B. Lokasi dan Pengambilan Contoh
1. Nira Mentah
2. Nira mentah tertimbang dipompa ke Vapour Line Juice Heater ( VLJH ) untuk di panaskan sampai suhu 65oC kemudian dipompa ke Turbular Juice Heater ( TJH), fungsi Vapour Line Juice Heater ( VLJH ) dengan Turbular Juice Heater ( TJH ) sama yaitu pemanas pendahuluan 1.
3. Dari VLJH nira dipompa ke TJH untuk di panaskan kembali hingga suhu 75oC, kemudian dari TJH nira di pompa ke Sulf Reactor ( JFSS ).
4. Nira masuk kedalam sulf reactor dari pH awal 6,2 menjadi PH 7,2. Untuk mencapai PH 7,2 dilakukan dengan cara pemberian susu kapur dan gas
Dsm Screen
DCH 105OC
Sulf NK pH 5,4
SO2
Stasiun Masakan Snow
Balling tank
Flowmeter VLJH
65oC
Sulf Reactor NM ( JFSS ) PH 7 - 7,2 TJH
75OC
Susu Kapur 6oBe Flokulan
2-2,5 ppm
CJT
Nira Kotor Door Clarifier
Badan Penguapan DCH
100OC
Rotari VacumFilter Nira
Jernih
Flash Tank TJH 2
90OC
Nira Tapis Blotong
SO2
GAMBAR 6. 1 SKEMA STASIUN PEMURNIAN
belerang. Kemudian nira di pompa ke peti penampung nira sementara, setelah itu nira di pompa kembali ke TJH. Pada TJH nira di panaskan hingga suhu 90oC, lalu nira di pompa ke Direct Contact Heater (DCH) untuk di panaskan kembali hingga suhu 105oC.
5. Kemudian nira dimasukan kedalam flash tank untuk menghilangkan gas- gas yang masih terlarut agar tidak mengganggu proses pengendapan. Dari Flash Tank nira masuk ke snow balling tank dan diberikan larutan
flokulan, kemudian nira masuk door clarifier.
6. Door Clarifier berfungsi untuk memisahkan antara nira jernih dan nira kotor, nira jernih yang keluar dari door clarifier di pompa untuk menuju saringan terlebih dahulu di saringan nira jernih. Kemudian masuk kedalam peti penampung nira jernih (Clear Juice Tank). Nira kotor yang keluar dari door clarifier di pompa dengan pompa diafragma dan dialirkan ke Rotary Vacum Filter (RVF) untuk proses penapisan. Nira tapis yang dihasilkan dikembalikan ke bak nira mentah, dan blotong langsung diangkut ke dalam truk.
A. Flowmeter
Tujuan flowmeter nira mentah adalah untuk mengetahui berat nira mentah yang dihasilkan atau diperah oleh stasiun gilingan. Dengan mengetahui berat nira mentah dapat membantu dalam pengawasan proses, yaitu dengan meninjau jumlah yang diolah dan yang dihasilkan. Di PG.Djombang Baru penimbangan nira mentah mengunakan Flowmeter.
1
0000 ton/h
000000 ton
2 3
4 5
6
GAMBAR 6. 2 FLOWMETER
Keterangan:
1. Saluran masuk nira mentah 2. Saluran keluar nira mentah 3. Sensor
4. Kabel sensor ke layar monitor 5. Layar monitor
6. Kabel ke power suply Fungsi bagian:
1. Saluran masuk nira mentah : Saluran masuknya nira mentah menuju alat sensor
2. Saluran keluar nira mentah : Saluran keluarnya nira mentah dari alat sensor
3. Sensor : Alat pendeteksi aliran nira
4. Kabel sensor ke layar monitor : Kabel yang menghubungkan hasil pembacaan sensor ke layar monitor 5. Layar monitor : Alat untuk membaca jumlah berat
nira mentah
6. Kabel ke power suply : Kabel yang menghubungkan layar monitor ke power supply
Cara Kerja
Nira mentah yang masuk melalui saluran masuk nira mentah akan dibaca oleh alat sensor berupa bahasa elektronik, dan diteruskan ke layar monitor dan diubah dalam bentuk digital. Besarnya debit nira yang akan menuju ke VLJH dapat di setting dengan pompa inverter.
