• Tidak ada hasil yang ditemukan

Minat Belajar Bahasa Arab Siswa

bahasa Arab mengatakan: “Minat belajar bahasa Arab siswa- siswa di Madrasah Tsanawiyah ini bervariasi ada yang bersemangat belajar, ada yang kurang berminat dan ada juga yang rendah semangat belajar bahasa Arabnya.

Apa yang dikatakan oleh Dra, summa nyaling di atas merupakan klasifikasi minat belajar bahasa Arab siswa Madrasah Tsanawiyah darularqamgombara Makassar secara umum.

Berdasarkan hasil penelitian lapangan peneliti memperoleh data dari responden tentang tingkat minat belajar bahasa Arab siswa Madrasah Tsanawiyah darul arqam gombara Makassar sebagaimana terdapat pada tabel berikut :

Table 9

Tanggapan siswa terhadap Guru yang sering mengelola Kelas dalam proses Belajar Mengajar

No Kategori Frekuensi Presentase

1 Sangat sering 43 68,3%

2 Kadang-kadang 14 22,2%

3 Tidak pernah 6 9,5%

Jumlah 63 100%

Sumber data: hasil tabulasi angket item 2

Tabel di atas menjelaskan bahwa tanggapan siswa terhadap guru yang sering mengela kelas pada saat pembelajaran adalah sebanyak 43 dengan nilai persentase 68,3% , siswa menjawab kabdang-kadang

sebaanyak 14 siswa dengan nilai persentase 22,2% dan sisanya 6 orang siswa dengan nilai persentase 9,5% hasil ini menunjukan bahwa kemampuan guru dalam mengelola kelas dapat mencapai hasil yang maksimal.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang minat belajar bahasa Arab siswa Madrasah Tsanawiyah darul arqam gombara Makassar yang bervariasi tersebut, penulis memandang perlu untuk menjelaskan lebih lanjut tentang berbagai hal berkaitan dengan tingkat minat belajar bahasa Arab siswa tentunya terdapat variabel yang mendukungnya. Seperti kelengkapan sarana belajar di sekolah, motivasi dari orang tua di rumah, serta profesionalisme guru dan variabel pendukung lainnya.

Berikut ini penulis mengemukakan hasil interview dengan beberapa siswa Tsanawiyah darul arqam gombara Makassar sehubungan dengan minat dan sikap mereka terhadap pelajaran bahasa Arab.

Berikut penulis melakukan wawancara kepada dua orang siswa yang berminat dan tidak berminat belajar bahasa Arab, wawancara pertaman kepada saudara A. Muh.Arsyilahi.NS(kelas VIIB) mengatakan:

Saya terdorong untuk mempelajari bahasa Arab karena saya sering diberikan semangat oleh ibu guru untuk mempelajari bahasa Arab karena ibu guru saya bilang, bahasa arab merupakan bahasa Al- qur’an maka dari itu saya tumbuh minat untuk mempelajari bahasa arab, dengan memperdalam bahasa Arab inilah tajwid saya dalam membaca Al-qur’an Alhamdulillah sudah bagus.

Lain halnya dengan saudara Muh.Arsyfadil (siswa klas VII2) yang mengatakan kurang berminat mempelajari bahsa Arab berikut:

Saya kurang minat mempelajari bahasa arab karena bahasanya banyak yang saya tidak paham apalagi guru bahasa arab sering memakai bahasa arab ketika bertanya, itu membuat saya terkadang tidak masuk ketika masuk jam pelajaran bahasa Arab.

Berbagai Kategori jawaban yang diungkapkan siswa diatas, itu sangat erat kaitannya dengan pengaruh dari seorang guru, karna yang membuat peserta didik berminat untuk mempelajari sesuatu karnaada duafaktor yaitu, faktor interen dan faktor ekstren, guru merupakan faktor salah satu faktor eksteren(diluar diri siswa), selain guru juga juga dipengaruhi oleh lingkungan, baik di sekolah maupun di masyarakat.

