BAB III METODE PENELITIAN
3.6 Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
4.1.7 Nilai Budaya
Terdapat sebuah data tentang nilai budaya yang terdapat dalam Novel Tanah Surga Merah. Nilai budaya merupakan nilai yang ada dan berkembang di dalam masyarakat. Nilai budaya sangat berpengaruh dan dijadikan pedoman atau rujukan bagi suatu kelompok masyarakat tertentu.
“Aku mohon Teungku bersedia datang peusijuk, demi keberkatan dan keselamatan.” (Arafat Nur: 2017 : 282).
Kutipan di atas mencerminkan nilai budaya, nilai budaya yang terlihat dari kutipan tersebut adalah kegiatan peusijuk. Peusijuk adalah sebuah adat atau budaya masyarakat Aceh yang masih dipraktikkan hingga saat ini. Tradisi ini
biasanya dilakukan untuk memohon keselamatan, ketentraman, dan kebahagiaan dalam kehidupan.
4.2 Relavansi Nilai-Nilai yang Terdapat dalam Novel Tanah Surga Merah dengan Pembelajaran Sastra di SMA
Wujud nilai-nilai yang telah ditemukan terdapat relavansi terhadap pembelajaran sastra di SMA. Adapun penerapan nilai-nilai tersebut diuraikan berdasarkan novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Pembelajaran sastra adalah suatu proses interaksi antara guru dan murid tentang sastra. Dalam interaksi tersebut terjadi proses yang memungkinkan terjadinya pengenalan, pemahaman, dan penghayatan. Sebagaimana terdapat dalam silabus berikut ini:
Tabel. 2 Silabus pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA mengenai pembelajaran sastra
Kompetensi Dasar
Materi pembel ajaran
Kegiatan pembelajaran
Indikator Penilaian Sumber belajar 3.9
Menyebutkan butir-butir penting dari dua buku non fiksi dan satu novel yang dibacakan nilai-nilai dan
kebahasaan cerita rakyat dan cerpen
Iktisar Laporan hasil membaca buku
* Melaporkan isi buku yang dibaca
*
Mempresen- tasikan,meng omentari, dan merevisi iktisar yang dilaporkan.
3.9.2 mengungka pkan butir- butir
penting dari satu novel yang dibaca.
Tes tertulis (uraian), penugasan (lembar kerja)
Suherli, dkk.
2017.
Buku siswa Bahasa Indonesi a Kelas X Revisi Tahun 2018.
Jakarta:
Pusat Kurikulu m dan Perbukua n,
Kemendi kbud.
(Suryawan: 2020)
Berdasarkan silabus diatas, dapat diketahui bahwa pada pembelajaran sastra di SMA terdapat materi menyebutkan nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah novel. Bahasa dalam novel sangatlah bagus yang dapat menarik hati pembacanya. Dengan membaca novel, maka akan menambah wawasan bagi mereka. Dengan menyebutkan nilai-nilai dalam sebuah novel adalah hal yang sangat bagus karena dengan menyebutkan nilai-nilai dalam novel, mereka tidak hanya belajar tentang gaya Bahasa dalam novel tersebut, akan tetapi mereka juga mendapatkan berbagai nilai didalam novel dan sangat berguna bagi kehidupan mereka. Salah satunya dengan menyebutkan nilai-nilai yang terkandung dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Dalam novel tersebut terkandung banyak nilai yaitu nilai Agama, nilai moral, nilai sosial, nilai pendidikan, nilai politik, nilai ekonomi, dan nilai budaya tersebut dapat menjadi suatu pelajaran yang dapat diambil hikmahnya dan dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari- hari khususnya untuk anak-anak SMA.