B. Vapour Line Juice Heater ( VLJH )
NO. KETERANGAN 1 Jalur Uap Masuk 2 Jalur Uap Keluar 3 Jalur Nira Masuk 4 Jalur Nira Keluar 5 Air Kondensat Keluar
6 Saluran Air
7 Saluran Pipa Kurasan
8 Lubang Udara
1
2 5
4
3 5 8
6
7
GAMBAR 6. 3 VAPOUR LINE JUICE HEATER
Cara Kerja :
Sebelum masuk ke dalam VLJH, nira yang melalui peti nira di timbang terlebih dahulu pada flowmeter, untuk mengetahui berapa banyak debit nira yang akan di proses selanjutnya. Setelah itu nira masuk ke dalam VLJH untuk dilakukan pemanasan pertama dengan suhu tidak terlalu tinggi, yaitu suhu berkisar antara 60 – 65oC. Cara kerja VLJH adalah dengan cara nira masuk melalui pipa dan turun ke bawah, pada saat nira mulai masuk ke badan VLJH dan akan keluar lagi proses pemanasan terjadi dengan cara ditabrakan dengan uap saat uap pemanas (Uap dari BP akhir) masuk melalui pipa uap. Sambil uap tersebut memanaskan nira, nira melalukan sirkulasi. Karena suhu uap yang masuk lebih besar, maka akan terjadi proses pemindahan panas dan uap panas mengalami kondensasi.
Hasil peristiwa ini akan mengakibatkan nira menjadi naik suhunya sedangkan yang lain terbentuk air konden yang dapat digunakan keperluan air pengisi boiler atau air proses.
VLJH ini bersifat memanaskan sementara, karena dari pada uap yang berlebih dibuang secara percuma lebih baik digunakan untuk memanaskan nira di dalam VLJH, dan juga VLJH ini memperingan kinerja jet condensor. Setelah pemanasan pertama pada VLJH nira akan diteruskan ke TJH yang dipanaskan kembali dengan suhu yang lebih tinggi.
Agar pemanas pendahuluan dapat bekerja dengan baik, harus diperhatikan:
a. Pengeluaran air embun dapat berlangsung dengan baik
b. Pembuangan udara dari sisi uap (pemanas) maupun sisi nira dapat berlangsung dengan baik suhu awal 60 – 65oC
C. Turbular Juice Heater ( TJH )
Berfungsi untuk memanaskan nira sampai suhu 75oC untuk mempersiapkan proses defekasi – sulfitasi agar berlangsung sempurna. Proses berlangsung secara sulfitasi alkalis, gula reduksi pada pH > 7,0 akan mengalami perpecahan yang menimbulkan zat warna demikian pula pada suhu yang tinggi dan waktu yang lama. Suhu 75oC merupakan suhu ideal.
Sumber pemanas untuk pemanas pendahuluan I adalah uap nira dari dari BP pertama,khusus untuk VLJH sumber pemanas memakai uap nira BP akhir,sedangkan untuk pemanas pendahuluan II dan III dari uap nira BP pertama.
Untuk menghilangkan gas tak terembunkan, gas dari ruang nira dikeluarkan melalui valve pada katup atas, sedangkan untuk gas dari pipa pemanas dengan melalui pipa amonia. Di PG Djombang Baru pemanas pendahuluan I menggunakan VLJH dan TJH 1, untuk pemanas pendahuluan II menggunakan TJH 2 dan DCH, dan untuk pemanas pendahuluan III menggunakan DCH.
