BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Analisis Hasil Penelitian dan Penguji Hipotesis
4.3.3 Uji Simultan (Uji F)
Uji F dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara bersama- sama pengaruh rasio profitabilitas, likuiditas, dan nilai pasar terhadap harga saham.
Dalam uji F ini, nilai yang digunakan adalah nilai F dan nilai Sig yang terdapat dalam tabel anova yang disajikan di bawah ini dalam tabel 4.7.
Adapun pedoman untuk mengambil keputusan yaitu dengan memakai nilai harga saham signifikansi, yaitu:
a. Jika signifikansi F > 0.05, berpengaruh terhadap Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Net Profit Margin yang tidak signifikan secara bersama-sama.
b. Jika signifikansi F < 0.05, berpengaruh terhadap Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Net Profit Margin yang signifikan secara bersama- sama.
Nilai F
tabelpada tingkat signifikansi 5% dan derajat bebas (df1 = k-1 = 3-1
= 2 dan df2 = n-k = 81-3 = 78) diperoleh angka 3,11. Adapun hasil dari analisis uji F dengan bantuan program IBM SPSS statistics 23 didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.7
Hasil Uji Simultan (Uji F)
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression .726 3 .242 19.000 .000
bResidual .968 76 .013
Total 1.694 79
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan tabel di atas berbentuk positif dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebihkecil dari 0,05 sehingga Ho diterima serta Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Net Profit Margin secara simultan atau bersama- sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan LQ45 pada Bursa Efek Indonesia.
4.3.4 Uji Parsial (Uji T)
Uji T untuk mengetahui apakah variabel bebas mempunyai pengaruh sendiri-sendiri atau secara parsial terhadap variabel terikat. Untuk menguji hipotesis menggunakan tabel coefficients yang akan disajikan dalam tabel 4.8.
Adapun pedoman dalam mengambil keputusan yaitu dengan memakai nilai harga saham signifikan, yaitu:
a. Jika signifikan T > 0.05, secara parsial berpengaruh terhadap Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Net Profit Margin yang tidak signifikan.
b. Jika signifikan T < 0.05, secara parsial berpengaruh terhadap Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Net Profit Margin yang signifikan.
Nilai T
tabelpada tingkat signifikansi 5% dan derajat bebas (df) = n-k= 81 – 3
= 78 di peroleh angka 1,66462. Adapun hasil dari analisis uji t dengan bantuan program IBM SPSS statistics 23 didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.8
Hasil Uji Persial (Uji t)
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) .498 .236 2.108 .038
DER -.146 .024 -.835 -6.136 .000
CR -.239 .033 -.976 -7.276 .000
NPM .020 .015 .121 1.357 .179
a. Dependent Variable: Harga Saham
Sumber: Lampiran 4
Dari tabel di atas dapat dilihat ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel terhadap variabel terikatnya, dapat dianalisis melalui uji T dengan ketentuan berikut:
a. Pengaruh Debt to Equity terhadap Harga Saham
Nilai standardized coefficients -0,835 berbentuk negatif yang berarti mempunyai pengaruh negatif dan nilai signifikansi yaitu 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 (5%) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan variabel Debt to Equity mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham.
b. Pengaruh Current Ratio terhadap Harga Saham
Nilai standardized coefficients -0,976 berbentuk negatif yang berarti mempunyai pengaruh negatif dan nilai signifikansi yaitu 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (5%) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan variabel Current Ratio mempunyai pengaruh negatif namun signifikan terhadap harga saham.
b. Pengaruh Net Profit Margin terhadap Harga Saham
Nilai standardized coefficients 0,121 berbentuk positif yang berarti
mempunyai pengaruh positif dan nilai signifikansi yaitu 0,179 yang berarti lebih
besar dari 0,05 (5%) sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Maka variabel Net
Profit Margin mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga
saham, hipotesis tidak terbukti.
4.3.5 Pembuktian Variabel Dominan
Dari hasil analisis dan pengujian dengan menggunakan program SPSS pada tabel 4.8, Current Ratio merupakan variabel yang dominan mempengaruhi Harga Saham.