Masa-masa anak ketika SMA adalah masa dimana mereka menuju kedewasaan dan semakin bertambah tanggung jawabnya. Khususnya kepada anak laki-laki yang pastinya akan berhadapan dengan pahitnya permasalahan di kehidupan sehari-hari. Karena mereka tidak harus terus berharap kepada kedua orangtuanya. Oleh karena itu, novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur ini, sangatlah tepat dan sangat relevan dengan pembelajaran sastra di SMA. Dalam novel Tanah Surga Merah, gaya bahasa yang digunakan cukup bagus. Selain mereka belajar tentang gaya Bahasa dalam novel tersebut, mereka juga mendapatkan berbagai nilai sosial, nilai agama, nilai moral dan pendidikan yang
mana dengan mereka mempelajari dan memahami novel Tanah Surga merah karya Arafat Nur, akan menambah wawasan dan pengalaman bagi mereka dalam mengahadapi kehidupan sehari-harinya.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur, menceritakan perjuangan seorang pemuda dalam kekejaman partai aceh pada zaman dahulu. Pada hari Minggu, 9 Februari 2014 tepat ketika dua bulan lagi hendak dilaksanakannya pemilihan umum, disepanjang terminal banyak sekali terpasang bendera partai merah. Murad adalah salah satu pejuang kemerdekaan diantara tiga ratus lebih pejuang yang ditakuti dan disegani banyak orang. Ketika masa kampanye, partai merah memberi sumpah kepada orang-orang yang mengikuti partai merah untuk memenangkan partai tersebut.
Pada suatu hari salah satu anggota dari partai merah tersebut memperkosa seorang wanita. Namun kejadian tersebut diketahui oleh Murad, ia langsung membunuh anggota partai merah tersebut. Kabar tersebut pun menyebar sampai masuk ke surat kabar. Anggota partai merah pun mengancam para wartawan untuk membalikkan fakta tersebut. Mereka tidak ingin terbongkar kejahatan yang telah dilakukan. Mereka ingin memberi tahu ke semua orang bahwa Murad adalah seorang buronan yang telah membunuh anggota partai merah. Anggota partai merah bisa membuat semena-mena karena merekalah yang sedang berkuasa.
Murad pun terkenal sebagai penjahat buronan yang telah membunuh anggota partai merah dan juga di cari-cari oleh polisi.
Sehingga murad tinggal dirumah temannya yaitu dirumah Abduh.
penyamaran Murad pun diketahui, kawannya langsung membawa lari Murad ke sebuah kampung yaitu kampung Klek-klok untuk sementara. Disana Murad
menyamar menjadi seorang tengku dengan nama Tgk. Ghafar Sabi. Ia mengajarkan tentang ilmu pengetahuan dan agama kepada masyarakat kampung tersebut yang masih banyak belum bisa membaca, belum tahu cara shalat. Setelah beberapa bulan berlalu, ia berjumpa dan berkenalan dengan seorang wanita cantik dan anggun. Ternyata wanita tersebut adalah keponakan kawannya yang ditugaskan untuk menjaganya dalam perjalanan. Hari demi hari berlalu, penyamaran Murad sebagai Tgk. Ghafur Sabi pun diketahui oleh anggota partai merah. Akhirnya wanita tersebut dan murad melarikan diri ke sebuah kampung yang lebih terpencil lagi. Sesampainya disana merekapun istirahat di atas gunung dan saling menceritakan pengalaman hidup masing-masing.
Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa wujud nilai-nilai yang terdapat dalam novel tersebut meliputi : nilai pendidikan, nilai agama, nilai moral nilai sosial, nilai politik, nilai ekonomi, dan nilai budaya. Dapat disimpulkan bahwa dalam novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur paling banyak mengandung nilai pendidikan yang dikarenakan pengarang ingin memberikan motivasi akan pentingnya menuntut ilmu. Selain itu, novel ini juga banyak mengandung nilai agama, moral, sosial, budaya, politik dan ekonomi yang dikarenakan pengarang ingin memberikan pesan bagi semua pembaca untuk bersikap yang baik, bergaul dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur ini, sangatlah tepat dan sangat relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA. Masa-masa anak ketika SMA adalah masa dimana mereka masih awal menuju kedewasaan dan semakin bertambah tanggung jawabnya dan akan berhadapan dengan pahitnya permasalahan dikehidupan
sehari-hari. Karena mereka tidak harus terus berharap kepada kedua orangtuanya.
