BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Paparan dan Hasil Penelitian
Secara umum pembelajaran bahasa Arab di sekolah MTs 4 Sinjai ini terbilang mencukupi dan juga sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh pendidik, hanya saja peserta didik yang yang tidak memiliki kesadaran. Sehingga tak jarang peserta didik kurang memahami dari apa yang disampaikan oleh pendidik.
Selain itu juga, kendala pendidik dalam proses pembelajaran bahasa Arab adalah latar belakang dari peserta didik yang berbeda-beda. Dimana banyak peserta didik yang notabenenya tidak pernah belajar bahasa Arab dan adanya peserta didik yang tidak tau baca al-Qur’an sehingga ini menjadi salah satu tantangan bagi pendidik.49
Pernyataan yang diberikan kepada ibu Aguswati, S.Pd., dia mengatakan bahwa gambaran penguasaan mufradat peserta didik pada kelas VII MTs 04 Sinjai masih terbilang kurang, karena banyaknya peserta didik yang sebelumnya tidak pernah belajar bahasa Arab atau lulusan dari SD Negeri bukan MI serta tak jarang ditemukan peserta didik yang belum tau baca tulis al-Qur’an.
Adapun pernyataan lain yang diberikan kepada guru bahasa Arab di MTs 04 Sinjai, atas nama ibu ST. Hawa, S.Ag., dia mengatakan:
“ketika dalam proses pembelajaran berlangsung, sebelum memulai pembelajaran. Terlebih dahulu memberikan hafalan kepada peserta didik untuk mengetes atau mengetahui sampai mana penguasaan muftadat yang diberikan. Di dalam memberikan tugas hafalan, masih banyak peserta didik yang kurang dalam penguasaan mufradat atau hafalannya belum tuntas diakibatkan karena kesadaran dari diri peserta didik itu sendiri”.51
Dari pernyataan ibu ST. Hawa S.Ag., bahwa di dalam proses menghafal mufradat masih banyak didapatkan peserta didik yang tidak tuntas dalam hafalannya. Peneliti juga melihat langsung dan mengikuti pembelajaran, guru memberikan hafalan terlebih dahulu kepada peserta didik kemudian peserta didik diberikan waktu dalam menghafal. Pemberian tugas seperti itu menurut peneliti sangat baik, karena dapat mengetahui bagaimana penguasaan mufradat yang diberikan peserta didik dalam jangka waktu yang diberikan dan dapat pula mengetahui apakah peserta didik itu benar-benar fokus dalam menghafal atau sekedar bermain-main.
2. Gambaran pengajaran bahasa Arab di MTs Negeri 04 Sinjai Utara Kab.
Sinjai.
Pengajaran merupakan interaksi dalam proses pembelajaran antara guru dan peserta didik. Adapun dari hasil wawancara saya tentang pengajaran bahasa Arab
51 Ibu ST. Hawa, S.Ag, Guru Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.
dalam proses pembelajaran kepada guru bahasa Arab di MTs 04 Sinjai atas nama ibu Aguswati, S.Pd., dia mengatakan bahwa;
“pada proses pembelajaran berlangsung, pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, di antaranya metode diskusi, metode dialog. Hal ini agar peserta didik tidak bosan dalam belajar. Tetapi kebanyakan peserta didik, terkadang apapun dilakukan guru masih ada juga yang ditemukan peserta didik yang merasa bosan. Tapi hal itu tidak membuat kami para guru terkhusus saya pribadi untuk menumbuhkan semangat peserta didik untuk lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran”.52
Menurut ibu Aguswati, S.Pd., bahwa dia melakukan metode diskusi dan terkadang metode dialog, agar peserta didik tidak bosan dalam proses pembelajarann berlangsung. Tapi terkadang juga guru tetap menemukan peserta didik yang bosan, namun hal itu tidak menurunkan semangat para guru untuk bisa menumbuhkan gairah peserta didik dalam proses pembelajaran ataupun proses menghafal mufradat bahasa Arab.
