BAB II RANCANGAN KEGIATAN
C. Model
Prodi Teknik Kimia ITI sudah menentukan best p/ractice dalam melaksanakan kurikulum MBKM, termasuk dalam mengambil mata kuliah lintas prodi, dan melakukan kegiatan-kegiatan di luar Perguruan Tinggi. Secara umum, ada 4 model pembelajaran yang sesuai kurikulum MBKM yang kami pilih dan sesuai dengan visi misi dan tujuan dari Program Studi Teknik Kimia ITI, diantaranya: (1) mengambil mata kuliah lintas program studi di dalam satu Perguruan Tinggi, (2) magang di industri atau lembaga penelitian, (3) penelitian di industri atau lembaga penelitian, (4) melakukan kegiatan wirausaha yang dikoordinasi oleh inkubator ITI. Berikut ini merupakan penjelasan lebih rinci dari model pembelajaran yang diambil:
C.1. Mengambil Mata Kuliah Lintas Program Studi
Jumlah SKS maksimum yang dapat diklaim dalam program ini adalah 10 SKS. Dari 10 SKS tersebut, kami telah memberikan alternatif mata kuliah yang bisa diklaim sebagai implementasi pada model tersebut. Mata kuliah tersebut diantaranya:
Mata Kuliah Pilihan 1 (2 SKS), Mata Kuliah Pilihan 2 (2 SKS), Mata Kuliah Pilihan 3 (2 SKS), Mata Kuliah Pilihan 4 (2 SKS), Mata Kuliah Pilihan 5 (2 SKS). Pada Mata Kuliah Pilihan 1 sampai dengan 5, mahasiswa diperbolehkan mengambil mata kuliah tertentu yang disediakan oleh Program Studi lain seperti pada Tabel 2.5. Prosedur mengambil mata kuliah di luar prodi Teknik Kimia ITI telah dibuat dan disepakati seperti ditunjukkan pada Gambar 2.26.
Tabel 2.5. Mata kuliah prodi lain yang bisa diambil mahasiswa prodi Teknik Kimia ITI
Gambar 2.26. Prosedur Operasional Baku (POB) mengambil mata kuliah di luar Prodi Teknik Kimia
C.2. Magang
Magang yang kami tawarkan kepada mahasiswa tidak hanya dalam bentuk magang di industri, tetapi juga magang di lembaga penelitian, atau lembaga BUMN atau non-BUMN. Tujuan magang ini adalah untuk memberikan pengalaman bekerja pada mahasiswa, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengisi waktu, dan membantu mahasiswa untuk mendapatkan tambahan pendapatan. Bagi industri, adanya mahasiswa magang ini berguna dalam membantu kegiatan operasional atau produksi di industri. Banyaknya SKS maksimum yang dapat diklaim pada kegiatan magang untuk 1 semester adalah 20 SKS. Mata kuliah yang dapat diklaim adalah mata kuliah yang diambil bersamaan dengan kegiatan magang tersebut. Mata kuliah yang tidak diambil saat magang tidak bisa diklaim oleh mahasiswa, mengingat adanya pelaporan pengambilan mata kuliah tiap mahasiswa oleh bagian Akademik ke PDPT.
Saat magang, mahasiswa harus mengikuti kuliah secara daring dan akan dievaluasi setara dengan mahasiswa yang tidak mengambil magang. Prosedur mengambil magang, termasuk konversi nilai dan evaluasinya, telah dibuat dan disepakati.
Ada beberapa persyaratan yang diberlakukan pada kegiatan magang ini, diantaranya adalah:
• Mahasiswa Teknik Kimia semester 6 atau 7
• Mahasiswa telah memperoleh minimal 80 SKS.
• IPK minimal 2,5.
