernyataan dapat dikatakan valid apabila nilai Corrected Item-Total Correlation melebihi nilai pada tabel-r. Nilai tabel-r yang dijadikan tolak ukur dalam hal ini adalah 0,153 mengingat nilai 𝒆 yang digunakan adalah 0,1. Data pada tabel 4.5 di bawah ini merupakan hasil dari pengujian validitas yang dilakukan dengan Microsoft Excel :
Tabel 4.5 Uji Validitas Tahap Awal Item
Pertanyaan
Nilai Corrected Item Total Correlation
Nilai RTable Keterangan
L1 0.3472 0,153 Valid
L2 0.554 0,153 Valid
L3 0.525 0,153 Valid
L4 0.586 0,153 Valid
L5 0.653 0,153 Valid
L6 0.623 0,153 Valid
E1 0.676 0,153 Valid
E2 0.689 0,153 Valid
E3 0.787 0,153 Valid
E4 0.701 0,153 Valid
E5 0.710 0,153 Valid
E6 0.612 0,153 Valid
M1 0.684 0,153 Valid
M2 0.627 0,153 Valid
M3 0.611 0,153 Valid
M4 0.691 0,153 Valid
M5 0.572 0,153 Valid
M6 0.683 0,153 Valid
Ep1 0.548 0,153 Valid
Ep2 0.664 0,153 Valid
Ep3 0.569 0,153 Valid
Ep4 0.630 0,153 Valid
Ep5 0.772 0,153 Valid
Ep6 0.516 0,153 Valid
S1 0.807 0,153 Valid
S2 0.675 0,153 Valid
S3 0.753 0,153 Valid
S4 0.673 0,153 Valid
S5 0.849 0,153 Valid
S6 0.737 0,153 Valid
Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Corrected Item-Total Correlation pada semua item pernyataan lebih besar dari nilai r-tabel sehingga seluruh item pernyataan yang ada pada kuesioner dapat dikatakan valid.
4.2.5 Uji Reabilitas
Uji reabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah suatu data dapat dipercaya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam survey.
Pengujian ini dilakukan terhadap setiap variabel pada kuesioner.
Suatu data dapat dikatakan reliabel apabila memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar ≥ 0,6. Berikut merupakan hasil pengujian reabilitas yang telah dilakukan dengan menggunakan SPSS.
Tabel 4.6 Uji Reabilitas Tahap Awal Item
Pertanyaan
Varians Nilai Yang Ditetapkan
Nilai Cronbach Alpha
Kesimpulan
L1 0,8
L2 0,9
L3 1,1
0,60 0,953 Reliabel
L4 1
L5 1
L6 0,6
E1 1,3
E2 1,2
E3 1,3
E4 1
E5 1
E6 1,2
M1 1,2
M2 1,1
M3 0,9
M4 1,2
M5 1,1
M6 1
Ep1 1,4
Ep2 1
Ep3 1
Ep4 1,3
Ep5 1.3
Ep6 1.15
S1 1.5
S2 1.4
S3 1.2
S4 1.5
S5 1.6
S6 1.6
4.3 Menentukan Kebutuhan Pengguna
Dari hasil memahami konteks kegunaan dan analisis user, yakni dengan mempelajari hasil perhitungan kuesioner, penulis dapat menentukan tujuan pengukuran untuk merancang design menu mahasiswa pada website AIS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Perancangan design akan difokuskan pada masalah-masalah yang telah disebutkan user, seperti kombinasi warna yang
kurang memuaskan , tombol yang kurang efektif , font atau teks yang kurang nyaman dilihat dan tidak modernnya tampilan.
4.4 Membuat Solusi Desain
4.4.1 Kebutuhan Pembuatan Design
Sebelum mulai merancang website, penulis menentukan beberapa hal yang menjadi kebutuhan website. diantaranya internet dan tools design interaktif (Figma) yang nantinya akan digunakan dalam melakukan perancangan design website.
4.4.2 Analisa Desain Interface AIS
Berdasarkan dari hasil kuesioner dan observasi yang telah dilakukan, berikut ini adalah desain interface pada AIS UIN Jakarta.
Dapat dillihat pada gambar 4.6, 4.7, 4.8 sebagai berikut
Gambar 4.6 Halaman Login AIS
Berdasarkan desain interface tersebut maka dapat dijelaskan uraian sebagai berikut: