59
60 Kedaan Sosial Ekonomi penduduk Desa senaru mempunyai jumlah penduduk 7.092 jiwa yang tersebar dalam 14 Dusun, mata pencaharian penduduk adalah sebagian besar petani dengan luas garapan tanah disamping sebagai petani mempunyai mata pencaharian sebagai pedagang, forter, guide karena menjadi daerah tujuan wisata.
2. Sejarah berdirinya desa senaru kecamatan bayan
Awalnya pada tahun 1992 diusulkan pemekaran Desa Bayan dan rencana lokasi pembangunan kantor desa persiapan ini ada di 3 tempat yaitu di dusun Lokok Kelungkung, Dusun Tumpang Sari dan dusun senaru, sedangkan rencana nama desa pada saat usulan pemekaran tersebut yaitu dengan nama Desa Karang Pinang , yang diambil dari salah satu tempat yang merupakan bagian dari Dusun Dasan Baro, sedangkan rencana lokasi pembangunan Kantor Desa tersebut bukan di Karang Pinang Dusun Dasan Baro tapi di Dusun lain.
Pada saat Musyawarah Lembaga Musyawarah desa ( LMD ) Desa Bayan berikutnya dengan agenda pembahsan rencana pemekaran desa bayan tersebut dari usul, saran dan masukan para peserta musyawarah mengenai nama dan tempat maupun lokasi pembangunan kantor desa yang diusulkan sebelumnya darai para peserta musyawarah sepakat untuk mengganti nama dari Desa Karang Pinang menjadi Desa Persiapan senaru dan tempat pembangunan kantor Desa persiapan senaru dekat dengan pintu masuk Air Terjun Singang Gila.
61 Musyawarah terakhir Lembaga Musyawah Desa ( LMD ) Desa Bayan pada tahun 1994 untuk menetapkan dan menentukan nama desa serta perangkatnya sedangkan kantor desa persiapan senaru sudah dibangun pada tahun 1993 oleh LKMD Desa Bayan.Pada tanggal 10 April 1995 dengan surat Keputusan Bupati Lombok Barat tentang Pemekaran desa – desa di Kabupaten Lombok Barat dan diresmikan oleh Bapak Bupati Lombok Barat pada bulan Mei 1995 memjadi desa persiapan senaru di Gedung Dewi Anjani bersama dengan 4 desa lainnya yang dimekarkan.
Adapun perangkat Desa Senaru terdiri dari a. Kepala desa : R. Sutagede
b. Sekretaris : R. Mustianji
c. Kaur Pemerintahan : R. Akria Buana d. Kaur Pembangunan : R. Sutikno
e. Kaur Kesra : Ahya Ullumudin
f. Kaur Keu : R. Kerdasari
g. Kaur Umum : Siwalip
Jumlah Dusun dan Nama Kepala Dusun a. Dusun Senaru : R. Kertasonao b. Dusun Dusn Tumpag sari : Nurdinah c. Dusun Lokok Kelungkung : Sri Alisah d. Dusun Dasan Baro : Radiaman e. Dusun Oma Seguar : Seliman
62 f. Dusun telaga Lenggundi : R. Sumade
g. Dusun sembulan Batu : A. Sahmin h. Dusun Kebaloan : R. gedarip i. Dusun Pawang Kreok : Sahrun j. Dusun Bon Gontor : Rumanom k. Dusun Lendang Cempaka : Mertawi
Dari 11 Dusun tersebut diatas hanya ada 3 dusun yang sudah definitif sebelum dimekarkan yaitu Dusun Senaru, Dusun Kebaloan dan Dusun Lendang Cempaka sedangkan dusun yang lainnya dimekarkan pada saat usul pemekaran desa.
