i Oleh
AHMAD SYUKRI NIM: 15.1.13.6.070
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM 2019
ii Skripsi
Diajukan kepada Univeraitas Islam Negeri Mataram untuk Melengkapi Persyaratan mencapai
gelar Sarjana Pendidikan
Oleh
AHMAD SYUKRI NIM: 15.1.13.6.070
JURUSAN PENDIDIKAN IPS EKONOMI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM 2019
iii
vii MOTTO
Surat an-nisa ayat 29
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
viii saudaraku (Erna Wati, Nurul hidayah, dan Hasan Nudin) serta semua keluargaku, Terimakasih atas dukungan dan do’anya.
ix menyelesaikan penulisan Skripsi ini yang berjudul: Kontribusi Obyek Wisata Air Terjun Sendang Gile Terhadap Tingkat Kesejahteraan Dan Tingkat Pendidikan Masyarakat Di Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.
Selama penyusunan skripsi ini banyak sekali kesulitan dan hambatan yang penulis hadapi. Akan tetapi, atas bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak akhirnya skripsi ini dapat penulis selesaikan walaupun jauh dari kesempurnaan.
Oleh sebab itu maka, penulis mengucapkan terimah kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah memberikan bimbingan dan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Adapun ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada:
1. Bapak Dr. Pongky Arie Wijaya, MM selaku pembimbing I Dan Ibu Baiq Ari Yusrini, MM Selaku pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktunya dalam membimbing dan mengoreksi peneliti dalam menyusun skripsi ini.
2. Bapak H. IbnuHizam, M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi FakultasTarbiyah Dan Keguruan UIN Mataram yang selaku memberikan motivasi kepada mahasiswa/siswinya untuk menjadi yang terbaik.
3. Bapak Prof. Dr.H. Mutawali, M. Ag Selaku Rektor UIN Mataram beserta jajarannya.
4. Ibu Dr. Hj. Lubna M, Pd. Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram.
x tidak bisa peneliti sebutkan satu persatu.
Skripsi ini masih jauh dari sempurna baik dari segi ilmu maupun penulisannya, oleh karena itu diharapkan tegur sapa yang membangun dalam usaha penyempurnaan dan upaya-upaya kearah tersebut akan sangat diperhatikan dan dihargai.
Akhirnya dengan segala kekurangan dan kelebihan, semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat. Amin yarobbalalamin.
Mataram, ...2019
Ahmad Syukri NIM.151136070
xi
NOTADINAS ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v
HALAMAN PENGESAHAN ... vi
HALAMAN MOTTO ... vii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xi
DAFTARLAMPIRAN ... 71
ABSTRAK ... xv
BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian ... 1
B. Fokus Penelitian ... 7
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 7
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 9
E. Telaah Pustaka ... 9
F. Kajian Teori ... 13
1. Kontrtibusi a. Pengertian Kontribusi ... 13
2. Obyek Wisata a. Pengertian Obyek Wisata ... 16
3. Kesejahteraan Masyarakat a. Pengertian Kesejahteraan ... 18
b. Indikator Tingkat Kesejahteraan Masyarakat ... 20
xii G. Metode penelitian
1. Pendekatan penelitian ... 30
2. Kehadiran peneliti ... 31
3. Lokasi penelitian ... 33
4. Sumber data ... 33
5. Tehnik Pengumpulan Data ... 34
6. Analisis Data ... 38
7. Kesahihan data ... 40
BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 44
B. Kontribusi Obyek Wiasata Terhadap Tingkatkesejahteraan Masyarakat Dan Tingkat Pendidikan ... 61
BAB III PEMBAHASAN 1. Kontribusi Obyek Wisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Objek Wisata Air Terjun Sendang Gile ... 70
2. Kontribusi Obyek Wisata Air Terjun Sendang Gile Terhadap Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Senaru ... 73
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ... 77
B. Saran ... 78
xiii Tabel 1.3 Data Kependudukan Berdasarkan Pekerjaan ... 52 Tabel 1.4 Pekerjan, Pendapatan Dan Jenjang Pendidikan Sebelum Dan
Sesudah Adanya Obyek Wisata Air Terjun Sendang Gile ... 66
xiv Lampiran 3 Pedoman wawancara Bersama Kepala Desa Senaru ... 86 Lampiran 4 Pedoman Wawancara Bersama Masyarakat Sekitar Objek
Wisata Senaru ... 87 Lampiran Hasil Wawancara ... 89 Lampiran Dokumentasi... 112
xv Oleh:
AHMAD SYUKRI NIM. 151.136.070
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kontribusi Obyek Wisata Air Terjun Sendang Gile Terhadap Tingkat Kesejahteraan Dan Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: dengan adanya obyek wisata air terjun Sendang Gile mampu memberikan kontribusi terhadap kondisi ekonomi masyarakat disekitarnya dan juga diserap kesektor pertanian, sektor industri kerajinan, sektor angkutan, sektor komunikasi, dan sektor lain yang terkait. Selain meningkatkan pendapatan bagi masyarakat sekitar objek wisata pariwisata juga merupakan industri yang menawarkan beragam jenis pekerjaan kreatif sehingga mampu menampung jumlah tenaga kerja yang cukup banyak.
Kata Kunci : kontribusi oyek wisata, tingkat kesejahteraan dan tingkat pendidikan.
16 BABA I
PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian
Pariwisata adalah suatu jenis industri yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktif lainnya. Selanjutnya, sebagai sektor yang kompleks, ia juga merealisasi industri-industri klasik seperti industri kerajinan tangan dan cendramata.
Penginapan dan transportasi secara ekonomis, hal tersebut juga dipandang sebagai industri1.
Kegiatan pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat berperan dalam proses pembangunan dan pengembangan wilayah, sektor pariwisata memiliki korelasi dan berbagai potensi yang besar dalam mendukung sector ekonomi produktif. Dari sudut pandang perekonomian nasional sektor pariwisata di pandang sebagai penyangga sektor non migas, dengan prioritas kegiatan yang di arahkan menjadi sektor andalan dalam penerimaan devisa, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan dan pendapatan daerah serta meningkatkan kesejahteraan rakyat yaitu dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat sekitar objek wisata.
Menurut Cohen dampak pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat lokal dapat di kategorikan menjadi delapan kelompok
1 Nyoman, Ilmu Parawisata (Jakarta: Pradnya Pramita,2006), h.32
17 besar, yaitu (1) dampak terhadap penerimaan devisa, (2) dampak terhadap pendapatan masyarakat, (3) dampak terhadap kesempatan kerja, (4) dampak terhadap harga-harga, (5) dampak terhadap distribusi manfaat/keuntungan, (6) dampak terhadap kepemilikan dan kontrol, (7) dampak terhadap pembangunan pada umumnya dan (8) dampak terhadap pembangunan pemerintah.2
Dengan diberlakukannya Otonomi daerah, menjadikan setiap kabupaten/kota untuk lebih inovatif, kreatif dan bertanggung jawab dalam mencari, menggali dan mengembangkan potensi-potensi daerah. Hal itulah yang membuat Pemerentah Kabupten Lombok Utara dan Pemerintah Desa Senaru untuk mengelola potensi di daerahnya supaya kesejahteraan masyarakat sekitar meningkat salah satunya dari sektor parawisata.