Keterangan:
1. Kran pengeluaran gas/udara 7. Pemasukan uap nira/bleding 2. Penutup atas/bawah 8. Pemasukan uap bekas
3. Pipa amoniak 9. Ruang pemanas
4. Pemberat 10. Pipa embun
5. Pipa keluar masuk nira 11.Thermometer
6. Pipa nira 12. Sekat nira
13. Lubang kurasan 13
5
12 8
11
7 4
2
10 9
6 3 2
1
Atas Bawah
GAMBAR 6. 4 TURBULAR JUICE HEATER (TJH)
TABEL 6. 1. Turbular Juice Heater
NO. SPESIFIKASI
TEKNIK KETERANGAN
1 Luas Pemanas 200 m²
2 Sirkulasi 22
3 Diameter Pipa Masuk 160 mm 4 Diameter Pipa
amoniak 25 mm
5 Panjang Pipa 2950 mm
6 Jumlah Pipa 726 unit
Fungsi bagian :
1. Kran pengeluaran gas/udara : Merupakan jalan keluarnya gas/udara yang berada di ruang sisi atas
2. Penutup atas/bawah : Sebagai penutup sisi atas/bawah
3. Pipa amoniak : Pipa pengeluaran gas yang tak terembunkan/condens pada sisi uap 4. Pemberat : Alat kesetimbangan dengan penutup
bila sewaktu-waktu dibuka
5. Pipa keluar masuk nira : Merupakan pipa tempat pemasukan dan pengeluaran nira
6. Pipa nira : Pipa sebagai tempat nira dalam juice heater (bersirkulasi)
7. Pemasukan uap nira/bleding : Tempat masuknya pemanas berupa uap nira/bleding
8. Pemasukan uap bekas : Tempat masuknya pemanas berupa uap bekas
9. Ruang pemanas : Ruang sisi luar pipa sebagai tempat pipa pemanas masuk
10. Pipa embun : Pipa pengeluaran uap yang
terembunkan / kondensat
11. Thermometer : Alat ukur suhu nira dalam juice heater 12. Sekat nira : Pengatur sirkulasi nira dalam alat
pemanas
13. Lubang kurasan : Pembuangan untuk pembersihan
Cara Kerja :
Nira masuk pada lubang pemasukkan atas (double afsluiter), dan turun ke bawah. Setalah sampai di bawah akan berbentuk aliran karena adanya sekat-sekat pembagian, naik ke atas kembali sampai mencapai ruang sirkulasi bagian atas. Di bagian atas nira akan turun kembali, demikian seterusnya.
Proses pemanasan terjadi saat uap pemanas (uap nira dari BP I) masuk pada badan pemanas dan memanaskan pipa-pipa yang berisi nira, sambil nira melakukan sirkulasi. Karena suhu nira dalam pipa lebih rendah di banding dengan suhu ruang yang diluar pipa pemanas, maka akan terjadi proses pemindahan panas dan uap pemanas mengalami .kondensasi. Hasil peristiwa ini akan mengakibatkan nira menjadi naik suhunya sedang pada hal lain terbentuk air konden yang dapat digunakan untuk keperluan imbibisi pada gilingan.
Agar pemanas pendahuluan dapat bekerja dengan baik, harus diperhatikan:
a. Pengeluaran air embun dapat berlangsung dengan baik
b. Pembuangan udara dari sisi uap (pemanas) maupun sisi nira dapat berlangsung dengan baik suhu yang dicapai 75οC untuk pemanas I, 105οC untuk pemanas II dan 1000Cuntuk pemanas III.
D. Sulf Reactor
Sulf Reactor adalah proses dimana pencampuran antara susu kapur dengan gas belerang pada satu tempat yaitu berada dalam sulf reactor. Pada proses ini susu kapur dan gas belerang pengaturan dengan Juice Flow Stabilisation System.
PH Nira mentah sebelum masuk pada sulf reactor adalah 6,2, setelah itu ditambahkan susu kapur untuk menaikan pH hingga menjadi pH final 7, (standard) dan juga gas belerang untuk memucatkan warna.
Cara Kerja :
Cara kerja alat ini yaitu nira masuk melalui pipa yang berada diatas atau yang tertera pada nomer 1. Kemudian nira turun melalui jalur yang berada diri, Secara bersamaan ditambahkan susu kapur sesuai kebutuhan. Setelah itu masuk ke dalam dan ditambahkan gas belerang, sama seperti susu kapur, penambahan gas belerang juga sesuai dengan kebutuhan, karena jika terlalu banyak juga pH bisa rendah. Didalam sulf reactor hanya untuk memucatkan warna. Selanjutnya nira mentah akan dipanaskan kembali masuk ke TJH atau pemanas II dengan suhu yang lebih tinggi.