3. DATA STATISTIS a. DATA UMUM
1) Luas dan Batas Wilayah
Luas Wilayah Desa/Kelurahan : 4.162 Ha Batas wilayah Desa /Kelurahan sebagai berikut:
Sebelah Utara : Desa Karang Bajo/Anyar Sebelah Selatan : Hutan Tutupan
Sebelah Barat : Desa Sukadana / Batu rakit Sebelah Timur : Desa Bayan
2) Jarak Pusat Pemerintahan Desa/ Kelurahan dengan
Desa/ Kelurahan terjauh : 1 Km
Ibu Kota Kecamatan : 10 Km
Pusat Wilayah Kerja Pembantu Bupati : 45 Km
63
Ibu Kota Kabupaten Kota : 45 Km
3) Kondisi Geografis
Tinggi Pusat Pemerintahan Desa/ Kelurahan
Dari Permukaan laut : M2
Suhu maksimum / minimum : 30 /23 Drajat Curah Hujan: Jumlah hari dengan Jumlah Hujan yang banyak
: 6,7 mm Hari Banyak Curah Hujan Tiap tahun : Bulan/ 240 Hari
4) Luas Wilayah /Peruntukan Lahan a) TANAH SAWAH
Irigasi tekhnis : 250 Ha
Irigasi Setengah tehnis : 100 Ha Irigasi Sederhana : 50 Ha
Tadah Hujan / Sawah Rendengan : 759 Ha Sawah Pasang Surut : 100 Ha
b) TANAH KERING
Pekarangan/ banguan/emplacement : 300 Ha
Tegal/ kebun : 90 Ha
Ladang/ tanah huma : Ha
Ladang penggembalaan/pangonan : - Ha c) TANAH BASAH
Tambak : - Ha
Rawa/ pasang surut : - Ha
64
Baloh/ empang/ kolam : 0,5 Ha
Tanah gambut : - Ha
d) TANAH HUTAN
Hutan lebat : - Ha
Hutan belukar : - Ha
Hutan sejenis : - Ha
Hutan rawa : - Ha
Hutan Lindung : - Ha
Hutan produksi : - Ha
Hutan suaka alam : - Ha
Hutan Wisata : - Ha
e) TANAH PERKEBUNAN
Perkebunan Negara : - Ha
Perkebunan Swasta : 103 Ha
f) TANAH KEPERLUAN FASILITAS UMUM
Lapangan olah raga : 0,5 Ha
Taman rekreasi : - Ha
Jalur hijau : - Ha
Kuburan : 65 Ha
Lain – lain ( tanah tandus, tanah pasir ) : - Ha
65 b. Tabel1.1 Data Kependudukan berdasar Populasi Per Wilayah
N Nama
Dusun
Nama Kepala Dusun
Juml a h R T
Juml a h K K
Jiw
a Lk Pr
1 BATU KOQ SUHARDI 2 165 56
6 28
3 28
3
2 BON
GONTO R
SUHARDI 2 132 46
6 23
8 22
8
3 KEBALOA
N ATAS
KERTALIP 2 125 44
9 22
1 22
8
4 KEBALOA
N
BAWAH
MUHAMMA D
UMAIDI
2 113 37
9 18
7 19
2
5 LENDANG
CEMPA KA
SAROAN 2 94 34
2 17
7 16
5
6 LOKOK
KELUN GKUNG
EFENDI,A.M A
3 178 59
5 31
5 28
0
7 MAGLING EKA
RAHMA NUL AIZI
3 190 60
4 31
0 29
4
66
N Nama
Dusun
Nama Kepala Dusun
Juml a h R T
Juml a h K K
Jiw
a Lk Pr
8 MALAKA
SEREAK
INDRASIP 3 122 41
1 22
4 18
7
9 OMA
SEGOA R
ABD
MANAP
3 132 43
6 23
0 20
6
1 PAWANG
KARYA
SAPOAN, A.MA
2 145 52
8 27
0 25
8
1 SEMBULA
N BATU
SAHTI 2 123 41
4 20
4 21
0
1 SENARU MISTRANA 2 198 67
3 36
4 30
9
1 TANAK
BISA
SURIALIP 2 56 21
6 11
9
97
1 TELAGA
LENGG UNDI
MARJUN 2 216 69
8 35
8 34
0
1 TUMPANG
SARI
MUH.HUSN AEN
4 248 80
0 40
5 39
5
TOTAL 36 223
7
75 7 7
39 0 5
36 7 2
67 c. PENDIDIKAN
Tabel 1.2 Data Kependudukan berdasar Pendidikan
No Kelompok
Jumlah Laki-laki Perempuan
N % N % n %
1 TIDAK / BELUM
SEKOLAH
344 7
42.09
%
1707 20.85% 174
0
21.25
%
2 TAMAT SD /
SEDERAJAT
176 7
21.58
%
928 11.33% 839 10.25
%
3 BELUM TAMAT
SD/SEDERAJAT
998 12.19
%
494 6.03% 504 6.15%
4 SLTP/SEDERAJAT 707 8.63% 375 4.58% 332 4.05%
5 SLTA / SEDERAJAT 541 6.61% 324 3.96% 217 2.65%
6 DIPLOMA IV/
STRATA I
69 0.84% 46 0.56% 23 0.28%
7 DIPLOMA I / II 24 0.29% 16 0.20% 8 0.10%
8 AKADEMI/
DIPLOMA III/S.
MUDA
18 0.22% 10 0.12% 8 0.10%
9 STRATA II 2 0.02% 2 0.02% 0 0.00%
10 STRATA III 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
TOTAL 818
9
100% 3905 47.69% 367
2
44.84
%
68
2 BELUM/TIDAK
BEKERJA
1705 20.82% 920 11.23% 785 9.59%