Pemulihan kembali Kepariwisataan nasional tidak lepas dari usaha pemerintah untuk menjadikan pembangunan di bidang kepariwisataan sebagai salah satu cara dalam mengurangi kemiskinan. Pembangunan kepariwisataan tersebut salah satunya adalah dengan pengembangan wisata yang mengikutsertakan komunitas lokal. Meskipun demikian, masih banyak pihak yang menyangsikan bahwa pengembangan kepariwisataan dapat memberikan kontribusi yang secara signifikan memberikan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal. Paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan pun menjadi beragam, guna
2 repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/48613/4/Chapter%20I.pdf, Pada tanggal 16 maret 2017 pukul 10.22
18 mengembangkan diversifikasi produk/paket. Wisata budaya menjadi salah satu yang diminati wisatawan, karena selain menikmati keindahan panorama alam, juga dapat menyaksikan keunikan tradisi masyarakat yang dikunjungi. Hal ini terkait dengan perkembangan kepariwisataan saat ini yang telah mengalami pergeseran, semula mass tourism menjadi special interest tourism Wisatawan merasa jenuh dengan wisata konvensional yang selama ini ditawarkan, sehingga banyak yang beralih ke wisata minat khusus.3
Desa Senaru kecamatan Bayan berada di wilayah ujung timur Kabupaten Lombok Utara, upaya mengentaskan kemiskinan dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat untuk tujuan kesejahteraan. Melalui pemetaan potensi dan peluang yang dimiliki desa seperti sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya, dan modal sosial masyarakat, maka upaya pemberdayaan masyarakatnya dijalankan dengan aktifitas pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata.
Ketika suatu daerah/wilayah tertentu telah menjadi suatu destinasi wisata, beberapa hal harus sudah dipersiapkan untuk menerima wisatawan.
Sebagai desa wisata, Desa Senaru dan masyarakatnya harus menyiapkan atraksi wisata, bagaimana aksesibilitas menuju ke dan keluar dari desa, amenitas (fasilitas) bagi wisatawan, kelembagaan yang mengurus dan
3 http://digilib.uin-suka.ac.id/23282/1/12810033_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR- PUSTAKA.pdf, pada tanggal 1 april 2017 pukul 12.16
19 mengoperasikan desa wisata, dan pemasaran sebagai destinasi wisata.
Semua hal tersebut disediakan oleh masyarakat melalui aktifitas pemberdayaan masyarakat desa wisata.
Pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata diharapkan dapat memberikan kontribusi ekonomi, baik langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat setempat, dan peningkatan kehidupan sosial. Selain masyarakat setempat memperoleh manfaat dari kedatangan wisatawan, mereka pun dapat sekaligus menjaga dan mempertahankan budaya lokal serta pelestarian alam di wilayah mereka, karena hal itulah yang menjadi modal utama masyarakat lokal. Peningkatan ekonomi dapat dilihat dari peningkatan pendapatan, peningkatan kesempatan kerja, peningkatan aset fisik, dan peningkatan nilai tanah.
Pemberdayaan masyarakat di desa Senaru ini masih dalam proses yang masih berjalan. Kondisi kesejahteraan dimana pendidikan telah dinikmati oleh sebagian besar penduduk, kualitas kesehatan yang semakin membaik, dan pemerataan pendapatan masih belum tercapai. Penduduk masih banyak yang belum/tidak bersekolah, dan sebagian besar hanya lulusan sekolah dasar. Sedangkan untuk sarana kesehatan, hanya ada satu poliklinik desa dan dilayani oleh seorang bidan. Pendapatan masyarakat sebagian besar diperoleh dari pertanian, hanya sebagian kecil saja yang menjadi bagian dari koperasi desa wisata dan menjalankan usaha di bidang wisata. Untuk itu penelitian ini mencoba menemukenali konribusi riil objek wisata air terjun Sendang Gile terhadap mayarakat setempat.
20 Desa senaru memiliki tempat wisata yang sangat terkenel yaitu air terjun sendang gile banyak memberi keuntungan terhadap pendapatan asli daerah (DAD) yang tidak sedikit bagi kabupaten Lombok utara selain itu juga ada banyak warga sekitar lokasi objek wisata air terjun sendang gile yang mencari keindahan didaerah tepat objek wisata ada bagian wisata yang bias di lakukan masyarkt di sekitar objek wisata misalnya mendirikan hotel, kape, berdangaan oleh-oleh, cendera mata, rumah makan pada akhirnya akan meningkatakan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
Dari hasil obsevasi awal pada hari jumat 25 maret 2017 di Desa Senaru merupakan salah satu daerah tujuan wisata, dan merupakan primadona bagi para wisatawan yang berkunjung ke Lombok Utara.
Sejauh pengamatan kami objek wisata air terjun Sendang Gile khususnya dan desa Senaru umumnya memiliki beragam kelebihan dan keunggulan sehingga memiliki “magnet” (daya tarik) yang mengundang kehadiran wisatawan. Kelebihan dan keunggulan daya tarik itu diantaranya adalah:
pertama; objek wisata air terjun Sendang Gile masih bersifat alami (natural). Kedua; objek wisata air terjun Sendang Gile berada di jalur lintasan (trek) pendakian ke gunung Rinjani. Ketiga; infrastruktur jalan raya menuju tempat objek wisata terkait bagus, mudah dan murah.
Keempat; ketersediaan beragam fasilitas penginapan, rumah makan dan warung cinderamata sebagai oleh-oleh. Kelima; jaminan keamanan dari
21 aparat dan warga sekitar sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan.4
Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke air terjun sendang gile akan membuka kesempatan berusaha bagi masyarakat sekitar, terciptanya lapangan pekerjaan mulai dari tukang parkir, penjaga loket masuk, hingga jasa guide bagi wisatawan asing.
Hasil wawancara dengan Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara kamis 24 maret 2017, bahwa perkembangan kedatangan wisatawan mencanegara (wisman) secara langsung ke senaru dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016 mempunyai kecendungan (trend) yang meningkat, meskipun setiap periode mengalami fluktuasi.5
Berdasarkan kondisi tersebut, masyarakat setempat perlu mengoptimalkan sumberdaya manusia untuk dapat ikut serta dalam kegiatan pariwisata bahari di wilayahnya guna meningkatkan pendapatan mereka, karena bagaimanapun kegiatan pariwisata tidak terlepas dari interaksi masyarakat sekitarnya, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Oleh karena itu kegiatan kepariwisataan pada kawasan wisata air terjun sendang gile sudah semestinya diikuti oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tingkat pendidikan masyarakat desa senaru.
Untuk itu, perlu dilakukan penelitian tentang Kontribusi Obyek Wisata
4 Hasil Observasi Awal dengan Kepala Desa Senaru Kab. Lombok Utara, Kamis 24 Maret 2017
5 Hasil Observasi Awal dengan Kepala Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kab.
Lombok Utara, Jum’at 25 Maret 2017
22 Air Terjun Sendang Gile Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Dan Tingkat Pendidikan Masyarakat Di Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara
B. Fokus Penelitian
Berdasarkan uraian tersebut maka fokus penelitian dari penelitian ini adalah:
Bagaimanakah Kontribusi obyek wisata sendang gile terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dan tingkat pendidkan masyarakat di desa senaru?