Hal ini dapat dilihat dari nilai sig. sebesar 0,000 dimana bernilai lebih kecil dari nilai signifikansi yang sudah ditetapkan yaitu 0,05 dan juga dapat dilihat dari nilai β (beta) yang menunjukkan nilai paling besar daripada variabel yang lainnya yaitu -0,976 Current Ratio mempunyai pengaruh negatif namun signifikan terhadap harga saham. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang dominan mempengaruhi Harga Saham adalah variabel Current Ratio.
4.4 Pembahasan 4.4.1 Hipotesis Pertama
H
1= Bahwa Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Net Profit Margin secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap harga saham perusahaan LQ45 Pada Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan hasil perhitungan regresi berganda dengan menggunakan program SPSS, Variabel Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Net Profit Margin mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, nilai signifikansi yaitu 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (5%) dan nilai F sebesar 19.000 berbentuk positif. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Net Profit Margin secara simultan atau bersama-sama berpengaruh dan signifikan terhadap Harga Saham Perusahaan LQ45 Pada Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2018.
Hasil analisis pada perusahaan yang terdaftar pada indeks saham LQ45
menyatakan bahwa variabel independen secara bersama-sama berpengaruh dan
signifikan terhadap variabel dependen disebabkan perusahaan mampu mengelola equitas perusahaan dengan baik sehingga menghasilkan laba bersih, perusahaan mampu mengelolah hutangnya yang di jamin dengan modal sendiri dan perusahaan mempunyai para investor yang sudah cukup banyak yang dimana bersedia untuk membayar harga saham agar dapat menghasilkan laba yang tinggi, hal ini menunjukkan produktifitas perusahaan dalam menghasilkan laba bersih yang semakin baik. Sehingga jika ketiga variabel ini dikombinasikan maka akan dapat meningkatkan tingkat harga saham. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Net Profit Margin secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap harga saham perusahaan LQ45 Pada Bursa Efek Indonesia terbukti kebenarannya.
4.4.2 Hipotesis Kedua
H
2= Bahwa Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Net Profit Margin secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap harga saham perusahaan LQ45 Pada Bursa Efek Indonesia.
4.4.2.1 Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham
Berdasarkan Hasil Analisis Variabel Debt to Equity Ratio mempunyai
pengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham, nilai signifikansi yaitu
0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (5%) dan nilai 𝑡
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔sebesar -0,835
berbentuk negatif yang berarti mempunyai pengaruh negatif. Maka dapat diambil
kesimpulan jika variabel Variabel Debt to Equity Ratio mempunyai pengaruh
negatif dan signifikan terhadap Harga Saham.
Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Adolf Jelly Glen, Lombogia Chirike, dan Siti Dini pada tahun 2020 yang menyatakan bahwa variabel Debt to Equity Ratio secara parsial berpengaruh negative dan signifikan terhadap harga saham pada Perusahaan Otomotif Dan Komponen Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2013-2017. Debt to Equity Ratio (DER) merupakan perbandingan anatar total hutang yang dimiliki perusahaan dengan total ekuitasnya. Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur proporsi utang terhadap modal. Rasio ini berguna untuk mengetahui besarnya perbandingan antara jumlah dana yang disediakan oleh kreditor dengan jumlah dana yang berasal dari milik perusahaan (V. Wiratna Sujarwani (2017:111). Menurut Batubara (2017) Pengaruh Debt to Equity Ratio Terhadap Harga Saham Nilai Debt to equity ratio yang semakin tinggi tidak baik bagi perusahaan dikarenakan hutang tinggi akan mempengaruhi peningkatan suku bunga. Suku bunga yang tinggi akan menyebabkan menurunnya keuntungan dan harga saham, begitu pula sebaliknya apabila nilai Debt to equity ratio semakin rendah maka akan baik bagi keuntungan dan harga saham perusahaan. Artinya Debt to Equity Ratio mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham sejalan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa variabel Debt to Equity Ratio mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham.
Dengan demikian diambil kesimpulan jika variabel Debt to Equity Ratio
mempunyai pengaruh positif dan signifikan. Sehingga hipotesis yang menyatakan
bahwa Debt to Equity Ratio berpengaruh dan signifikan terhadap harga saham
perusahaan LQ45 pada Bursa Efek Indonesia terbukti kebenarannya.