3 PELAJAR/MAHASISWA 1466 17.90% 745 9.10% 721 8.80%
4 BURUH
TANI/PERKEBUNAN
582 7.11% 306 3.74% 276 3.37%
5 WIRASWASTA 435 5.31% 268 3.27% 167 2.04%
6 BURUH HARIAN
LEPAS
318 3.88% 182 2.22% 136 1.66%
7 MENGURUS RUMAH
TANGGA
231 2.82% 3 0.04% 228 2.78%
8 PERDAGANGAN 54 0.66% 10 0.12% 44 0.54%
9 KARYAWAN SWASTA 36 0.44% 25 0.31% 11 0.13%
10 PEGAWAI NEGERI
SIPIL (PNS)
35 0.43% 28 0.34% 7 0.09%
11 GURU 24 0.29% 15 0.18% 9 0.11%
12 PEDAGANG 24 0.29% 4 0.05% 20 0.24%
13 KARYAWAN
HONORER
18 0.22% 9 0.11% 9 0.11%
14 PETERNAK 10 0.12% 5 0.06% 5 0.06%
15 TUKANG KAYU 8 0.10% 7 0.09% 1 0.01%
16 PEMBANTU RUMAH
TANGGA
5 0.06% 1 0.01% 4 0.05%
17 PERANGKAT DESA 3 0.04% 1 0.01% 2 0.02%
18 LAINNYA 3 0.04% 3 0.04% 0 0.00%
19 BURUH PETERNAKAN 2 0.02% 1 0.01% 1 0.01%
69
20 PENSIUNAN 2 0.02% 2 0.02% 0 0.00%
21 TUKANG JAHIT 2 0.02% 2 0.02% 0 0.00%
22 SOPIR 2 0.02% 2 0.02% 0 0.00%
23 ANGGOTA DPRD
KABUPATEN/KOTA
1 0.01% 1 0.01% 0 0.00%
24 MEKANIK 1 0.01% 1 0.01% 0 0.00%
25 BIDAN 1 0.01% 0 0.00% 1 0.01%
26 USTADZ/MUBALIGH 1 0.01% 1 0.01% 0 0.00%
27 IMAM MASJID 1 0.01% 1 0.01% 0 0.00%
28 KEPOLISIAN RI
(POLRI)
1 0.01% 1 0.01% 0 0.00%
29 TRANSPORTASI 1 0.01% 1 0.01% 0 0.00%
30 TENTARA NASIONAL
INDONESIA (TNI)
1 0.01% 1 0.01% 0 0.00%
31 KEPALA DESA 1 0.01% 1 0.01% 0 0.00%
32 WAKIL WALIKOTA 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
33 BUPATI 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
34 NOTARIS 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
35 PENGACARA 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
36 PILOT 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
37 WAKIL BUPATI 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
38 DOSEN 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
39 WALIKOTA 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
70
40 ARSITEK 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
41 ANGGOTA DPRD
PROVINSI
0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
42 PIALANG 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
43 AKUNTAN 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
44 PELAUT 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
45 PARANORMAL 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
46 PENYIAR RADIO 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
47 PENYIAR TELEVISI 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
48 PSIKIATER/PSIKOLOG 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
49 PENELITI 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
50 APOTEKER 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
51 PERAWAT 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
52 BIARAWATI 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
53 DOKTER 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
54 KONSULTAN 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
55 WAKIL GUBERNUR 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
56 GUBERNUR 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
57 DUTA BESAR 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
58 SENIMAN 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
59 PENATA BUSANA 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
60 PENATA RIAS 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
71