C. Tujuan dan Mamfaat 1. Tujuan
Berdasarkan fokus tersebut, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kontribusi obyek wisata sendang gile terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dan tingkat pendidikan masyarakat desa senaru.
2. Manfaat
Manfaat penelitian dibedakan menjadi 2 (dua) bagian yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis.
1. Manfaat teoritis
Dari hasil penelitian ini dapat diketahui beberapa kontribusi obyek wisata sendang gile terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dantingkat pendidikan masyarakat desa senaru kecamatan bayan kabupaten Lombok utara.
23 2. Manfaat praktis
Manfaat penelitian ini dapat dirasakan oleh beberapa pihak antara lain :
a. Bagi peneliti
Peneliti dapat mengetahui kontribusi obyek wisata sendang gile terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dantingkat pendidikan masyarakat desa senaru kecamatan bayan kabupaten Lombok utara.
b. Bagi akademisi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan refrensi bagi akademisi yang akan melakukan penelitian dengan topik yang serupa.
c. Bagi pemerintah daerah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan ataupun acuan bagi pemerintah terkait khususnya pemerintah di Kabupaten Lombok Utara dalam mengoptimalkan potensi-potensi wisata sendang gile yang ada di desa Senaru kecamatan Bayan dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tingkat pendidikan masyarakat.
D. Ruang Lingkup Penelitian
24 Dalam penelitian ini, peneliti akan membahas tentang Kontribusi Obyek Wisata Sendang Gile terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat dan Tingkat Pendidikan Masyarakat di Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Peneliti akan mencoba memaparkan sejauhmana kontribusi Obyek Wisata Sendang Gile dalam meningkatkan kesejahteraan masyrakat dan tingkat pendidikan masyarakat di Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara dengan cara turun kelokasi penelitian untuk memperoleh data sekunder dan data primer guna kelengkapan dalam penyususnan skripsi ini.
E. Telaah Pustaka
Telaah Pustaka merupakan uraian atau penelaahan yang dilakukan oleh peneliti untuk menjelaskan posisi penelitian yang akan di lakukan meliputi hasil penelitian atau buku-buku terdahulu yang topik bahasannya sejalan atau searah. Adapun tujuan dilakukannya telaah pustaka ini adalah untuk menegaskan orisinalitas, dan urgensi penelitian bagi pengembangan ke ilmuan. Sebagai bahan gambaran dan perbandingan dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
1. Penelitian yang telah dilakukan oleh Daryanti dengan judul Kontribusi Objek Wisata Dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi Menurut Perspektif Ekonomi Islam. Tujuan dilakukannya peneltian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kontribusi objek wisata serta faktor-faktor apa yang perlu dilakukan pemerintah setempat untuk pengembangan Kabupaten
25 Kuantan Singingi. Adapun metode yang digunakan oleh Daryanti adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menyebutkan bahwa melalui retribusi yang diberikan oleh objek wisata air terjun Guruh Gemurai pendapatan daerah Kabupaten Kuantan Singingi setiap tahunnya semakin meningkat, Ratarata pertahun perkembangan retribusi daerah dan retribusi air terjun Guruh Gemurai mulai dari tahun 2007-2009 sebesar 1,35%. Dengan adanya retribusi dari air terjun Guruh Gemurai maka Kabupaten Kuntan Singingi dapat menaikkan taraf hidup masyarakatnya yang masih berada dibawah garis kemiskinan dan melakukan pemerataan pendapatan secara menyeluruh.Adapun persamaan dengan penelitian yang dilakukan adalah ingin mengetahui kontribusi obyek wisata terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menjelaskan tentang perkembangan objek wisata terhadap tingkat pendapaptan masyarakat.
Sedangkan penelitian yang penulis teliti berkaitan dengan kontribusi obyek wisata terhadap kesejahteraan masyarakat.6
2. Penelitian yang telah dilakukan oleh Made Suyana Utama dengan judul “Pengaruh Perkembangan Pariwisata Terhadap Kinerja Perekonomian Dan Perubahan Struktur Ekonomi Serta Kesejahteraan Masyarakat Di Provinsi Bali”. Tujuan dilakukannya Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perkembangan pariwisata terhadap kinerja perekonomian, perubahan struktur ekonomi, dan kesejahteraan
6Marsono, Kontribusi Pariwisata Budaya Candi Borobudur terhadap Ekonomi Masyarakat (Skripsi, UGM)
26 masyarakat di Provinsi Bali. Data yang digunakan diperoleh dari sumber sekunder mengenai perkembangan pariwisata, kinerja perekonomian, perubahan struktur ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat selama 30 tahun, yaitu dari 1975 sampai dengan tahun 2004. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menerapkan analisis jalur (path analysis) dengan variabel laten. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini secara umum menyimpulkan bahwa perkembangan pariwisata berpengaruh secara langsung terhadap kinerja perekonomian, berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perubahan struktur ekonomi, tetapi terhadap kesejahteraan masyarakat, perkembangan pariwisata tidak berpengaruh signifikan. Perkembangan pariwisata berpengaruh secara tidak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat melalui kinerja perekonomian dan perubahan struktur ekonomi. Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh parawisata terhadap kinerja ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan mengunakan penelitian kuantitatif. Adapun persamaannya dengan penelitian yang dengan penulis berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat sekitar dan perbedaannya nya adalah metode yang akan digunakan yaitu metode kualitatif.7
3. Penelitian telah dilakukan oleh Renaldy Rakhman Luthfi yang berjudul Peran Pariwisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Sektor
7Made Suyana Utama, Pengaruh Perkembangan Pariwisata Terhadap Kinerja Perekonomian Dan Perubahan Struktur Ekonomi Serta Kesejahteraan Masyarakat Di Provinsi Bali
