MINDSET 02
NATURE VS
MINDSET 02
“Ayah ini orang kaya kenapa sih seleranya aneh aneh banget”, ini adalah komentar fatur di
minggu sore kemarin ketika mobil kami di susul oleh sebuah Maserati berwarna ungu bunglon. Sekilas ungu, sekilas hijau, Nggak jelas deh
warnanya. Kesan norak nya pasti.
M
obil berharga 9 digit dengan selera warna seperti itu kesannya Nggak nyambung, sehingga wajar fatur komentar seperti itu. Belum selesai sampai di situ karena tak lama mobil kami disusul lagi oleh mobil Porsche cabriolet berwarna abu-abu monyet. Kali ini warnanya ok, hanya dengan cabriolet open kap, terbuka yang mengendari seorang paruh baya pakai baju kotak-kotak kayak checker flag dan topi baret di miringkan.Saya melihatnya tersentak karena sore itu matahari panas membara, dia buka kap mobil dan bagi orang paruh baya begini jalan ngebut sore-sore matahari terik ngebut lagi di lihatnya Nggak pas (menurut saya).
Saya sekarang yang komentar. Mas fatur, gaya hidup hedonis pamer barang mewah memang enak di lakukan orang-orang muda atau selagi muda. Kalau sudah agak tua, atau sudah tua, baru hedonis pamer harta dan materialis di lihatnya Nggak enak. Belum lagi nanti ketika pulang naik mobil keren, Porsche cabriolet sampai rumah badannya bau balsem karena masuk angin terus minta kerokan. Hahahaha!!
Saya pun tergelak berdua dengan fatur dan dalam hati saya minta maaf kepada orang yang saya omongin,. Jujur, saya Nggak tahan untuk Nggak nyeletuk komentar. Bayangin aja misalnya ada eks pejabat umur 60 tahun, jalan di hari minggu pakai Harley Davidson. Rasanya begitu sampai rumah Nggak lama badanya di temple koyo cabe semua – masuk angin.
Itu celetukan saya berikutnya ke fatur. Yang di balas sama fatur, ah ayah ini..jangan-jangan ayah sirik iri pengen juga kan pake cabriolet pamer-pamer terus di lihat orang, di komentari orang juga khan hahaha. Iya khan yah?…kata fatur sambil Nggakak , ngetawain saya sekarang.. yang di lanjutkan dengan kalimatnya, yah, kita berhenti sebentar ke warung !
Mau apa tur? Saya bertanya
Beri koyo cabe yah, terus di tulis, iri sirik..terus taro di jidat ayah supaya ayah sadar rasanya tuh panas banget hahahaha, kami berdua tertawa.
Nggak lah tur, ngapain sirikin orang punya cabriolet . karena punya cabriolet bukan selera ayah dan tahu Nggak mas, sirik atau iri sama “materi”
itu jelek-jelek masuk kategori “prosperity conscious” loh, kesadaran kaya hahaha. Saya membela diri. Dari pada dibilang sirik.
Fatur mantuk –mantu kepalanya yang pasti saya Nggak tahu isi kepalanya apa lalu dia berkata, Yah, selera orang kaya itu aneh aneh banget ya? Fatur
Bayangin aja misalnya ada eks pejabat umur 60 tahun, jalan di hari minggu pakai Harley Davidson. Rasanya begitu sampai
rumah Nggak lama badanya di temple koyo cabe semua – masuk
angin.
bicara agak serius dan menurunkan nada bicaranya.
Saya menjawab, Nggak mas fatur, bukan selera mereka aneh. “Mereka memang aneh”, dari awal mereka memang beda atau aneh. Karena itu mereka kaya. Bukan karena kaya mereka aneh. Mereka aneh karena itu mereka kaya.
Kalau mereka biasa-biasa saja, mereka masuk kelompok orang kebanyakan, ya jadinya orang biasa saja.
Pemikiranan pasti nyeleh, pasti out of the box, itu erat hubungan dengan perilaku masa pertumbuhan yaitu umur 1-12 tahun. Masa itu kalau dididik dengan banyak di larang, orang tua banyak ngatur harus seperti yang lain, mengikuti pemahaman kebanyakan, ya jadi orang kebanyakan. Jadi orang rata-rata!
Ini adalah berita yang tidak menyenangkan ternyata sukses itu karena dua hal, cetakan dari kecil atau keadaan ketika “tumbuh kembang”.
Sayapun bercerita tentang sahabat keluarga saya. seorang anak yatim karena ayahnya pelaut meninggal dirinya dan ibunya sejak usia 2 tahun.
Ibunya orang thailand dan harus hidup keras di Surabaya. Suatu hari dia dapat beasiswa di sebuah kampus di Surabaya. Dan diapun tinggal di asrama kampus. Dimana setiap malam sang ibu menyelinap masuk tidur dengan nya.
Ibunya di kasur, dia tidur beralas tikar dan ketika pagi sang ibu menyelinap pergi berdagang dan sang anak kuliah hingga petang lagi ibunya masuk nyelinap lagi tidur.
Mereka sangat miskin tidak punya apa-apa. namun kurang dari 10 tahun kemudian dia merupakan pengusaha yang sukses. Sayapun bertanya kepadanya apa resep suksesnya. Diapun berkata dengan lugas, mas..
Ini adalah berita yang tidak menyenangkan ternyata sukses
itu karena dua hal, cetakan dari kecil atau keadaan ketika
“tumbuh kembang”.
bisa dibayangkan keadaan saya tiap malam melihat ibu berjuang untuk menyambung hidup dan harus menyelinap seperti pencuri hanya untuk tidur malam.
Maka, dikepala saya hanya ada satu hal. Saya harus kaya dan ibu tidak boleh menderita. Otak saya tidak ada pikiran lainnya., kuliah di percepat, Nggak sempat mikir lain, pacaran, ngobrol, berpolitik, berorganisasi, apapun itu Nggak ada. Saya pengen ibu Nggak susah. Maka semua yang saya tarik kedalam hidup saya adalah materi agar ibu bisa hidup layak. Dan terbukti.
Semua datang dan dalam 10 tahun semua tercapai. Dialog ini adalah dialog kami 10 tahun yang lalu.
Cerita itu yang saya ceritakan ke fatur bahwa orang kaya memang aneh dari awal cara berfikir, bertindak dan pengambilan keputusannya. Memang mereka beda dari sono nya. Menjadi beda jangan takut, jangan ragu. Beda itu ada yang karena keadaan “by nature” ada yang karena bimbingan “by nurture”. Hargai perbedaan. #MMBCIV #peace