Dalam novel Tanah Surga Merah, gaya bahasa yang digunakan sangat bagus.
Jadi, pada pembelajaran sastra, selain mereka bisa belajar tentang gaya bahasa dalam novel tersebut, mereka juga mendapatkan berbagai nilai sosial, nilai agama, nilai budaya, nilai moral dan pendidikan,nilai politik, nilai ekonomi, yang mana dengan mereka mempelajari dan memahami novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur, yang akan menambah wawasan dan pengalaman bagi mereka dalam mengahadapi kehidupan sehari-harinya.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil analisis data dan simpulan yang terhadap dalam novel Tanah Surga Merahini penulis mengemukakan beberapa uraian sebagai berikut:
1. Saran bagi penulis novel, hendaknya teruslah menulis karya-karya hebat yang mampu menggugah generasi muda untuk ikut serta berkarya.
Membuat novel yang banyak terkandung nilai-nilai sehingga mampu memotivasi bangsa menjadi lebih bekerja keras, pantang menyerah, dan bersyukur.
2. Bagi lembaga pendidikan, hendaknya penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan pembelajaran sastra dan untuk para pengajar sastra, untuk dapat menerangkan gambaran tentang berbagai macam nilai luhur didalam suatu karya sastra supaya dapat dijadikan teladan dalam dunia pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan untuk meningkatkan penggunaan karya sastra sebagai bahan pembelajaran sebagai upaya peningkatan budaya literasi siswa. Dengan kata lain, banyak hal yang diperoleh siswa melalui pembelajaran dengan karya sastra.
3. Bagi ilmu pengetahuan, hendaknya penelitian ini dapat dijadikan suatu bacaan alternatif untuk menambah wawasan dan motivasi dalam mengapresiasi sastra yang termasuk dalam suatu karya yang sarat dengan nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan teladan dapat dijadikan contoh teladan dalam terapan kehidupan sesungguhnya.
4. Bagi peneliti selanjutnya, Masih banyak hal menarik yang dapat diteliti dari novel ini untuk dijadikan bahan penelitian. Peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya dapat mengkaji dari segi analisis tokoh.
65 Fakultas Ilmu Budaya : Manado.
Arifin, Zaenal. (2019). Nilai Pendidikan Dan Moral Dalam Novel “Dendam” Si Yatim-Piatu Karya Sintha Rosse.Jurnal Pujangga. Vol 5, No1.
Arjuna, Wira. (2017). Welcome Rich Agent ( cara berpikir dan bekerja agen kaya yang tidak dilakukan agen miskin ). Jakarta PT Alex Media Komputintudo.
Astuti, Jumiati. (2020). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi Relevansinya dengan Pendidikan Islam.
Skripsi. IAIN Salatiga : Salatiga.
Aziz, Anwar. (2012). Analisis Nilai-Nilai Pendidikan dalam Novel Negeri 5 Menara Karya A. Fuadi. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta : Yogyakarta.
Guzman, Kurniawan Candra, dan Nina Oktarina. (2018). Strategi Komunikasi Eksternal Untuk Menunjang Citra Lembaga. Jurnal Universitas Negeri Semarang. p-ISSN 2252-6544, e-ISSN 2502-356X. diakses di http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj
Hasniyati. (2018). Eksistensi Tokoh Ayah Dalam Novel Ayah Karya Andrea Hiratan Dan Novel Ayahku (Bukan) Pembohong Karya Tere Liye. Jurnal Master Bahasa. Vol 6, No 3.