4.4.2.2 Current Ratio terhadap Harga Saham
Berdasarkan hasil analisis data diketahui jika nilai signifikansi variabel Current Ratio yaitu 0,038 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (5%) dan nilai Standardized coefficents -0,001 berbentuk negatif yang berarti mempunyai pengaruh negatif.
Maka dapat diambil kesimpulan jika variabel Current Ratio mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham.
Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Enni Suryana, Indra Widjaja pada tahun 2019 yang menyatakan bahwa variabel Current Ratio secara parsial berpengaruh negative dan signifikan terhadap harga saham perusahaan konstruksi dan bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017.
Current Ratio Menurut V. Wiratna Sujarwani (2017:110-115) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.
Pengaruh Current Ratio Terhadap Harga Saham Menurut Nur’aidawati (2018) besarnya nilai Current Ratio akan berpengaruh bagi investor untuk menanamkan modalnya, karena current ratio yang tinggi dapat meningkatkan kenaikan harga saham pada suatu perusahaan. Semakin besar peningkatan Current Ratio maka akan meningkatkan harga saham, begitu pula permintaan akan saham semakin naik.
Sebaliknya apabila Current Ratio semakin kecil akan menyebabkan permintaan
akan saham tersebut menurun karena harga sahamnya cenderung menurun dan
dapat mengurangi kepercayaan investor.
Maka dapat diambil kesimpulan jika variabel Current Ratio mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa Current Ratio berpengaruh dan signifikan terhadap harga saham perusahaan LQ45 pada Bursa Efek Indonesia. terbukti kebenarannya.
4.4.2.3 Net Profit Margin terhadap Harga Saham
Berdasarkan hasil analisis data diketahui jika nilai signifikansi variabel Earning Per Share yaitu 0,179 yang berarti lebih besar dari 0,05 (5%) dan nilai Standardized coefficents 0,121 berbentuk positif yang berarti mempunyai pengaruh positif. Maka dapat diambil kesimpulan jika variabel Net Profit Margin mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham.
Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Raja Yulian Elandra, Tumpal Manik, dan Sri Ruwanti pada tahun 2018 yang menyatakan bahwa variabel Net Profit Margin berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2016.
Net Profit Margin merupakan salah satu rasio profitabilitas yang digunakan
untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dibandingkan dengan penjualan. Net
profit margin atau sering juga disebut dengan sales margin digunakan untuk
melihat berapa perbandingan laba yang bisa dihasilkan dengan penjualan yang
dimiliki perusahaan. (V. Wiratna Sujarwani 2017:111). Pengaruh Net Profit Margin
Terhadap Harga Saham menurut Amalya (2018) Net profit margin memiliki
pengaruh yang tinggi terhadap kenaikan harga saham, karena kinerja perusahaan
dapat dilihat berdasarkan hasil dari nilai Net profit margin-nya. Perusahaan yang
memiliki kinerja yang baik akan mendapatkan laba yang tinggi pula dan akan berdampak terhadap peningkatan harga saham. Hal ini akan menarik investor untuk berinvestasi karena harga pasar akan naik pada perusahaan tersebut.
Maka dapat diambil kesimpulan jika variabel Net Profit Margin mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa rasio Net Profit Margin berpengaruh dan signifikan terhadap harga saham perusahaan LQ45 pada Bursa Efek Indonesia tidak terbukti kebenarannya.
4.4.3 Hipotesis Ketiga
H
3= Bahwa Current Ratio berpengaruh dominan terhadap harga saham perusahaan LQ45 pada Bursa Efek Indonesia.
Dari hasil analisis dan pengujian dengan menggunakan program SPSS pada tabel 4.8, Current Ratio merupakan variabel yang dominan mempengaruhi Harga Saham. Hal ini dapat dilihat dari nilai sig. sebesar 0,000 dimana bernilai lebih kecil dari nilai signifikansi yang sudah ditetapkan yaitu 0,05 dan juga dapat dilihat dari nilai β (beta) yang menunjukkan nilai paling besar daripada variabel yang lainnya yaitu -0,976 Current Ratio mempunyai pengaruh negatif namun signifikan terhadap harga saham. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang dominan mempengaruhi Harga Saham adalah variabel Current Ratio.
