ゝ }
A. Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit
Pabrik-pabrik pengolahan kelapa
sawit di
Indonesia sebagian besar bergerakdi
industrj hulu yang hanya menghasilkan olahan setengahiadi
yaitu berupa CPO (crudepalm
oil).Proses pengolahanTBS hingga menjadi CPO
membutuhkan tahapan-tahapan pengolahanyang cukup
panjang.Berikut ini
adalah tahapan- tahapan pengolahan kelapa sawit di pabrik kelapa sawit:1.
Stasiun PenimbanganTBS
Setelah buah dipanen dilapangan dan kemudian dengan segera mungkin diangkut
ke pabrik
denganmemakai truk.
Sesampainyadi pabrik hal pertama
yang diberikan pada saat TBStiba
dipabrik adalah melakukan penimbangan TBS pada jembatan timbang.Berikut
adalah tahapan penerimaan TBS di pabrik:UNIVERSITAS MEDAN AREA 49
b.
TrLrk pengangkut
ditimbangdiangkut
dengan timbangan yang masuk.beserta seluruh TBS dan brondolan
yangelektronis
padajembatan timbang
digerbangyang
tidak
layak kembali kedalam c.Gambar 20. Penimbangan TBS Setelah
itu
TBS dan brondolan dibongkar .Pada saat pembongkaran
TBS
dan berondolan sortasi buah seperli belum matang atau busuk dan kemudian dimasukkan truck.Gambar 21. Loading ramp
d.
Se'elahitu
truck kembali ditimbang pada saat truck keluar dari pabrik setelah buah dibongkar dan disortasi.Penimbangan sangat
penting dilakukan,
terutamauntuk yang
berkaitan dengan produksi, pembayaran upah dan perhitungan rendemen minyak sawit.Setelah
buah dari truck, kemudian buah
dimasukanke dalam loading
ramp.Loading ramp mempakan suatu bangunan dengan lantai berupa
kisi-kisi
plat besiberjarak 10 cm
dengankemiringan 45". Loading lamp dilengkapi pintu-pintu
keluaran yang digerakkan secarahidrolis
sehingga memudahkan dalam pengisian TBS kedalamlori.
Setiaplori memiliki
kapasitas 3,5ton/lori
dan berat lorinya sajasebesar 1,5 ton.
2.
Stasiun perebusan(sterilizer)
Setelah
TBS
masuk dalamlori-lori,
kemudianlori-lori
tersebut dimasukkanke
stasiun rebusan dengan caraditarik
denganRail
Track yang digerakkan oleh motor-motorlistrik
sehingga memasuki sterilizer.Garllb額22.Lori
51 UNIVERSITAS MEDAN AREA
Sterilizer yang
biasanya digunakan adalah bejanatekan horizontal
dengan kapasitas8 lori dalam satu kali
rebusan.Dalam
prosesini, TBS
dipanaskan dengan tekanan uapair
2,8-3 bar dengan temperatur 120-140"C selama 90 menit.Kapasitas pabrik dalam satu
kali
rebusan menghasilkan 56 torVjam.Iujuan dari
proses perebusanadalah
memudahkanpemipilan
melunakandaging buah karna
pada proses perebusanini brondolan akan
terlepas akibat tekananuap air dan
temperaturyang tinggi dengan
temperatur50"C
selang beberapa menit.Gambar 23. Stasiun Perebusan
3.
Stasiun penebah (Thresser)Setelah TBS selesai pada proses perebusan, kemudian
lori
beserta TBS kemudiandikeluarkan dari tempat
perebusandan
diteruskanke
stasiun penebahan yang kemudianTBS
dituangkanke
alatpenebah
(thresser) dengan bantuan housting crane.Gambar 24. Housting crane
Proses
pemipilan terjadi akibat tromol berputar pada sumbu
mendatar yangmembawa TBS ikut berputar sehingga membanting-banting TBS
tersebut sehingga berondolan terlepas dari tandannya. Pada bagian alat pemipilan, terdapat batang-batang besi perantara sehingga membentukkisi-kisi
yang memungkinkan brondolan keluardari
alatpemipil
dan ditampungoleh
sebuah screw conveyouruntuk dikirim
kebagian-bagian digesting dan pressing. Sementara tandan kosong yang keluar dari belakang alatpemipil
ditampung oleh elivator. Kemudian, hasil tersebutdikirim
ke hopper untuk dijadikan pupuk janjang kosong (tankos).Gambar 25. Hopper yang membawa tandan kosong
UNIVERSITAS MEDAN AREA
4.
Stasiun pencacahan (digester)Dengan
alat fruit
elevator brondolan diangkutke
alat pencacahan kemudian berondolan dicacah dengan alat pencacahan yang berupa sebuahtangki
vertikal yang dilengkapi dengan lengan-lengan pencacah dibagian dalamnya dengan suhu90'C.
Tujuan dari pencacahan adalah mempersiapkan daging buahuntuk
proses pengempaan sehinggaminyak
dengan mudah dipisahkandari
daging buah dan bui.Gambar 26. Screw press
5.
Stasiun pengempaan (presser)Setelah daging buah dicacah menjadi fiber, kemudian hasil
cacahan dimasukkanke alat
pengempaanyang
berada persis dibawahalat
pencacahan.Proses pemisahan
minyak terjadi
akibat putaran screw press yang berada dalamalat
pengempakan. Screw press berputar mendesakfiber
buah, sedangkan dari arah berlawanan tertahan oleh sliding cone.Kedua
alat ini
terdapat dalam selubung baja yang bernamapress cage.
dimana dindingnya berlubang-lubang diseluruh permukaannya. Sehinggafiber
buah yang terdesakakan
mengeluarkanminyak dari
lubang-lubangtersebut,
sedangkan ampasnya keluar dari celah-celah dari kedua alat tersebut. Jadi setelah dilakukan pengempaan dihasilkan minyak daninti.
