Cuaca, Iklim, dan Musim
C. Musim
• Rata-rata aliran air sungai dan ketersediaan air didaerah subpolar dan daerah tropis basah diperkirakan akan meningkat 10-40 persen.
• Sementara didaerah subtropics dan daerah tropis yang kering, air akan berkurang 10-30 persen, sehingga daerah-daerah yang sekarang sering mengalami kekeringan akan semakin parah kondisinya.
5) Industri, Permukiman dan Masyarakat
• Industri, permukiman dan masyarakat yang paling rentan umumnya berada didaerah pesisir dan bantaran sungai, serta mereka yang ekonominya terkait erat dengan sumber daya yang sensitive terhadap iklim, serta mereka yang tinggal didaerah-daerah yang sering dilanda bencana ekstrem, dimana urbanisasi berlangsung dengan cepat.
• Komunitas miskin sangat rentan karena kapasitas beradaptasi yang terbatas,serta kehidupan mereka sangat tergantung kepada sumberdaya yang mudah terpengaruh oleh iklim seperti persediaan air dan makanan.
6) Kesehatan
• Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah akan semakin rentan terhadap diare, gizi buruk, serta berubahnya pola distribusi penyakit-penyakit yang ditularkan melalui berbagai serangga dan hewan.
tertentu hanya sampai 500 milimeter sampai dengan 700 milimeter, contohnya di daerah Palu dan Timor.
Untuk beberapa daerah yang berada di utara, contohnya Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, disekitar delta Mamberamo, Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Bogor, Bandung serta beberapa kota di bagian Jawa Barat memiliki curah hujan yang sangat tinggi.
Selain itu, di Indonesia dalam setiap 3 tahun sampai 5 tahun sekali terjadi peristiwa yang bernama el nino. Peristiwa el nino menyebabkan musim kering yang terlalu lama, dan ketika hujan tiba hanya sebentar.
Kemudian setelah terjadinya peristiwa el nino, akan datang peristiwa yang bernama el nina. El nina merupakan peristiwa yang menyebabkan curah hujan yang tinggi dalam waktu yang panjang dan lama dari biasanya.
2) Musim Kemarau
Musim kemarau atau sering disebut Musim Panas merupakan suatu kondisi dimana di berbagai daerah di Indonesia mengalami kekeringan dan kekurangan air dan tidak turunnya hujan. Hal tersebut terjadi karena adanya gerakan angin muson timur yang melewati Indonesia. Angin muson adalah angin yang bertiup dari belahan bumi utara yang menyebabkan benua Australia dalam keadaan dingin sehinga tekanan anginnya maksimum. Hal ini mengakibatkan benua Asia dalam keadaan panas, sehingga tekanan anginnya minimum. Karena angin akan bertiup dari tekanan maksimum ke tekanan minimum, maka arah perjalanan angin dari Australia ke Asia menuju ke daerah garis khatulistiwa yaitu Indonesia. Arah perjalanan angin tersebut melalui gurun pasir bagian utara Australia yang panas dan kering, sehingga menyebabkan di Indonesia hanya musim kemarau.
3. Pembagian Musim di Dunia 1) Musim Semi
Musim semi merupakan suatu kondisi pada daerah tertentu mengalami tumbuhnya tumbuhan dan pohon dengan lebat dari musim salju.
Di belahan Bumi bagian Utara Musim Semi terjadi di antara bulan Februari hingga April. Di belahan bumi Selatan musim semi terjadi diantara bulan Agustus hingga Oktober .
Ciri-Ciri Musim Semi adalah:
• Tumbuhan dan daun di pepohonan rontok.
• Hawa pada musim semi panas sebesar 60% dan Dingin 40 %.
• Hewan ternak keluar dari sarangnya dan melakukan aktivitasnya.
• Sering turunnya Hujan.
2) Musim Panas
Musim Panas merupakan kondisi pada daerah tertentu Meningkat hawa yang sangat panas.
Dibelahan Bumi bagian utara terjadi antara bulan Mei hingga Juli. Di belahan Bumi bagian Selatan terjadi antara bulan November hingga Januari.
Ciri-Ciri Musim Panas adalah:
• Tumbuhan menjadi kering dan layu.
• Hawa pada musim panas 80% panas dan 20 % dingin.
• Hewan yang ada di musim itu melakukan aktivitasnya dan mencari makan.
• Munculnya Badai angin disertai hujan.
3) Musim Gugur
Musim Gugur merupakan kondisi dimana gugurnya tumbuhan dan dedaunan mulai rontok.
Dibelahan bumi bagian utara terjadi antara bulan Agustus hingga Oktober.
Dibelahan bumi bagian Selatan terjadi antara bulan Februari hingga April.
Ciri-Ciri Musim Gugur adalah:
• Tumbuhan layu dan rontok.
• Hawa pada musim gugur 60% dingin dan 40 % panas.
• Hewan hewan kembali ke sarangnya.
• Langit menjadi gelap dan berwarna orange.
4) Musim Dingin
Musim dingin adalah kondisi hawa dingin dan turunnya salju es.
Dibelahan Bumi bagian utara terjadi antara bulan November hingga Januari.
Dibelahan bumi bagian selatan terjadi antara bulan Mei hingga Juli.
Ciri-Ciri Musim Dingin adalah:
• Tumbuhan yang biasanya sudah mulai rontok dan gundul yang ditimbuni salju- salju.
• Hawa pada musim dingin 80% dingin dan 20 % panas.
