• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

4.2 Analisis Tingkat Financial Distress Model Prediksi

4.2.1 Model Altman

Berdasarkan perhitungan analisis prediksi financial distress Z”-score Altman diperoleh hasil seperti dalam gambar 4.1 di bawah ini:

Gambar 4.1

Grafik Hasil Prediksi Kondisi Financial Distress Berdasarkan Z"Score Altman

0 2 4 6 8 10 12 14

2005 2006 2007

Periode

Jumlah Perusahaa

FD NFD GREY

Sumber: Olahan Penulis

Gambar 4.1 tersebut menunjukkan jumlah perusahaan yang diprediksi ke dalam tiga kategori yaitu financial distress (FD), grey area (GREY), sehat atau non financial distress (NFD) selama periode 2005-2007.

Keterangan lengkap kondisi financial distress masing-masing perusahaan terdapat pada lampiran 1.

4.2.1.1 Financial Distress

Berdasarkan gambar 4.1 tersebut, dapat dilihat ada 58,82% atau 10 perusahaan yang menurut model prediksi Z”-Score Altman terklasifikasi mengalami financial distress pada tahun 2005. Perusahaan-perusahaan yang diprediksi mengalami financial distress pada tahun 2005 adalah PT Apac Citra Centertex Tbk, PT Argo Pantes Tbk, PT Eratex Djaja Tbk, PT

Hanson Internasional Tbk, PT Karwell Indonesia Tbk, PT Panasia Filament Inti Tbk, PT Panasia Indosyntec Tbk, PT Polysindo Eka Perkasa Tbk, PT Sunson Textile Manufacturer Tbk, dan PT Tifico Tbk.

Pada tahun 2006, terjadi peningkatan perusahaan yang diprediksi mengalami financial distress, yaitu menjadi sebanyak 70,59% atau 12 perusahaan. Perusahaan yang diprediksi mengalami financial distress pada tahun 2006 sama dengan tahun 2005, hanya saja bertambah dua perusahaan baru yang sebelumnya diprediksi sebagai grey area yaitu PT Pan Brothers Tex Tbk , dan PT Polychem Indonesia Tbk. Hal ini berarti bahwa PT Pan Brothers Tex Tbk dan PT Polychem Indonesia Tbk selama tahun 2006 tidak dapat memperbaiki kinerja keuangannya sehingga yang tadinya masih berada di kategori grey area menjadi masuk ke dalam kategori financial distress.

Pada tahun 2007, jumlah perusahaan yang diprediksi mengalami financial distress kembali menjadi sebesar 58,82% atau 10 perusahaan.

Perusahaan-perusahaan yang mengalami financial distress tersebut sama seperti pada tahun 2005, yaitu PT Apac Citra Centertex Tbk, PT Argo Pantes Tbk, PT Eratex Djaja Tbk, PT Hanson Internasional Tbk, PT Karwell Indonesia Tbk, PT Panasia Filament Inti Tbk, PT Panasia Indosyntec Tbk, PT Polysindo Eka Perkasa Tbk, PT Sunson Textile Manufacturer Tbk, dan PT Tifico Tbk.

Berdasarkan hasil perhitungan Z”-Score untuk kelompok perusahaan yang mengalami financial distress, dari tahun 2005 hingga 2007 yang memiliki skor terendah adalah PT Polysindo Eka Perkasa Tbk yaitu -19,16 pada tahun 2005, -19,27 pada tahun 2006, dan -21,71 pada tahun 2007.

Perusahaan yang diprediksi mengalami financial distress dengan skor tertinggi pada tahun 2005 adalah PT Sunson Textile Manufacturer Tbk dengan skor -0,99, sementara itu untuk tahun 2006 perusahaan dengan skor tertinggi adalah PT Pan Brothers Tex Tbk dengan skor 0,86, dan untuk tahun 2007 adalah PT Sunson Textile Manufacturer Tbk dengan skor -0,04.

4.2.1.2 Grey Area

Berdasarkan gambar 4.1 dapat dilihat bahwa pada tahun 2005 ada 17,65% atau 3 perusahaan yang menurut model prediksi Z”-Score Altman terklasifikasi berada pada grey area atau daerah rawan financial distress.

Artinya, jika perusahaan dapat memperbaiki kinerja keuangannya maka perusahaan dapat menjadi perusahaan yang sehat, namun jika perusahaan tidak segera memperbaiki kinerja keuangannya maka perusahaan dapat mengalami financial distress. Ketiga perusahaan yang diprediksi berada pada grey area pada tahun 2005 adalah PT Indorama Synthetics Tbk, PT Pan Brothers Tex. dan PT Polychem Indonesia Tbk.