■F"│
Gambar 27.
Minyak
6.
Stasiunpemurnian
(clartJier)Hasil
dari proses pencacahan dan pengempaan menghasilkanminyak
kasar yang harus dibersihkan dari kotoran padat, lumpur, maupunair.
Cara pemurnian yaitu dengan mengalirkanminyak hasil
pengempaan menuju saringan getarvibrating screen untuk disaring agar kotoran berupa serabut kasar tersebut
dialirkan ketangki penampungan minyak kasar / COT (CrudeOil
Tank).Minyak
kasar yangditampung dalam tangki
dipanaskanhingga
mencapai temperatus 95-100"C,Kemudian minyak dari tangki
penampungan,dikirimke tangki
pengendapan/
CST (Crude Settling Tank).
Padatangki
pengendapan,minyak akan
terpisah dengan lumpur (sludge) akibat proses pengendapan.UNIVERSITAS MEDAN AREA
Minyak dari
hasil pengendapan kemudiandikirim
keoil tank lalu
dibawake oil purifer
danminyak
dikeringkan dengan vacumdryer
sehingga air pada minyak menjadi 0,2oh sesuai dengan standar. Setelahitu
minyak disimpandi
tank timbun.Pabrik PTPN
IV memiliki2
tank timbun minyak dimanamemiliki
kapasitas 2000 ton untuk setiap tank nya.Gambar 28. Vacum dryer
Gambar 29.Ttt timbun
‐ Slude dikirim ke slude tank mtt kembdi dil融 汰 an pellllllrruan di sルを SttratOr karena lnasih mcngandllng mi町 よ hingga sludge benar― benar tidak
mengandung―
yak lagi.Setel澁 benar‐benar terpisah sludge didirkall ke patpit lalu dibuang ke kolallllimbah(IPALu・7. Stasiun Peコ饉腱hm Bli dan Xhrllel
Pada saat proses pengepresan"lain mcndaSilkan tter buahjuga llllenghasikan bJi dari inti buab●
卸 り
yang dipisahkan.hti buah kemudianjuga dimanfaatkandcngan cara…
inti buab dengan cangkangnya.Inti buah yttg berasd dari pengempaan o應 ヨ 叫 赦 ke dalanl CBC(Cakc Breakcr Conveyc⇒ lalu tCTlSah antara n戴dmp
αh.
Diawali
dengannut
ditampungdi polising drum untuk
memisahkannut
yang besar dankecil
lalu masuk ke proses pengeringan dalam nutsilo
selama 8 jamagar memudahkannut
lepas denganinti Lalu dibawa ke LTDS untuk
memisahkan cangkang ,vang halus. Pemisahaninti sawit
dengan cangkangnya terdapat dua macama. Inti
sawit yang berukurankecil
dikeringkan dengandry
kernel selama 14jam
dengan sirkulasi udara kering pada suhu50'C. Akibat
proses pengeringanini, inti sawit
akan mengerut sehingga memudahkan pemisahaninti sawit
dari cangkangnya.Biji-biji sawit yang
sudahkering
kemudiandibawa ke
alat pemecahblji (ripple
mail).b. Inti sawit dan cangkang yang berukuran besar dipisah dengan
alatHydrocyclone Separator lalu dengan wet kernel inti dan
cangkangnya dipisahkan oleh aliranair
yang berputar dalam sebuah tabung atau dapat juga dengan mengapungkanbiji-biji yang pecah dalam larutan lempung
yang mempunyai beratjenis
1,16.Gambar 30.
Dry
kernel UNIVERSITAS MEDAN AREA 57Kemudran
inti sawit yang
berasaldari dry kernel
danwet kernel
digabung ke dalamkernel silo
dan dipanasikembali
dengan suhu 80oC agar matang dimana sesuai standarkadar air dalam inti
sebesar 13o/o sertadilakukan
penyaringan terakhir untuk memisahkan kotoran yang tersisa. Setelahkering inti
sawit diolahyaitu
denganEkstraksi untuk
menghasilkanminyak inti sawit (Palm
KarnelOiyPKO)
daninti
disimpandi
dalam Bulker.Gambar 31.Filter Tcrakhir Gambar 32.
Bulker
Boiler yang tersedia di pabrik sebanyak 6 dimana boilcr ini ber饂
gsi und
menJalankan l■bh sebingga dapat mengalttkm listrik ke pabrik sehingga proses pengolahan kelapa sawltぬμ
t樋
尋dall bdk.Bahan bakar yang dipakai ddah ibreo Tckallan pada bo■er saat bekeゴa haruS Sebesar 20,5 bar untuk
menggeranan din yang IIlalla menghasikm 35 ton uap/ialln untuk proses perebusan kelapa santゝ …
│.
1‐
紆 櫨
Gambar 33.Boilcr
Gambar 34. Bak dan tangki air
1‐,ぶ
=.1 ̲ ¨
UNIVERSITAS MEDAN AREA 59
Gambar 1. Kegiatan Pertemuan Dengan Askep Dan Penentuan Afdeling Kantor
Gambar
3.
KegiaranGlobal
Telling, Efektif Telling Nate[ing$::::,;i $
Gambar
2.
Kegiatan Supervisi Dosen Pembimmbing Ke PTPNIV
Unit Kebun Bah Jambi, Afdeling vGambar
4.
Kegiatan Pelaksanaan HUTRl
Ke74
Dilapangan Segitiga Bah Jambi手 一趣
F Υ
L 一
・¨ ャ
i: t-i