Maka dari itu penulis melakukan penenelitian apakah ada pengaruhnya dari lingkungan sekolah (pesantren) terkait dengan minat belajar bahasa Arab siswa madrasah Tsanawiyah pesantren darul arqam gombara Makassar. Hasil angket yang penulis sebarkan menunjukan hasil sebagai berikut:

Tabel 10

Tanggapan siswa terhadap pengaruh lingkungan pondok pesantren kaitannya dengan minat belajar bahasa arab

No Kategori Frekuensi Presentase

1 Sangat berpengaruh 51 80,95%

2 Kurang berpengaruh 8 12,70%

3 Tidak berpengaruh 4 6,35%

Jumlah 63 100%

Sumber data: Hasil tabulasi angket item 5

Hasil angket pada tabel diatas menjelaskan bahwa tanggapan siswa terhadap pengaruh lingkungan sekolah terhadap peningkatan minat

belajar siswa adalah sebanyak 51 dengan nilai persentase 80,95%, sedangkan yang menanggapi kurang berpengaruh sebanyak 8 siswa dengan nilai persentase 12,70% dan sisanya 4 orang siswa yang menyatakan tidak berpengaruh dengan nilai persentase 6,35%

Dari tabel diatas, dapat di simpulkan bahwa dengan pengaruh lingkungan sekolah atau pondok pesantren sangatlah besar dorongan bagi siswa dalam mempelajari bahasa Arab, karna hasil dari tabulasi angket pada table diatas menunjukan bahwa sebagian besar atau 80,95%

siswa yang merasa sangat dipengaruhi oleh lingkungan pesantren 12,70% siswa yang kurang berpengaruh dan sisanya 6,35% siswa yang tidakada sama sekali pengaruhnya.

Dalam lingkungan pondok pesantren siswa diharuskan untuk belajar, dan bagi mereka tidak ada waktu tanpa belajar.Siswa dalam ruang lingkup pesantren diharuskan untuk belajar bahasa Arab dan juga bahsainggris, karna bahasa-bahasa itu merupakan bahasa komunikasi mereka dalam pesantren.Berawal dari situlah mereka mampu mengetahui sesuatu yang belum pernah diketahui sebelumnya dan itulah yang menjadi tolak ukur bagi sekolah-sekolah lain maupun masyarakat sosial dalam hal menimba ilmu.

73 A. Kesimpulan

Dari hasil pembahasan yang terdapat pada bab sebelumnya maka penulis dapat menarik kesimpulan berdasarkan rumusan masalah sebagai berikut :

1. Kompetensi guru bahasa Arab di madrasah Tsanawiah darul arqam muhammadiyah makassar memiliki nilai standar maksimal atau bisa dikatakan cukup baik karna dapat dilihat dari hasil yang menunjukan nilai yang unggul dalam kemampuan menguasai bahan pembelajaran, mengelola program belajar mengajar, menguasai metode dan juga mengerti terhadap keadaan dan situasi peserta didik.

2. Minat belajar bahasa Arab siswa kelas VII madrasah Tsanawiah darul Arqam gombara makassar sudah cukup baik karna dapat dilihat dari nilai bahasa Arab dan juga tanggapan terhadap materi bahasa arab yang disalurkan oleh gurunya dalam kegiatan belajar mengajar.

3. Pengaruh kompetensi guru bahasa arab terhadap minat siswa belajar bahasa arab dapat dibilang cukup besar pengaruhnya dapat dilihat dari hasil respon siswa terhadap pengaruh kompetensi guru terhadap minat belajar siswa lebih banyak dibanding yang tidak berminat.

Siswa didak akan mampu tumbuh dengan sendirinya tanpa ada seorang guru yang berkompeten. Dalam meningkatkan minat belajar

siswa perlu beberapa faktor yang harus didmiliki seorang guru antara lain, memiliki pengetahuan tentang beajar dan tingkah laku siswa, memiliki pengetahuan dan pengetahuan tentang bidang studi yang diajarkan, memiliki sikap yang tepat tentang diri sendiri, sekolah, teman sejawat, dan bidang studi yang diajarkannya, juga memiliki keterampilan teknik mengajar, poin-poin tersebut merupakan kompetensi guru.

Dokumen terkait