Pada tahun 2006, terjadi penurunan jumlah perusahaan yang diprediksi berada pada grey area menjadi 11,76% atau dua perusahaan.

Kedua perusahaan itu adalah PT Indorama Synthetics Tbk dan PT Roda

Vivatex Tbk. PT Pan Brothers Tex Tbk dan PT Polychem Indonesia Tbk yang pada tahun sebelumnya diprediksi grey area pada tahun 2006 masuk ke dalam kategori financial distress, artinya perusahaan ini tidak bisa memperbaiki kinerja keuangannya. PT Roda Vivatex Tbk yang sebelumnya dikategorikan sehat pada tahun 2005 malah menjadi berada pada grey area pada tahun 2006, artinya perusahaan ini mengalami penurunan kinerja keuangan berdasarkan prediksi model Altman.

Pada tahun 2007, terjadi peningkatan jumlah perusahaan yang diprediksi berada pada grey area atau rawan financial distress menjadi 29,41% atau lima perusahaan. Kelima perusahaan tersebut adalah PT Ever Shine Tex Tbk, PT Indorama Synthetics Tbk, PT Pan Brothers Tex Tbk, PT Polychem Indonesia Tbk, dan PT Roda Vivatex Tbk. PT Ever Shine Tex Tbk sebelumnya selalu diprediksi sehat, namun pada tahun 2007 berdasarkan model Altman diprediksi mengalami penurunan kinerja keuangan sehingga masuk ke dalam grey area. PT Pan Brothers Tex Tbk dan PT Polychem Indonesia Tbk justru pada tahun 2007 bisa memperbaiki kinerja keuangannya sehingga bisa keluar dari kategori financial distress.

Dari hasil perhitungan Z”-Score untuk kelompok perusahaan yang masuk kategori grey area pada tahun 2005 hingga 2007 perusahaan yang memiliki skor terendah adalah PT Indorama Synthetics dengan skor 1,83 untuk tahun 2005, skor 1,22 untuk tahun 2006, dan skor 1,33 untuk tahun 2007. Perusahaan yang memiliki skor tertinggi pada tahun 2005 adalah PT Polychem Indonesia Tbk dengan skor 2,00. Pada tahun 2006, yang

memiliki skor tertinggi yaitu PT Roda Vivatex Tbk dengan skor 2,11.

Pada tahun 2007 yang memiliki skor tertinggi adalah PT Ever Shine Tex dengan skor 2,15.

4.2.1.3Sehat

Dari gambar 4.1 di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2005 terdapat sebanyak 23,53% atau 4 perusahaan yang dikategorikan sehat. Keempat perusahaan itu adalah PT Delta Dunia Petroindo Tbk, PT Ever Shine Tex Tbk, PT Roda Vivatex Tbk, dan PT Ricky Putra Globalindo Tbk. Pada tahun 2006 jumlah perusahaan yang diprediksikan sehat menurun menjadi 17,65% atau 3 perusahaan, yaitu PT Delta Dunia Petroindo Tbk, PT Ever Shine Tex Tbk, dan PT Ricky Putra Globalindo Tbk. Hal tersebut dikarenakan PT Roda Vivatex Tbk masuk ke dalam grey area pada tahun 2006. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan yang diprediksikan sehat semakin menurun menjadi 11,76% atau dua perusahaan, yaitu PT Delta Dunia Petroindo Tbk dan PT Ricky Putra Globalindo. Hal ini disebabkan oleh PT Ever Shine Tex yang masuk ke dalam kategori grey area pada tahun 2007.

Nilai Z”-Score terendah pada tahun 2005 untuk kategori perusahaan yang diprediksi sehat adalah 3,27 yang dimiliki oleh PT Delta Dunia Petroindo, sementara itu pada tahun 2006 nilai Z”-Score terendah dimiliki oleh PT Ever Shine Tex Tbk dengan skor 2,79, dan nilai Z”-Score terendah tahun 2007 dimiliki oleh PT Delta Dunia Petroindo dengan skor 2,83. Perusahaan yang memiliki Z”-Score tertinggi untuk kategori

perusahaan yang diprediksi sehat dari tahun 2005 hingga 2007 dimiliki oleh PT Ricky Putra Globalindo, dengan skor 5,06 pada tahun 2005, skor 4,25 pada tahun 2006, dan skor 4,29 untuk tahun 2007.

Dokumen terkait