BAB I PENDAHULUAN
G. Metodologi Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif. Di samping itu, penelitian deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadaan dan kejadian sekarang. Metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. peneliti deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.46
Penelitian deskriptif merupakan pengamatan yang bersifat ilmiah yang dilakukan secara hati-hati dan cermat dan karenanya lebih akurat dan tepat dibandingkan dengan pengamatan biasa sebagaimana yang dilakukan wartawan.47
2. Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Menurut Denzin dan Lincoln menyatakan bahwa “penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yanga ada”. Erickson menyatakan bahwa
“penelitian kualitatif berusaha untuk menemukan dan menggambarkan
46Iwan Hermawan, Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif-Kualitatif Dan Mixed Methode, (Kuningan : Hidayatul Qur’an, 2019), hlm. 37
47Morissan, Metode Penelitian Survei, (Jakarta : Kencana, 2012), hlm. 37
secara naratif kegiatan yang dilakukan dan dampak dari tindakan yang dilakukan terhadap kehidupan mereka”.
Menurut Klirk dan Miller mendefinisikan bahwa “penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya”.
Dari beberapa pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci.
Penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang hasil penelitiannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau metode kuantifikasi yang lain. Penelitian kualitatif ini merupakan penelitian yang menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas atau natural setting yang holistis, kompleks, dan rinci.48
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dapat menjelaskan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap kepercayaan, persepsi seseorang atau kelompok terhadap sesuatu selaras dengan Nana Syaodih menjelaskan bahwa “penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang tujukan untuk mendiskripsikan dan menganalisis fenomena,
48Albi Anggito dan Johan Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jawa Barat : CV Jejak, 2018), hlm. 7-9
peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran seseorang secara individual maupun kelompok”.49
3. Waktu Penelitian
Awal proposal dengan permohonan izin observasi penelitian yaitu pada hari Selasa tanggal 29 September 2020, dan menerima balasan permohonan izin observasi penelitian pada tanggal 7 Oktober 2020.
Observasi penelitian berlangsung selama dua hari dimulai dari hari Senin tanggal 12 Oktober 2020 sampai dengan hari Selasa tanggal 13 Oktober 2020. Tanggal 2 Maret 2021 awal proses pengambilan data sampai hari Kamis 4 Maret 2021. Dan pada hari Minggu 7 Maret 2021 memulai menyusun skripsi.
4. Tempat Penelitian
Lokasi pelaksanaan observasi penelitian adalah di PT. Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Mataram, JL. Langko No. 1 Gomong Barat Kec. Selaparang Kel. Gomong Barat, Mataram, Nusa Tenggara Barat.
5. Sumber Data
Adapun sumber data yang dipakai peneliti antara lain:
a. Data primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan.50
49Asep Saepul Hamdi, Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi Dalam Pendidikan, (Yogyakarta : Deepublish, 2014), hlm. 9
50Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian : Skripsi, Tesis, Disertasi, Dan Karya Ilmiah, (Jakarta : Kencana, 2017), hlm. 17
Dalam penelitian ini, peneliti mendapatkan sumber data pokok yaitu hasil wawancara dengan narasumber dan dokumentasi dalam bentuk foto yang berkaitan dengan hal yang diteliti di lapangan.
b. Data sekunder
Data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain, bukan oleh periset sendiri, untuk tujuan yang lain. Ini mengandung arti bahwa periset sekedar mencatat, mengakses, atau meminta data tersebut (kadang sudah berbentuk informasi) ke pihak lain yang telah mengumpulkannya di lapangan. Periset hanya memanfaatkan data yang sudah ada untuk penelitiannya. Keberadaan data sekunder tidak dipengaruhi oleh riset yang akan dijalankan oleh peneliti. Dengan kata lain, data tersebut sudah disediakan oleh pihak lain (mungkin secara berkala atau pada waktu tertentu saja).51
6. Instrumen Penelitian
Instrumen utama yang diperlukan untuk mengungkapkan variabel strategi pemasaran produk dari suatu perusahaan. Sumber datanya adalah para pegawai. Bentuk instrumennya adalah wawancara. Untuk itu dapat digunakan sebagai pedoman observasi, wawancara maupun angket.
