BAB II LANDASAN TEORI
3. Minat Belajar
keimanan seseorang adalah keseluruhan pribadi yang menyatakan diri dalam bentuk tingkah laku lahiriah dan rohaniah, dan ia merupakan tenaga pendorong/penegak yang fundamental, bagi tingkah laku seseorang. Pendidikan islam juga melatih kesepakatan sensibility para peserta didik sedemikian rupa, sehingga sikap hidup dan prilaku didominasi oleh perasaan mendalam nilai-nilai etis dan spritual islam.
Mereka dilatih, sehingga mencari pengetahuan tidak sekedar untuk memuaskan keinginantahuan intelektual atau hanya untuk keuntungan dunia material belaka, tetapi juga untuk mengembangkan diri sebagai makhluk rasional dan saleh yang kelak akan memberikan kesejahteraan fisik, moral dan spritual bagi keluarga, masyarakat dengan umat manusia. Pandangan ini berasal dari keimanan mendalam kepada Allah swt.21
Ada dua aspek yang dikandung oleh minat antara lain aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif mengandung pengertian bahwa minat selalu didahului oleh pengetahuan, pemahaman dan konsep yang diperoleh dan dikembangkan dan pengalaman atau hasil interaksi dengan lingkungannya. Aspek afektif menunjukkan pada derajat emosional yang dinyatakan dalam bentuk proses, menilai untuk menentukan kegiatan yang disenangi.
Depdiknas Mengemukakan Istilah minat banyak dipakai dalam berbagai bidang dan situasi, tapi dalam uraian ini akan lebih diarahkan pada bidang pendidikan khusunya dalam bidang pembelajaran.
Menurut Sumanto Minat adalah proses perkembangan dan pengarahan prilaku atau kelompok, agar individu atau kelompok itu menghasilkan keluaran yang diharapkan, sesuai sasaran yang ingin dicapai organisasi.23
Menurut Santrock minat adalah proses yag memberi semngat, arah, dan kegigihan prilaku. Artinya, prilaku yang memiliki motivasi adalah prilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama. Dalam kegiatan belajar, maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
23 Andi Achruf, Pengembangan Minat Belajar Dalam Pembelajaran, Desember 2019, h.2-4
Menurut Nashar Minat belajar adalah daya penggerak dari dalam individu untuk melakukan kegiatan belajar untuk menambah pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman. Minat ini tumbuh karena adanya keinginan untuk mengetahui dan memahami sesuatu mendorong serta mengarahkan minat belajar peserta didik. Sehingga lebih sungguh – sungguh dalam belajarnya.
Berdasarkan definisi dari para ahli dapat disimpulkan bahwa minat belajar energi yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan belajar.24
b. Faktor- faktor yang mempengaruhi minat belajar
Apabila kita memperhatikan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar terhadap mata pelajaran tertentu, termasuk dalam mata pelajaran fikih, secara keseluruhan faktor tersebut digolongkan dalam dua kelompok besar, yaitu faktor eksternal (faktor yang berasal dari diri siswa) dan faktor internal (faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik). Dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa dalam mata pelajaran, dapat dilihat pada faktor kurikulum, faktor dari dalam siswa, faktor metode mengajar, faktor guru, serta sarana dan prasarana, termasuk penggunaan multimedia pembelajaran.
Beberapa faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa, menurut Totok Susanto, sebagai berikut ;
24Andi Achruf, Pengembangan Minat Belajar Dalam Pembelajaran, Desember 2019, h. 2-4
1. Memotivasi dan cita – cita 2. Keluarga
3. Peranan guru
4. Sarana dan prasarana 5. Teman pergaulan.25 B. Penelitian Yang Relevan
1. AnangNugroho, dalam skripsinya, yang berjudul Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis, Power Point DenganVidio Dan Animasi Terhadap Motivasi belajar Dan Prestasi Belajar Pada Materi Perawatan Unit Kopling Siswa Kelas 2 Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Smk Piri 1 Yogyakarta.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video animasi terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa kelas 2 pada materi perawatan unit unit kopling program keahlian teknik kendaraan ringan SMK Piri 1 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan desain pretest-posttest only control group design, bertempat di SMK 1 Piri Yogyakarta. Hasil penelitian ini diketahui bahwa ada pengaruh penggunaan media video animasi pembelajaran terhadap motivasi maupun prestasi siswa, Perbedaan dengan penelitian ini adalah animasi terhadap motivasi belajar dan animasi terhadap minat belajar serta pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sedangkan
25Andi Achruf P, Pengembangan Minat Belajar Dalam Pembelajaran, (Desember, T.tp 2019): h.8
persamaan dengan penelitian ini adalah sama–sama menggunakan media berbasis power point dengan video animasi.
