• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Pengertian dari teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Cara pengumpulan data, antara lain:

1. Observasi

Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, dan perasaan. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistic perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut.

2. Wawancara

Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya.

Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara

44 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2007), h. 48.

mendalam (in-depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau tanpa menggunakan pedoman (guidance) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relative lama. Ciri utama interview atau wawancara adalah kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi dengan sumber informasi.45

3. Dokumen

Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto dan sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. Secara detail bahan documenter terbagi beberapa macam, yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping, dokumen pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di website, dan lai-lain. Metode dokumenatsi adalah mencari data mengenai hal-hak atau variasi yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah kabar, majalah, prasasti, notulen, raport, leger dan sebagainya.46

4. Instrumen Penelitian

Insterumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa pedoman wawancara yang berupa sejumlah pertanyaan yang akan diajukan dan dijadikan sebagai acuan untuk memperoleh jawaban dari responden atau informan di MTs. Negeri 04 Sinjai Utara terkait dengan masalah dari penelitian ini.

45 Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 165.

46 Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 201.

5. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikan kedalam pola, kategori dan satuan uraian dasar. Analisis data menurut Bogdan &

Biklen (dalam Lexy J. Moleong, 2012:248) adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceriterakan kepada orang lain.47

6. Validasi Data

Validitas merupakan derajat ketetapan antara fakta yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data yang tidak berbeda antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian. Untuk mengetahui apakah data yang sudah ditemukan valid atau tidak maka peneliti melakukan:

a) Observasi Mendalam

Observasi mendalam peneliti gunakan untuk menghindari informasi yang tidak tepat atau kurang valid, selain itu data yang dikumpulkan juga tidak dapat diperoleh dengan sekali pengamatan saja, mengingat bahasa arab merupakan mata pelajaran yang membutuhkan tehnik pembelajaran yang berulang ulang untuk memantapkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang disampaikan.

b) Analisa Dokumen

Dokumen yang diperoleh peneliti kumpulkan untuk dicek apakah ada kekeliruan dan tidak sinkron antara dokumen dan wawancara yang telah dilakukan dengan narasumber sehingga benar benar diketahui keabsahanya.

47 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Rosda Karya, 2012), h.

248.

c) Triangulasi

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan suatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecakan atau sebagai pembanding. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber lainnya.48

48 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, h. 117.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHSAN A. Kondisi Lokasi Penelitian

1. Profil MTs Negeri 04 Sinjai a. Data Umum Madrasah

1). Nama Sekolah : Madrasah Tsanawiyah Negeri 04 Sinjai 2). Nomor Statistik : 121173070002

3). NPSN : 40320012

4). Alamat : Jln. Slamet riyadi No. 12 Kel. Lappa 5). Status Madrasah : Negeri

6). Waktu Belajar : Pagi

7). NPWP : 0258-01-000275-30-300-835.787.3-806.000 8). Kode Satker Anggaran : 674441

9). Tahun Berdiri : 2009 10). Jumlah KKM : 8 Swasta b. Lokasi Madrasah

1). Alamat : Jln. Slamet riyadi No. 12 RT.003/RW.001 2). Desa/Kelurahan : Lappa

3). Kecamatan : Sinjai Utara 4). Kabupaten/Kota : Sinjai

5). Provinsi : Sulwesi Selatan 6). Kode Pos : 92614

7). Titik Koordinat : Latitude (lintang) : 5.064622 Longitude (bujur) : 120.161324 8). Kategori Geografis Wilayah : Pesisir

2. Visi, Misi dan Tujuan MTs Negeri 4 Sinjai a. Visi

Terwujudnya madrasah yang unggul dalam disiplin, tertib, prestasi, berakhlakul karimah dan peduli lingkungan.

b. Misi

1. Menciptakan kedisiplinan dalam proses pembelajaran dan pelayanan.

2. Membiasakan bekerja dan belajar secara tertib dan profesional.

3. Menciptakan kondisi madrasah yang bersih dan sehat.

4. Mengembangkan wawasan peserta didik sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

5. Membekali pendidikan agama dengan teori dan praktek.

6. Menanamkan akhlakul karimah dan ibadah kepada setiap komponen madrasah.

7. Meningkatkan kesadaran untuk memelihara lingkungan madrasah dalam upaya pelestarian, perlindungan dan pencegahan akibat pencemaran lingkungan.

c. Tujuan

1. Meningkatkan perilaku disiplin, tertib dan akhlak mulia peserta didik.

2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan minat dan bakat peserta didik .