GAMBAR 6. 5 SULF REACTOR
NO KETERANGAN
1 Pipa Nira Masuk
2 Pipa Penambahan Susu Kapur
3 Lubang Orang
4 Pipa Gas Belerang
5 Pipa Nira Keluar
1
2
3
5
4
GAMBAR 6. 6 JUICE FLOW STABILATION SYSTEM
Gambar diatas adalah Juice Flow Stabilisation System ( JFSS ). JFSS berguna untuk mengukur nira mentah mentah yang tertimbang dengan Flowmeter, Angka tersebut kemudian otomatis terlihat di dalam layar komputer. Selain untuk Flowmeter, JFSS berguna untuk mengontrol susu kapur dan gas belerang yang akan masuk ke dalam Sulf Reactor, jadi pengontrolannya menggunakan pH yang di inginkan
E. Direct Contact Heater
GAMBAR 6. 7 DIRECT CONTACT HEATER
Cara Kerja :
Direct Contact Heater adalah pemanas dengan cara kontak langsung.
Disini yang dimaksud kontak langsung yaitu dengan cara nira masuk ke dalam DCH langsung ditabrakan dengan uap tanpa perantara pipa yang ada didalamnya.
Nira masuk melalui saluran yang ada di bagian atas sedangkan uap yang masuk ada dibagian bawah, jadi pada saat nira sudah di bawah langsung bertabrakan dengan uap dan uap itu menjadi satu dengan nira kemudian nira terjun bebas kebawah. Letak DCH ini harus lebih tinggi karena nira yang masuk akan bergerak bebas dan cepat, karena tanpa adanya pipa didalamnya seperti VLJH dan TJH.
NO KETERANGAN 1 Saluran Uap Masuk 2 Saluran Nira Masuk 3 Saluran Nira Keluar 4 Saluran Pipa Uap 5 Saluran NCG Keluar 6 Saluran Lubang Udara 7 Lubang Untuk Melihat Nira
8 Termometer
F. Flash Tank
Alat ini berfungsi untuk mengeluarkan gas-gas dalam nira agar tidak mengganggu proses pengendapan di door clarifier. Nira tersulfitir dari DCH 1 mengalir ke bejana pengembang secara tangensial dengan maksud untuk memperluas bidang pengeluaran gas-gas dan waktu yang cukup untuk mengeluarkan gas-gas dalam nira.
`
4
2
3 1
Keterangan :
1. Pipa pengeluaran gas 2. Pipa pemasukan nira 3. Man Hole
4. Pipa pengeluaran nira
GAMBAR 6. 8 FLASH TANK
Fungsi bagian :
1. Pipa pengeluaran gas: Sebagai saluran pengeluaran udara dan gas-gas dalam nira
2. Pipa pemasukan nira : Sebagai saluran masuknya nira ke dalam 3. Man Hole : Sebagai tempat masuknya manusia
3. Pipa pengeluaran nira: Sebagai saluran pengeluaran nira dari Flash Tank
TABEL 6. 2. Data Flash Tank
G. Snow Balling Tank
Alat ini berfungsi untuk membentuk partikel yang lebih besar dan berbentuk bola salju sehingga mempermudah proses pengendapan. Di alat ini ditambahkan flokulant untuk mengikat kotoran-kotoran yang melayang sehingga diameter partikel tersebut menjadi besar, menjadikan pengendapan lebih mudah dan cepat.
Uraian Keterangan
Kapasitas Diameter Tinggi
Tinggi kerucut Diameter pipa outlet
2,5 m3/dtk 2500 mm 3600 mm 600 mm 6 Inch
Fungsi bagian :
1. Saluran nira masuk : Saluran pemasukan nira dari flash tank ke dalam snow balling tank
2. Saluran nira keluar : Saluran pengeluaran nira dari snow balling tank
3. Pipa flokulan : Pipa tempat pemasukan flokulan
4. Saluran tap-tapan : Saluran untuk tap nira saat pembersihan snow balling tank
5. Talang : Saluran nira menuju door clarifier 1
3
2
4 5
Keterangan.