2. Andhika Budi Setiawan, dalam skripsinya yang berjudul Pengaruh Penggunaan Media Animasi Terhadap Hasil Belajar Rencana Anggaran Biaya Di Smk Negeri3 Yogyakarta.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggaruh penggunaan media animasi terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran rencana anggaran biaya serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas 3 teknik gambar bangunan smk negeri 3 yogyakarta. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode quasi ekperimen, data dikumpulkan dengan latar alami sebagai sumber data langsung. Variabel dalam penelitian ini yaitu, variabel bebas berupa penggunaan video animasi. Sedangkan variabel terikat berupa hasil belajar siswa. Perbedaan dengan penelitian ini adalah media animasi terhadap hasil rencana anggaran. Sedangkan persamaan dengan penelitian ini adalah sama–sama menggunakan multimedia animasi.
3. Putri Nuriantisyah, pengaruh penggunaan media powerpointfitur hyperlink terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran ipa kelas IV di MIN 02 Kota Bengkulu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media powerpoint fitur hyperlink terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen serta desain quasi
eksperimen. Adapun hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh media powerpoint hyperlink terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Perbedaan dengan penelitian ini adalah metode demonstrasi dalam pembelajaran IPA. Sedangkan persamaan dengan penelitian ini adalah sama-sama menggunakan multimedia power point.
C. Kerangka Berfikir
prestasi belajar adalah motivasi, minat, bakat, kondisi fisik, perhatian lingkungan sekitar dan lainnya. maka untuk membuat minat belajar siswa lebih meningkat dianjurkannya bagi seorang guru untuk lebih kreatif dalam melakukan suatu proses pembelajaran. Dengan menggunakan salah satu dari teknologi yang mendukung, seperti komputer dan lainnya, karena disana dapat membuat sebuah bentuk powerpoint dengan berbagai macam animasi yang akan menarik perhatian siswa untuk belajar. Dengan penggunaan media berbasis powerpoint dengan video dan animasi yang dikemas semenarik mungkin, yaitu dengan cara menyampaikan materi pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis powerpoint dengan penambahan media video dan animasi didalam powerpoint yang akan dapat menimbulkan perhatian dan ketertarikan siswa akan materi yang disampaikan oleh guru.
Pembelajaran PAI
Implementasi Media Animasi
Minat Belajar
38 BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kulaitatif dimana prosedur penelitian akan mendapatkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang sekitar yang akan diamati dan memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas dan berakhir dengan sebuah teori. Pendekatan penelitian ini yaitu penelitian lapangan dengan cara terjun langsung kelapangan untuk memperoleh data- data dan informasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang berupa tulisan atau ucapan dan perilaku orang yang akan kita amati.26
Tujuan dari penelitian deskriptif ini yaitu untuk membuat deskripsi, agar mendapatkan informasi secara faktual dan akurat dengan fakta-fakta yang terjadi. Metode tersebut penulis gunakan untuk mendapatkan gambaran data dengan menganalisis terlebih dahulu data yang diperoleh sehingga mendapatkan gambaran
B. Tempat dan Lokasi Penelitian
Penelitian in dilaksanakan di SD Negeri 05 Seberang Musi, yang terletak di Ds, Tebat Laut, Kec, Seberang Musi Kab, Kepahiang. Adapun waktu pelaksanaan penelitian dilakukan setelah surat izin penelitian diterbitkan oleh pihak kampus.