3. Mengembangkan kepribadian manusia yang utuh bagi pendidik, tenaga kependidikan dan peseta didik.

4. Mempersiapkan peserta didik sebagai bagian dari anggota masyarakat yang mandiri dan berdaya guna.

5. Mempersiapkan peserta didik agar dapat melanjutkan pendidikan lebih lanjut.

6. Menanamkan rasa cinta kepada peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan terhadap keindahan dan kelestarian lingkungan.

3. Kurikulum MTs Negeri 4 Sinjai

Kurikulum MTs Negeri 4 Sinjai mengacu pada kurikulum K13 dinas pendidikan.

4. Sarana dan Prasarana

MTs 4 Sinjai memiliki 1 kantor, 1 ruang guru, 1 ruang Bimbingan Konseling (BK) dan ruang Kepala Madrasah, 1 laboratorium IPA, 1 laboratorium komputer, 1 perpustakaan, 1 ruang OSIM, 1 sekret pramuka, dan memiliki 16 kelas.

Adapun Jumlah pendidik dari Madrasah Tsanawiyah 4 Sinjai berjumlah 29 orang dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan rincian: Kepala Madrasah berjumlah 1 orang, guru sebanyak 25 orang, staf tata usaha sebanyak 3 orang.

Guru dan staf dengan status non Pegawai Negeri Sipil (PNS) berjumlah 31 orang, dengan rincian: Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) berjumlah 3 orang, guru berjumlah 19 orang, Pegawai Tidak Tetap (PTT) berjumlah 9 orang. Adapun jumlah peserta didik kelas VII sebanyak 146 orang, yang terdiri dari 67 orang laki-laki, dan 79 orang perempuan.

5. Bagaimana Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Negeri 4 Sinjai

Hasil wawancara peneliti dengan guru bahasa Arab menyatakan bahwa:

MTs Negeri 4 Sinjai melaksanakan kegiatan pembelajaran selama 1 minggu full yaitu, mulai hari senin sampai dengan hari sabtu. Pembelajaran bahasa Arab menggunakan buku paket yang telah disediakan di sekolah namun tak jarang juga guru menggunakan metode yang lain agar proses pembelajaran tidak membosankan. Sitem pembelajaran berjalan dengan baik dan juga guru sangat rajin memasuki kelas dalam melaksanakan kegatan proses pembelajaran.

Secara umum pembelajaran bahasa Arab di sekolah MTs 4 Sinjai ini terbilang mencukupi dan juga sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh pendidik, hanya saja peserta didik yang yang tidak memiliki kesadaran. Sehingga tak jarang peserta didik kurang memahami dari apa yang disampaikan oleh pendidik.

Selain itu juga, kendala pendidik dalam proses pembelajaran bahasa Arab adalah latar belakang dari peserta didik yang berbeda-beda. Dimana banyak peserta didik yang notabenenya tidak pernah belajar bahasa Arab dan adanya peserta didik yang tidak tau baca al-Qur’an sehingga ini menjadi salah satu tantangan bagi pendidik.49

B. Paparan dan Hasil Penelitian

Hasil penelitian merupakan jawaban atas rumusan masalah yang penulis terapkan. Adapun hasil dari rumusan masalah sebagai berikut:

1. Gambaran penguasaan mufradat peserta didik kelas VII MTs Negeri 04 Sinjai Utara Kab. Sinjai.

Setelah penulis melakukan penelitian di dalam pembelajaran bahasa Arab, peneliti menemukan jawaban terhadap gambaran penguasaan mufradat peserta didik kelas VII MTs Negeri 04 sinjai. Adapun pendapat dari guru bahasa Arab atas nama ibu Aguswati, S.Pd., tentang gambaran penguasaan mufradat peserta didik, dia mengatakan bahwa:

