• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaporan Audit Manajemen Fungsi Penjualan Ekspor

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.8 Pembahasan

4.8.6 Pelaporan Audit Manajemen Fungsi Penjualan Ekspor

Tahapan ini bertujuan untuk mengkomunikasikan hasil audit termasuk rekomendasi berdasarkan evaluasi dan penilaian terhadap kegiatan penjualan ekspor perusahaan. Berikut bukti-bukti temuan yang diperoleh selama tahap pemeriksaan sebelumnya pada PT. Maruki Internasonal Indonesia.

1. Pemeriksaan manajemen ini dilaksanakan pada bagian penjualan ekspor perusahaan. Latar belakang diadakannya pemeriksaan ini karena target volume penjualan tahun 2015 mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan pada tahun 2016, dan mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2017.

2. Selama melakukan penelitian lapangan, diperoleh temuan-temuan seperti adanya karyawan yang tidak ditempatkan berdasarkan keahliannya sehingga menghambat kelancaran dalam pekerjaannya, tidak dilakukan analisa hasil penjualan ekspor sehingga menyulitkan perusahaan mengadakan pengawasan,

Realisasi Anggaran Selisih

Penjualan Penjualan

(Rp) (%)

Ket. Ref. Ekspor Ekspor

1 2 3 4

(1-2) (3:2x100%) 2015 26.507.274.510 18.805.076.880 7.702.197.630 40,96%

2016 19.594.276.260 19.141.670.400 452.605.860 2,36%

2017 31.014.617.628 20.093.842.800 10.920.774.828 54,35%

77.116.168.398 58.040.590.080 19.075.578.318 32,87%

perusahaan belum menerapkan kertas kerja monitoring pelaksanaan internal control sehingga apabila terjadi kesalahan tidak dapat segera diatasi.

3. Ditemukan adanya selisih antara realisasi dan anggaran penjualan ekspor yang menguntungkan perusahaan yaitu pada tahun 2015 sebesar Rp 7.702.197.630,00 dengan persentase 40,96%, pada tahun 2016 sebesar Rp 452.605.860,00 dengan persentase 2,36%, dan pada tahun 2017 sebesar Rp 10.920.774.828,00 dengan persentase 54,35%. Dimana hal itu sangat berpengaruh terhadap peningkatan penjualan ekspor di tahun-tahun yang akan datang.

4. Dari temuan-temuan yang terdapat diatas, maka dapat dikembangkan tujuan pemeriksaan sementara bahwa masih terdapat beberapa kelemahan pada sistem pengendalian manajemen yang berlaku pada perusahaan. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penurunan volume penjualan ekspor sehingga pendapatan perusahaan menjadi lebih kecil dari yang diharapkan.

Terealisasinya hasil yang diharapkan oleh perusahaan (causes) diakibatkan karena pihak manajer memperhatikan takaran yang ditetapkan oleh manajemen (effect) dari target yang telah ditetapkan perusahaan (criteria).

Berdasarkan hasil pemeriksaan manajemen dapat disimpulkan bahwa kegiatan penjualan ekspor yang dilakukan oleh perusahaan sudah berjalan secara efisien, namun masih belum berjalan secara efektif. Hal ini disebabkan oleh sistem perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian manajemen serta pengukuran dan evaluasi di bidang penjualan ekspor yang belum berjalan sebagaimana mestinya. Adapun faktor lain diluar efektifitas yang menyebabkan tidak tercapai

atau menurunnya volume penjualan ekspor karena penjualan ekspor juga dipengaruhi oleh harga pasar dunia serta jumlah pasokan kayu yang diperoleh biasanya sedikit dikarenakan kayu yang dihasilkan PT. Maruki Internasonal Indonesia hanya 20% sedangkan yang dibeli sebanyak 80%. Jadi, harga pasar dunia dan pasokan kayu juga mempengaruhi tingkat pencapaian penjualan ekspor butsudan pada PT. Maruki Internasonal Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya dengan melakukan tahap- tahap audit manajemen disertai dengan melakukan analisis data yang dilandasi teori yang relevan dengan masalah yang diteliti pada PT. Maruki Internasional Indonesia, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Ditemukan bahwa target volume penjualan ekspor tahun 2016 mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun 2015, namun terjadi kenaikan signifikan pada tahun 2017. Dengan demikian target volume penjualan ekspor tahun 2016 belum sesuai dengan anggaran yang direncanakan sebelumnya, sehingga perusahaan masih belum berjalan secara efektif.