Current Ratio Menurut V. Wiratna Sujarwani (2017:110-115) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.
Pengaruh Current Ratio Terhadap Harga Saham Menurut Nur’aidawati (2018)
besarnya nilai Current Ratio akan berpengaruh bagi investor untuk menanamkan modalnya, karena current ratio yang tinggi dapat meningkatkan kenaikan harga saham pada suatu perusahaan. Semakin besar peningkatan Current Ratio maka akan meningkatkan harga saham, begitu pula permintaan akan saham semakin naik Sebaliknya apabila Current Ratio semakin kecil akan menyebabkan permintaan akan saham tersebut menurun karena harga sahamnya cenderung menurun dan dapat mengurangi kepercayaan investor.
Maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel Current Ratio berpengaruh
dominan terhadap harga saham. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa
Current Ratio berpengaruh dominan terhadap harga saham perusahaan LQ45 pada
bursa efek Indonesia terbukti kebenarannya.
106 BAB V
SIMPULAN DAN SARAN 5.1.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan mengenai Pengaruh Debt to Equity Ratio, Current Ratio dan Net Profit Margin terhadap Harga Saham perusahaan LQ45 pada Bursa Efek Indonesia, maka dapat disimpulkan:
a. Uji hipotesis secara simultan diperoleh hasil bahwa f hitung sebesar 19.000 sedangkan f tabel sebesar 3,11 sehingga f hitung > f tabel sedangkan untuk taraf signifikanya adalah 0,000 > 0,05 sehingga sehingga dapat disimpulkan H o
diterima dan H a ditolak. Artinya variabel Debt to Equity Ratio, Current Ratio dan Net Profit Margin secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham perusahaan LQ45 pada Bursa Efek Indonesia.
b. Uji hipotesis secara parsial untuk variabel Debt to Equity Ratio diperoleh nilai
t hitung sebesar -6,136 sedangkan t tabel sebesar 1,66462 sehingga t hitung < t tabel
dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan H o ditolak dan H a diterima. Artinya variabel Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif namun signifikan terhadap Harga Saham perusahaan LQ45 pada Bursa Efek Indonesia. Hasil uji hipotesis secara parsial untuk variabel Current Ratio diperoleh nilai t hitung sebesar -7,276 sedangkan t tabel sebesar 1,66462 sehingga
t hitung < t tabel dengan dengan tingkat signifikan 0.000 < 0.05 sehingga dapat
disimpulkan H o ditolak dan H a diterima. Artinya variabel Current Ratio
c. berpengaruh negatif namun signifikan terhadap Harga Saham perusahaan LQ45 pada Bursa Efek Indonesia.
Hasil uji hipotesis secara parsial untuk variabel Net Profit Margin diperoleh nilai t hitung sebesar 1,357 sedangkan t tabel sebesar 1,66462 sehingga t hitung >
t tabel dengan taraf signifikan 0.179 > 0.05 sehingga dapat disimpulkan H o
diterima dan H a ditolak. Artinya variabel Net Profit Margin berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham perusahaan LQ45 pada Bursa Efek Indonesia.
d. Diantara ketiga variabel yaitu Debt to Equity Ratio, Current Ratio dan Net Profit Margin yang memiliki pengaruh dominan terhadap Harga Saham perusahaan LQ45 pada Bursa Efek Indonesia adalah variabel Current Ratio dengan koefisien beta sebesar -0,976 atau -97,6%.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disajikan maka selanjutnya peneliti menyampaikan beberapa saran yang kiranya dapat memberikan manfaat pada pihak-pihak yang terkait atas penelitian ini. Adapun saran-saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai berikut:
1. Bagi Peneliti
Menambahkan variabel independen atau faktor-faktor lain yang dapat
mempengaruhi Harga Saham seperti misalnya Market Value Added, Economic
Value Added dan lain-lain sehingga koefisien determinasi lebih mendekati 100%.