“perlu diketahui bahwa peserta didik di MTs 04 Sinjai, kebanyakan lulusan dari SD Negeri yang belum pernah belajar bahasa Arab. Hal ini guru tak jarang menemukan peserta didik penguasaan dalam menghafal mufradat itu kurang atau sangat minim akibat peserta didik belum lancar dalam baca tulis al-Qur’an”.50

49 Ibu Aguswati, S.Pd, Guru Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.

50 Ibu Aguswati, S.Pd, Guru Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.

Pernyataan yang diberikan kepada ibu Aguswati, S.Pd., dia mengatakan bahwa gambaran penguasaan mufradat peserta didik pada kelas VII MTs 04 Sinjai masih terbilang kurang, karena banyaknya peserta didik yang sebelumnya tidak pernah belajar bahasa Arab atau lulusan dari SD Negeri bukan MI serta tak jarang ditemukan peserta didik yang belum tau baca tulis al-Qur’an.

Adapun pernyataan lain yang diberikan kepada guru bahasa Arab di MTs 04 Sinjai, atas nama ibu ST. Hawa, S.Ag., dia mengatakan:

“ketika dalam proses pembelajaran berlangsung, sebelum memulai pembelajaran. Terlebih dahulu memberikan hafalan kepada peserta didik untuk mengetes atau mengetahui sampai mana penguasaan muftadat yang diberikan. Di dalam memberikan tugas hafalan, masih banyak peserta didik yang kurang dalam penguasaan mufradat atau hafalannya belum tuntas diakibatkan karena kesadaran dari diri peserta didik itu sendiri”.51

Dari pernyataan ibu ST. Hawa S.Ag., bahwa di dalam proses menghafal mufradat masih banyak didapatkan peserta didik yang tidak tuntas dalam hafalannya. Peneliti juga melihat langsung dan mengikuti pembelajaran, guru memberikan hafalan terlebih dahulu kepada peserta didik kemudian peserta didik diberikan waktu dalam menghafal. Pemberian tugas seperti itu menurut peneliti sangat baik, karena dapat mengetahui bagaimana penguasaan mufradat yang diberikan peserta didik dalam jangka waktu yang diberikan dan dapat pula mengetahui apakah peserta didik itu benar-benar fokus dalam menghafal atau sekedar bermain-main.

2. Gambaran pengajaran bahasa Arab di MTs Negeri 04 Sinjai Utara Kab.

Sinjai.

Pengajaran merupakan interaksi dalam proses pembelajaran antara guru dan peserta didik. Adapun dari hasil wawancara saya tentang pengajaran bahasa Arab

51 Ibu ST. Hawa, S.Ag, Guru Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.

dalam proses pembelajaran kepada guru bahasa Arab di MTs 04 Sinjai atas nama ibu Aguswati, S.Pd., dia mengatakan bahwa;

“pada proses pembelajaran berlangsung, pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, di antaranya metode diskusi, metode dialog. Hal ini agar peserta didik tidak bosan dalam belajar. Tetapi kebanyakan peserta didik, terkadang apapun dilakukan guru masih ada juga yang ditemukan peserta didik yang merasa bosan. Tapi hal itu tidak membuat kami para guru terkhusus saya pribadi untuk menumbuhkan semangat peserta didik untuk lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran”.52

Menurut ibu Aguswati, S.Pd., bahwa dia melakukan metode diskusi dan terkadang metode dialog, agar peserta didik tidak bosan dalam proses pembelajarann berlangsung. Tapi terkadang juga guru tetap menemukan peserta didik yang bosan, namun hal itu tidak menurunkan semangat para guru untuk bisa menumbuhkan gairah peserta didik dalam proses pembelajaran ataupun proses menghafal mufradat bahasa Arab.

3. Faktor kesulitan peserta didik menghafal mufradat

Setelah melakukan wawancara dan mencari informasi dengan peserta didik tentang kesulitan yang mereka hadapi dalam menguasai mufradat, penulis menemukan adanya beberapa masalah yang menjadi kendala peserta didik itu sendiri. Jumlah peserta didik yang diwawancarai sebanyak 30 dari 5 kelas, yaitu kelas VII A sampai kelas VII E, masing-masing setiap kelas yang penulis wawancarai sejumlah 6 orang dalam 1 kelas.