2. Adanya karyawan yang tidak ditempatkan berdasarkan keahliannya sehingga menghambat kelancaran dalam pekerjaannya.

3. Pihak perusahaan tidak melakukan survei kepuasan terhadap konsumen, dimana hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menentukan pencapaian penjualan perusahaan.

4. Realisasi penjualan ekspor pada tahun 2015, 2016, 2017 yang dikeluarkan perusahaan melebihi dari anggaran yang telah ditentukan oleh manajemen, sehingga dengan begitu dapat disimpulkan bahwa perusahaan sudah berjalan secara efisien.

5. Munculnya beberapa saingan perusahaan yang berada di Jepang dan memiliki harga produksi relatif yang lebih murah

Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kelemahan pada sistem pengendalian manajemen yang berlaku pada perusahaan.

Hal ini disebabkan karena masih lemahnya pengukuran atau evaluasi perusahaan terhadap sistem perencanaan dan pelaksanaan penjualan, khususnya pada penjualan ekspor.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka penulis dapat memberikan saran-saran sebagai berikut:

1. Sebaiknya dibuat perencanaan volume penjualan yang matang sehingga tercapainya efektivitas pengelolaan penjualan yang berjalan sesuai harapan perusahaan.

2. Sebaiknya perusahaan menempatkan karyawannya berdasarkan keahliannya masing-masing sehingga pekerjaannya dapat berjalan dengan baik.

3. Sebaiknya perusahaan melakukan survei terhadap kepuasan konsumen.

4. Sebaiknya perusahaan menerapkan kertas kerja monitoring pelaksanaan internal control, agar apabila terjadi kesalahan atau terdapat kelemahan- kelemahan serta penyimpangan-penyimpangan dapat segera diatasi sehingga tidak menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

Azis, Faizal Abdul. 2013. Manfaat Ekspor dan Impor, (Online), (http://coadcit.

blogspot.com/2013/11/manfaat-ekspor-dan-impor.html, diakses 16 April 2013).

Azmi, Leanna. 2013. Penjualan Ekspor, (Online), (http://azmiweblog.blogspot.

com/2013/12/ penjualan-ekspor.html, diakses 16 April 2013).

Bayangkara, IBK. 2013. Audit Manajemen: Prosedur dan Implementasi. Cetakan kedua. Jakarta: Salemba empat.

Irwansyah. 2016. Audit Manajemen atas Fungsi Penjualan pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar Kota Branch Office. Makassar: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin.

Jung, St. Dian. 2017. Manajemen Audit: Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi Perusahaan Anda. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Rafikah. 2015. Audit Manajemen atas Fungsi Penjualan pada PT Traktor Nusantara Cabang Makassar. Makassar: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin.

Rezkiya, Fitri. 2016. Audit Manajemen atas Fungsi Penjualan pada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Cabang Makassar. Makassar:

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin.

Siagian, Sondang P. 2016. Audit Manajemen. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Supriyono, R.A. 2015. Pemeriksaan Manajemen dan Pengawasan Pemerintah Indonesia. Yogyakarta: BPFE.

Swastha, Basu. 2014. Manajemen Penjualan. Edisi Ketiga. Yogyakarta: BPFE.

Tampang, Elvita Bartholomeus. 2016. Audit Manajemen atas Fungsi Keuangan pada PT Tirta Makna Bahagia Makassar. Makassar: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin.

Wae, Rebecca. 2013. Pengertian Penjualan. Artikel (Online), (http://www.yang baru.info/2700/pengertian-penjualan.html, diakses 16 April 2013).

LAMPIRAN

Dokumen terkait