3. Faktor kesulitan peserta didik menghafal mufradat
Setelah melakukan wawancara dan mencari informasi dengan peserta didik tentang kesulitan yang mereka hadapi dalam menguasai mufradat, penulis menemukan adanya beberapa masalah yang menjadi kendala peserta didik itu sendiri. Jumlah peserta didik yang diwawancarai sebanyak 30 dari 5 kelas, yaitu kelas VII A sampai kelas VII E, masing-masing setiap kelas yang penulis wawancarai sejumlah 6 orang dalam 1 kelas.
Dari hasil wawancara peneliti membagi menjadi dua faktor permasalahan yaitu faktor eksternal dan juga faktor internal. Faktor eksternal yang mencakup hal yang berpengaruh dari lingkungan, baik itu lingkungan dalam berteman maupun lingkungan keluarga. Selain itu juga, adanya faktor internal yaitu berupa
52 Ibu Aguswati, S.Pd, Guru Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.
penyalahgunaan handphone, dan adanya rasa malas pada peserta didik. Adapun yang paling berpengaruh dari faktor eksternal adalah lingkungan keluarga.
1. Permasalahan dari faktor eksternal
Berikut akan peneliti uraikan hasil wawancara peserta didik kelas VII MTs Negeri 4 Sinjai tentang faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam penguasaan mufradat bahasa Arab khususnya permasalahan diluar dari peserta didik.
a. Pengaruh faktor lingkungan keluarga
Dari hasil wawancara yang menjadi banyaknya peserta didik yang sulit fokus dalam belajar ataupun menghafal dikarenakan dari faktor lingkungan, utamanya pada orang tua peserta didik yang kurang perhatian dengan peserta didik.
Karena dimana orang tua dari peserta didik harus mencari nafkah untuk biaya anak- anaknya. Kebanyakan orang tua dari peserta didik MTs 4 Sinjai berprofesi sebagai nelayan, hal ini tak jarang dari letak geografis MTs 4 Sinjai dimana lokasinya berada di pesisir pantai. Tak jarang pendidik juga banyak menemukan peserta didiknya yang jarang masuk sekolah karena harus menggantikan posisi dari ayahnya mencari nafkah ketika ayahnya tak bisa turun ke laut.
Peseta didik yang mengaku memiliki permasalahan tersebut adalah Mappaide, kerika ia diwawancarai tentang permasalahannya yang dihadapi dalam menghafal mufradat:
“saya juga tidak bisa menyalahkan keadaan, harus dapat membantu kedua orang tua terutama bapak sehingga fokus untuk belajar ataukah menghafal kosa kata itu tidak ada”.53
Dari keterangan yang diberikan Mappaide yang mengaku bahwa fokusnya dalam belajar atau menghafal mufradat itu tidak ada. Membuat peneliti penasaran dan kembali bertanya lebih spesifik kepada peserta didik, yaitu apa yang menyebabkan kenapa kamu harus terjun ke dalam pekerjaan orang tuamu
53 Mappaide, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.
sedangkan kamu juga bersekolah. Peserta didikpun menjawabnya bahwa ia harus bisa menggantikan posisi ayahnya ketika ayahnya sakit, karena pernyataan peserta didik dia juga anak 1 laki-laki dari bersaudara yang dimana harus ikut untuk bisa mencari nafkah. Dalam hal ini peneliti sangat terharu mendengar pernyataan dari peserta didik, karena terbilang umur yang masih sangat mudah tapi ia bisa berfikir layaknya orang dewasa.
Selanjutnya peserta didik yang memiliki permasalahan yang sama bernama Sri Andini, dia memberi keterangan pada saat diwawancarai dan mengatakan bahwa:
“terkendala dalam menghafal kosa kata, karena ketika dari membantu ibu menjual di pelelangan, seringkali lupa dengan tugas. Apalagi ketika ada tugas hafalan”.54
Sri Andini mengaku sering lupa akan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya ketika dia sudah pulang dari kerja, keterangan yang lainnya yang diberikan dari peserta didik bahwa ketika dia sudah capek akan pekerjaan yang sudah dilakukan, dia sudah tidak memikirkan akan tugas-tugas yang diberikan terlebih tugas hafalan mufradat yang diberikan.