Dari hasil wawancara peneliti membagi menjadi dua faktor permasalahan yaitu faktor eksternal dan juga faktor internal. Faktor eksternal yang mencakup hal yang berpengaruh dari lingkungan, baik itu lingkungan dalam berteman maupun lingkungan keluarga. Selain itu juga, adanya faktor internal yaitu berupa

52 Ibu Aguswati, S.Pd, Guru Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.

penyalahgunaan handphone, dan adanya rasa malas pada peserta didik. Adapun yang paling berpengaruh dari faktor eksternal adalah lingkungan keluarga.

1. Permasalahan dari faktor eksternal

Berikut akan peneliti uraikan hasil wawancara peserta didik kelas VII MTs Negeri 4 Sinjai tentang faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam penguasaan mufradat bahasa Arab khususnya permasalahan diluar dari peserta didik.

a. Pengaruh faktor lingkungan keluarga

Dari hasil wawancara yang menjadi banyaknya peserta didik yang sulit fokus dalam belajar ataupun menghafal dikarenakan dari faktor lingkungan, utamanya pada orang tua peserta didik yang kurang perhatian dengan peserta didik.

Karena dimana orang tua dari peserta didik harus mencari nafkah untuk biaya anak- anaknya. Kebanyakan orang tua dari peserta didik MTs 4 Sinjai berprofesi sebagai nelayan, hal ini tak jarang dari letak geografis MTs 4 Sinjai dimana lokasinya berada di pesisir pantai. Tak jarang pendidik juga banyak menemukan peserta didiknya yang jarang masuk sekolah karena harus menggantikan posisi dari ayahnya mencari nafkah ketika ayahnya tak bisa turun ke laut.

Peseta didik yang mengaku memiliki permasalahan tersebut adalah Mappaide, kerika ia diwawancarai tentang permasalahannya yang dihadapi dalam menghafal mufradat:

“saya juga tidak bisa menyalahkan keadaan, harus dapat membantu kedua orang tua terutama bapak sehingga fokus untuk belajar ataukah menghafal kosa kata itu tidak ada”.53

Dari keterangan yang diberikan Mappaide yang mengaku bahwa fokusnya dalam belajar atau menghafal mufradat itu tidak ada. Membuat peneliti penasaran dan kembali bertanya lebih spesifik kepada peserta didik, yaitu apa yang menyebabkan kenapa kamu harus terjun ke dalam pekerjaan orang tuamu

53 Mappaide, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.

sedangkan kamu juga bersekolah. Peserta didikpun menjawabnya bahwa ia harus bisa menggantikan posisi ayahnya ketika ayahnya sakit, karena pernyataan peserta didik dia juga anak 1 laki-laki dari bersaudara yang dimana harus ikut untuk bisa mencari nafkah. Dalam hal ini peneliti sangat terharu mendengar pernyataan dari peserta didik, karena terbilang umur yang masih sangat mudah tapi ia bisa berfikir layaknya orang dewasa.

Selanjutnya peserta didik yang memiliki permasalahan yang sama bernama Sri Andini, dia memberi keterangan pada saat diwawancarai dan mengatakan bahwa:

“terkendala dalam menghafal kosa kata, karena ketika dari membantu ibu menjual di pelelangan, seringkali lupa dengan tugas. Apalagi ketika ada tugas hafalan”.54

Sri Andini mengaku sering lupa akan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya ketika dia sudah pulang dari kerja, keterangan yang lainnya yang diberikan dari peserta didik bahwa ketika dia sudah capek akan pekerjaan yang sudah dilakukan, dia sudah tidak memikirkan akan tugas-tugas yang diberikan terlebih tugas hafalan mufradat yang diberikan.