Mohon dijawab sesuai dengan situasi yang sebenarnya, dengan cara memberi jawaban pada pertanyaan yang telah tersedia.
Nama :
Jabatan :
51Istijanto, Aplikasi Praktis Riset Pemasaran, (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2009), hlm. 38
Hari/Tanggal :
Tabel 3.1 Instrumen Penelitian.
No. Daftar Wawancara Jawaban
1. Bagaimana strategi pemasaran produk deposito mudharabah PT.
Bank Muamalat Indonesia?
2. Apakah tempat saluran distribusi yang digunakan perusahaan berjalan dengan efektif?
3. Apakah ada kendala dari strategi pemasaran yang dilakukan oleh pihak PT. Bank Muamalat Indonesia?
4. Bagaimana bentuk strategi tersebut dalam meningkatkan minat nasabah perusahaan?
5. Apa saja faktor yang
mempengaruhi pemasaran produk deposito mudharabah PT. Bank Muamalat Indonesia dalam meningkatkan minat nasabah?
6. Apa saja media promosi baru dalam strategi pemasaran PT.
Bank Muamalat Indonesia dalam meningkatkan minat nasabah?
7. Metode Pengumpulan Data
Adapun metode pengumpulan data yang dipakai peneliti antara lain:
a. Observasi
Metode observasi yaitu observasi berperan serta atau participant, non participant, Terstruktur, dan tidak terstruktur. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan non participant (tidak ikut andil dalam pekerjaan yang dilakukan di perusahaan tersebut).
Pengertian observasi yang paling sederhana adalah mengamati (watching) dan mendengar (listening) perilaku seseorang selama beberapa waktu tanpa melakukan manipulasi atau pengendalian serta mencatat penemuan yang memungkinkan atau memenuhi syarat untuk digunakan ke dalam tingkat penafsiran analisis.52 Pada observasi ini peneliti mengamati para pegawai yang ada di perusahaan tersebut.
b. Wawancara
Bentuk wawancara ada dua yaitu terstruktur dan tidak terstruktur, dalam penelitian ini peneliti menggunakan tidak terstruktur.
52Herlambang Rahmadhani, Metodologi Penelitian Pendidikan Teori Dan Implementasi, (Yogyakarta : Deepublish, 2013), hlm. 223
Jadi bisa dikatakan teknik wawancara adalah salah satu alat yang digunakan untuk mendapatkan data melalui tanya jawab secara langsung dengan informan, dengan tujuan untuk mendapatkan data yang jelas, akurat, terinci dan mendalam.53
Pada penelitian ini, peneliti melakukan wawancara dengan para pegawai bidang customer service, supervisor, pimpinan, back office dan marketing sebagai narasumber yang memberikan informasi kepada peneliti.
8. Teknis Analisis Data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis data antara lain:
a. Induktif
Sifat induktif ada tiga yaitu metode perbandingan tetap (gloser + strous), metode spradley, dan metode miles + hiberma.
Induktif didefinisikan sebagai proses pengambilan kesimpulan (atau pembentukan hipotesis) yang didasarkan pada satu atau dua fakta atau bukti.
Proses pembentukan hipotesis dan pengambilan kesimpulan berdasarkan data yang diobservasi dan dikumpulkan terlebih dahulu disebut proses induksi (induction process), metodenya disebut metode
53Nurdinah Hanifah, Memahami Penelitian Tindakan Kelas : Teori Dan Aplikasinya, (Bandung : UPI Press, 2014), hlm. 63
induktif (inductive methode), dan penelitiannya disebut penelitian induktif (inductive research).54
Proses analisis data yang peneliti lakukan adalah peneliti terlebih dahulu melakukan reduksi data-data yang diperoleh dari observasi dan hasil wawancara yang berkaitan dengan strategi pemasaran produk deposito mudharabah PT. Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Mataram dalam upaya meningkatkan minat nasabahnya. Setelah itu, peneliti melakukan penyajian data penelitian sedemikian rupa sehingga dari hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan dalam bentuk naratif.