Lubis, Fheti Wulandari. (2020). Analisis Andrologi Pada Novel Amelia Karya Tere-Liye. Jurnal Serunai Bahasa Indonesia. Vol 17, No 1, e-ISSN 2621- 5616
Mirzaqon, Abdi. (2019). Studi Keperpustakaan Mengenai Landasan Teori dan Praktik Konseling Exprensive Writing. Jurnal. diakses di jurnalmahasiswa.unesa.ac.id
Muliadi, Gamal. (2019). Prosa, pengertian, unsur, jenis dan penjelasan lengkap.
Diakses dihttps://serupa.id/prosa/
Nur, Arafat. (2017).Tanah Surga Merah. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Pratama, Deri Rachmad & Sarwiji Suwandi. (2018). Nilai Agama dan Budaya dalam Perspektif Intertekstual.Yogyakarta : Textium.
Rusdi, Ahmad. ( 2019 ).Nilai-nilai sosial tinjauan dari sebuah novel. Lampung:
CV IQRO
66
Sugiono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta
Suhar, Muhammad,dkk. (2019).Analisis Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur : Sebuah Kajian Hemogoni Gramsci. Jurnal Ilmu Budaya. Vol. 3, No.4, e-ISSN 2549-7715.
Suhardi, Riauwati. (2017). Analisis Nilai-Nilai Budaya (Melayu) Dalam Sastra Lisan. Jurnal. P-ISSN1829 9342; E-ISSN 2549 3183. Diakses di http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/lingua
Suryawan, Heri. (2020). Silabus Bahasa Indonesia SMA Kelas 10 Semester 1.
Diakses dihttp://kherysuryawan.blogspot.com
Yunianingsih, Yuyun. (2018). Nilai Sosial dan Nilai Moral yang Terkandung dalam Novel Rindu Karya Tere Liye. Jurnal Diksatrasia. Vol. 2, No. 2
dimakan ?”tanya Husna, Istri Abduh, yang muncul dari dapur bersama Kisti anak lelakinya. “ Ya, sebaiknya kita makan dulu, ajak Abduhtersadar. “ Sebelumnasinya betul-betuldingin .”[ Data 1 : 32 ]
nilai sosial, nilai sosial yang terlihat adalah memuliakan tamu. Tamu adalah orang yang berkunjung atau mengunjungi. Maka sudah sepantasnya bagi tuan rumah untuk menghormati tamu.
Memuliakan tamu adalah satu sikap sosial yang baik.
2 “Kalau ada apa-apa, hubungi nomor ini. Kau bisa minta bantuan kepada siapapun untuk
mengirimkan pesan singkat
kepadaku, ujarnya ”.[ Data 2 : 42 ]
Sosial Kutipan ini mencerminkan nilai sosial, nilai sosial yang terlihat adalah saling
membantu sesama. Sesama manusia memang diciptakan saling membutuhkan satu sama lain. Oleh sebab itu tidak layak apabila kita berlaku sombong dan merasa hebat karena sehebat-hebatnya manusia tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
52
3 “Aku tak enakhati: sudah kau tanggung makan dan tumpangan, kau beri pulakuang ”.
[ Data 3 : 112 ]
Sosial Kutipan ini mencerminkan nilai sosial, nilai sosial yang terlihat adalah memuliakan tamu. Memuliakan tamu adalah suatu sikap yang harus dilakukan tuan rumah karena kita sebagai makhluk sosial. Cara memuliakan tamu sangat beragam, baik itu memberikan minuman, makanan, bersikap ramah, dan lain-lain.
53
4 “Perempuan itu segera ke dapur,lalu kembali dan
menyodorkan secangkir air putih padaku, dan langung aku
meneguknya sampai habis, lalu merebahkan diriku lagi ”.
Sosial Kutipan ini mencerminkan nilai sosial, nilai sosial yang terlihat adalah saling
menyayangi. Sebagai makhluk sosial, kita memamng harus saling
53
kita lihat dari kutipan tersebut seorang yang sakit yang disodorkan secangkir air putih oleh orang yang sehat.