Selanjutnya yang mempunyai permasalahan dalam menghafal mufradat yang serupa adalah Marsya, Marsya merupakan salah satu sepupu saya yang bersekolah di MTs Negeri 4 Sinjai yang sedang menduduki kursi kelas 7, dia mengatakan bahwa:

“faktor membantu orang tua, karena membantu ibu yang sedang menjual kue di pelelangan”.55

Pada peserta didik yang satu ini, saya sudah mengetahuinya karena sudah melihat langsung juga bagaimana dia bekerja keras membantu ibunya yang sedang bekerja di pelelangan. Marsya adalah salah satu anak yang sangat berbakti, karena

54 Sri Andini, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.

55 Marsya, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.

dia kadang-kadang tidak pergi sekolah demi menggantikan ibunya yang menjual ketika ibunya sedang melakukan pekerjaan lainnya.

Peserta didik selanjutnya yang memiliki hal serupa yakni peserta didik atas nama Herman, ketika diwawancarai oleh peneliti dia mengatakan bahwa:

“membantu bapak menjaga ikan di pelelangan yang akan dijual, sehingga ketika ada tugas hafalan kosa kata yang diberikan dari guru terkadang saya seringkali lupa atau lalai”.56

Permasalahan peserta didik di atas juga berkaitan dengan membantu orang tua. Sebagai peneliti juga sangat kasihan melihat peserta didik tersebut, karena disisi lain dia harus bekerja dan menuntut ilmu. Dimana pikirannya terbagi sehingga tidak fokus dengan pendidikannya, apalagi umurnya masih sangat kecil.

Adapun permasalahan peserta didik selanjutnya, atas nama Galang, Galang juga termasuk salah satu sepupu saya. Dia mengatakan bahwa:

“membantu orang tua menjual, kalau soal dalam menghafal ingin sekali.

Cuman ketika sudah muncul rasa capek, menghafal itu menurut saya sangat sulit”.57

Galang memiliki hal yang serupa dengan apa yang dialami oleh teman- temannya tadi. Kita juga tidak bisa menyalahkan keadaan, sehingga dia harus melakukan hal demikian. Menurut peneliti niatnya sudah sangat baik, cuman belum saatnya melakukan hal demikian. Belajar dari hal ini, maka peran orang tua sangat diperlukan untuk tidak dulu menyuruh anaknya melakukan hal demikian, walaupun keinginan anak sendiri dalam bekerja. Setidaknya, orang tua dapat mengarahkan dan membimbing anaknya untuk fokus dalam pendidikan.

b. Faktor penyalahgunaan handphone

Faktor penyalahgunaan handphone termasuk salah satu faktor yang banyak dialami peserta didik, karena adanya penyalahgunaan handphone yang tidak

56 Herman, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.

57 Galang, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.

terkontrol sehingga menghambat pembelajaran peserta didik khususnya tugas pada mata pelajaran bahasa Arab yaitu menghafal mufradat.

Peserta pertama yang diwawancarai oleh peneliti adalah Sulaiman, dia berkata bahwa:

“ketika sudah memegang handphone, maka lupa akan waktu. Terkadang juga tidak meperhatikan tugas hafalan yang diberikan”.58

Sulaiman mengatakan bahwa dia lupa akan tugas yang diberikan termasuk tugas hafalan ketika dia sudah memegang handphone.

Peserta selanjutnya yang mengalami kesulitan dengan hal serupa atas nama Rivaldi, dia mengatakan bahwa:

“kalau sudah memegang handphone, tidak lain pasti hanya bermain game.

Ketika sudah bermain game lupa waktu. Terkadang juga tidak memperhatikan orang tua ketika saya disuruh”.59

Kasus Rivaldi sama dengan kasus peserta pertama yang diwawancarai bahwa dia sudah lupa waktu ketika handphone itu sudah ada ditangannya, terlebih ketika dia sudah memainkan gamenya, dia lupa akan semua hal yang ada. Bukan cuman itu, tetapi perintah orang tuanya pun diabaikan.