26 J. Lexy Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif (Bandung:Pt Remaja Rosda Karya, 2009), h. 4
C. Sumber Data 1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan, yaitu dengan menggunakan system wawancara yang dilakukan pada guru wali kelas V dan siswa kelas V SD Negeri 05 Seberang Musi Kabupaten Kepahiang. Informan yang diwawancarai yaitu guru (1 orang), kepala sekolah (1 orang), dan siswa (6 orang). Pada penelitian ini posisi guru sangat penting, bukan sekedar memberi respon, melainkan juga sebagai pemilik informasi. Karena itu ia disebut informan (orang yang memberikan informasi, sumber informasi, dan sumber data) atau disebut juga subjek yang diteliti yang ikut melakukan berhasil atau tidaknya penelitian berdasarkan informasi yang diberikan.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data-data yang diperoleh dari buku-buku referensi, dokumentasi dan data-data dari sekolah tempat penelitian, serta catatan dari penelitian terdahulu.
D. Teknik Pegumpulan Data 1. Observasi
Menurut S. Nasution observasi atau pengamatan adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis. Sutrisno Hadi mengumukan bahwa, observasi
merupakan suatu peroses yang kompleks, suatu peroses yang tersusun dari berbagai peroses biologis dan psokhologis.27
Penggunaan teknik observasi dalam penelitian ini dimaksud untuk memperoleh data tentang sebagian kondisi obyektif penelitian, seperti keadaan obyek, letak geogerafis, gedung, sarana dan prasarana. Dalam peelitian ini peneliti menggunakan metode observasi untuk mengamati temuan di lapangan dalam hal ini implementasi penerapan media powerpoint dengan animasi video kartun terhadap minat belajar siswa kelas V SD Negeri 05 seberang.
2. Wawancara (Interview)
Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui percakapan atau tanya jawab. Wawancara dalam penelitian kualitatif sifatnya mendalam karena ingin mengeksplorasi informasi secara jelas.
Wawancara dilakukan dengan guru (1 orang), kepala sekolah (1 orang) dan siswa (6 orang) yan dipilih secara acak.
Snowball sampling merupakan salah satu bentuk judgment sampling. Cara pengambilan sampling dengan teknik ini dilakukan secara berantai, teknik penentuan sampel yang mula-mulanya kecil, kemudian membesar. Seperti bola salju yang sedang mengelinding semakin jauh semakin besar. Dalam penentuan sampel, pertama-tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena dengan orang pertama ini data
27 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Rnd, (Bandung: Alfabeta, 2016) h.145
dirasa belum lengkap, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih sebelumnya. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. Pada tingkat operasionalnya melalui teknik sampel ini, responden yang relevan di interview, diminta untuk menyebutkan responden lainnya.28
3. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, agenda, dan lain-lain. Metode ini digunakan peneliti untuk mengetahui data tentang sejarah berdirinya sekolah yang akan diteliti, visi dan misi serta tujuan, keadaan siswa struktu organisasi jumlah guru dan dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan penelitian.
E. Uji Keabsahan Data
Untuk uji keabsahan data penulis menggunakan triangulasi berarti teknik pemeriksaan keabsahan data yang dilakukan dengancara memanfaatkan hal-hal (data) lain untuk pengecekan atau perbandingan data.29
Teknik trianggulasi yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber lainnya. Ada tiga macam trianggulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfatkan penggunaan sumber, metode, teori dan
28Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan RnD, (Bandung, :Alfabeta, 2018).h, 48
29 Sumasno Hadi, Pemeriksaan Keabsahan Data Penelitian pada Skripsi (Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin: Jurnal Ilmu Pendidikan, Jilid 22, No. 1 Juli 2016), h.
74-79.
strategi, dan teknik pemeriksaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah trianggulasi dengan sumber.30
F. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah suatu fase penelitian kualitatif yang sangat penting karena melalui analisis data inilah peneliti dapat memperoleh wujud dari penelitian yang dilakukannuya.31
1. Reduksi data
Mereduksi data adalah data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, jadi perlu dicatat secara teliti dan rinci.
Merekdusi data berarti merangkum, memilih ide pokok dari penelitian, kemudian harus memfokuskan pada hal yang penting. Data yang penulis peroleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi harus dikumpulkan dalam catatan lapangan yang masih lengkap kemudian dengan reduksi inilaj penulis merangkum dan mengmbil data yang pokok dan penting.