5 “Bersabarlah. Tidak jauh lagi …”
ucapnya memperhatikanku sesaat yng mengalihkan pegangan pada tempat duduk depan ketika dia turun mendorong benda ini, tampa mempedulikan tenaganya yang begitu banyak terkuras . [ Data 5 : 167 ]
Sosial Kutipan ini mencerminkan nilai sosial, nilai sosial yang terlihat adalah menolong tanpa pamrih. Kita sebagai makhluk sosial sangat dianjurkan untuk menolong sesama. Dan apabila kita menolong orang yang membutuhkan pertolongan kita, janganlah mengharap imbalan apapun darinya, tolonglah dengan hati yang lapang. Dari kutipan tersebut tanpak seseorang yang membantu orang lain
dengan hati yang tulus. Oleh karena itu, sikap tersebut sangat patut untuk diteladani.
54
6 “Belilah papan, atap, paku, dan segala dan segala keperluan lainnya dengan uang itu, lalu perbaikilah lantai dan atap masjid.
Kalian harus malu kepada diri kalian karena menelantarkan rumahtuhan”.[ Data 6 : 263 ]
Sosial Kutipan ini mencerminkan nilai sosial, nilai sosial yang terlihat adalah saling
mengumpulkan dana untuk kepentingan umum.
Kepentingan umum adalah kepentingan kita bersama.
Sudah sepantasnya manusia sebagai makhluk sosial untuk bekerja sama demi kepentingan bersama.
53
7 “Akubersyukur Tuhan masih memberiku umurpanjang”.
[ Data 7 : 8 ]
Agama Kutipan ini mencerminkan nilai agama, nilai agama terlihat bahwa bentuk rasa syukur kepada tuhan yang maha esa. Ini merupakan sikap tunduk dan taat
45
dan ketentraman yang hakiki. Pada kutipan diatas adalah sosok yang dapat kita tiru dan mengambil hikmah ketidak angkuhan dan menghormati manusia lain. Marilah kita menjadi salah satu dari orang-orang yang selalu bersyukur.
Jangan pernah mengeluh, hadapi semuanya dengan penuh kesyukuran kepada tuhan yang maha esa.
8 “Didekat situ ada sebuah masjid berhalaman luas yang sepi tanpa seorang manusia pun. Sejenak aku termenung memandang bangunan berkubah dan berlantai marmer itu, tempat beberapa orang taat agama masih mendirikan shalat jamaah.
Perasaanku jadi tidak menentu begitu menyadari entah berapa tahun sudah aku tidak tidak lagi sujud menyentuh lantai masjid.”.[
Data 8 : 20 ]
Agama Kutipan ini mencerminkan nilai agama, nilai agama terlihat bahwa beberapa orang yang taat agama sedang melakukan salat fardhu secara berjamaah.
Kita sebagai umat yang taat harus mengerjakan segala perintah dari sang pencipta salah satunya yaitu
mendirikan salat fardhu lima waktu dalam sehari. Salat secara berjamaah lebih besar pahalanya daripada salat sendirian. Namun
sebaliknya ada seseorang yang sadar bahwa dirinya sudah lama meninggalkan salat tetapi tidak mau melaksanakan salat. Salat dalam agama islam merupakan tiang agama, mengerjakan salat lima waktu merupakan kewajiban bagi seluruh umat islam.
Dan bagi yang meninggalkan akan
45
tidak boleh dicontoh.
9 “Seusai mendirikan magrib, aku bangkit melipat sajadah, sambil terus memikirkan Tuhan; danuntuk pertamakalinya aku mulai
mengerjakan shalat setelah begitu lama akutinggalkan”
[ Data 9 : 29 ]
Agama Kutipan ini mencerminkan nilai agama, nilai agama terlihat adalah bertaubat kepada sang pencipta.
Taubat yang sesungguhnya adalah menyesali yang sudah terjadi dan benar- benar ingin berubah menjadi lebih baik dan tidak
mengulanginya kembali.
