D
alam dunia politik dan system pemerintahan maka sebuah Negara di katakan telah “dewasa” ketika politik sudah bisa melepaskan diri dari ekonomi.Kalau politik masih bisa menggangu ekonomi maka system Negara tersebut belum matang. Begitu juga ketika ekonomi bisa menggangu politik bisa di katakan system bernegara belum dewasa.Kalau para politikus bisa “di beli” oleh para pebisnis atau para konglomerat maka politikus nya masih bau kencur. Sebaliknya kalau para politikus masih bisa “mengendalikan ekonomi” sebuah Negara secara mutlak maka pebisnis swasta apalagi UKM tidak akan bisa bertumbuh dengan baik.
Amerika Negara yang kuat swastanya bahkan di awal abad 20 tahun 1900 an pihak swasta amerika menguasai 90% kekayaan nasional.negara eropa sejak revolusi industry kekayaan para industrialis melebihi kekayaan baron dan landlord.
Negara sosialis dimana sistem politik Negara mengatur bahkan bermain dalam bidang ekonomi membuat Negara memiliki kekayaan mutlak seperti jaman soviet USSR. Namun terbukti tidalk bertahan lama karena rakyat mereka di kekang dan terpenjara, soviet bubar 1988.
China berevolusi menggabungkan kekuatan Negara sosialis dengan swasta kapitalis. Ini gaya baru. Negara dengan single partai hanya PKC partai komunis china dengan anggota 100 juta di pimpin polit biro mengendalikan 1,4 milyar penduduknya.
Kalau para politikus bisa “di beli” oleh para pebisnis atau para konglomerat maka politikus nya
masih bau kencur.
Di china jelas ekonominya, Swasta ke dalam negeri, BUMN ke luar negeri.
Inilah konsep ekonomi bernegara china.
Beda dengan korea yang membangun swasta kuat dengan para chaebol nya, beda dengan hongkong membangun dengan kekuatan para taipan di noble house nya (the club), beda dengan amerika dengan para wallsteet genk (the whaler, the shark, the wolf of wallstreet). Kuat sisi swastanya, Negara hanya memajaki.
Beda lagi Taiwan yang kuat UKM nya. Taiwan adalah Negara dengan system “bottom up”. Usaha di Taiwan kecil-kecil skalanya, home factory, home industry dan Taiwan adalah Negara yang kalau kita ketemu 100 orang maka 50 orang nya adalah pengusaha. Di Indonesia anda ketemu 100 orang maka 1 orang pengusaha.
Pengusaha artinya punya system organisasi. Broker, MLM masuk sales (kalau di indonesia masuk pengusaha/pebisnis). Tidak di Taiwan. Dan rating Taiwan tertinggi di dunia dalam persentasi pengusahanya.
Warnanya jelas kemana system ekonomi Negara Taiwan. Taiwan kuat di UKM dan bunga pinjaman UKM hanya 1-3% dan bukan hanya bank yang membiayainya.
Amerika, jepang, korea menggunakan “trickle down effect” capital besar masuk dimana-mana. Swasta kuat uangnya (para kapitalis). Capital market atau wallstreet lembaga yang didirikan adalah memang antitesa pemerintah.
Sumber dana pengusaha semua dari lembaga wallstreet ini, mau itu hedge fund, private equity fund, venture capital, dan puluhan produk walstreet
Beda dengan korea yang
membangun swasta kuat dengan
para chaebol nya....
lainya. Pasar uang ini (ala walstreet ini) berdiri ni Negara yang kuat swastanya, ada di jepang, ada di hongkong, ada di korea.
Indonesia masih system per-bank-an pendananya. Sulit Indonesia bergerak ekonominya jika hanya bank dan proyek pemerintah sebagai roda pemutar ekonominya. Indonesia harus jelas, mau bangun UKM tetapi disiapkan system pendanaannya hanya lewat bank. Ini berat ekonomi berputarnya karena system bank harus pakai jaminan.
Saya sangat ingin berkontribusi dalam bidang ekonomi ini tentunya saya punya “preference” berfikir dengan pengalaman saya dan kemampuan saya juga team support saya selama ini. saya ini sangat “heavy on private” sector.
Saya sangat pro UKM, sangat pro pengusaha, sangat pro wallstreet style.
Platform saya bertabrakan dengan rinso dan LBP. Yang “heavy on government” dan keuangannya hanya bank serta proyek pemerintah. Asli saya beda ( tetapi apalah saya yang sontoloyo dan banyak di nynyirin orang ini hahaha)
Inilah yang saya anggap beda. Bukan platform politik.saya bukan politikus dan saya juga bukan orang yang mencari jabatan.
Di politik bahkan lawan kuat pak jokowi seperti prabowo atau gatot nurmantyo tidak menjelaskan platform ekonominya. Bahkan setelah saya pelajari lebih jauh mereka (prabowo & gatot) Nggak punya platform ekonomi yang jelas. Jadi dapat di pastikan platform ekonomi saya tidak ada yang mengadopsi.
Saya sangat ingin berkontribusi dalam bidang ekonomi ini
tentunya saya punya “preference”
berfikir dengan pengalaman saya dan kemampuan saya juga
team support saya selama ini.
Makanya saya bersuara. Saya bukan lawan politik pak Jokowi. Saya ini
“lawan ekonominya” LBP dan Rinso.
Jadi bagi saya jelas, masih 2 tahun lagi rinso dan LBP mengatur ekonomi Negara saya khawatir pajak tidak akan tercapai untuk menutup APBN.
Investasi yang bergantung dnegan china tidak akan terpenuhi, dan growth pertumbuhan ekonomi bakal jebol di bawah 5% akhir tahun ini.
Sungguh kalau saya minta kesempatan, saya akan main beda dengan mereka (rinso LBP). Tapi saya mau buktikan satu dulu, bahwa ekonomi ala rinso dan LBP akan gagal.
Masalah growth pertumbuhan yang saat ini 5.01 dan rentan untuk di bawah 5% karena? Karena saya belum lihat solusinya oleh team ekonomi saat ini.
masalah GINI rasio, masalah pembiayaan, masalah keberpihakan ke UKM, masalah keberpihakan ke swasta, saya belum lihat. Masalah kesenjangan Indonesia timur dan barat, masalah kesenjangan antara pengusaha lama dan pengusaha baru.
Masalah ekspansi asing hampir di semua lini swasta di Indonesia belum terlihat solusinya.
Bagi saya karena platform rinso dan LBP tidak mencakup atau tidak akan bisa menjangkau. Maaf loh rinso atau LBP saya anggap tempe kalian kalau ternyata ramalan saya bener (nantang dan belagu bener ini sontoloyo)#peace