2. Penyajian data
Merupakan sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan, dengan adanya penyajian data ini maka akan memudahkan dalam
30 Moleong L.J, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), h, 330.
31 Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung:
Alfabeta, 2017) h. 97.
memahami sesuatu yang mungkin akan terjadi dan merencanakan kerja selanjutnya yang sudah dipahami dan dimengerti sebelumnya.32
3. Kesimpulan
Dari kegiatan sebelumnya langkah selanjutnya adalah menyimpulkan data-data yang sudah diproses kedalam bentuk yang sesuai dengan pola pemecahkan permasalahan yang dilakukan.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif menjadi inti dari jawaban rumusan masalah dan isinya merupakan kristalisasi data lapangan yang berharga bagi praktik dan pengembangan ilmu.
Pada bagian kesimpulan peneliti hanya merangkumkan pokok- pokok yang menarik saja karena hal-hal yang muncul pada bagian ini secara eksploratif sudah muncul pada bagian isi.33
32 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: CV Alfabeta, 2009), h 247.
33 Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung:
Alfabeta, 2017) h 100.
BAB IV A. Deskripsi Wilayah Penelitian
1. Sejarah SD Negeri 05 Seberang Musi Kabupaten Kepahiang
SD Negeri 05 Seberang Musi Kabupatan Kepahiang yang merupakan naungan kemenag Kepahiang Bengkulu. Pada dasarnya situasi dan kondisi di SD Negeri 05 Seberang Musi Kabupaten Kepahiang cukup kondusif untuk pembelajaran, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 05 Seberang Musi di laksanakan pada hari senin sampai dengan hari sabtu. Waktu pembelajaran yang di mulai pada pukul 07:30-12:00 WIB. Kecuali hari jumat di mulai jam 07:30-11:00 WIB.
SD Negeri 05 Seberang Musi Kabupaten Kepahiang Terletak di Desa. Tebat Laut Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Mudah dijangkau oleh transportasi darat dan aman.
Adapun profil lengkap .
a) Nama Sekolah : SD Negeri 05 Seberang Musi
b) NPSN : 10702376
c) Alamat
Ds.Tebat laut, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengulu.
2. Profil struktur organisasi sekolah
BAGAN 4.1
Struktur organisasi sekolah dasar negeri 05 seberang musi34
34 Papan organisasi SD Negeri 05 Seberang Musi Kabupaten Kepahiang 2021 KEPALA SEKOLAH
Sukma Wilda, S.Pd.SD TATA USAHA
WINDA MIRANTI
PEND. AGAMA ISLAM Kiki Eka Putri, S.Pd.I
KOMITE SAPUAN
KELAS I Rosmawati, S.Pd
KELAS II Ira Kurniati, S.Kom
KELAS III Arnis Pentiani, SH
KELAS IV Selvy Seprinti, S.Pd
KELAS V Suwandi, S.Pd
KELAS VI Tika Oktaviana, S.Pd
PEND. SBK Selvy Seprianti, S.Pd
PENDJASKESREK Septian A.Wijaya,S.Pd
PEND. MULOK Suwandi, S.Pd
PENJAGA SEKOLAH Ali Muzir GURU BIDANG STUDY
GURU KELAS
SISWA
3. Visi dan Misi a. Visi
Terwujudnya prestasi peserta didik baik akademik dan non akademik
Terwujudnya sikap budi budi pekerti luhur peserta didik yang dilandasi IMTAQ
Terwujudnya kemandirian peserta didik sesuai dengan kemajuan IPTEK
b. Misi
Menanamkan keyakinan terhadap keagungan tuhan yang maha ESA
Membentuk kepribadin peserta didik yang berakhlaq mulia, cerdas dan mandiri serta dapat menguasai IPTEK
Meningkatkan kesadaran peserta didik sebagai makhluk sosialdan aktif memelihara serta melestarikan lingkungan
Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik melalui pengalaman langsung sesuai minat dan bakat yang dimiliki
Mewujudkan pelaksanaan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan
4. Jumlah Guru
Sekolah Dasar Negeri 05 Seberang Musi Kabupaten kepahiang memiliki tenaga pengajar berjumlah 10 orang yang terdiri dari 2 laki-laki dan 8 perempuan, terdiri dari 5 PNS dan 5 Honorer.