2. Bagi Perusahaan LQ45 Pada Bursa Efek Indonesia
Perusahaan harus berusaha agar tetap mempertahankan kinerja baik keuangannya agar tetap mampu bertahan pada Indeks LQ45.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Diharapkan peneliti selanjutnya menggunakan objek yang berbeda misalnya,
menambahkan sampel perusahaan agar data yang dihasilkan berbeda.
ix Diponegoro.
Hantono, S.E.,S.Pd.,M.Si. 2018. konsep analisa laporan keuanga dengan pendkatan rasio & SPSS. yogyakarta: grup penerbitan CV-budi utama.
Haswar GT . 2019. "pengaruh return on equity, debt to equity ratio dan earning per share terhadap harga saham perusahaan LQ45 pada bursa efek indonesia." . Hadi, Sutrisno. 2015. Statistika. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Husnan, Suad. (2015). Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. (Edisi 5).
Yogyakarta : UPPN STIM YKPN.
Kasmir, 2016, Analisa Laporan Keuangan. Jakarta : Raja Grafindo Persada
sujarweni, v. wiratna. 2017. manejemen keuangan. yogyakarta: pustaka baru pres.
Sugiyono, 2013, Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. (Bandung:
ALFABETA)
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.
Suryana, jenny, and Indra Widjaja. 2019. "pengaruh Current ratio (CR), Debt to equity ratio, ,Net profit margin (NPM) dan dan Earning per share (EPS) terhadap harga sahamperusahaan konstruksi dan bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode." JURNAL MANAJEMEN BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN.
Yulian Elandra, Raja, Tumpa Manik, and Sri Ruwanti. 2018. "Pengaruh Currento,
Return On Asset, Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin, dan Price EarningRatio
Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa." Raja
Yulian Elandra, Tumpal Manik, dan Sri Ruwanti 13.
RESEARCH AND DEVELOPMENT DIVISION • INDONESIA STOCK EXCHANGE 2
ADHI KARYA (PERSERO) TBK.
Company Profile
PT Adhi Karya (Persero) Tbk. was established June 3
rd, 1974. The company started with a name Architecten-en-Ingenicure Annemersbedrijf Associatie Selleen de Bruyn, Reyerse en de Vries N.V.
(Associatie N.V.), a Dutch company that was nationalized on 11 March 1960, then changed its name to PN Adhi Karya. In the journey of the company, the nationalization process became the momentum that initiated infrastructure development in Indonesia.
The company’s scope of businesses covers: Construction, Energy (Engineering, Procurement, and Construction/EPC), Property, Industry, and Investment.
The company took an active role in giving recommendation on Light Rail Transit (LRT), rail base mass transportation with the objective of reducing traffic level in Jakarta. The LRT project, the first of its kind in Indonesia, is constructed by PT Adhi Karya (Persero) Tbk. using the U-Shape Girder structure. For the first time in Indonesia, the U-Shape Girder is manufactured in the Precast Factory of PT Adhi Karya (Persero) Tbk. in Sentul.
In addition to the Construction and EPC businesses, the Company has operated and profited from the Property and Realty businesses through two subsidiary entities, namely Adhi Persada Properti (APP) and Adhi Persada Realti (APR).
Meanwhile, in the Realty business, we are adopting a strategy of not only developing landed houses, but also managing commercial areas (malls, lifestyle centers and shopping complexes) also with the aim of strengthening our recurring income. From the point of view of market demand, the need for precast concrete has grown significantly in support of major infrastructure projects.
At project sites, the company strives to constantly instill HSE awareness to every employee, through the implementation of following programs: Safety Induction, Safety Morning Talk, and Tool Box Meeting.
In 2016 the company received awards: The Best Strategic Program by Economic Review, Social Business Innovation Company by Warta Ekonomi, Best Mid-cap (ranked 3rd) by Finance Asia, The Best Innovation for Business Development in Construction Industry by Warta Ekonomi.
The Company’s head office is located at Jalan Raya Pasar Minggu Km.18, Jakarta. As of September 30
th, 2017, the Company and subsidiaries had 1,371 permanent employees.