b. Triangulasi
Selain menggunakan reduksi data, peneliti juga menggunakan teknik triangulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data. Dimana dalam pengertiannya triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara. Triangulasi dengan sumber artinya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda.55
Triangulasi, artinya data atau informasi dari satu pihak harus dicek kebenarannya dengan cara memperoleh data itu dari sumber lain,
54Juliansyah Noor, Loc. Cit. hlm. 17
55Fakhry Zamzam, Aplikasi Metodologi Penelitian, (Yogyakarta : Deepublish, 2018), hlm. 107-108
misalnya dari pihak kedua, ketiga , dan seterusnya dengan menggunakan metode yang berbeda-beda.56
Kriteria dalam triangulasi antara lain yaitu kredibility, fronsterability, dependability, dan confirmability. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi metode, dimana peneliti berhati-hati dalam melakukan keabsahan data dengan cara membandingkan informasi dengan cara yang berbeda seperti metode yang digunakan yaitu observasi dan wawancara, sehingga sesuai dengan kenyataan apa yang peneliti teliti yaitu strategi pemasaran produk deposito mudharabah PT. Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Mataram dalam upaya meningkatkan minat nasabah.
56Asep Saepul Hamdi, Op. Cit. hlm. 10
BAB II
HASIL PENELITIAN
Ulasan pada bab ini berisi tentang hasil penelitian. Hasil penelitian yang dimaksud adalah hasil wawancara dengan beberapa informan yaitu ibu Lyna (customer service), bapak Khairul (supervisor), ibu Nita (marketing), bapak Nasrullah (pimpinan), bapak Din (pimpinan cabang pembantu), bapak Indera Guna P (Back Office), bapak Uznain (kepala Back Office), ibu Raudatul Ismi (nasabah pedagang konveksi), bapak M. Muzanni (nasabah pedagang beras), ibu Hariyani (nasabah pedagang beras), ibu Hj. Juhayriah (nasabah pensiunan PNS), bapak Salehudin (petani).
A. Profil Perusahaan
Sejarah Bank Muamalat Indonesia memulai perjalanan bisnisnya sebagai Bank Syariah pertama di Indonesia pada 1 November 1991 atau 24 Rabi”us Tsani 1412 H, diprakarsai Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah Indonesia dan memulai kegiatan operasinya pada tanggal 27 Syawal 1412 H atau 1 Mei 1992. Sejak resmi beroperasi pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H, Bank Muamalat Indonesia terus berinovasi dan mengeluarkan produk-produk keuangan syariah antara lain melalui pendirian asuransi syariah (asuransi takaful), Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat) dan multifinance syariah (al-ijarah Indonesia finance) yang seluruhnya menjadi terobosan di Indonesia. Dengan dukungan nyata dari eksponen Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan
beberapa pengusaha muslim, pendirian Bank Muamalat juga menerima dukungan masyarakat, terbukti dari komitmen pembelian saham perseroan senilai Rp 84 miliar pada saat penandatanganan akta pendirian perseroan.
Selanjutnya, pada acara silaturrahmi peringatan pendirian tersebut di Istana Bogor, diperoleh tambahan komitmen dari masyarakat Jawa Barat yang turut menanam modal senilai Rp 106 miliar. Pada tanggal 27 Oktober 1994, hanya dua tahun setelah didirikan, Bank Muamalat berhasil menyandang predikat sebagai Bank Devisa. Pengakuan ini semakin memperkokoh posisi perseroan sebagai bank syariah pertama dan terkemuka di Indonesia dengan beragam jasa maupun produk yang terus dikembangkan.
Pada akhir tahun 90an, Indonesia dilanda krisis moneter yang memporandakan sebagian besar perekonomian Asia Tenggara. Sektor Perbankan Nasional tergulung oleh kredit macet di segmen korporasi. Bank Muamalat pun terimbas dampak krisis. Di tahun 1998, rasio pembiayaan macet (NPF) mencapai lebih dari 60%. Perseroan mencatat rugi sebesar Rp 105 miliar. Ekuitas mencapai titik terendah yaitu Rp 39,3 miliar, kurang dari sepertiga modal sektor awal.