1. Saluran nira masuk 2. Saluran nira keluar 3. Pipa flokulan 4. Saluran tap-tapan 5. Talang
GAMBAR 6. 9 SNOW BALLING TANK
TABEL 6. 3. Data Preflok Tower
H. Door Clarifier
Door Clarifier berfungsi sebagai tempat pengendapan dan pemisahan kotoran yang terdapat dalam nira. Door Clarifier di PG Djombang baru menggunakan model multi tray yaitu dorr clarifier yang di dalamnya terdapat 4 buah kompartemen dan beroperasi secara kontinyu. Dorr clarifier ini mempunyai pengaduk yang berada ditengah dengan lubang pemasukan pada tiap – tiap kompartemen. Pada poros ini juga terdapat pengaduk yang berfungsi sebagai pengumpul kotoran nira ke bagian tengah clarifier yang akan dikeluarkan secara kontinyu. Arah putaran pengaduk ini searah dengan pemasukan nira, ini bertujuan agar tidak terjadi aliran turbulensi yang mengganggu pengendapan dan kecepatan berputar poros ini juga sangat lamban sekali.
Setelah mengalami pengendapan, maka akan terjadi pemisahan antara nira jernih dan nira kotor. Nira jernihnya menuju DSM Screen, sedangkan nira kotornya dipompa menuju RVF (Rotary Vacuum Filter)
Proses dipengaruhi oleh diameter partikel endapan, densitas dan viscositas larutan.Kecepatan pengendapan akan baik bila diameter endapan besar.
Pengendapan juga dipengaruhi oleh suhu.
Uraian Keterangan
Tinggi bejana Diameter badan Diameter badan dalam Diameter pipa inlet Diameter pipa outlet Volume
1200 mm 1000 mm 500 mm 6 inch 12 inch 1,77 m3
Keterangan :
1. Pipa nira masuk 7. Ruang flokulasi 13. Inlet nira kotor 2. Telescope 8.Ruang nira kotor tiap-tiap tray 3. As / poros 9.Scrapper kotoran
4. Elektromotor 10.Lubang pengisian
5. Pompa membran 11. Pipa bak nira kotor tiap-tiap tray 6. Pipa nira kotor 12.Pipa overflow bak nira kotor
1 2
3 4
7
8
9
10 12
5
6 11
GAMBAR 6. 10 DOOR CLARIFIER
Fungsi bagian :
1. Pipa nira masuk : Saluran masuknya nira
2. Telescope : Penampung over flow nira jernih dari tiap tray 3. As/poros : Sebagai pengaduk dan tempat masuk nira ke tray 4. Elektromotor : Motor penggerak as / poros
5. Pompa membran : Pompa pengeluaran nira kotor
6. Pipa nira kotor : Saluran pengeluaran nira kotor untuk selanjutnya menuju RVF
7. Ruang flokulasi : Ruang terbentuknya endapan karena pemberian floculant
8. Ruang nira kotor : Tempat nira kotor terkumpul
9. Scrapper kotoran : Pengarah endapan menuju ke ruang nira kotor 10. Lubang pengisian : Jalan masuk nira ke dalam tray
11. Pipa bak N.kotor : Aliran nira menuju telescope dan pipa contoh 12. Pipa overflow N.kotor: Saluran pengeluaran nira jernih menuju CJT 13. Inlet N.kotor tiap-tiap tray: Lubang pengeluaran nira jernih yang masuk
ada tray pipa kapiler
Cara kerja :
Alat ini berupa silinder yang besar dan bagian dalam dari silinder dibagi dalam empat kompartemen, di bagian tengah terdapat as vertikal, pada as dipasang pengaduk yang berputar sangat lambat ± RPM 0,15. Pada pengaduk dipasang pula skraper yang berfungsi menggaruk kotoran. Nira mentah dari PP II masuk ke flash tank, kemudian nira masuk ke snow balling tank dengan sistem tangensial, pada alat ini diberikan flokulant dengan dosis 2-2,5 ppm, dengan sistem tangensial flokulan bereaksi lebih sempurna.
Nira masuk Door Clarifier melalui lubang pada as/poros tiap kompartemen (tray) dan mengisi kompartemen yang paling bawah. Setelah kompartemen paling bawah penuh maka kompartemen di atasnya akan terisi nira. Di dalam tray ini nira diaduk dengan pelan dan nira kotor disisihkan
oleh skraper sehingga nira jernih dan nira kotor akan terpisahkan. Nira jernih dikeluarkan melalui pipa bagian atas masing-masing tray dengan cara luapan, kemudian ditampung dalam tangki nira jernih (clear juice tank) yang sebelumnya disaring untuk menghilangkan kotoran yang masih terikut, sedangkan nira kotor dikeluarkan dengan menggunakan pompa diafragma ke rotary vacuum filter. Permukaan nira kotor diamati secara kontinyu untuk mengetahui posisi level kotoran masing-masing tray, maka tray dilengkapi dengan 4 (empat) buah tangki pengontrol. Dengan bantuan kran tersebut level ketinggian nira kotor dapat diketahui, selanjutnya nira kotor dipompa ke Rotary Vacuum Filter untuk proses penapisan.