27 Lapangan Pekerjaan Dan Perekonomian Tahun 2009 – 2013.
Penelitian ini bertujuan menemukan, memahami, menjelaskan dan memperoleh gambaran tentang kesejahteraan Masyarakat Kota Batu, khususnya di sektor Lapangan pekerjaan dan Perekonomian daerahnya. Penentuan informan dilakukan berdasarkan design sample agar mampu mewakili seluruh masyarakat Kota Batu maka ditentukan 30 responden. Setelah itu dilakukan analisis pendapatan dan survey lapangan pekerjaan di setiap daerah Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi serta teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Pariwisata memiliki peran positif terhadap Kesejahteraan masyarakat Kota Batu di sektor Lapangan Pekerjaan dan Perekonomian. Hal tersebut terlihat dari analisis pendapatan responden serta pernyataan dari responden secara langsung. Dari pernyataan yang diberikan masing-masing responden bahwa responden merasakan terjadi peningkatan pada pendapatan mereka walapun tidak secara kontinue tiap tahun, serta responden merasakan bahwa dengan adanya pembangunan di sektor pariwisata dapat meningkatkan perekonomian dan lapangan pekerjaan meskipun dampak negatifnya sektor pertanian agak turun, jalanan macet, dan tanah semakin tidak subur. Penelitian ini menjelaskan tentang peran pariwasta terhadap kesejahteraan masyarakat dengan mengunakan metode penelitian kualitatif
28 fenomenologi. Adapun persamaan dengan penelitian yang dilakukan adalah ingin mengetahui kontribusi obyek wisata terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menjelaskan tentang peran pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat dalam sector lapangan pekerjaan dan ekonomi masyarakat. Sedangkan penelitian yang penulis teliti berkaitan dengan kontribusi obyek wisata terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dan tingkat pendidikan masyarakat8
F. Kajian Pustaka 1. Kontribusi
a. Pengertian Kontribusi
Kontribusi berasal dari bahasa inggris yaitu contribute, contribution, maknanya adalah keikutsertaan, keterlibatan, melibatkan diri maupun sumbangan. Berarti dalam hal ini kontribusi dapat berupa materi atau tindakan. Hal yang bersifat materi misalnya seorang individu memberikan pinjaman terhadap pihak lain demi kebaikan bersama. Kontribusi dalam pengertian sebagai tindakan yaitu berupa perilaku yang dilakukan oleh individu yang kemudian memberikan dampak baik positif maupun negatif terhadap pihak lain. Sebagai contoh, seseorang melakukan kerja bakti di daerah rumahnya demi menciptakan suasana asri di daerah tempat ia tinggal sehingga memberikan dampak positif bagi
8Renaldy Rakhman Luthfi , Peran Pariwisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Sektor Lapangan Pekerjaan Dan Perekonomian Tahun 2009 – 2013(Skripsi, Universitas Brawijaya Malang)
29 penduduk maupun pendatang. Dengan kontribusi berarti individu tersebut juga berusaha meningkatkan efisisensi dan efektivitas hidupnya. Hal ini dilakukan dengan cara menajamkan posisi perannya, sesuatu yang kemudian mejadi bidang spesialis, agar lebih tepat sesuai dengan kompetensi. Kontribusi dapat diberikan dalam berbagai bidang.9
Jadi pengertian dari kontribusi sendiri ialah tidak terbatas pada pemberian bantuan berupa uangsaja, melainkan bantuan dalam bentuk lainseperti bantuan tenaga, bantuan pemikiran, bantuan materi, dan segala macam bentuk bantuan yang kiranya dapat membantu suksesnya kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Leiper dampak positif pariwisata bagi perekonomian adalah:
1) Pendapatan dari penukaran valuta asing.
2) Menyehatkan neraca perdagangan luar negeri.
3) Pendapatan dari usaha atau bisnis pariwisata.
4) Pendapatan pemerintah.
5) Penyerapan tenaga kerja, 6) Multiplier effect
7) Pemanfaatan fasilitas wisata oleh masyarakat lokal.
9http://repository.uin-suska.ac.id/6526/4/BAB%20III.pdf, Di ambil pada 23 maret 2017 pukul 10.00
30 Menurut Suwena dan Widjatmaja dampak positif kegiatan pariwisata terhadap prekonomian yaitu:
1) Membuka lapangan kerja bagi penduduk lokal dibidang pariwisata.
2) Dibangunya fasilitas infrastruktur yang lebih baik demi kenyamanan para wisatawan yang juga secara langsung dan tidak langsung bisa dipergunakan oleh penduduk lokal pula.
3) Mendapatkan devisa (national balance payment) melalui pertukaran mata uang asing (foreign exchange).
4) Mendorong seseorang untuk berwirausaha.
Menurut Yoeti dampak positif kegiatan pariwisata terhadap perekonomian yaitu:
1) Dapat meningkatkan kesempatan berusaha 2) Dapat meningkatkan kesempatan kerja
3) Dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mempercepat pemerataan pendapatan masyarakat
4) Dapat meningkatkan penerimaan pajak pemerintah dan retribusi daerah
5) Dapat meningkatkan pendapatan nasional
6) Dapat meningkatkan investasi dari sektor industri pariwisata atau sektor lain
31 7) Dapat memperkuat neraca pembayaran.10
Dari ketiga teori menurut Lieper, Suwena dan Widjatmaja mengenai dampak positif perekonomian pariwisata akan digunakan oleh penulis dalam pembahasan penelitian mengenai kontribusi obyek wisata air terjun sendang gile terhadap tingktat kesejahteraan masyarakat dan tingkat pendidikan masyarakat.
2. Obyek Wisata
a. Pengertian Obyek Wisata
Obyek dan daya tarik wisata diatur dalam pasal Pasal 4 Undang-Undang No 10 tahun 2009 tentang keparawisataan. Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa objek dan daya tarik wisata adalah segala sesuatu yangmemiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupakeanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasilbuatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.11
Dalam undang-undang nomor 10 tahun 2009, Daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut Destinasi Pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administrative yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.
10http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=download&sub=DownloadFile&act=vie w&typ=html&id=99510&ftyp=potongan&potongan=S1-2016-374025-chapter1.pdf
11 M. Liga Suryadana, Pengantar Pemasaran Pariwisata (Bandung: Alvabeta, 2015), h. 31
32 Dalam membangun objek dan daya tarik wisata tersebut harus diperhatikan keadaan sosial ekonomi masyarakat setempat, sosial budaya setempat, nilai-nilai agama, adat istiadat, lingkungan hidup, beserta objek dan daya tarik wisata itu sendiri.
Penggolongan jenis objek wisata akan terlihat dari ciri khas yang ditonjolkan oleh tiap-tiap objek wisata.
Objek wisata dikelompokkan ke dalam tiga jenis, yaitu :
1) Objek wisata alam, misalnya : laut, pantai, gunung (berapi), danau, sungai, fauna (langka), flora (langka), kawasan lindung, cagar alam, pemandangan alam, lain - lain.
2) Objek wisata budaya, misalnya : upacara kelahiran, tari - tari (tradisional), musik (tradisional), pakaian adat, perkawinan adat, upacara turun ke sawah, upacara panen, cagar budaya, bangunan bersejarah, peninggalan tradisional, festival budaya, kain tenun (tradisional), tekstil lokal, pertunjukan (tradisional), adat istiadat lokal, museum, dan lain - lain.
3) Objek wisata buatan, misalnya : sarana dan fasilitas olahraga, permainan (layangan), hiburan (lawak/akrobatik dan sulap), ketangkasan (naik kuda), taman rekreasi, taman nasional, pusat - pusat perbelanjaan, dan lain – lain.12
Dalam industri Pariwisata, atraksi merupakan salah satu unsur pentingnya. Antraksi wisata tersebut dalam khazanah
12 Oka A. Yoeti, Parawisata Budaya (Jakarta: Pradnya Pramita, 2006), h. 15
33 kepariwisataan Indonesia dikenal dengan istilah ODTW, yaitu objek dan daya tarik wisata berupa:
1) Ciptaan tuhan yang terwujud keanekaragaman flora dan fauna, keindahan pemandangan alam laut, rimba belantara pegunungan.
2) Hasil karya manusia seperti sawah dan kebun (wisata agro), museum dan peninggalan sejarah (patrimony), kesenian, adat istiadat, taman rekreasi, dan sebagainya.