Dalam upaya memperkuat permodalannya, Bank Muamalat mencari pemodal yang potensial., dan dianggapi secara positif oleh Islamic Development Bank (IDB) yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi. Pada RUPS tanggal 21 Juni 1999 IDB secara resmi menjadi salah satu pemegang saham Bank Muamalat. Oleh karenanya, kurun waktu antara tahun 1999 dan 2002 merupakan masa-masa yang penuh tantangan sekaligus keberhasilan
bagi Bank Muamalat. Dalam kurun waktu tersebut, Bank Muamalat berhasil membalikkan kondisi dari rugi menjadi laba berkat upaya dan dedikasi setiap kru Bank Muamalat, ditunjang oleh kepemimpinan yang kuat, strategi pengembangan usaha yang tepat, serta ketaatan terhadap pelaksanaan perbankan syariah secara murni.
Melalui masa-masa sulit ini, Bank Muamalat berhasil bangkit dari keterpurukan. Diawali dari pengangkatan kepengurusan baru dimana seluruh anggota Direksi diangkat dari dalam tubuh Bank Muamalat, Bank Muamalat kemudian menggelar rencana kerja lima tahun dengan penekanan pada:
1. Tidak mengandalkan setoran modal tambahan dari para pemegang saham.
2. Tidak melakukan PHK satu pun terhadap sumber daya insani yang ada, dan dalam hal pemangkasan biaya, tidak memotong hak kru Bank Muamalat sedikitpun.
3. Pemulihan kepercayaan dan rasa percaya diri kru Bank Muamalat menjadi prioritas utama di tahun pertama kepengurusan Direksi baru.
4. Peletakan landasan usaha baru dengan menegakkan disiplin kerja Bank Muamalat menjadi agenda utama di tahun kedua.
5. Pembangunan tonggak-tonggak usaha dengan menciptakan serta menumbuhkan peluang usaha menjadi sasaran Bank Muamalat pada tahun ketiga dan seterusnya, yang akhirnya membawa Bank kita, dengan rahmat Allah Rabbul Izzati, ke era pertumbuhan baru memasuki tahun 2004 dan seterusnya.
Saat ini Bank Muamalat memberikan layanan bagi lebih dari 2,5 juta nasabah melalui 275 gerai yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Jaringan BMI didukung pula oleh aliansi melalui lebih dari 4000 Kantor Pos Online/SOPP di seluruh Indonesia, 32.000 ATM, serta 95.000 merchant debet. BMI saat ini juga merupakan satu-satunya bank syariah yang telah membuka cabang luar negeri, yaitu di Kuala Lumpur, Malaysia untuk meningkatkan aksesibilitas nasabah di Malaysia, kerjasama dijalankan dengan jaringan Malaysia Electronic Payment System (MEPS) sehingga layanan BMI dapat diakses di lebih dari 2000 ATM di Malaysia. Sebagai Bank Pertama Murni Syariah, Bank Muamalat berkomitmen untuk menghadirkan layanan perbankan yang tidak hanya comply terhadap syariah namun juga kompetitif dan aksesibel bagi masyarakat hingga pelosok Nusantara. Komitmen tersebut diapresiasi oleh pemerintah, media massa lembaga nasional dan internasional serta masyarakat luas melalui lebih dari 70 awards bergengsi yang diterima oleh BMI dalam 5 tahun. Terakhir penghargaan yang diterima antara lain sebagai Best Islamic Bank In Indonesia 2009 oleh Islamic Finance News (Kuala lumpur), sebagai Best Islamic Financial Institution In Indonesia 2009 oleh Global Finance (New york) serta sebagai The Best Islamic Finance House In Indonesia 2009 oleh Alpha South East Asia (Hong kong).57
Bank Muamalat Indonesia sebagai Bank Syariah pertama yang berdiri sendiri, dinamika persaingan yang semakin ketat menuntut Bank Muamalat
57PT. Bank Muamalat Indonesia, dalam https://www.bankmuamalat.co.id/hubungan- investor/laporan-tahunan, diakses tanggal 8 Februari 2021, pukul 13:10
Indonesia membentuk inovasi baru dengan memulai review secara menyeluruh terhadap kapasitas organisasi dan tantangan yang akan dihadapi ke depan. Strategi pemasaran sangat diperlukan oleh perusahaan dengan maksud seluruh rencana yang sudah disusun, terlaksana sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.