Peserta didik selanjutnya yang diwawancarai adalah Renaldiansyah, dia mengatakan bahwa:

“saya sering terkendala menghafal, karena sering nonton youtube dan sering main whatsapp, bukan hanya whatsapp tetapi semua media sosial saya mainkan. Kalau saya sudah membuka itu semua, saya kesusahan untuk mematikan handphone akibat kecanduan”.60

Renaldiansyah mengakui bahwa dirinya suka dan asik akan media sosial sehingga lupa waktu untuk menghafal kosa kata yang diberikan. Namun, hal yang menjadi masalah disini adalah peserta didik yang lalai akan tugas hafalan yang

58 Sulaiman, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 15 Februari 2023.

59 Rivaldi, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 17 Februari 2023.

60 Renaldiansyah, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 17 Februari 2023.

diberikan oleh gurunya. Maka yang mengalami kerugian disini adalah peserta didik tersebut karena tugas yang tidak dikerjakannya dan sangat memberikan pengaruh terhadap nilai akademiknya.

Faktor serupa dialami oleh peserta didik atas nama Husna, dia mengatakan bahwa:

“masalah saya yaitu keseringan membuka media sosial seperti instagram dan bermain tiktok, hal yang membuat lupa akan tugas menghafal mufradat”.61

Husna mengakui dirinya bahwa dia terkadang lupa menghafal mufradat bahasa Arab, karena dia salah menyalahgunakan handphone. Dimana kita harus menggunakan handphone dengan hal yang diperlukan dan dapat menempatkan handphone pada tempatnya. Dari segi komunikasi memang media sosial memiliki keunggulan tersendiri, meskipun demikian hubungan sosial dengan berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan sesama manusia akan lebih menyenangkan dibanding hanya berinteraksi di media sosial.

Penggunaan media sosial saat ini berkembang sangat pesat dan sangat cepat, segala hal dapat diakses dengan mudah dan mendapatkan informasinya dengan mudah bahkan bisa berkomunikasi dengan siapapun dari seluruh belahan dunia melalui media sosial ini. Keuntungan media sosial adalah informasi terupdate dan dapat diketahui secara cepat, namun hal ini tetap harus membutuhkan bimbingan bagi generasi milenial agar kewajiban lain disekitarnya tidak terbengkalai akibat kecanduan menggunakan media sosial. Kasus inilah yang dialami peserta didik atas nama Husna yang asyik bermain media sosial namun melupakan tugas-tugas yang diberikan.

61 Husna, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 17 Februari 2023.

Peserta didik selanjutnya yang mengalami hal serupa adalah Yusran, dia mengatakan bahwa:

“terus terang ketika saya memegang handphone, hal yang saya lakukan hanya menonton film di aplikasi. Saya sering menonton drama korea, dan ketika waktu saya lama dalam menonton film hal itu yang membuat kepala saya merasa sakit”.62

Permasalahan peserta didik di atas juga serupa yaitu penyalahgunaan handphone yang berlebihan. Hal demikian adalah bukan hal sederhana dan diabaikan begitu saja. Sebagai manusia memang ada saatnya kita membutuhkan refreshing, bersenang-senang, untuk dapat merefresh pikiran dari aktivitas seharian.

Sebagai manusia pasti biasa membutuhkan hiburan ntah itu berupa lagu-lagu dan film-film seperti drama korea yang dapat menambah motivasi serta gairah dan memberikan inspirasi baru dalam hidup. Namun ketika hal itu berlebihan dan dilakukan setiap hari dan menyita banyak waktu, ini akan menjadi masalah tersendiri yang akan berdampak buruk dalam diri peserta didik.

Peserta didik yang sangat asyik nonton seperti kasus yang daialami Yusran di atas merupakan contoh dan realita nyata bahwa perlu adanya bimbingan manajemen penggunaan handphone agar tidak menjadi permasalahan bagi peserta didik, sebab jika tidak adanya penanganan khusus yang serius baik itu dari pihak orang tua ataupun pihak guru maka peserta didik itu sendiri yang akan rugi.

Permasalahan yang lain yang disebutkan oleh peserta didik adalah ketika menghafal dia mengaku kepalanya sering mengalami sakit. Peneliti kembali bertanya lagi kepada peserta didik tersebut, apakah sudah lama mengalami hal demikian atau masih baru-baru ini. Dia menjawab, bahwa sudah lama, hanya saja ketika ada tugas hafalan dia memaksa dirinya untuk dapat menghafal.

62 Yusran, Peserta Didik Kelas VII MTs 04 Sinjai, Wawancara, Sinjai 17 Februari 2023.

Dokumen terkait