Selanjutnya yang mempunyai permasalahan dalam menghafal mufradat yang serupa adalah Marsya, Marsya merupakan salah satu sepupu saya yang bersekolah di MTs Negeri 4 Sinjai yang sedang menduduki kursi kelas 7, dia mengatakan bahwa:
“faktor membantu orang tua, karena membantu ibu yang sedang menjual kue di pelelangan”.55
Pada peserta didik yang satu ini, saya sudah mengetahuinya karena sudah melihat langsung juga bagaimana dia bekerja keras membantu ibunya yang sedang bekerja di pelelangan. Marsya adalah salah satu anak yang sangat berbakti, karena
54 Sri Andini, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.
55 Marsya, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.
dia kadang-kadang tidak pergi sekolah demi menggantikan ibunya yang menjual ketika ibunya sedang melakukan pekerjaan lainnya.
Peserta didik selanjutnya yang memiliki hal serupa yakni peserta didik atas nama Herman, ketika diwawancarai oleh peneliti dia mengatakan bahwa:
“membantu bapak menjaga ikan di pelelangan yang akan dijual, sehingga ketika ada tugas hafalan kosa kata yang diberikan dari guru terkadang saya seringkali lupa atau lalai”.56
Permasalahan peserta didik di atas juga berkaitan dengan membantu orang tua. Sebagai peneliti juga sangat kasihan melihat peserta didik tersebut, karena disisi lain dia harus bekerja dan menuntut ilmu. Dimana pikirannya terbagi sehingga tidak fokus dengan pendidikannya, apalagi umurnya masih sangat kecil.
Adapun permasalahan peserta didik selanjutnya, atas nama Galang, Galang juga termasuk salah satu sepupu saya. Dia mengatakan bahwa:
“membantu orang tua menjual, kalau soal dalam menghafal ingin sekali.
Cuman ketika sudah muncul rasa capek, menghafal itu menurut saya sangat sulit”.57
Galang memiliki hal yang serupa dengan apa yang dialami oleh teman- temannya tadi. Kita juga tidak bisa menyalahkan keadaan, sehingga dia harus melakukan hal demikian. Menurut peneliti niatnya sudah sangat baik, cuman belum saatnya melakukan hal demikian. Belajar dari hal ini, maka peran orang tua sangat diperlukan untuk tidak dulu menyuruh anaknya melakukan hal demikian, walaupun keinginan anak sendiri dalam bekerja. Setidaknya, orang tua dapat mengarahkan dan membimbing anaknya untuk fokus dalam pendidikan.
b. Faktor penyalahgunaan handphone
Faktor penyalahgunaan handphone termasuk salah satu faktor yang banyak dialami peserta didik, karena adanya penyalahgunaan handphone yang tidak
56 Herman, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.
57 Galang, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.
terkontrol sehingga menghambat pembelajaran peserta didik khususnya tugas pada mata pelajaran bahasa Arab yaitu menghafal mufradat.
Peserta pertama yang diwawancarai oleh peneliti adalah Sulaiman, dia berkata bahwa:
“ketika sudah memegang handphone, maka lupa akan waktu. Terkadang juga tidak meperhatikan tugas hafalan yang diberikan”.58
Sulaiman mengatakan bahwa dia lupa akan tugas yang diberikan termasuk tugas hafalan ketika dia sudah memegang handphone.
Peserta selanjutnya yang mengalami kesulitan dengan hal serupa atas nama Rivaldi, dia mengatakan bahwa:
“kalau sudah memegang handphone, tidak lain pasti hanya bermain game.
Ketika sudah bermain game lupa waktu. Terkadang juga tidak memperhatikan orang tua ketika saya disuruh”.59
Kasus Rivaldi sama dengan kasus peserta pertama yang diwawancarai bahwa dia sudah lupa waktu ketika handphone itu sudah ada ditangannya, terlebih ketika dia sudah memainkan gamenya, dia lupa akan semua hal yang ada. Bukan cuman itu, tetapi perintah orang tuanya pun diabaikan.
