PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam novel Tanah Langit Merah dan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan atau pengembangan lebih lanjut, serta sebagai referensi untuk penelitian sastra selanjutnya.
LANDASAN TEORI
Prosa
- Jenis-Jenis Prosa
- Fungsi Sastra Terhadap Pembelajaran
- Hakikat Novel
- Ciri-Ciri Novel
- Macam-Macam Novel
- Unsur Pembangun Novel
- Fungsi Karya Sastra Novel
- Nilai-Nilai
Oleh karena itu, penulis ingin menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam novel Tanah Langit Merah dan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA. Sedangkan dalam penelitian ini, analisis nilai-nilai yang terkandung dalam novel Tanah Langit Merah. Dari beberapa penggalan cerita tersebut, penulis tertarik untuk menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam novel Tanah Langit Merah karya Arafat Nur dan relevansinya untuk pembelajaran sastra di SMA.
Sejalan dengan tujuan penelitian untuk mengungkap nilai-nilai dalam novel Tanah Langit Merah. Rabu, 10 Juni 2020 Baca teks sastra novel Tanah Langit Merah dan pahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hal ini sejalan dengan permasalahan yang dikaji yaitu menganalisis nilai-nilai dalam novel Tanah Langit Merah dan relevansinya dengan pembelajaran sastra.
Hal ini kami lakukan dengan menganalisis berbagai kajian sastra guna memperoleh gambaran tentang nilai-nilai yang terkandung dalam novel Tanah Langit Merah dan relevansinya dengan pembelajaran sastra sekolah menengah. Berdasarkan rumusan masalah, hasil penelitian meliputi nilai-nilai dan penggunaan unsur-unsur fiksi yang digunakan sebagai sarana pengungkapan nilai-nilai yang terkandung dalam novel Tanah Surga Merah dan pentingnya pembelajaran sastra di SMA. Kutipan di atas mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan terlihat dari kutipan tersebut bahwa dia tidak suka membaca.
Kutipan di atas menunjukkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang ditunjukkan kutipan tersebut adalah membaca dapat memperluas pengetahuan. Kutipan di atas mengungkapkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang ditunjukkan oleh kutipan tersebut adalah orang yang tidak mau belajar dan bersekolah. Kutipan di atas menunjukkan suatu nilai moral, nilai moral yang muncul dari kutipan tersebut adalah pemerkosaan.
Kutipan diatas mencerminkan nilai moral, nilai moral yang dapat dilihat dari kutipan tersebut adalah pentingnya adab. Kutipan di atas mencerminkan nilai budaya, nilai budaya yang terlihat dari kutipan tersebut adalah kegiatan peusijuk. Salah satunya adalah penyebutan nilai-nilai dalam novel Tanah Langit Merah karya Arafat Nur.
Pendidikan Kutipan ini mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang terlihat dari kutipan tersebut tidak terasa seperti membaca. Moral Kutipan ini mencerminkan sebuah nilai moral, nilai moral yang terlihat dari kutipan tersebut adalah perkosaan.
Penelitian yang Relavan
Kerangka Berpikir
METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Sumber Data
Teknik membaca adalah dengan membaca setiap halaman novel Tanah Langit Merah dengan seksama dan penuh pengertian. Teknik klasifikasi mengelompokkan jenis data nilai yang terdapat dalam novel Tanah Langit Merah berdasarkan aspek analisisnya.
Teknik Pengumpulan Data
Menurut (Sugiono: 2017), dokumen adalah cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi berupa buku, arsip, dokumen, rekaman angka dan gambar dalam bentuk laporan dan informasi yang dapat mendukung penelitian. Teknik ini digunakan untuk memperoleh bahan dan informasi terkait penelitian dengan cara mendeskripsikan nilai-nilai dalam novel berjudul Tanah Langit Merah karya Arafat Nur.
Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan reduksi data dari penjabaran nilai-nilai yang terkandung dalam novel Tanah Langit Merah dan kepentingannya terhadap pembelajaran sastra di SMA dengan cara memilah, mengarahkan dan mereduksi data-data yang menurut mereka tidak diperlukan. Dalam hal ini, Mileas dan Huberman menyatakan bahwa “bentuk penyajian data yang paling umum untuk data penelitian kualitatif di masa lalu adalah teks naratif” (Sugiono: 2017). Paling sering, teks naratif digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif.
Dimana tujuan penyajian data adalah untuk memudahkan peneliti melihat gambaran keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari penelitian. Penyajian data dalam penelitian ini dengan mendeskripsikan nilai-nilai novel Tanah Langit Merah dan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA, yang dituangkan dalam bentuk deskripsi dengan teks naratif dan didukung dokumen, serta foto dan sejenisnya. gambar-gambar. Semua data yang diperoleh akan dibahas melalui metode deskriptif kualitatif, karena metode ini akan dapat menggambarkan semua hasil penelitian yang diperoleh dan dideskripsikan (dideskripsikan) dalam bentuk tulisan dan karya ilmiah.
Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
- Nilai Sosial
- Nilai Politik
- Nilai Ekonomi
- Nilai Budaya
Kutipan di atas mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang terlihat dari kutipan tersebut adalah seseorang yang rajin membaca buku maka ilmunya akan bertambah sehingga menjadi orang yang sukses. Kutipan di atas mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang terlihat dari kutipan tersebut adalah belajar dan membaca adalah pintu menuju kesuksesan. Kutipan di atas mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang terlihat dari kutipan tersebut adalah orang bodoh yang lebih menyukai sihir daripada ilmu pengetahuan.
Kutipan di atas mencerminkan nilai religi, nilai religi yang dapat diambil dari kutipan tersebut adalah tentang mengabaikan kebersihan yaitu orang yang tidak membersihkan dirinya setelah buang air besar. Kutipan di atas mencerminkan nilai politik, nilai politik yang muncul dari kutipan tersebut adalah seorang pemimpin yang menggunakan jabatannya untuk korupsi. Kutipan di atas mencerminkan nilai-nilai politik, nilai politik yang diungkapkan oleh kutipan tersebut adalah janji-janji palsu para pemimpin.
Kutipan di atas mencerminkan nilai ekonomi, nilai ekonomi yang terlihat dari kutipan tersebut adalah orang-orang yang bekerja dengan cara berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Agama Kutipan ini mencerminkan nilai-nilai agama, nilai-nilai agama yang terlihat dalam kutipan ini adalah tentang mengabaikan kehendak. Pendidikan Kutipan ini mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang terlihat dari kutipan tersebut adalah bahwa belajar dan membaca adalah pintu menuju kesuksesan.
Pendidikan Kutipan ini mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang terlihat pada kutipan tersebut adalah orang bodoh yang lebih menyukai sihir daripada ilmu pengetahuan. Pendidikan Kutipan ini mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang terlihat pada kutipan tersebut adalah membaca dapat memperluas pengetahuan. Pendidikan Kutipan ini mencerminkan nilai pendidikan, nilai pendidikan yang dapat dilihat pada kutipan tersebut adalah orang yang tidak mau belajar dan bersekolah.
Moral Kutipan ini mencerminkan nilai moral, nilai moral yang dapat dilihat dari kutipan tersebut adalah pentingnya adab. Politik Kutipan ini mencerminkan nilai politik, nilai politik yang terlihat dari kutipan tersebut adalah pemimpin yang menggunakan jabatannya untuk korupsi. Politik Kutipan ini mencerminkan nilai-nilai politik, nilai-nilai politik yang terlihat dari kutipan-kutipan tersebut adalah janji-janji palsu yang dibuat oleh para pemimpin.
Ekonomi Kutipan ini mencerminkan nilai ekonomi, nilai ekonomi yang dapat diperoleh dari kutipan tersebut adalah orang yang bekerja dengan cara berjualan untuk mencari nafkah. Budaya Kutipan ini mencerminkan nilai budaya, nilai budaya yang terlihat dari kutipan tersebut adalah kegiatan peusijuk.
Relevansi Nilai-Nilai yang Terdapat Dalam Novel Tanah Surga
SIMPULAN DAN SARAN
Saran
Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Ranah Baru 3 Warna oleh Ahmad Fuadi, Relevansinya dengan Pendidikan Islam. Dan jika kita membantu orang yang membutuhkan bantuan kita, jangan mengharapkan balasan apapun dari mereka, tolong bantulah dengan hati yang terbuka. Agama Kutipan ini mencerminkan nilai-nilai agama, nilai-nilai agama dapat dilihat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Agama Kutipan ini mencerminkan nilai-nilai agama, nilai-nilai agama terlihat bahwa sebagian umat beragama melakukan sholat fardhu berjamaah. Orang yang berdoa akan merasa begitu dekat dengan sang pencipta dan segala urusan kita akan dimudahkan. Sosok ini tidak boleh ditiru karena perbuatan ini termasuk salah satu perbuatan yang tidak baik.
Agama Kutipan ini mencerminkan nilai-nilai agama, terlihat bahwa seseorang tidak lupa untuk melakukan sholat subuh setelah bangun tidur. Namun, hal ini tidak berlaku bagi orang yang benar-benar ingin belajar, karena orang yang benar-benar ingin belajar akan melawan kebosanan sampai selesai. 21 “Mereka adalah orang-orang bodoh yang tidak bersekolah dan tidak akan pernah belajar, katanya dengan wajah kesal” [Data 21: 173.
Namun sebaliknya, pemimpin dalam kutipan di atas justru melakukan hal-hal yang tidak pantas, bahkan sangat tidak etis dan patut dicontoh. Karena sangat penting untuk mengajari mereka bagaimana menghormati mereka yang lebih tua dari mereka dan mencintai mereka yang lebih kecil dari mereka. Politik Kutipan ini mencerminkan nilai-nilai politik, nilai-nilai politik yang dapat diambil dari kutipan tersebut adalah bahwa suatu partai tidak layak menjadi pemimpin pada saat itu karena partai tersebut dijalankan oleh orang-orang yang malas dan suka menghambur-hamburkan uang untuk merokok metamfetamin.
Oleh karena itu, pemimpin harus menjadi panutan bagi rakyatnya, bukan malah dibenci rakyatnya, karena pemimpin adalah orang yang memerintah suatu negara. Karena dengan bekerja mereka akan mendapatkan rejeki yang sedikit, meskipun tidak seberapa jika dibandingkan dengan berdiam diri di rumah dan tidak mendapatkan apa-apa.