Tabel 4.1
Data Guru SD Negeri 05 Seberang Musi Kabupaten Kepahiang
No. Nama Jabatan
1. Sukma Wlda, S.Pd.SD Kepala sekolah 2. Septian Adi Wijaya, S.Pd Guru PNS
3. Tika Oktaviana, S.Pd Guru PNS
4. Kiki Eka Putri, S.Pd Guru PNS
5. Arnis Pentiani, S.Pd Guru PNS
6. Rosmawati, S.Pd Guru Honorer
7. Selvy Seprianti, S.Pd Guru Honorer 8. Ira Kurniati, S.Pd Guru Honorer
9. Suwandi,S.Pd Guru Honorer
10. Winda Miranti. Tu Guru Honorer
Tugas Guru
Adapun tugas guru pada umunya adalah sebagai berikut : 1) Membuat program pembelajaran
2) Program tahunan / semester 3) Program satuan pembelajaran
4) Program rencana pembelajaran 5) Program mingguan guru
6) Melaksanakan kegiatan pembelajaran
7) Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian, ulangan bulanan, ulangan umum dan ujian akhir semester
8) Melaksanakan analisis ulangan harian
Sedangkan tugas guru sebagai wali kelas adalah : 1) Pengelolaan kelas
2) Penyelenggaraan administrasi kelas 3) Denah tempat duduk siswa
4) Papan absen siswa 5) Daftar pelajaran kelas 6) Daftar piket kelas
7) Buku kegiatan pelajaran/buku kelas 8) Tata tertib siswa
9) Menyusun pembuatann statistik bulanan siswa 10) Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (logger) 11) Membuat catatan khusus tentang siswa
12) Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar siswa 13) Pembagian buku laporan hasil belajar siswa
5. Jumlah Siswa
Jumlah siswa SD Negeri 05 Seberang Musi Kabuaten Kepahiang sebagai berikut
Tabel 4.4
Jumlah Siswa SD Negeri 05 Seberang Musi No. Nama kelas Jumlah Siswa
L P Jumlah
1 Kelas 1 8 2 10
2 Kelas 2 12 1 13
3 Kelas 3 11 3 14
4 Kelas 4 8 9 17
5 Kelas 5 11 8 19
6 Kelas 6 6 4 10
Total 83
Kegiatan Siswa
Adapun kegiatan siswa-siswi SD Negeri 05 Seberang Musi Kabupaten Kepahiang, adalah belajar seperti biasa di mulai pukul 07:30 sampai 12:00 WIB, dan selain hari jumat pada puku 07:30 sampai 11:00 WIB.
Kemudian pada tanggal 02 april 2021 peneliti melakukan triangulasi dan mewawancarai kembali 3 siswa yang berbeda dengan sebelumnya dengan kriteria yang sama. Hal ini dilakukan
agar peneliti memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang masalh yang akan diteliti.
Tabel 4.3 Data informan siswa
No Nama Status NISN
1. Aurel Telesia Pace Siswa 0101639650
2. Talita Zahra Siswa 0103222233
3. M. Raja Al-Qhibran Siswa 0119392471
4. Fadil Nugraha Siswa 0108355231
5. Adinka Putri .A Siswa 0095620359 6. Nurfitri Salsabela Siswa 0106107440
B. Hasil penelitian
Berdasarkan hasil penelitian Implementasi Video Animasi Kartun Minat Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 05 Seberang Musi Kabupaten Kepahiang. Terdapat hasil penelitian yang peneliti dapatkan yaitu:
1. Perencanaan Pembelajaran
Di dalam perencanaan pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru menyiapkan RPP, dengan adanya RPP maka proses pembelajaran itu tersusun sesuai dengan rencana. RPP merupakan panduan ataupun acuan dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan Hasil wawancara dan observasi di SD Negeri 05 Seberang Musi Kabupaten Kepahing, perencanaan pembelajaran yang digunakan sangat menarik dan tersusun. Hal ini disampaikan langsung oleh kepala sekolah SD Negeri 05 Seberang Musi Ibu Sukma Wilda yang menyatakan bahwa:35
“Bahwasanya RPP sangat penting dalam pembelajaran, sebelum melakukan pembelajaran seorang guru harus melakukan perencanaan supaya proses pembelajaran berjalan dengan baik dan terencana.
Hal ini juga disampaikan oleh wali kelas V SDN 05 bapak Suwandi, S.Pd:36
“Sebelum melakukan pembelajaran, upaya guru menyiapkan dahulu video animasi yang terbaik dari sumber youtobe dan berisi tentang materi yang akan diajarkan, kemudian dilakukan penyusunan RPP 2 kali pertemuan, perencanaan pembelajaran dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Melalui perbaikan pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh perancang pembelajaran.