Sedangkan daya tarik wisata adalah suatu obyek ciptaan tuhan maupun hasil karya manusia, yang menarik minat orang untuk berkunjung menikmati keberadaannya.13
Objek wisata air terjun sendang gile juga dapat memberikan dorongan langsung terhadap kemajuan-kemajuan pembangunan Kabupaten Lombok Utara, jalan-jalan raya, pengangkutan setempat, program-program kebersihan atau kesehatan, kelestarian lingkungan dan sebagainya, yang kesemuanya dapat memberikan keuntungan dan kesenangan baik bagi masyarakat dalam lingkungan daerah wilayah yang bersangkutan maupun bagi wisatawan pengunjung dari luar.
13 Ibid…h15
34 3. Kesejahteraan masyarakat
a. Pengertian Kesejahteraan
Kesejahteraan berasal dari kata ‘’sejahtera’’.Sejahtera ini mengandung pengertian dari bahasa sansekerta ‘’Catera’’ yang berarti paying. Dalam konteks ini, kesejahteraan yang terkandung dalam arti ‘’catera’’ (paying) adalah orang yang sejahtera yaitu orang yang dalam hidupnya bebas dari kemiskinan, kebodohan, atau kekhawatiran sehingga hidupnya aman tenteram, baik lahir maupun batin. Sedangkan sosial berasal dari kata ‘’Socius’’ yang berarti kawan, teman, dan kerja sama.14
Menurut Undang-Undang N0. 11 Tahun 2009, tentang kesejahteraan masyarakat.Kesejahteraan masyarakat adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual dan sosial warga Negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehinggadapat melaksanakan fungsi sosialnya.15
Midgley (1997,5) melihat kesejahteraan sosial sebagai:
”a state or condition of buman well-being that exists when social problems are managed, when buman needs are met, amda when social opportunities are maximized”
(suatu keadaan atau kondisi kehidupan manusia yang tercipta ketika berbagai permasalahan sosial dapat dikelola dengan baik, ketika kebutuhan manusia dapat terpenuhi dan ketika kesempatan sosial dapat dimakasimalkan).16
14 Adi Fahrudin, Pengantar Kesejahteraan Sosial (Bandung: Refika Aditama, 2012), h. 8
15 Undang-undang No 11 Th. 2009, Tentang Kesejahteraan Sosial (Jogjakarta: Bening, 2010), h. 13
16 Isbandi, Ilmu Kesejahteraan Sosial Dan Pekerjaan sosial (Kampus FISIP UI: FISIP UI Press, 2005), h. 16
35 Banyak pengertian kesejahteraan social yang di rumuskan, baik oleh para pakar pekerjaan social maupun PBB dan badan- badan di bawahnya di antaranya :
1) Friedlander (1980)
Sosial welfare is the organized system of social services and institutions, designed to aid individuals and groups to attain satisfying standards of life and health, and personal and social relationships that permit them to develop their full capaties and to promote their well being in harmony with the needs of their families and the community. (hal.4)
Kesejahteraan social adalah system yang terorganisasi dari pelayanan-pelayanan social dan institusi-institusi yang dirancang untuk membantu individu-individu dan kelompo- kelompok guna mencapai standar hidup dan kesehatan yang memadai dan relasi-relasi personal dan social sehingga memungkinkan mereka dapat mengembangkan kemampuan dan kesejahteraan sepenuhnya selaras dengan kebutuhan- kebutuhan keluarga dan masyarakatnya.
2) Perserikatan Bangsa Bangsa
Kesejahteraan social merupakan suatu kegiatan yang terorganisasi dengan tujuan membantu penyesuaian timbale balik antara individu-individu dengan lingkungan social mereka.
3) UU No. 6 Tahun 1974 Pasal 2 ayat 1
Kesejahteraan social adalah suatu tata kehidupan dan penghidupan social, materiil ataupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan, dan ketentraman lahir batin, yang memungkinkan bagi setiap warga Negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah, dan social yang sebaik-baiknya bagi diri , keluarga serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hak-hak asasi serta kewajiban manusia sesuai dengan pancasila.17
17 Adi Fahrudin, Pengantar Kesejahteraan Sosial (Bandung: Refika Aditama, 2012), h. 9
36 b. Indikator Tingkat Kesejahteraan Masyarakat
Terkait dengan indikator yang sering digunakan untuk mengukur kesejahteraan masyarakat, Spicker (1995: 3) menggambarkan usaha kesejahteraan sosial, dalam kaitan dengan kebijakan sosial itu sekurang-kurangnya mencakaup lima bidang utama yang disebut dengan “big five”, yaitu:
1) Bidang kesehatan;
2) Bidang Pendidikan;
3) Bidang perumahan;
4) Bidang Jaminan Sosial; dan 5) Bidang Pekerjaan Sosial.
Kelima bidang di atas yang sering dijadiakn standar minimum untuk mengukur kesejahteraan masyarakat.18
Menurut Badan Statistik 2007 indikator kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari:
1) Kependudukan;
2) Kesehatan dan gizi;
3) Pendidikan;
4) Ketenagakerjaan;
5) Taraf dan pola konsumsi;
6) Perumahan dan lingkungan;
7) Sosial lainnya.19
18 Isbandi, Ilmu Kesejahteraan Sosial Dan Pekerjaan sosial (Kampus FISIP UI: FISIP UI Press, 2005), h. 123
37 Menurut BPS (2005) dalam penelitian Eko Sugiharto (2007) indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan ada delapan, yaitu pendapatan, konsumsi atau pengeluaran keluarga, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahan memasukkan anak kejenjang pendidikan, dan kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi.
1) Indikator pendapatan digolongkan menjadi 3 item yaitu:
a) Tinggi (> Rp. 10.000.000) b) Sedang (Rp. 5.000.000) c) Rendah (< Rp. 5.000.000)
2) Indikator pengeluaran digolongkan menjadi 3 item yaitu:
a) Tinggi (> Rp. 5.000.000)
b) Sedang (Rp. 1.000.000 – Rp. 5.000.000) c) Rendah (< Rp. 1.000.000)
3) Indikator tempat tinggal yang dinilai ada 5 item yaitu jenis atap rumah, dinding, status kepemilikan rumah, lantai dan luas lantai.
Dari 5 item tersebut kemudian akan digolongkan ke dalam 3 golongan yaitu:
a) Permanen
Kriteria permanen ditentukan oleh kualitas dinding, atap dan lantai. Bangunan rumah permanen adalah rumah yang
19 BPS Indonesia, Indikator Kesejahteraan Rakyat (Jakarta: BPS-Statistics Indonesia, 2007). h. 25
38 dindingnya terbuat dari tembok/kayu kualitas tinggi, lantai terbuat dari ubin/keramik/kayu kualitas tinggi dan atapnya terbuat dari seng/genteng/sirap/asbes.
b) Semi Permanen
Rumah semi permanen adalah rumah yang dindingnya setengah tembok/bata tanpa plaster/kayu kualitas rendah, lantainya dari ubin/semen/kayu kualitas rendah dan atapnya seng/genteng/sirap/asbes.
c) Non Permaen
Sedangkan rumah tidak permanen adalah rumah yang dindingnya sangat sederhana (bambu/papan/daun) lantainya dari tanah dan atapnya dari daun-daunan atau atap campuran genteng/seng bekas dan sejenisnya.