• Hewan hewan tertidur di sarangnya atau melakukan aktivitasnya di dalam sarang.
• Muncunya badai Salju
4. Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Musim di Indonesia
Secara astronomis wilayah Indonesia terletak antara 6° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT. Hal tersebut membawa pengaruh terhadap iklim Indonesia secara keseluruhan, yaitu beriklim tropis atau merupakan tempat peredaran semu matahari tahunan. Artinya, tempat yang selalu dilalui oleh pergeseran semu matahari dari garis balik utara ke garis balik selatan, atau sebaliknya. Posisi yang demikian itu menyebabkan banyaknya sinar matahari yang datang selalu besar (sering), yaitu sekitar 55%. Dengan sendirinya temperatur suhu udara di Indonesia selalu panas dengan suhu rata-rata harian adalah 27°
C dengan dua musim, yaitu panas dan hujan.
1) Pergeseran Semu Matahari Tahunan
Pada saat bumi berevolusi, sumbu bumi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika, tetapi condong ke 66.5°, hal ini mengakibatkan posisi bumi terhadap matahari mengalami perbedaan. Pada 23 September sampai dengan 21 Maret kedudukan matahari berada di belahan bumi selatan dan kedudukan bumi posisinya lebih dekat ke matahari. Sehingga menyebabkan di belahan bumi bagian selatan mengalami musim panas dan siang hari lebih lama daripada malam hari.
Sedangkan, pada tanggal yang sama di belahan bumi bagian utara, seolah-olah
berada pada posisi jauh dari matahari sehingga dengan sendirinya di utara mengalami musim dingin dan malam hari lebih panjang daripada siang hari.
2) Letak Lintang
Secara astronomis, Indonesia berada pada posisi garis lintang 6° LU – 11°
LS. Karena berada pada posisi derajat seperti itu Indonesia berada di daerah tropis yang dilalui oleh garis khatulistiwa. Akibatnya, sudut datang sinar matahari selalu tinggi dengan titik kulminasi matahari terendah 54.5°, hal ini berakibat suhu udara rata-rata tinggi dengan tekanan udara rendah. Sehingga berhembuslah angin pasat dari daerah subtropika menuju daerah minimum equator. Di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator berhembus angin pasat tenggara, sedangkan utara ekuator berhembus angin pasat timur laut yang bersifat basah karena banyak mengandung uap air.
3) Rotasi Bumi
Bumi dari arah barat ke timur dengan cepat sehingga ber-pengaruh pada udara yang membelok ke kiri di belahan bumi bagian selatan dan ke kanan di belahan bumi bagian utara. Karena Indonesia berada di belahan bumi bagian utara dan di selatan gerakan angin yang diterima berbeda, angin yang berasal dari tenggara belahan bumi selatan akan berubah menjadi angin barat daya di belahan bumi utara, sedangkan yang berasal dari timur laut belahan bumi utara akan berubah menjadi angin pasat laut di belahan bumi selatan. Angin tenggara bersifat basah, dan angin barat bersifat kering.
4) Daerah Bertekanan Rendah dan Tinggi
Secara geografis Indonesia terletak antara dua benua dan dua samudera.
Terjadinya perbedaan tekanan udara di kedua benua, yaitu Benua Australia dan Asia yang terjadi setiap enam bulan sekali menyebabkan terjadinya gerakan udara bolak-balik yang berlawanan arah antara kedua benua tersebut. Karena terjadinya enam bulan sekali, maka angin tersebut disebut dengan angin muson.
5) Laut dan Benua
Wilayah Indonesia terdiri atas daratan dan lautan. Apabila kita membandingkan wilayah Indonesia antara daratan dan lautan, ternyata lautan lebih
luas daripada daratan, dengan perbandingan 1 daratan 3 lautan (1 : 3). Hal ini akan berpengaruh langsung terhadap kondisi udara di Indonesia, yaitu kondisi udara yang lembap. Kelembapan udara tersebut akan berpengaruh terhadap amplitudo (perbedaan suhu udara) bulanan dan tahunan sangat kecil, yaitu antara 2° C sampai dengan 3° C, serta sebagian besar wilayah Indonesia memiliki banyak curah hujan dalam setiap tahunnya.
5. Dampak Perubahan Musim bagi Kehidupan di Bumi
Pergantian atau perubahan musim merupakan salah satu akibat gerakan revolusi bumi. Penyebab terjadinya perubahan musim yaitu faktor dari luar (eksternal) dan faktor dari dalam (internal). Faktor Internal yaitu intensitas curah hujan, letak geografis kawasan dari garis ekuator dan efek rumah kaca. Sedangkan faktor dari luar yaitu revolusi bumi, gerakan periodik angin muson (musim), pancaran langsung sinar matahari dan perubahan kondisi iklim di suatu wilayah. Bumi berevolusi mengelilingi matahari selama 365,25 hari. Hal tersebut menyebabkan musim panas di bagian utara bumi, sedangkan bagian selatan bumi berada paling jauh dari matahari yang menyebabkan terjadinya musim dingin. Dampak perubahan musim bagi kehidupan di bumi terutama untuk hewan yaitu hewan dapat mengalami kepunahan. Perubahan musim menyebabkan beberapa satwa mengalami perubahan habitat sehingga bermigrasi. Migrasi ini akan menyebabkan sebagian hewan tidak dapat beradaptasi alias dirugikan. Misalnya saja rubah putih yang bermigrasi kemudian kalah bersaing dengan rubah merah.