Perencanaan pembelajaran juga dapat dijadikan titik awal dari upaya perbaikan terdapat kualitas pembelajaran.”
Dalam perencanaan pembelajaran ada materi ajar berupa media pembelajaran disini kelas V SDN 05 Seberang Musi, guru menjelaskan dengan menggunakan media video animasi kartun upin dan ipin, hal ini disampaikan langsung oleh wali kelas V:37
“Dalam pengimplementasian video animasi kartun upin dan ipin kepada siswa kelas V dapat dikatakan memiliki fitur yang sangat canggih dari segi tampilan maupun cara penyampainnya, sehingga video yang disajikan membuat animasi upin dan ipin menjadi unik dan memiliki daya tarik tersendiri. Oleh karena itu animasi upin
35 Wawancara Pribadi Dengan Ibu Sukma Wilda
36 Wawncara Pribadi Dengan Bapak Suwandi, S.Pd
37 Wawncara pribadi dengan bapak suwandi, s.pd
dan ipin menjadi populer dan diminati atau digemari oleh peserta didik.”
Siswa kelas V SDN 05 Seberang Musi juga menyatakan bahwa:38
“menurut saya video animasi kartun upin dan ipin sangatlah menarik dan unik, karena banyak digemari oleh peserta didik. Dan banyak dapat pembelajaran dari video animasi upin dan ipin tersebut, contohnya tentang keagmaan.”
Dari hasil observasi yang peneliti lakukan di lapangan, peneliti melihat bahwa dalam perencanaan pembelajaran guru menggunakan RPP dan bahan ajar berupa media pembelajaran video animasi kartun upin dan ipin.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran adalah merupakan kegiatan proses belajar mengajar sebagai unsur inti dan aktifitas pembelajaran yang dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan langkah-langkah yang telah disusun dalam perencanaan sebelumnya.
a. Pendahuluan
Kegiatan pembukaan pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang memungkinkan peserta didik siap secara mental untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru mengucapkan salam terlebih dahulu kemudian memimpin do’a sebelum dimulainya pembelajaran. Setelah do’a selesai, guru melihat kondisi di dalam kelas yang belum kondusif untuk belajar, masih
38 Wawancara pribadi dengan siswa kelas v
banyaknya siswa yang bercenggrama, bercanda, dan belum fokus pada mata pelajaran. Maka dari itu guru melakukan ice breaking yang bertujuan untuk mengembalikan rasa kantuk, bosan dan kembali semangat mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung.
Hal ini disampaiakan oleh kepala sekolah SDN 05 Seberang Musi menyatakn bahwa:39
“Di setiap pelaksanaan pembelajaran diawali dengan pendahuluan dengan adanya pendahuluan maka peserta didik menjalankan proses pembelajaran sesuai yang di cantumkan dalam RPP, bentuk pendahuluan/pembukaan berupa salam, ice breaking dan mengkondusifkan suasana di dalam kelas.”
Wali kelas V juga menyatakan bahwa:40
“Sebelum memulai pembelajaran tahap pendahuluan atau pembukaaan dapat digambarkan dengan pengucapan salam, menanyakan kabar, dll. Hal tersebut sudah ada di dalam RPP dan juga menimbulkan perhatian dan motivasi peserta didik sehingga memberikan gambaran mengenai media ataupun pendekatan-pendekatan yang akan digunakan maupun kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik dan mengaitkan peristiwa aktual dengan materi baru,”
Siwa kelas V SDN 05 Seberang Musi Kabupaten Kepahiang menyatakan bahwa:41
“Iyaa…sebelum pembelajaran dimulai bapak guru memulai pembelajaran dengan pendahuluan didalam pendahuluan terdapat pembukaan, salam, absen, menanyakan kabar siswa, dan menunjukkan 1 dari perwakilan kami untuk memimpin do’a sebelum pembelajaran dimulai.”
39 Wawancara Pribadi Dengan Ibu Sukma Wilda
40 Wawancara Pribadi Dengan Bapak Suwandi, S.Pd
41 Wawancara Pribadi Dengan Siswa Kelas V