61 TUKANG GIGI 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
62 TUKANG LAS/PANDAI BESI
0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
63 TUKANG SOL SEPATU 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
64 TUKANG BATU 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
65 TUKANG LISTRIK 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
66 TUKANG CUKUR 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
67 INDUSTRI 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
68 BURUH
NELAYAN/PERIKA NAN
0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
69 KARYAWAN BUMD 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
70 KARYAWAN BUMN 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
71 KONSTRUKSI 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
72 TABIB 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
73 PARAJI 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
74 PERANCANG BUSANA 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
75 ANGGOTA KABINET
KEMENTERIAN
0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
76 ANGGOTA
MAHKAMAH KONSTITUSI
0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
77 WAKIL PRESIDEN 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
72 d. PEKERJAAN
Tabel 1.3 Data Kependudukan berdasar Pekerjaan
4. Visi dan Misi Desa Senaru
Visi dalam hal ini adalah visi pemerintahan desa, yaitu visi Kepala Desa. Visi pemeritahan desa pada dasarnya merupakan gambaran masa depan yang akan diwujudkan oleh pemerintah desa dalam periode 2014 - 2019 fungsi visi pemerintah desa, terutama sebagai arah bagi perjalanan pemerintah desa dalam mewujudkan kesejahteraan
78 PRESIDEN 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
79 ANGGOTA BPK 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
80 ANGGOTA DPD 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
81 ANGGOTA DPR-RI 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
82 PROMOTOR ACARA 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
83 JURU MASAK 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
84 PENATA RAMBUT 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
85 WARTAWAN 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
86 PASTOR 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
87 PENDETA 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
88 PENTERJEMAH 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
89 NELAYAN/PERIKANAN 0 0.00% 0 0.00% 0 0.00%
TOTAL 8189 100% 3905 47.69% 3672 44.84%
73 masyarakat. Visi bukan mimpi dan bukan slogan tetapi visi harus diwujudkan dan dapat diarahkan ketercapaiannya.
Berdasarkan masalah potensi dan harapan masa depan maka pemerintah Desa Senaru dalam periode 2014-2019 menetapkan visi yaitu “Terwujudnya Desa Senaru Mandiri dan sejahtera”. dan mempunyai slogan “Nyawiji Mbangun Desa”
Dari visi tersebut dapat dijelaskan sebagaiberikut:
a. Mandiri
Kemandirian dalam hal ini meliputi 2 (dua) sisi yaitu pemerintah desa dan masyarakat. Oleh karena itu ketercapaian kemandirian dapat dilihat dari adanya peningkatan kemampuan pemerintah desa dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa.
b. Sejahtera
Dari uraian tersebut diatas, maka ketercapaian visi Kepala Desa dapat diuraikan sebagai berikut:
1) Makin kuatnya kelembagaan pemerintahan desa.
