• Tidak ada hasil yang ditemukan

Panduan Menyusui Selama Pandemi Covid - 19

PERLINDUNGAN IBU HAMIL DAN MENYUSUI SELAMA PANDEMI COVID - 19

D. Panduan Menyusui Selama Pandemi Covid - 19

Gambar 4. Ibu Hamil dan Menyusui Jaga Diri dari Corona (Republika.co.id)

jika telah memiliki gejala bahkan dinyatakan positip sebagai pasien virus corona.

1. Mama yang dinyatakan ODP masih boleh menyusui

Menurut Ketua Satgas ASI IDAI (Dr. Elizabeth Yohmi, Sp.A) pada live akun Instagram Selasa (28/4/2020) “ Yang memiliki gejala virus corona atau dinyatakan ODP demam atau ISPA tetap bisa menyusui bayinya secara langsung”, dengan catatan menggunakan masker untuk meminimalisir risiko menular bayi saat menyusui. Selain itu, mama yang ODP juga perlu menjaga kebersihan tangan dan payudara.

“Cuci tangan dengan mengikuti langkah yang dianjurkan WHO dan membersihkan payudara sebelum maupun sesudah proses menyusui”.

Cara membersihkan payudara cukup dengan mandi menggunakan air bersih dan sabun, tidak perlu menggunakan cairan disinfektan karena payudara adalah area sensitif dan khawatir membahayakan kesehatan bayi.

2. Mama yang dinyatakan ODP bisa memberikan ASIP

Apabila Mama memiliki gejala virus corona dan telah menjalani rangkaian tes, tetapi hasil laboratorium belum dinyatakan positif atau negatif (PDP), tetap bisa memenuhi kebutuhan ASI bayi melalui Air Susu Ibu Perah (ASIP). “Jika proses memerah ASI dilakukan secara manual, Mama harus memastikan tangan dan botol yang digunakan benar benar steril.

Menurut Dr. Elizabeth Yohmi, Sp.A, jika menggunakan alat pompa, keseluruhan alat perahnya perlu disterilkan. Baik sebelum dan sesudah pemakaian. Waktu yang baik dalam memerah ASI ini sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya proses memerah dilakukan 2-2,5 jam sekali. Apabila ASIP yang telah ditakar ternyata tak langsung habis diminum bayi, mama masih tetap bisa menyimpannya pada suhu ruang. ASIP ini dapat bertahan selama 2 jam dan bisa kembali diberikan pada bayi.

3. Mama yang positif Covid-19 sebaiknya pisah dengan bayi.

Dikarenakan belum ada bukti bahwa ASI dari mama yang dinyatakan postip Covid-19 tidak boleh diberikan. Maka, mama tetap bisa memenuhi asupan nutrisi bayi dengan ASIP. Dengan catatan, Mama perlu menjaga jarak 2 meter dengan bayi atau lebih baik bayi dirawat terpisah dengan Mama yang positip Covid-19.

Bayi bisa dipisahkan jika mama positif dan sebaiknya dirawat oleh orang yang sehat, karena dikhawatirkan bayi tertular virus dari kontak erat, kemudian bayi dari mama yang telah dinyatakan positif virus corona juga perlu menjalani tes kesehatan secara berkala untuk memastikan apakah bayi sehat atau telah tertular (Putri, 2020) E. Makanan Antioksidan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Janin memiliki sifat leksibel di dalam periode perkembangannya yaitu janin akan menyesuaikan diri dengan apa yang dialami oleh ibunya termasuk asupan nutrisi selama kehamilan, apabila intake gizi kurang maka bayi akan mengurangi sel-sel perkembangan organ tubuhnya, dan akan bersifat permanen yang akan menimbulkan masalah jangka panjang. Kebutuhan gizi seorang ibu selama kehamilan diantaranya

1. Karbohidrat, protein dan lemak, penambah sesuai dengan trisemester usia kehamilan sebagai sumber penghasilan kalori dan energi.

2. Asam folat (sumber biji-bijian, sayuran hijau, daging dan jeruk).

3. Kalsium (Susu, keju, sayuran hijau tua).

4. Zat besi sumber (ayam, hati, ikan, daun singkong dan kacang kacangan).

5. Vitamin D (susu, mentega dan kuning telur).

6. Yodium untuk mencegah kreatinisme (udang, kerang, ikan dan garam yodium)

7. Sumber zink (seafood, kepiting) protein (Husnah, 2017).

Dampak malnutrisi akibat deisiensi gizi selama kehamilan tidak hanya pada masa bayi dan kanak-kanak akan tetapi berdampak sampai dewasa sebab anak yang malnutrisi cenderung menjadi ibu

yang malnutrisi dan akan melahirkan bayi BBLR, siklus ini akan terus terjadi selama perbaikan nutrisi dan kesehatan belum teratasi.

Gambar 5. Tumpeng Gizi Seimbang Panduan Kinsumsi Sehari-hari Nutrisi Penting dalam Buah dan Sayuran Sehat

Antioksidan yang terdapat dalam buah dan sayuran bermanfaat melindungi sel tubuh si kecil dari ancaman radikal bebas dari lingkungan sekitar ibu yang berbahaya. Konsumsi buah dan sayuran dengan jumlah seimbang juga akan melindungi si kecil dari risiko menghidap elergi.

Beberapa contoh manfaat buah dan sayuran selama kehamilan antara lain.

1. Konsumsi sayuran yang berjenis daun-daunan dan juga konsumsi buah apel akan menghindarkan si kecil dari risiko terkena penyakit saluran pernapasan.

2. Vitamin E yang dapat ditemukan pada bayam, brokoli, dan daun labu dapat melindungi si kecil dari risiko terkena asma (mengatasi asma pada balita).

3. Buah dan sayuran berwarna hijau dan kuning yang mengandung banyak beta karoten seperti wortel, ubi, dan jeruk berfungsi

mengurangi risiko terkena penyakit eksim kulit (Nutriclub Nutricia, 2019)

Nutrisi lain pada buah dan sayuran yang disarankan untuk Ibu konsumsi antara lain

1. Vitamin C: brokoli, citrus, tomat, cabai merah, cabai hijau, cabai kuning, anggur.

2. Potasium: alpukat, pisang, aprikot kering, sayur daun daunan hijau, air kelapa.

3. Asama Folat: brokoli, bayam dan asparagus

4. Kalsium: sayur daun-daunan hijau, brokoli, selada air, kubis, kacang hijau.

5. Fiber: kacang polong, ubi, lobak dan tumbuhan kacang polong (Nutriclub Nutricia, 2019)

Takaran Konsumsi yang Tepat untuk Buah dan Sayuran Selama Kehamilan

Takaran tepat yang disarankan untuk mengonsumsi buah dan sayuran selama kehamilan adalah sebanyak lima porsi atau sekitar 400 gram buah dan sayuran per harinya. Dengan takaran konsumsi tersebut, ibu telah mengurangi banyak risiko masalah kesehatan sepeti serangan jantung, stroke, diabetes, dan obesitas. Selain itu, ibu juga membantu memaksimalkan potensi tumbuh kembang si kecil di dalam kandungan. Terutama pada trisemester pertama kehamilan, ibu disarankan untuk mengonsumsi asam folat sebanyak 400 mg per hari (Nutriclub Nutricia, 2019).