TABEL 6. 4. Data Door Clarifier
I. Saringan Nira Encer ( DSM SCREEN )
Berfungsi untuk menyaring nira yang keluar dari door clarifier. Hasil saringan berupa nira jernih. Kotoran hasil penyaringan akan masuk ke bak penampung nira kotor. Saringan terbuat dari Stainles stell berukuran 160 x 160 mesh. Cara membersihkan kotoran adalah dengan cara digaruk secara manual menggunakan sorok.
Uraian Keterangan Type
Volume Diameter Tray Tinggi Rate time
Kawasaki 444 199,6412 m3 5480 mm 4 (multi tray) 6700 mm 2 jam
Frame Saringan :
Model Parabolis
Bahan Plat 9 mm.
Panjang 2000 mm.
Lebar 1000 mm.
Sudut 450.
MODEL BINGKAI SARINGAN
N. Encer Tersaring Plat Demper
Screen 200 x 200 mesh TAMPAK DEPAN
TAMPAK ATAS
50 50
2500 mm
300 mm 300 mm
Ø 5”
Ø 8”
N. Encer Tersaring N. Encer
Plat Demper TAMPAK SAMPING
Ø 8”
600mm
600mm 450mm
300mm
GAMBAR 6. 11 SARINGAN NIRA ENCER
Keterangan
1. Pipa pemasukan nira jernih 2. Saringan
3. Pipa pengeluaran nira jernih 4. Pipa pengeluaran kotoran
Fungsi bagian :
1. Pipa pemasukan nira jernih : Sebagai saluran pemasukan nira encer
2. Saringan : Untuk menyaring nira encer 3. Pipa pengeluaran nira jernih : Saluran nira tersaring
4. Pipa pengeluaran kotoran : Sebagai saluran pengeluaran kotoran yang tersaring
TABEL 6. 5. Data Saringan Nira Encer
J. Rotary Vacuum Filter (Alat Penapisan)
Nira kotor yang diperoleh dari peti pengendapan/Dorr Clarifier masih mengandung kadar gula di dalamnya, hal ini masih dapat dipisahkan antara kotoran padat/blotong dari cairannya dengan proses penapisan, dengan syarat lubang penapisan harus lebih kecil dari ukuran endapan.Prinsip kerja penapisan adalah perbedaan tekanan pada dinding penapis.
Uraian Keterangan Model
Tebal bahan plat Panjang
Lebar Sudut
Parabolis 9 mm 2000 mm 3000 mm 450
Keterangan:
1. Drum saringan hampa 7. Pipa air siraman
2. Scraper 8. Drain pipe nira kotor
3. Pipa luapan 9. Poros pengaduk
4. Agitator 10. Saringan / screen
5. Bak nira kotor 11. Pipa vacum tinggi
6. Tangki pemasukan nira kotor 12. Pipa vacum rendah
GAMBAR 6. 12 ROTARY VACUUM FILTER
Fungsi bagian :
1. Drum saringan hampa : Penyaring nira kotor
2. Scrapper : Pelepas lapisan blotong di permkaan saringan 3. Pipa luapan : Mengalirkan nira kotor berlebih
4. Agitator : Pengadduk nira kotor agar homogen
5. Bak nira kotor : Penampung nira kotor yang akan ditapis
6. Tangki pemasukan nira kotor : Tempat penampungan sementaara nira kotor 7. Pipa air siraman : Saluran air penyiram blotong 8. Drainpipe nira kotor : Saluran pengeluaran nira kotor 9. Poros Penggerak : As penggerak drum
10. Saringan/Screen : Menapis kotoran dalam nira
11. Pipa Vacum Tinggi : Menyedot nira dalam blotong saat fase
penyiraman
12. Pipa Vacum Rendah : Menyedot nira kotor dalam bak penampung
Cara Kerja :
Nira yang keluar dari Door Clarifier ditampung dalam mixer bagasilo dengan penambahan ampas halus sebagai media penapisan dan membentuk kerangka blotong diaduk kemudian dialirkan ke rotary drum vacuum filter, ampas halus diberikan apabila nira kotor terlalu encer.Pada penapisan disiram air dengan suhu ± 700 C agar gula dalam blotong larut.