2) Makin meningkatnya peran masyarakat dalam pembangunan.
3) Makin baiknya kebijakan-kebijakan pemerintah desa dalam penyelengaraan pemerintahan desa.
4) Makin baiknya kualitas pembangunan desa.
5) Makin meningkatnya kesejahteraan kehidupan dari masyarakat
74 Misi dalam hal ini adalah misi Kepala Desa. Misi pada dasarnya merupakan penjabaran atau operasionalisasi dari visi. Misi merupakan bidang bidang yang akan diarungi untuk menuju tercapainya visi yang telah ditetapkan. Misi juga berapa output output yang pernah diciptakan terlebih dahulu untuk mewujudkan visi. Misi pada dasarnya merupakan beban yang akan dipikul dan diselesaikan agar visi dapat terwujud.
Untuk mewujudkan visi Kepala Desa sebagaimana rumusan dimuka, maka dirumuskan misi (beban kinerja yang harus dilaksanakan) sebagai berikut:
1) Menyelenggarakan pemerintahan desa yang efisien, efektif, dan bersih dengan mengutamakan masyarakat.
2) Meningkatkan sumber sumber pendanaan pemerintahan dan pembangunan desa.
3) Mengembangkan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan dalam pelaksanaan pembangunan desa.
4) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.
5) Mengembangkan perekonomian desa.
6) Menciptakan rasa aman, tentram, dalam suasana kehidupan desa yang demokratis dan agamis.
Rumusan Misi tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
75 Misi 1: Menyelenggarakan pemerataan desa yang efisien, efektif dan bersih. Tujuan pemerintah secara garis besar ada 3 hal yaitu membina/ mengembangkan, membangun/ memberdayakan dan melindungi seluruh masyarakat. Untuk mewujudkan 3 tujuan tersebut maka diciptakan suatu kelembagaan pemerintahan yang mengacu kepada prinsip prinsip manajemen antara lain efisien dan efektif serta prinsip “Clean Government” yaitu pemerintah yang bersih, oleh karena itu aparat pemerintah desa dalam menjalankan tugas dan fungsinya harus secara profesional, produktif, dan transparan serta akuntabel.
Misi 2: Meningkatkan sumber sumber pendanaan pemerintahan dan pembangunan Desa. Dana bagi penyelenggaraan pemerintahan desa merupakan elemen yang mutlak harus ada. Visi dan Misi tidak akan terwujud tanpa tersedianya dana. Oleh karena itu pemerintahan yang kuat ditandai oleh cukup dan beragamnya sumber- sumber dana yang dimilikinya.
Dari uraian tersebut diatas, maka pencapaian misi Kepala Desa dapat diindikasikan sebagai berikut :
1) Terselenggaraanya tugas-tugas pemerintahan desa secara efektif.
2) Tersusunya program-program pembangunan desa secara efektif dan efisien
3) Penggunaan dana yang makin terarah dan efisien/ benar
76 4) Terlaksanaanya pengawasan melekat yang efektf.
5) Meningkatnya jumlah dan keragaman sumber - sumber pendanaan desa.
6) Meningkatnya kemandirian masyarakat, terutama dalam bidang pendanaan pembangunan.
7) Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.
8) Meningkatnya kemampuan masyarakat mengakses ke sumber- sumber daya termasuk informasi.
9) Meningkatnya usaha kemitraan yang dilakukan oleh masyarakat.
10)Meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat.
11)Meningkatnya tingkat kesehatan masyarakat.
12)Berkembangnya produktivitas sektor pertanian dan sektor sektor rill ekonomi desa.