Salat merupakan salah satu dari rukun islam dan harus dilaksanakan oleh umat yang beragama islam. Bagi siapa yang meninggalkannya maka akan menanggung dosa dari setiap salat yang ditinggalkan selama hidupnya.
46
10 “Kemudian, karena mendengar azan magrib berkumandang dari masjid, kamipun masuk kerumah.
Aku mendirikan shalat dalam bilik.”.[ Data 10 : 74 ]
Agama Kutipan ini mencerminkan nilai agama, terlihat bahwa seseorang yang sangat menjaga waktu salatnya. Ia lebih mendahulukan salat daripada pekerjaan- pekerjaan lainnya. Azan berkumandang adalah suatu bentuk seruan bagi umat islam untuk menghadap kepada tuhan yang maha esa untuk melaksanakan
perintahnya. Maka penuhilah seruan tersebut dengan menyegerakannya dan menunda pekerjaan yang lain.
47
11 “Semua orang islam memang harus shalat.”.
Agama Kutipan ini juga
mencerminkan nilai agama.
47
diperintahkan untuk umat islam. Dalam keadaan sakit sekalipun harus
mengerjakan salat. Begitu wajibnya kita mendirikan salat fardhu tersebut.
12 “Aku tidak mendirikan magrib karena mukaku yang penuh olesan salep tidak bisa kucuci, dan aku sedang tidak ingin tayammum.
Lagi pula, sepertinya selama ini aku hanya mengerjakan shalat pada waktu magrib, seolah-olah kewajiban shalatku hanya satu waktu dalamsehari.”.
[ Data 12 : 107 ]
Agama Kutipan ini mencerminkan nilai agama. Dari kutipan tersebut terlihat bahwa seseorang yang malas malakukan salat. belum terlintas dihatinya bahwa salat itu dapat menenangkan jiwa kita. Orang yang salat akan merasakan begitu dekat dengan sang pencipta dan akan dimudahkan segala urusan kita. Namun lain halnya dengan yang ada di kutipan tersebut, dia menyepelekan salat yang diwajibkan atasnya. Ia hanya melaksanakan salat satu waktu dalam sehari, itupun kalau ada ia laksanakan. ia bahkan memiliki banyak alasan untuk tidak salat. dan tidak merasa malu sama sekali kapada sang pencipta.
Sosok tersebut tidak patut untuk ditiru karena perbuatan tersebut adalah salah satu perbuatan yang tidak baik.
47
13 “Malam itu kami cuma tertidur sebentar. Selesai mengerjakan subuh, selagi siap-siap hendak berangkat, kukatakan pada Abduh bahwa aku harus meminjam novelnya yang belum tuntas kubaca.”.
Agama Kutipan ini mencerminkan nilai agama, terlihat bahwa seseorang tidak lupa melakukan salat subuh selepas bangun tidur.
Kemudian baru melakukan pekerjaan yang lain. Ia
48
sesuatu pada waktunya dan memperbanyak melakukan hal-hal yang baik. Salat merupakan suatu amalan yang apabila ditinggalkan, sungguh sangatlah rugi.
14 “Tampaknya mereka tidak
membutuhkan sumur untuk cebok, sebagaimana kelakuan sejumlah pemberontak dulu kala berada di hutan yang merasa tidak perlu membasuhkelaminnya.”
[ Data 14 : 149 ].
Agama Kutipan ini mencerminkan nilai agama, nilai agama yang terlihat dari kutipan tersebut adalah tentang mengabaikan akan
kebersihan yaitu orang yang tidak membersihkan dirinya setelah buang air besar.
Agama mengajarkan kita tentang pentingnya
kebersihan. Bahkan ada kata mutiara yaitu, “kebersihan adalah sebagian dari iman”
maka kebersihan itu sangatlah penting apalagi kebersihan diri. Orang yang tidak menjaga kebersihan dirinya, maka ibadahnya juga tidak sah. Oleh karena itu, kutipan diatas sangat tidak baik untuk dijadikan teladan bagi kita.