Peserta didik selanjutnya yang diwawancarai adalah Renaldiansyah, dia mengatakan bahwa:
“saya sering terkendala menghafal, karena sering nonton youtube dan sering main whatsapp, bukan hanya whatsapp tetapi semua media sosial saya mainkan. Kalau saya sudah membuka itu semua, saya kesusahan untuk mematikan handphone akibat kecanduan”.60
Renaldiansyah mengakui bahwa dirinya suka dan asik akan media sosial sehingga lupa waktu untuk menghafal kosa kata yang diberikan. Namun, hal yang menjadi masalah disini adalah peserta didik yang lalai akan tugas hafalan yang
58 Sulaiman, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.
59 Rivaldi, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 17 Februari 2023.
60 Renaldiansyah, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 17 Februari 2023.
diberikan oleh gurunya. Maka yang mengalami kerugian disini adalah peserta didik tersebut karena tugas yang tidak dikerjakannya dan sangat memberikan pengaruh terhadap nilai akademiknya.
Faktor serupa dialami oleh peserta didik atas nama Husna, dia mengatakan bahwa:
“masalah saya yaitu keseringan membuka media sosial seperti instagram dan bermain tiktok, hal yang membuat lupa akan tugas menghafal mufradat”.61
Husna mengakui dirinya bahwa dia terkadang lupa menghafal mufradat bahasa Arab, karena dia salah menyalahgunakan handphone. Dimana kita harus menggunakan handphone dengan hal yang diperlukan dan dapat menempatkan handphone pada tempatnya. Dari segi komunikasi memang media sosial memiliki keunggulan tersendiri, meskipun demikian hubungan sosial dengan berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan sesama manusia akan lebih menyenangkan dibanding hanya berinteraksi di media sosial.
Penggunaan media sosial saat ini berkembang sangat pesat dan sangat cepat, segala hal dapat diakses dengan mudah dan mendapatkan informasinya dengan mudah bahkan bisa berkomunikasi dengan siapapun dari seluruh belahan dunia melalui media sosial ini. Keuntungan media sosial adalah informasi terupdate dan dapat diketahui secara cepat, namun hal ini tetap harus membutuhkan bimbingan bagi generasi milenial agar kewajiban lain disekitarnya tidak terbengkalai akibat kecanduan menggunakan media sosial. Kasus inilah yang dialami peserta didik atas nama Husna yang asyik bermain media sosial namun melupakan tugas-tugas yang diberikan.
61 Husna, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 17 Februari 2023.
Peserta didik selanjutnya yang mengalami hal serupa adalah Yusran, dia mengatakan bahwa:
“terus terang ketika saya memegang handphone, hal yang saya lakukan hanya menonton film di aplikasi. Saya sering menonton drama korea, dan ketika waktu saya lama dalam menonton film hal itu yang membuat kepala saya merasa sakit”.62
Permasalahan peserta didik di atas juga serupa yaitu penyalahgunaan handphone yang berlebihan. Hal demikian adalah bukan hal sederhana dan diabaikan begitu saja. Sebagai manusia memang ada saatnya kita membutuhkan refreshing, bersenang-senang, untuk dapat merefresh pikiran dari aktivitas seharian.
Sebagai manusia pasti biasa membutuhkan hiburan ntah itu berupa lagu-lagu dan film-film seperti drama korea yang dapat menambah motivasi serta gairah dan memberikan inspirasi baru dalam hidup. Namun ketika hal itu berlebihan dan dilakukan setiap hari dan menyita banyak waktu, ini akan menjadi masalah tersendiri yang akan berdampak buruk dalam diri peserta didik.
Peserta didik yang sangat asyik nonton seperti kasus yang daialami Yusran di atas merupakan contoh dan realita nyata bahwa perlu adanya bimbingan manajemen penggunaan handphone agar tidak menjadi permasalahan bagi peserta didik, sebab jika tidak adanya penanganan khusus yang serius baik itu dari pihak orang tua ataupun pihak guru maka peserta didik itu sendiri yang akan rugi.