B. Kontribusi Obyek Wisata Terhadap Tingkat Kesejahteraan Dan Tingkat Pendidikan
Industri pariwisata mempunyai peran penting dalam upaya pembangunan dan pengembangan suatu daerah. Bahkan mampu mendongkrak pendapatan daerah melalui sektor pariwisata yang
77 dikembangkan. Adapun data yang dapat di temukan di lapangan tentang kontribusi obyek wisata.
1. Lapangan Pekerjaan
Pekerjaan menjadi suatu hal yang sangat penting karena pekerjaan merupakan salah satu sarana untuk tercapainya hidup yang sejahtera.
Seperti yang di ungkapkan oleh Bapak Kamarudin yang bekerja sebagai driver;
“Sebelum berkembangnya obyek wisata ini saya bingung mau kerja apa, tetapi setelah berkembangnya obyek wisata ini saya mendapatkan pekerjaan sebagai driver yang sesuai dengan keahlian saya”.41
Mas Rody Sanjaya mengungkapkan hal yang sama yang bekerja sebagai karyawan hotel.
“Setelah selesai D3 saya bingung dengan pekerjaan yang cocok dengan saya, setelah perkembangnya obyek wisata ini banyak yang membangun hotel dan saya mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk saya”.42
Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Muhammad Nasir yang bekerja sebagai guide.
“Sebelumnya saya bingung mau kerja apa, tetapi setelah adanya obyek wisata ini saya bekerja sebagai Guide”.43
Dari ketiga pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa ada kontribusi obyek wisata terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat
41 Wawancara dengan Bapak Kamarudin, Pada Hari Senin, 27 Agustus 2018 di Desa Senaru
42 Wawancara dengan Mas Rody Sanjaya, pada hari Senin, 20 Agustus 2018, di Desa Senaru
43 Wawancara dengan Muhammad Nasir, pada hari Senin, 30 Juli 2018,di Lokok Kelungkung
78 melalui terciptanya banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar objek wisata Sendang Gile.
2. Pendapatan Masyarakat
Dari jumlah lapangan pekerjaan yang tercipta dari adanya obyek wisata Air Terjun Sendang Gile secara tidak langsung meningkatkan pendapatan masyarakat yang berasal dari pendapatan per orangan yang terkena mamfaat berupa terciptanya lapangan pekerjaan di daerah sekitar obyek wisata, ini tentunya menjadi tolak ukur dari peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar obyek wisata air terjun sendang gile. Hal ini dapat di lihat dari pernyataan oleh Ibu Jumaah;
“Semenjak adanya obyek wisata air terjun sendang gile pendapatan perbulan bertambah dan mencapai Rp 5.000.000,-, dari pendapatan tersebut sudah bias menghidupi keluarga dan mensekolahkan anak sampai perguruan tinggi”.44
Pernyataan selanjutnya diungkapkan oleh Ibu Juharti;
“Setelah berkembangnya obyek wisata air terjun sendang gile penghasilan saya bertambah, sehingga untuk kebutuhan keluarga dapat terpenuhi dan mampu menyekolahkan anak ke perguruan tinggi”.45
Pernyataan lain juga di ungkapkan oleh Ibu Nurvini yang berkerja sebai pemilik restoran;
“Dengan berkembangnya obyek wisata air terjun sendang gile yang menimbulkan banyaknya pengunjung wisata dari berbagai Negara yang membuat pendapatan semakin bertambah sehingga kebutuhan
44 Wawancara dengan ibu Jumaah, pada hari Senin, 16 Juli 2018 di Tumpang Sari
45 Wawancara dengan Ibu Juharti, pada hari Kamis, 26 juli 2018 di Senaru
79 keluarga sehari-harinya dapat terpenuhi dan anak-anak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi”.46
Dari ketiga pernyataan tersebut dapat di simpulkan bahwa lapangan pekerjaan tercipta dari adanya obyek wisata air terjun sendang gile dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat yang semakin meningkat di sekitar obyek wisata air terjun sendang gile.
46 Wawancara deagan Ibu Norvini pada hari Selasa, 14 Agustus 2018 di Senaru
80