4) Indikator fasilitas tempat tinggal yang dinilai terdiri dari 12 item, yaitu pekarangan, alat elektronik, pendingin, penerangan, kendaraan yang dimiliki, bahan bakar untuk memasak, sumber air bersih, fasilitas air minum, cara memperoleh air minum, sumber air minum, fasilitas MCK, dan jarak MCK dari rumah. Dari 12 item tersebut kemudian akan digolongkan ke dalam 3 golongan yaitu:
a) Lengkap b) Cukup c) Kurang
39 5) Indikator kesehatan anggota keluarga digolongkan menjadi 3 item
yaitu:
a) Bagus (< 25% sering sakit) b) Cukup (25% - 50% sering sakit) c) Kurang (> 50% sering sakit)
6) Indikator kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan terdiri dari 5 item yaitu jarak rumah sakit terdekat, jarak toko obat, penanganan obat-obatan, harga obat-obatan, dan alat kontrasepsi.
Dari 5 item tersebut kemudian akan digolongkan ke dalam 3 golongan yaitu:
a) Mudah b) Cukup c) Sulit
7) Indikator kemudahan memasukkan anak ke jenjang pendidikan terdiri dari 3 item yaitu biaya sekolah, jarak ke sekolah, dan proses penerimaan. Dari 3 item tersebut kemudian akan digolongkan ke dalam 3 golongan yaitu:
a) Mudah b) Cukup c) Sulit
8) Indikator kemudahan mendapatkan transportasi terdiri 3 item, yaitu ongkos kendaraan, fasilitas kendaraan, dan status kepemilikan
40 kendaraan. Dari 3 item tersebut kemudian akan di digolongkan ke dalam 3 golongan yaitu:
a) Mudah b) Cukup c) Sulit.20
c. Tujuan Kesehjahteraan Sosial
Kesejahteraan mempunyai tujuan yaitu:
1) Untuk mencapai kehidupan yang sejahtera dalam arti tercapainya standar kehidupan pokok seperti sandang, perumahan, pangan, kesehatan, dan relasi-relasi sosial yang harmonis dengan lingkungannya.
2) Untuk mencapai penyesuaian diri yang baik khususnya dengan masyarakat di lingkungannya, misalnya dengan menggali sumber-sumber, meningklatkan, dan mengembangkan taraf hidup yang memuaskan.21
4. Tingkat Pendidikan a. Pengertian Pendidikan
pendidikan bagi kehidupan uamat manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat tampa pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok manusia dapat hidupberkembang sejalan dengan aspirasi (cita-cita) untuk maju, sejahtera dan bahagia menurut konsep pandangan hidup mereka.
20http://digilib.unila.ac.id/3181/16/BAB%20II.pdf, diambil tanggal 26 maret 2017
21 Adi Fahrudin, Pengantar Kesejahteraan Sosial (Bandung: Refika Aditama, 2012), h.
10
41 Menurut Undang-Undang No. 29 Tahun 2003 pasal 1 ayat (1) menjelskan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.22
Definisi pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli antara lain :
1) Diyarkara mengatakan bahwa: pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia ke taraf insansi itulah yang disebut mendidik. Pendidikan ialah pemanusiaan manusia muda. (ditjen Dikti, 1983/1984: 19).
2) Dictionary of educton menyebutkan bahwa pendidikan adalah proes dimana seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat di mana ia hidup, proses sosial dimana orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah)sehingga ia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum (Ditjen Dikti, 1983/1984: 19).23
22 Himpunan Undang-Undang RI, Sistem PEndidikan Nasional (Bandung:
Nusaaulia,2012), h. 2
23 Faud Ihsan, Dasar-Dasar Kependidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2013), h. 4-5
42 3) Langeveld mengatakan bahwa pendidikan ialah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada kedewasaan anak itu, atau lebih tepat dapat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa ( atau yang diciptakan leh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa (Langeved, 1971: 5).
4) Sudirman N. dkk bahwa pendidikan diartikan sebagai usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental (Sudirman, 1992: 4).24 b. Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai dan kemauan yang dikembangkan. Tingkat pendidikan berpengaruh terhadap perubahan sikap dan perilaku hidup sehat. Undang – undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional Bab IV pasal 14 menjeaskan bahwa jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
24 Binti Maunah, Ilmu Pendidikan ( Yogyakarta: Penerbit Teras, 2009), h. 4
43 Adapun 3 (tiga) tingkat pendidikan itu adalah sebagai berikut:
1) Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidiakan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.
2) Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah pendidikan umum dan pendidikan menengah kejuruan.
Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK), atau bentuk lain yang sederajat.
3) Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidiakan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doctor yang di seleggarakan oleh perguruan tinggi. Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan system terbuka. Akademi menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu cabang atau
44 sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni tertentU.25
Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1989 Bab I Pasal 1 ayat 5 disebutkan bahwa jenjang pendidikan adalah suatu tahapan dalam pendidikan berkelanjutan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik serta keluasan dan kedalaman bahan pelajaran. Lebih lanjut pada Bab V Pasal 2 disebutkan bahwa jalur pendidikan sekolah dilaksanakan secara berjenjang yang terdiri natas jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi.
1) Jenjang pendidikan dasar
Pendidikan dasar diselenggarakan untuk memberikan bekal dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat berupa pengembangan sikap pengetahuan dan keterampilan dasar.
2) Jenjang pendidikan menengah
Pendidikan menengah yang lamanya tiga tahun sesudah pendidikan dasar, diselenggarakan di SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) atau satuan pendidikan yang sederajat.
Pendidikan menengah dalam hubungannya ke bawah berfungsi sebagai lanjutan perluasan sekolah dasar dalam dalam hubungan ke atas mempersiapkan peserta didik untuk
25 Himpunan Perundang-undangan RI, Sisdiknas (Bandung: Nuansa Aulia,2012), h. 7-8
45 mengikuti pendidikan tinggi ataupun memasuki lapamgan kerja. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum, pendidikan menengah kejuruan dan pendidikan menengah luar biasa, pendidikan menengah kedinasan dan pendidikan menengah keagamaan.
3) Jenjang pendidikan tinggi
Pendidikan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyrakat yang memiliki kemampuan akademikdan atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian.26
G. Metodologi Penelitian 1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini tergolong penelitian lapangan (field research) apabila dilihat dari tempat penelitian dilakukan. Penelitian lapangan dianggap sebagai pendekatan luas dalam penelitian kualitatif atau sebagai metode untuk mengumpulkan data kualitatif. Ide pentingnya adalah bahwa peneliti berangkat ke lapangan untuk mengadakan pengamatan tentang sesuatu fenomena dalam suatu keadaan alamiah atau “in situ”.27Menurut kelompok jenis penelitiannya penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah
26 Binti Maunah, Ilmu Pendidikan ( Yogyakarta: Penerbit Teras, 2009), h. 144-146
27 Moleong, Lexy J. Metodologi penelitian kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014) hal. 26
46 metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara tringulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitaitf lebih menekankan makna dari pada general isasi.28
2. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian kualitatif karena peneliti berperan sebagai Instrument kunci sekaligus sebagai pengumpulan data. Peneliti melibatkan diri dalam berbagai aktifitas dengan subjek yang diteliti. Peneliti langsung ke lokasi penelitian, bergaul, berkomunikasi, mengamati, dan menganalisis berbagai aktivitas, ungkapan, data-data yang relevan dengan subjek yang diteliti. Kehadiran peneliti memungkinkan akses informasi dan data yang relevan yang terbuka dan mendalam tentang subjek yang diteliti.