No. Kegiatan
Pelaksana Mutu Baku
Mahasiswa Kaprodi TK
Kaprodi Tujuan
Admin TK
PDSI Kelengkapan Waktu output
Mulai
1. Mahasiswa mengambil formulir permohonan mengambil mata kuliah lintas Program Studi di program studi Teknik Kimia.
2. Mahasiswa mengisi Form LP-1
3. Mahasiswa meminta persetujuan Ketua Program Studi Teknik Kimia
4. Mahasiswa meminta persetujuan dari Ketua program studi yang menawarkan mata kuliah yang akan ditempuh
5. Mahasiswa memperbanyak form permohonan yang telah ditandatangani oleh kedua Ketua program studi sebanyak dua kali untuk digunakan sebagai arsip yang bersangkutan dan diserahkan kepada Staf Pengajaran masing-masing program studi
6. Pihak administrasi program studi Teknik Kimia mengajukan permohonan kepada pihak Pusat Data Sistem Informasi (PDSI) untuk melakukan penginputan data pada KRS mahasiswa yang akan mengambil mata kuliah lintas program studi
Form acc 1 hari KRS di
Portal Akademik
7. Mahasiswa mencetak KRS secara mandiri KRS di sistem
Portal Akademik -
Print out KRS Selesai
• Telah mengikuti pembekalan magang yang diberikan pada akhir semester sebelumnya.
• Mengikuti seleksi yang diadakan oleh Prodi Teknik Kimia maupun oleh mitra
Alur pendaftaran dan pelaksanaan magang merupakan hal yang krusial, sehingga pada rapat kurikulu, POB pendaftaran dan pelaksanaan magang dapat dilihat pada Gambar 2.27 dan 2.28.
Gambar 2.27. Prosedur Operasional Baku (POB) pendaftaran magang
Gambar 2.28. Prosedur Operasional Baku (POB) pelaksanaan magang
Evaluasi dari magang merupakan hal yang paling kompleks dalam pelaksanaan magang, karena dalam tahap tersebut, terdapat proses penilaian serta penyetaraan pekerjaan magang ke mata kuliah-mata kuliah yang dapat disetarakan.
Pada proses magang ini, ada beberapa bentuk evaluasi yang harus dilakukan oleh mahasiswa magang, diataranya adalah:
• logbook
• portfolio
• seminar kemajuan & seminar akhir
• laporan akhir
Prodi Teknik Kimia menyediakan total 46 SKS yang bisa disetarakan dengan magang, dengan maksimal penyetaraan adalah 20 SKS seperti pada Tabel 2.6. Pada akhirnya, disediakan sertifikat / surat rekomendasi dari industri kepada mahasiswa yang secara administrasi sudah menyelesaikan magang. Alur penyetaraan magang dapat dilihat pada Gambar 2.29.
Tabel 2.6. Mata Kuliah yang bisa disetarakan dengan program MBKM
Gambar 2.29. Prosedur Operasional Baku (POB) penyetaraan nilai magang
C.3. Penelitian
Penelitian yang ditawarkan kepada mahasiswa tidak hanya dilakukan di lembaga penelitian, tetapi juga dilakukan di bagian Riset dan Pengembangan pada industri. Tujuan magang ini adakah untuk memberikan pengalaman riset pada mahasiswa di lembaga penelitian atau industri yang mempunyai peralatan riset lebih lengkap. Kolaborasi riset akan meningkatkan profil peneliti di kedua belah pihak sehingga diharapkan nantinya kerjasama tersebut berlangsung secara terus-menerus mulai dari mendapatkan hibah skala regional, nasional, maupun internasional.
Banyaknya SKS maksimum yang dapat diklaim pada kegiatan penelitian di luar prodi untuk 1 semester adalah 20 SKS. Mata kuliah yang dapat diklaim adalah mata kuliah yang diambil bersamaan dengan kegiatan penelitian tersebut. Mata kuliah yang tidak diambil saat penelitian di luar prodi tidak bisa diklaim oleh mahasiswa, mengingat adanya pelaporan pengambilan mata kuliah tiap mahasiswa oleh bagian Akademik ke PDPT. Saat melakukan penelitian di luar prodi, mahasiswa harus mengikuti kuliah secara daring dan akan dievaluasi setara dengan mahasiswa yang tidak mengambil
magang. Prosedur mengambil penelitian di luar prodi, termasuk konversi nilai dan evaluasinya, telah dibuat dan disepakati.