49
15 “Sebelum hari siang benar, Usman sudah kembali, membersihkan dirinya, dan cepat-cepat berkemas- kemas berangkat ke masjid
menunaikan shalat jumat.”.
[ Data 15 : 175 ]
Agama Kutipan ini mencerminkan nilai agama. Nilai agama yang terlihat dari kutipan tersebut adalah
membersihkan diri sebelum salat jumat. Menyucikan diri sebelum ibada adalah salah satu syarat dari sahnya suatu ibadah. Apabila badan kita kotor, maka ibadah tidak sah. Sebagai umat islam, sebelum beribadah harus suci dan bersih terlebih
49
mengikuti ujian pegawai dan diangkatmenjadi guru sejarah”.
[ Data 16 : 33 ]
kutipan tersebut adalah seseorang yang rajin membaca buku, pengetahuannya akan
semakin bertambah sehingga menjadi orang sukses.
Membaca buku sangatlah banyak manfaatnya. Selain bisa mengisi kekosongan, membaca buku juga menambah ilmu bagi kita.
Sebaliknya apabila kita malas membaca buku, kita akan menjadi orang bodoh yang miskin ilmu
pengetahuan.
17 “Tak ada satupun siswaku yang suka membaca buku. Mereka semua benar-benar membenci buku.”
[ Data 17 : 36 ]
Pendidikan Kutipan ini mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang terlihat dari kutipan tersebut adalah tidak menyukai membaca.
Memang benar, membaca adalah hal yang
membosankan bagi sebagian orang. Akan tetapi hal itu tidak berlaku bagi orang yang benar-benar ingin menuntut ilmu karena orang yang benar-benar ingin menuntut ilmu akan melawan bosan tersebut sampai membuat ia
ketagihan dalam membaca.
42
18 “Pengetahuan hanya bisa didapat dengan cara belajar atau
membaca. Tidak ada cara lain, hanya dengan membaca ulangnya lagi. Tidak ada seorang pun manusia di dunia ini yang bisa menjadi pandai seketika tanpa
Pendidikan Kutipan ini mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang terlihat dari kutipan tersebut adalah belajar dan membaca adalah pintu kesuksesan. Tanpa belajar dan membaca maka
42
langsung menjadi pandai seketika. Pandai itu butuh usaha.
19 “Sampai kapanpun Aceh tidak akan maju. Catat itu. Bahkan seribu tahun lagi. Orang-orangnya akan semakin bodoh dan dijajah karena mereka tidak menyukai ilmu pengetahuan dan lebih tertarik pada ilmusihir ”[ Data 19 : 38 ]
Pendidikan Kutipan ini mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang terlihat dari kutipan tersebut adalah orang bodoh yang lebih menyukai sihir daripada ilmu pengetahuan.
Membangun sebuah Negara haruslah dengan ilmu pengetahuan. Jika tidak, maka akan dijajah oleh Negara lain. Begitu pentingnya ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan akan menuntun kita jalan yang baik, akan memunculkan ide-ide kreatif, dan sistem dalam subuah Negara pun tidak semena-mena akan tetapi berjalan dengan teratur dan disiplin.
43
20 “Dia tidak pernah sekolah, tidak membaca buku dan Koran, jadi sulit menjelaskannya. Dia tidak tahu soal penembakan yang kulakukan pada jumadil, dan tidak pernah tahu apa yang terjadi padaku. Jadi seolah-olah aku lelaki yang hidupnya wajarsaja.”
[ Data 20 : 173 ]
Pendidikan Kutipan ini mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang terlihat dari kutipan tersebut adalah membaca dapat memperluas pengetahuan. Dengan banyak membaca maka kita akan mengetahui terhadap apa yang terjadi diberbagai belahan dunia sekalipun dan tidak akan ketinggalan informasi. Apabila malas membaca, maka resikonya tidak akan pernah
43