Kehadiran peneliti di lokasi penelitian mempunyai tujuan yaitu agar peneliti sendiri mendapatkan data-data atau memperoleh sejumlah informasi yang dibutuhkan berkenaan dengan kontribusi objek wisata air terjun sendang gile terhadap tingkat kesejahteraan dan tingkat pendidikan masyarakat, guna dapat diterima di lokasi
28 Sugiyono, Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&B (Bandung: Alfabeta, 2011) hal. 9
47 penelitian dan mempermudah dalam upaya memperoleh data, maka segala syarat-syarat dan perizinan terlebih dahulu dengan pihak terkait dan bertanggung jawab sesuai dengan prosedur yang berlaku tentunya harus dilengkapi peneliti.
Dalam upaya memperoleh data di lokasi penelitian hal-hal yang harus dipersiapkan adalah Sebagai berikut:
a. Menentukan dan memilih siapa yang diwawancarai
b. Mencari tahu bagaimana cara sebaiknya untuk mengadakan kontak dengan responden
c. Mengadakan persiapan yang matang untuk melaksanakan wawancara
Sedangkan hal-hal yang dilakukan di Lokasi penelitian adalah sebagai berikut:
a. Melakukan observasi yang sedalam-dalamnya tentang subjek penelitian.
b. Mengadakan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait
Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga bulan Juli Tahun 2018, berawal dari pengajuan izin penelitian. Surat izin penelitian akan di keluarkan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Mataram. Melalui surat izin tersebut mulai peneliti dengan melakukan wawancara dengan bapak H. Muhammad, M. Si sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara pada tanggal 09 juli 2018, bapak Isa Rahman, A. Md sebagai Kepala Desa Senaru
48 pada tanggal 12 Juli 2018, Stap yang berkerja di objek wisata Desa Senaru pada tanggal 13 juli 2018, dan masyarakat disekitar objek wisata. Wawancara dilakukan selama tiga kali dalam satu minggu selama tiga bulan mulai dari tanggal 16 juli sampai 29 agustus 2018.
3. Lokasi Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data-data atau informasi yang lebih jelas, lengkap, serta memungkinkan dan mudah bagi peneliti untuk melakukan penelitian observasi. Oleh karena itu, maka penulis menetapkan lokasi penelitian adalah tempat di mana penelitian akan dilakukan. Dalam hal ini, lokasi penelitian terletak di Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Karena lokasi ini terdapat permasalahan yang menarik mengenai Obyek Wisata Sendang Gile.
4. Sumber Data
Menurut Lofland dan Lofland sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain.29Data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pengelompokannya terbagi atas dua jenis, yaitu :
a. Data Primer
Data primer yaitu data yang diperoleh dari sumber pertama.
Sumber data pertama diambil peneliti melalui wawancara dengan
29Moleong, Lexy J. Metodologi penelitian kualitatif, hal. 157
49 Bapak H. Muhammad, M. Si sebagai kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Bapak Isa Rahaman, A. Md sebagai Kepala Desa Senaru, dan masyarakat sekitar objek wisata.
b. Data Sekunder
Data tersebut diperoleh, Pengelola Objek Wisata Sendang Gile, jurnal ekonomi dan literature lain yang membahas mengenai materi penelitian berupa peta, data jumlah pengunjung dan data pendukung lainnya yang dianggap dapat mendukung penelitian ini.
5. Tehnik Pengumpulan Data
Tehnik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karna tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui tehnik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.30 Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a. Tehnik observasi (Pengamatan)
Tehnik observasi atau pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan tehnik observasi terus terang atau samar. Jadi dalam hal ini peneliti melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang
30Ibid, hal. 224
50 melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti. Tetapi dalam suatu saat peneliti juga tidak terus terang atau samar dalam observasi, hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari merupakan data yang masih dirahasiakan. Kemungkinana kalau dilakukan dengan terus terang, maka peneliti tidak akan diijinkan untuk melkukan observasi.31 Teknik ini dipergunakan hampir di seluruh proses pengumpulan data penelitian. Observasi ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang jumlah pengunjung ke obyek wisata sendang gile, kontribusi obyek wisata terhadap tinggkat kesejahteraan masyarakat dan tingkat pendidikan masyarakat di desa senaru kecamatan bayan kabupaten Lombok utara, hal ini diperlukan dalam proses penelitian.
b. Tehnik wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewer) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.32
Dalam penelitian ini penulis menggunakan wawancara semiterstruktur (Semistructure Interview), jenis wawancara ini
31 Sugiyono, Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&B, (Bandung: Alfabeta,2014), hal.228
32 Moleong, Lexy J. Metodologi penelitian kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya , 2014) hal. 186
51 sudah termasuk dalam kategori in-dept interview, di mana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur.
Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana fihak yang di ajak wawancara diminta pendpat, daan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mengengarkan secara teliti dan mencata apa yang dikemukakan oleh informan.
Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, ide-idenya.33 Pertanyaan wawancara/interview anatara lain sebagai berikut:
1. Apa pekerjaan Bapak/Ibu sekarang?
2. Berapa pendapatan Bpaka/Ibu perbulananya?
3. Dengan adanya objek wisata Sendang Gile apakah pendapatan bapak/ibu bertambah?
4. Bagaimana Partisipasi anda terhadap objek wisata Sendang Gile?
5. Manfaat apa saja yang anda rasakan dengan adanya industri pariwisata serta wisatawan yang datang berkunjung ke objek wisata tersebut?
6. Status jabatan anda di tempat tinggal atau di tempat objek wisata?
33 Sugiyono, Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&B, hal.233
52 7. Berapa jumlah anggota keluarga saudara? Dan berapa jumlah anak
saudara?
8. Sekarang duduk dibangku sekolah kelas berapa atau sudah bekerja?
9. Darimana sumber penghasilan ibu/bapak untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak?
10.Status kepemilikan rumah yang ibu/bapak tempati saat ini?
11.Struktur (bentuk) rumah yang ibu/ bapak tempati saat ini bersifat?
12.Alat penerangan dalam rumah yang ibu/bapak tersebut menggunakan?
13.Bahan bakar yang ibu/bapak gunakan untuk keperluan memasak?
14.Sumber air yang ibu/bapak gunakan untuk keperluan sehari- harinya?
15.Jenis wc yang ibu/bapak gunakan sehari-harinya?
16.Dalam 12 bulan terakhir, apakah Ibu/Bapak pernah terjadi kekurangan bahan makanan selama lebih dari satu bulan?
17.Apakah rumah tangga Ibu/Bapak bisa mendapatkan air bersih untuk air minum (tidak harus dari PDAM)?
18.Apakah rumah tangga Ibu/Bapak selalu mendapatkan pelayanan kesehatan baik medis (Dokter, Mantri) maupun tradisional (Dukun, Belian) ketika ada yang sakit?