Adapun beberapa persyaratan yang diberlakukan pada kegiatan penelitian di luar prodi ini sama seperti kegiatan magang, diantaranya adalah:
• Mahasiswa Teknik Kimia semester 6 atau 7
• Mahasiswa telah memperoleh minimal 80 SKS.
• IPK minimal 2,5.
• Telah mengikuti pembekalan magang yang diberikan pada akhir semester sebelumnya.
• Mengikuti seleksi yang diadakan oleh Prodi Teknik Kimia maupun oleh mitra
Alur pendaftaran dan pelaksanaan magang merupakan hal yang krusial, sehingga pada rapat kurikulu, POB pendaftaran dan pelaksanaan magang dapat dilihat pada Gambar 2.27 dan 2.28.
Evaluasi dari magang merupakan hal yang paling kompleks dalam pelaksanaan magang, karena dalam tahap tersebut, terdapat proses penilaian serta penyetaraan pekerjaan magang ke mata kuliah-mata kuliah yang dapat disetarakan.
Pada proses magang ini, ada beberapa bentuk evaluasi yang harus dilakukan oleh mahasiswa magang, diataranya adalah:
• logbook
• portfolio
• seminar kemajuan & seminar akhir
• laporan akhir
Prodi Teknik Kimia menyediakan total 30 SKS yang bisa disetarakan dengan penelitian, dengan maksimal penyetaraan adalah 20 SKS seperti yang diperlihatkan pada Tabel 2.6. Pada akhirnya, disediakan sertifikat / surat rekomendasi dari industri kepada mahasiswa yang secara administrasi sudah menyelesaikan penelitian di luar prodi. Alur penyetaraan penelitian di luar prodi Teknik Kimia sama dengan alur penyetaraan nilai magang yang dapat dilihat pada Gambar 2.29 di atas.
C.4. Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah program yang dipilih oleh Prodi Teknik Kimia, yang sejalan dengan visi misi dari ITI yaitu sebagai The Technology Based Enterpreneur university. Mahasiswa akan dibekali oleh ilmi-ilmu terkait kewirausahaan dasar dan lanjut. Setelahnya, mahasiswa yang ingin mengembangkan programnya menjadi start- up, akan dibimbing oleh pihak inkubator dan co-inkubator. Dalam program ini, mahasiswa akan diberi target-target tertentu dalam melaksanakan usahanya di bidang wirausaha. Mahasiswa juga akan mengikuti pameran-pameran kewirausahaan dan
akan mengikuti pitch-deck untuk mendapatkan pendanaan yang lebih banyak lagi.
Persyaratan-persyaratan mengikuti program kewirausahaan ini adalah sebagai berikut:
• Mahasiswa telah mengambil mata kuliah Kewirausahaan Dasar dan Kewirausahaan Lanjut.
• Telah mengikuti pembekalan kewirausahaan.
• Mengikuti seleksi yang diadakan oleh Prodi Teknik Kimia maupun oleh mitra Sementara, alur pendaftaran dan pelaksanaan dari kegiatan kewirausahaan ini dapat dilihat pada Gambar 2.30. Diharapkan nantinya mahasiswa tersebut akan sukses melajutkan kegiatan wirausahanya setelah lulus dari ITI. Sementara, prosedur konversi nilai dan evaluasi kegiatan wirausaha telah dibuat dan disepakati seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.29 di atas.
Gambar 2.30. Prosedur Operasional Baku (POB) pendaftaran dan pelaksanaan kegiatan wirausaha
BAB III EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DAN