Permasalahan yang lain yang disebutkan oleh peserta didik adalah ketika menghafal dia mengaku kepalanya sering mengalami sakit. Peneliti kembali bertanya lagi kepada peserta didik tersebut, apakah sudah lama mengalami hal demikian atau masih baru-baru ini. Dia menjawab, bahwa sudah lama, hanya saja ketika ada tugas hafalan dia memaksa dirinya untuk dapat menghafal.
62 Yusran, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 17 Februari 2023.
Anggun Widya Lestari termasuk peserta didik yang juga terkendala karena adanya faktor penyalahgunaan handphone, dalam proses wawancara dia mengaku bahwa:
“kendala saya menggunakan handphone, karena saya berbisnis melalui handphone. Jadi ketika waktu saya hanya terisi karena handphone, seringkali tidak memikirkan hal lain apalagi sedang menjual lewat handphone”.63
Peserta didik yang satu ini yang mengalami permasalahan penyalahgunaan handphone karena dia lebih fokus kepada bisnis yang sedang dijalaninya. Memang tidak salah ketika kita berbisnis, dan hal demikian sangatlah baik karena sudah mandiri untuk mencari uang. Namun, sangatlah bijak ketika bisnis dan pendidikan dapat diatur dengan baik. Dapat menjalankan tugas, dan dapat menjalankan bisnis.
Tapi hal demikian juga tergantung seseorang bagaimana memanage waktu dengan baik, karena peserta didik mungkin juga masih memiliki umur yang terbilang masih sangat mudah sehingga masih susah dia lakukan. Karena di kehidupan nyata, bukan hanya peserta didik yang mengalami hal demikian tetapi juga banyak orang-orang di luaran sana yang susah mengatur waktunya dalam hal menuntut ilmu dan berbisnis.
Peserta didik selanjutnya yang mengalami faktor penyalahgunaan handphone adalah Fadil, dia mengatakan bahwa:
“kendala saya menghafal, karena sering bermain game. Ketika memegang handphone, saya hanya fokus dengan permainan game saja.64
Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa handphone dapat menjadi media penunjang namun juga dapat menghambat seseorang jika tidak digunakan dengan baik. Salah satu bukti handphone menjadi penghambat peserta didik di atas
63 Anggun Widya Lestari, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 17
Februari 2023.
64 Fadil, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 17 Februari 2023.
adalah handphone. Handphone tersebut lebih banyak digunakan untuk bermain game. Adapun game yang sering dimainkan adalah mobile legends.
Selanjutnya kasus lain yang menjadi korban penyalahgunaan handphone adalah peserta didik yang bernama Herman Saputra, dia mengatakan bahwa:
“kendala saya susah menghafal kosa kata, karena kebanyakan waktu saya terbuang di game, terkadang saya sendiri mengundang teman untuk bermain game”.65
Masalah yang dihadapi oleh peserta didik atas nama Herman Saputra sama yang dialami oleh peserta didik sebelumnya. Memang di era sekarang handphone menjadi kebutuhan pokok di era milenial. Jika tidak adanya bimbingan dengan benar, maka handphone akan membuat masa depan peserta didik tidak terarah.
Kasus dari Herman ini, sekali lagi menjadi bahan evaluasi untuk pendidik agar lebih memperhatikan peserta didik khususnya dalam masalah penyalahgunaan handphone. Herman mengaku bahwa ketika dia bermain game dialah yang sering mengundang temannya agar ikut bermain juga. Akibat dari banyaknya waktu yang tersita gara-gara bermain game, maka waktu menghafal kosa kata bahasa Arab terabaikan.
2. Permasalahan dari faktor internal
Faktor internal mencakup faktor kondisi psikis atau dari dalam diri peserta didik. Di atas telah dijelaskan dari faktor eksternal yaitu dari faktor luar peserta didik namun juga diuraikan beberapa faktor dari dalam peserta didik seperti malas dan susah menghafal karena merupakan satu paket yang didapatkan dari hasil wawancara. Di bawah ini khusus akan dibahas dan diuraikan tentang permasalahan dari dalam diri peserta didik yang telah ditemukan pada saat proses wawancara.