Disclaimer:
The facts and opinions stated or expressed in this publication are for information purposes only and are not necessarily and must not be relied upon as being those of the publisher or of the institutions for which the contributing authors work. Although every care has been taken to ensure the accuracy of the information contained within the publication it should not be by any person relied upon as the basis for taking any action or making any decision. The Indonesia Stock Exchange cannot be held liable or otherwise responsible in anyway for any advice action taken or decision made on the basis of the facts and opinions stated or expressed or stated within this publication.
COMPANY HISTORY SHAREHOLDERS (January 2018)
Established Date : :
Listing Date : :
Underwriter IPO :
PT Ciptadana Sekuritas DIVIDEND ANNOUNCEMENT
Securities Administration Bureau : Cash Recording Payment
Dividend Cum Date Ex Date Date Date
Phone : (021) 350-8077 Fax : (021) 350-8078 BOARD OF COMMISSIONERS
Muhammad Fadjroel Rachman Bobby A.A. Nazief
Hironimus Hilapok *) Muchlis R. Luddin *) Rildo Ananda Anwar Wicipto Setiadi
*) Independent Commissioners
ISSUED HISTORY
BOARD OF DIRECTORS Listing Trading
Budi Harto Type of Listing Date Date
B.E.P. Adji Satmoko Budi Saddewa Soediro Haris Gunawan Pundjung Setya Brata V Partha Sarathi AUDIT COMMITTEE
Muchlis R. Luddin Mukti Wibowo Syaiful
CORPORATE SECRETARY Ki Syahgolang Permata HEAD OFFICE
Phone : (021) 797-5312 Fax : (021) 797-5311 Homepage : www.adhi.co.id Email : [email protected]
08-Aug-06 F
No. Shares
1. First Issue 397,188,000 18-Mar-04 18-Mar-04
Company Listing 918,680,000 18-Mar-04 18-Mar-04
10. Right Issue I 30,081,685 21-Oct-15 21-Oct-15 6.
4. 5.
1. 2. 3.
South Building Jl. Raya Pasar Minggu 18 Jakarta 12510
Bonus F/I
Year Shares
2003 12.30 07-Jul-04 08-Jul-04 12-Jul-04 23-Jul-04 F 2005 19.56 17-Jun-05 20-Jun-05 22-Jun-05 06-Jul-05
12.98 20-Jul-06 21-Jul-06 25-Jul-06 Republic of Indonesia
Public (<5%) 1,816,046,624
1,744,802,752 49.00% 11-Mar-1960
18-Mar-2004
2. 5.
3.
1. 51.00%
6.
2.
Jl. Hayam Wuruk No.28
3. 4.
1.
2.
32.35 04-Jul-11 05-Jul-11 07-Jul-11 20-Jul-11 F 2011 30.33 05-Jun-12 06-Jun-12 08-Jun-12 22-Jun-12 F PT Datindo Entrycom
Galca Building 2nd Floor, Datindo Entrycom
1. 2.
2006 10.61 17-Jul-07 18-Jul-07 20-Jul-07 03-Aug-07 F
2008 11.51
2010 2005
02-Jul-09 03-Jul-09 07-Jul-09 22-Jul-09 F 2009 28.26 30-Jun-10 01-Jul-10 05-Jul-10 19-Jul-10 F
2014 35.98 27-Mar-15 30-Mar-15 01-Apr-15 22-Apr-15 I 2015 26.23 15-Apr-16 18-Apr-16 20-Apr-16 12-May-16 F 2012 23.49 13-May-13 14-May-13 16-May-13 29-May-13 F 2013 67.61 04-Apr-14 07-Apr-14 10-Apr-14 25-Apr-14 F
4. Employee Stock Allocation (ESA) 44,132,000 18-Mar-04 26-Jun-04 5. Right Issue I 897,366,624 09-Oct-15 09-Oct-15 3. Employee Management Buy Out (EMBO) 441,320,000
16-Oct-15 9. Right Issue I 169,499,395 19-Oct-15 19-Oct-15 6. Right Issue I 259,180,948 13-Oct-15 13-Oct-15 7. Right Issue I 90,316,424 15-Oct-15 15-Oct-15 8. Right Issue I 313,084,300 16-Oct-15
18-Mar-04 03-Jul-06
133 | 7.94T | 0.11% | 90.01% 52 | 10.0T | 0.53% | 73.40%