Layaknya sebuah perusahaan pada umumnya yang juga menawarkan produk dan jasa, PT. Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Mataram juga memiliki produk untuk dikembangkan dan dipasarkan. Salah satu produk yang ditawarkan untuk penghimpunan dana adalah produk deposito mudharabah. Dalam menawarkan produk deposito mudharabah kepada calon nasabah, Bank Muamalat Indonesia memiliki strategi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga keuangan pada umumnya, yaitu dengan memanfaatkan media online, brosur, mengikuti event, kajian islami, dan kunjungan posko personal yang dilakukan oleh team marketing kepada calon nasabah yang menjadi target dan memiliki potensial, serta memberikan souvenir atau hadiah kepada nasabah yang loyal. Dengan demikian dapat membuat dampak positif dalam meningkatkan minat dari calon nasabah bagi PT. Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Mataram.
B. Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah PT. Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Mataram Dalam Meningkatkan Minat Nasabah
Dalam penelitian ini strategi pemasaran PT. Bank Muamalat Indonesia dalam memasarkan produknya khususnya produk deposito mudharabah
sebagai salah satu strategi promosi dalam upaya meningkatkan minat nasabah.
Sesuai dengan yang dikatakan oleh Bapak Khairul Watoni selaku karyawan sebagai supervisor di PT. Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Mataram.
“Untuk Strategi pemasaran, hampir sama dengan strategi perusahaan lain juga dalam meningkatkan minat nasabahnya, dan biasanya strategi pemasaran yang kami gunakan itu bauran pemasaran atau mix marketing, karena bauran marketing mencangkup strategi seluruhnya mulai dari produk perusahaan sampai promosi. Mengenai persyaratan untuk membuka rekening produk deposito sudah tertera di brosur sesuai dengan SOP yang berlaku”.58
Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa strategi pemasaran yang digunakan ini sebagai upaya dalam meningkatkan minat nasabah pada PT.
Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Mataram.
Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran yang mencangkup 4p yang merupakan bagian dari bauran pemasaran. Dimana bauran pemasaran merupakan suatu alat pemasaran yang dijadikan alat untuk dipakai secara terus menerus agar suatu tujuan yang telah direncanakan tercapai di pasar sasaran tertentu dan biasanya perusahaan menggunakan 4p yaitu product, price, place, dan promotion. Hasil wawancara yang saya lakukan ini dengan karyawan yang ada di PT. Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Mataram yaitu Bapak Khairul Watoni selaku supervisor Bank Muamalat Indonesia.
Agar kita lebih mengetahui sejauh mana produk deposito mudharabah menarik minat nasabah, maka Bank Muamalat Indonesia menyusun strategi pemasaran dengan menggunakan bauran pemasaran atau marketing mix. Dari bauran pemasaran memiliki beberapa komponen, diantaranya:
58Khairul Wathoni, Wawancara, Mataram, 27 November 2020
1. Strategi produk (product)
Produk deposito mudharabah adalah produk simpanan yang dapat dicairkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan sesuai kesepakatan nasabah dengan pihak bank. Akad yang biasa digunakan untuk produk deposito adalah mudharabah, pada praktiknya Bank Muamalat Indonesia menerapkan akad mudharabah muthlaqah dimana bank sebagai pengelola dana (mudharib) diberikan kuasa penuh oleh si pemilik dana (shahibul maal) untuk mengelola dananya tanpa adanya larangan dan batasan waktu, dan bank wajib memberitahukan kepada nasabah yang memiliki dana mengenai nisbah (persentase bagi hasil) keuntungan atau kerugian yang diperoleh serta penarikan dana sesuai dengan akad yang telah disepakati.