19.Apa bantuan yang biasa diberikan aparat setempat terkait dengan permasalahan kesehatan dan sanitasi ?
c. Tehnik Dokumentasi
53 Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.Dalam hal dokumen Bogdan menyatakan “In most tradition of qualitative research, the pharase personal document is used broadly to refer toany first person narrative produced by an individual which describes his or her own actions, experience and belief”.34
6. Analisis Data
Menurut Bogdan & Biklen analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistensikannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. 35
Menurut Gay “Analyisis of data can investigasi by comparing responses on one data with responses on other data.” Analisi data dilakukan dengan menguji kesesuaian antara data yang satu dengan data yang lain. Selanjutnya Sujana menyatakan analisis data kualitatif bertolak dari fakta/informasi di lapangan.Fakata/informasi tersebut kemudian diseleksi dan dikembamgkan menjadi pertanyaan-pertnyaan yang penuh makna.
Sedangkan menurut Miles dan Huberman menyatakan bahwa analisis data kualitatif tentang mempergunakan kata-kata yang selalu
34Ibid,..Hal. 240
35 Moleong, Lexy J. Metodologi penelitian kualitatif , (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), hal.248
54 disusun dalam sebuah teks yang diperluaskan atau dideskripsikan.
Pada saat memberikan makna pada data yang dikumpulkan maka penulis menganalisis dan menginterprestasikan. Karna penelitian bersifat kualitatif, maka dilakukan analisis data pertama dikumpulkan hingga penelitian berakhir secara simultan dan terus menerus.
sealnjutnya interpestasi atau penafsiran data dilakukan dengan mengacu kepada rujukan teoritis yang berhubungan atau berkaitan dengan permasalahan penelitian.36 Analisis data meliputi:
a. Reduksi Data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaranyang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencari bila diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan eletronik seperti computer mini, dengan memberikan kodepada aspek-aspek tertentu.
b. Data display (penyajian data)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data.Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antara kategoi, flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles dan
36 Iskandar,Metodologi penelitian pendidikan dan sosial (Jakarta: Ciputat, 20013), h.258
55 Huberman menyatakan “the most frequent form of display data for qualitative researchdata in the past has bean narrative text”. Yang paling sering digunakan menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
c. Conclusion Drawing/verification
Langkah ketiga daaam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Kesimpulan awal masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnyabelum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kasual atau intraktif, hepotesi atau teori.37
7. Kesahihan Data
37 Sugiyono, Metode penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D (Bandung:
Alfabeta,2014), h. 247-253
56 Kesahihan data atau kredibilitas data dalam sutu karya sangat diperlukan karena data yang diperoleh itu harus bias dipertanggung jawabkan, adapun cara yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Ketekunan pengamatan
Ketekunan pengamatan tentu menjadi keharusan dalam penelitian ini megingat metode analisa yang digunakan di atas tidak akan mendapat kesimpulan yang benar jika pengamatan tidak tekun dilakukan oleh peneliti. Ketekunan pengamat bermaksud menemukan ciri-ciri yang sangat relevan dengan persoalan atau isi yang dicari, dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci.
b. Perpanjangan keikutsertaan
Peneliti mengadakan perpanjangan waktu dilokasi penelitian dan mengadakan observasi lebih giat dan mendalam terhadap obyek yang ada.Kaitannya dengan peningkatan keabsahan data maka peneliti dalam perpanjangan keikutsertaannya dapat menguji kebenaran informasi yang telah diperkenalkan baik yang berasal dari sendiri maupun dari responden.
c. Triangulasi
57 Triangulasi adalah “teknik pemekrisaan yang memamnfaatkan sesuatu yang diluar data untuk keperluan pengecekan atau perbandingan terhadap data”.38
Denzin dalam Moleong membedakan “dua macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori”.39 Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut:
1) Triangulasi waktu
Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik Wawancara dipagi hari pada saat nara sumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel.
Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.
2) Triangulasi metode
Triangulasi Metode berarti melakukan pengecekan Data dengan cara membandingkan data-data yang diperoleh melalui metode observasi, dokumentasi, dan Wawancara. Yang
38Lexi J, Moleong, Metodologi penelitian kualitatif (Bandung: Rosdakarya, 2009), Hal.
177.
39Ibid., Hal. 178.
58 kesemuanya peneliti gunakan sebagaimana telah diuraikan pada metode pengumpulan data diatas.
Berdasarkan Pendapat diatas, teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan oleh peneliti adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode dengan tujuan untuk mengecek kembali derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari lapangan melalui waktu dan alat yang berbeda.40
40Ibid., Hal. 330-331.
59 BAB II
PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Letak Geografis Desa Senaru Kecamatan Bayan
Desa Senaru merupakan salah satu dari 5 Desa yang dimekarkan tahap I ( Pertama ) di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 1994, dan Desa Senaru ini merupakan desa yang paling muda di Kecamatan Bayan , dan pemekaran dari Desa Bayan. Pada saat pemekaran Desa Bayan di bagi menjadi 2 ( dua ) Desa yaitu Desa Bayan sebagai Desa induk dan Desa Senaru sebagai Desa Persiapan.
Luas Desa persiapan setelah dimekarkan dari Desa Bayan sesuai dengan yang diusulkan olah LMD 4.400 ha sedangkan jumlah Penduduk 5.335 jiwa dengan jumlah KK 1.175 dengan batas-batas sebagai berikut :
Utara : Desa Anyar Timur : Desa Bayan Selatan : Hutan Tutupan Barat : Desa Sukadana
Kondis Iklim desa senaru sebagaiman banyak desa-desa lainnya di Indonesia yaitu kemarau dan penghujanan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanaman yang ada di Desa Senaru kecamatamn bayan.
60 Kedaan Sosial Ekonomi penduduk Desa senaru mempunyai jumlah penduduk 7.092 jiwa yang tersebar dalam 14 Dusun, mata pencaharian penduduk adalah sebagian besar petani dengan luas garapan tanah disamping sebagai petani mempunyai mata pencaharian sebagai pedagang, forter, guide karena menjadi daerah tujuan wisata.
2. Sejarah berdirinya desa senaru kecamatan bayan
Awalnya pada tahun 1992 diusulkan pemekaran Desa Bayan dan rencana lokasi pembangunan kantor desa persiapan ini ada di 3 tempat yaitu di dusun Lokok Kelungkung, Dusun Tumpang Sari dan dusun senaru, sedangkan rencana nama desa pada saat usulan pemekaran tersebut yaitu dengan nama Desa Karang Pinang , yang diambil dari salah satu tempat yang merupakan bagian dari Dusun Dasan Baro, sedangkan rencana lokasi pembangunan Kantor Desa tersebut bukan di Karang Pinang Dusun Dasan Baro tapi di Dusun lain.
Pada saat Musyawarah Lembaga Musyawarah desa ( LMD ) Desa Bayan berikutnya dengan agenda pembahsan rencana pemekaran desa bayan tersebut dari usul, saran dan masukan para peserta musyawarah mengenai nama dan tempat maupun lokasi pembangunan kantor desa yang diusulkan sebelumnya darai para peserta musyawarah sepakat untuk mengganti nama dari Desa Karang Pinang menjadi Desa Persiapan senaru dan tempat pembangunan kantor Desa persiapan senaru dekat dengan pintu masuk Air Terjun Singang Gila.