Saringan yang digunakan dengan diameter lubang ± 0,5 mm yang berada dipermukaan silinder yang berputar dan bagian bawah silinder akan tercelup nira kotor.
Pada saat itu terjadi pengisapan nira kotor dengan vacuum rendah 25-30 cmHg, kemudian akan berputar terus masuk ketekanan vacuum tinggi 45 cmHg dibagian atas diberi siraman air pencuci dan akan masuk dalam pori–pori blotong. Karena tarikan vacuum nira akan keluar dari blotong selanjutnya silinder akan masuk daerah bebas vacum dimana blotong akan terlepas dengan bantuan scraper dan ditampung dalam bak blotong dan diangkut keluar oleh truk. Sedangkan nira hasil tapisan
dikembalikan bercampur dengan nira mentah untuk diproses lagi, selanjutnya silinder akan berputar seperti semula dan berjalan terus menerus hingga blotong yang dihasilkan tiap harinya mencapai 15 truk (setiap truk memuat 4-5 ton blotong).
TABEL 6. 6. Data Rotary Vacuum Filter
Uraian Keterangan
Merk Ø Drum Siklus
Panjang Drum Luas tapis
Yord 2438 cm 2 menit 26 detik 4267 cm 32,8 m2
TABEL 6. 7. Data Alat Pendukung Rotary Vacuum Filter
Uraian Keterangan
1. Tangki mixer bagasilo Tinggi
Lebar Panjang 2. Siklon
Tinggi Diameter
3. Kondensor vacuum Tinggi
Diameter 4. Peti nira tapis
Tinggi Diameter
5. Tangki nira kotor Tinggi
Diameter
1000 mm 750 mm 3000 mm
3000 mm 1500 mm
1500 mm 900 mm
1200 mm 700 mm
1250 mm 650
K. Sulfitator Nira Kental
NO KETERANGAN
1 Pipa Nira Masuk
2 Sekat Parabolis
3 Pipa Gas SO2
4 Bak Luapan
5 Pipa Pengeluaran
6 Pipa Luapan
7 Pembagi Gas SO2
8 Gas / Udara
GAMBAR 6. 13 SULFITATOR NIRA KENTAL
1
6 3 8
2
7
4
5
Bagian dan Tugasnya :
1. Pipa masuk nira : Saluran nira kental masuk kedalam peti sulfitasi 2. Sekat parabolis : Untuk sirkulasi nira dalam peti sehingga nira
dapat bercampur dengan gas SO2 secara sempurna 3. Pipa gas SO2 : Untuk memasukkan gas SO2 yang berasal dari
tabung kedalam peti Sulfitasi
4. Bak luapan : Untuk meluapkan nira dari peti sulfitasi agar tinggi nira dalam peti sama peti luapan (stabil) 5. Pipa pengeluaran : Untuk mengeluarkan nira tersulfitier dari dalam
peti
6. Pipa luapan : Untuk mengeluarkan nira tersulfitier dari dalam peti bak luapan
7. Pembagi gas SO2 : Yaitu yang berupa pipa di beri lubang- lubang yang berfungsi untuk meratakan gas SO2 dalam peti sulfitasi
Cara Kerja Sulfitator Nira Kental :
Nira kental masuk ke peti sulfitier dinetralkan hingga pH 5,6 dengan cara menghembuskan gas SO2 yang di produksi pada tobong belerang
Tahap selanjutnya nira kental tersulfitier masuk ke stasiun masakan
Fungsi Sulfitator Nira Kental :
Untuk penambahan gas SO2 sampai pH netral dan endapan CaSO3 menyerap kotoran dalam nira kental.
Spesifikasi Sulfitator Nira Kental :
Diameter : 1900 mm
Tinggi : 3800 mm
Tinggi Kerucut : 300 mm