65 Herman Saputra, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 17 Februari 2023.
a. Malas
Kondisi psikis berupa kemalasan dapat dipicu dari banyak hal, namun kebanyakan tetap memiliki korelasi dengan permasalahan yang telah dibahas di atas yaitu penyalahgunaan handphone. Adapun malas sendiri adalah kondisi kejiwaan yang dialami peserta didik sehingga tidak adanya gairah dan motivasi mengikuti pembelajaran, tidak mengerjakan tugas dan tidak menghafal.
Peserta didik yang mengaku memiliki permasalahan ini adalah Ikhsan, dia mengatakan bahwa:
“saya malas, ketika banyak sekali tugas hafalan yang diberikan”.66
Menurut permasalahan yang dihadapi Ikhsan, dia sangat malas ketika banyaknya tugas hafalan yang diberikan. Tak jarang ada peserta didik yang senang dengan hafalan tapi tak jarang juga ditemukan peserta didik yang malas ketika tugas yang diberikan banyak. Lalu saya bertanya kembali kepada peserta didik, apakah ketika tugas yang diberikan sekaligus dengan jumlah banyak ataukah kamu yang tidak mengerjakan sehingga tugas yang diberikan menumpuk. Peserta didik pun menjawab bahwa saya jarang mengerjakan tugas, dan kalau muncul kembali tugas baru lagi, disitu ada rasa kemalasan yang muncul. Hal ini perlu adanya kesadaran dari peserta didik, ketika ada tugas yang diberikan itu langsung dikerjakan dengan cepat bukan bermalas-malasan mengerjakannya.
Peserta didik selanjutnya yang mengalami permasalahan atas nama Rezki Aditya, dia mengatakan bahwa:
“saya malas menghafal ketika banyak suara”.67
Hal yang dialami peserta didik di atas bahwa dirinya malas menghafal ketika banyak suara yang didengarkan.
66 Ikhsan, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 20 Februari 2023.
67 Rezki Aditya, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 20 Februari 2023.
Selanjutnya peserta didik yang bernama Alif Aliyanul Kahfi, dia mengatakan bahwa:
“saya malas menghafal, karena bosan dalam proses pembelajaran.68
Hal yang dialami peserta didik atas nama Aliyanul Kahfi bahwa kemalasannya muncul ketika dia sudah merasa bosan. Dalam hal ini guru harus memiliki banyak kreativitas atau model dalam proses pembelajaran. Agar peserta didik tidak bosan dan terus bersemangat dalam proses pembelajaran berlangsung.
Ketika banyaknya model yang ditampilkan dalam proses pembelajaran berlangsung otomatis peserta didik juga ikut merasa senang dan sangat antusis menghafalkan mufradat bahasa Arab.
b. Susah dalam menghafal
Menghafal merupakan salah satu kunci utama untuk dapat menguasai bahasa Arab, semakin banyak mufradat yang diketahui maka akan semakin mudah pula bahasa Arab itu dipahami dan kemampuan berbicara, mendengar, bahkan menulis bahasa Arab.
Tak jarang kita temukan peserta didik yang mudah menghafal. Namun, ada juga peserta didik yang mengalami kendala dalam menghafal mufradat bahasa Arab dikarenakan adanya beberapa faktor yang muncul. Ada yang ketika menghafal cepat tersimpan tapi tidak lama kemudian akan hilang, ada juga yang sakit kepala ketika menghafal mufradat yang diberikan gurunya, dan ada juga susah menghafal jika disekitarnya ribut, dan ada juga peserta didik yang kurang tau baca tulis al- Qur’an. Sehingga hambatan tersebut membuat peserta didik susah dalam menghafal.
Di bawah ini peneliti akan menyajikan beberapa hasil wawancara yang diperoleh dari peserta didik yang memiliki kesulitan dalam menghafalkan mufradat
68 Alif Aliyanul Kahfi, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 20 Februari 2023.