Transparansi produk penghimpunan dana, atas penawaran produk, bank akan memberikan penjelasan dalam bentuk brosur atau leaflet yang berisi:59
a. Nama produk b. Jenis produk
c. Manfaat dan risiko yang melekat pada produk
d. Persyaratan dan ketentuan atau tata cara penggunaan produk e. Biaya-biaya yang melekat pada produk
f. Perhitungan bagi hasil
g. Jangka waktu berlakunya produk
59 Brosur Deposito Mudharabah PT. Bank Muamalat Indonesia
h. Penerbit produk
Kelebihan produk deposito mudharabah bagi Bank Muamalat Indonesia:
a. Salah satu sumber pendanaan bagi bank, baik dalam rupiah maupun valas dengan masa pengendapan yang lebih lama dan fluktuasi dana yang relatif rendah.
Kelebihan produk deposito mudharabah bagi nasabah:
a. Investasi yang aman dan sesuai dengan prinsip syariah
b. Memenuhi kebutuhan akan alternatif investasi baik jangka pendek dengan resiko yang rendah
c. Memperoleh bagi hasil yang kompetitif
d. Produk deposito mudharabah bisa digunakan sebagai jaminan pembiayaan jika dibutuhkan pada saat mendatang.
Fitur produk:
a. Setoran awal yang rendah Rp.5.000.000 b. Bagi hasil yang optimal
c. Dana investasi akan dikelola secara syariah d. Dapat memberikan ketenangan batin
e. Pilihan jangka waktu yang fleksibel (1,3,6,12 bulan) f. Tidak dapat dipindah tangankan
Syarat dan ketentuan:
a. Formulir identifikasi nasabah, yang berisi data-data nasabah b. Aplikasi deposito mudharabah, yang berisi informasi:
1) Nama dan alamat deposan 2) Jumlah nominal deposito 3) Nisbah bagi hasil
4) Cara pembayaran bagi hasil dan pokok pada saat jatuh tempo c. Kartu contoh tanda tangan
Ketentuan:
a. Jenis rekening deposito:
1) Rupiah (IDR), dapat dibukakan di seluruh kantor layanan bank 2) Valuta asing (USD), hanya dibukakan di cabang devisa beserta
kantor dibawah supervisi cabang devisa tersebut b. Jenis nasabah:
1) Perorangan
a) Perorangan WNI b) Perorangan WNA
2) Perorangan belum dewasa (usia < 17 tahun) yang diwakili (QQ atau Qualitate Qua)
3) Non perorangan 2. Strategi harga (price)
Strategi harga yang diterapkan oleh Bank Muamalat Indonesia dalam produk deposito mudharabah adalah dengan rendahnya setoran awal yaitu senilai Rp.5.000.000. Sistem bagi hasil yang diberikan oleh Bank Muamalat Indonesia ditentukan secara cermat dari masing-masing
produk simpanan dengan perhitungan bagi hasil investasi dari dana nasabah yang telah disepakati.
Sesuai dengan yang dikatakan ibu Ulfa Aprilyna selaku karyawan sebagai customer service mengenai nilai harga setoran awal dan nisbah yang diberikan ke nasabah.
“Disini pembukaan rekening deposito mudharabah untuk setoran awalnya sangat minim, karena harga yang ditetapkan itu sebagai strategi untuk menarik minat nasabah untuk membuka rekening deposito dan nisbah yang dibagikan juga untuk nasabah sangat besar sedangkan bank mendapatkan sedikit karena lebih mengutamakan kepuasan nasabah dari bank ini. Untuk rumus perhitungan nisbah dari Bank Muamalat Indonesia cara perhitungannya seperti ini:60
Bagi hasil = − � � � ℎ� �� − � �� ℎ � ℎ a. Hi-1000 adalah angka yang menunjukkan hasil investasi yang diperoleh dari penyaluran seribu rupiah dana yang diinvestasikan oleh bank yang mengelolanya
b. Nisbah adalah persentase keuntungan atau kerugian bagi nasabah yang menjadi haknya sebagai pemilik dana.
Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa strategi harga yang sangat minim mampu untuk meningkatkan minat dari nasabah dalam membuka rekening deposito mudharabah.
Jadi dapat disimpulkan bahwa objek dari strategi pemasaran salah satunya yaitu strategi harga mampu membuka peluang besar dalam meningkatkan minat nasabahnya, karena minimnya harga yang ditetapkan untuk membuka rekening deposito sudah sesuai dengan tujuan
60 Ulfa Aprilyna, Wawancara, Mataram, 27 November 2020