BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.7 Partial Test
Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah koefisien regresi dari variabel independen secara individual berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Kesimpulan yang dapat diambil dari uji t persamaan adalah sebagai berikut:
Tabel 4.9
Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
Step 1a
CR 12,007 12,218 0,966 1 0,326 163825,518
ROA -14,983 74,531 0,040 1 0,841 0,000
DER -0,747 0,303 6,078 1 0,014 0,474
Constant 8,785 3,864 5,169 1 0,023 6532,606 a. Variable(s) entered on step 1: CR, ROA, DER.
Dari hasil regresi di atas, maka didapatkanlah persamaan regresi linier data panel sebagai berikut:
ln = 8,785 + 12,007 CR – 14,983 ROA – 0,747 DER atau
= e8,785 + 12,007 CR - 14,983 ROA - 0,747 DER
a. Nilai konstanta diatas sebesar 8,785. Hal ini menunjukan odds (peluang) peringkat obligasi perusahaan investment grade sebesar 6535,47 atau e8,785, diasumsikan jika variabel likuiditas (CR), profitabilitas (ROA), dan leverage (DER) tidak ada.
b. Koefisien regresi untuk CR sebesar 12,007. Hal ini menunjukkan peluang peringkat obligasi perusahaan investment grade akan meningkat dengan faktor 163825,518 atau e12,007 setiap unit
92
Indonesia Banking School
perubahan likuiditas (CR), diasumsikan variabel profitabilitas (ROA) dan leverage (DER) konstan. Artinya, peluang perusahaan investment grade naik sebesar 163825,518 kali lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang speculative grade.
Hipotesis alternatif pertama (Ha1) dalam penelitian ini yaitu:
Terdapat pengaruh positif dari rasio likuiditas terhadap peringkat obligasi perusahaan perbankan selama periode 2010-2014.
Berdasarkan hasil regresi persamaan pada tabel 4.8 di atas, ditemukan nilai likuiditas (CR) sebesar 32,6% atau lebih besar dari nilai signifikansi 5%, dan koefisien regresi dari variabel likuiditas (CR) menunjukkan nilai 8,875. Hal tersebut menunjukkan bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi, sehingga bisa dinyatakan bahwa Ha1 dalam penelitian ini tidak terbukti.
c. Koefisien regresi untuk ROA sebesar -14,983. Hal ini menunjukkan peluang peringkat obligasi perusahaan investment grade akan menurun dengan faktor 3,11x10-7 atau e-14,983 setiap unit perubahan profitabilitas (ROA), diasumsikan variabel likuiditas (CR) dan leverage (DER) konstan. Artinya, peluang perusahaan investment grade turun sebesar 0,000000311 kali lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang speculative grade.
Pengaruh Likuiditas..., Nabilatus Syarifah, Ak.-IBS, 2016
Hipotesis alternatif kedua (Ha2) dalam penelitian ini yaitu:
Terdapat pengaruh positif rasio profitabilitas terhadap peringkat obligasi perusahaan perbankan selama periode 2010-2014.
Berdasarkan hasil regresi persamaan pada Tabel 4.8 di atas, ditemukan nilai profitabilitas (ROA) sebesar 84,1% atau lebih besar dari nilai signifikansi 5%, dan koefisien regresi dari variabel profitabbilitas (ROA) menunjukkan nilai -14,983. Hal tersebut menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi, sehingga bisa dinyatakan bahwa Ha2
dalam penelitian ini tidak terbukti.
d. Koefisien regresi untuk DER sebesar -0,747. Hal ini menunjukkan peluang peringkat obligasi perusahaan investment grade akan menurun dengan faktor 0,474 atau e-0,747 setiap unit perubahan leverage (DER), diasumsikan variabel likuiditas (CR) dan profitabilitas (ROA) konstan. Artinya, peluang perusahaan investment grade turun sebesar 0,474 kali lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang speculative grade.
Hipotesis alternatif ketiga (Ha3) dalam penelitian ini yaitu:
Terdapat pengaruh negatif dari rasio leverage terhadap peringkat obligasi perusahaan perbankan selama periode 2010-2014.
Berdasarkan hasil regresi persamaan pada tabel 4.8 di atas, ditemukan nilai leverage (DER) sebesar 0,014 atau lebih kecil dari nilai signifikansi 5%, dan koefisien regresi dari variabel
94
Indonesia Banking School
leverage (DER) menunjukkan nilai -14,983. Hal tersebut menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap peringkat obligasi, sehingga bisa dinyatakan bahwa Ha3
dalam penelitian ini terbukti.
4.3Analisis Hasil
1) Pengaruh likuiditas terhadap peringkat obligasi
Hasil variabel likuiditas dalam penelitian ini menunjukan bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil koefisien regresi sebesar 12,007 dan probabilitas sebesar 0,326 yang lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Estiyanti dan Yasa (2012), Sejati (2010), Sunarjanto dan Tulasi (2013), Satoto (2011) dan Arifman (2013) menyatakan bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi, sedangkan menurut Suharli (2008), Alwi dan Nurhidayati (2012), dan Sari (2007) menyatakan likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi. Berbeda dengan Manurung dkk (2008) yang menyatakan likuiditas berpengaruh negatif terhadap peringkat obligasi.
Hipotesis pertama yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif likuiditas terhadap peringkat obligasi ditolak. Sesuai dengan hasil analisis disimpulkan bahwa kenaikan likuiditas tidak memengaruhi
Pengaruh Likuiditas..., Nabilatus Syarifah, Ak.-IBS, 2016
probabilitas kenaikan peringkat obligasi perusahaan, ini menjelaskan bahwa secara parsial, likuiditas tidak diperhitungkan dalam menentukan peringkat obligasi. Hal ini kemungkinan disebabkan karena Pefindo dalam menilai likuiditas mempergunakan laporan keuangan yang terbaru yang diterbitkan sebelum dilakukannya proses pemeringkatan. Misalnya mempergunakan laporan keuangan triwulan dan bahkan laporan bulanan sehingga diperoleh hasil penilaian likuiditas yang terbaru sesuai keadaan sekarang (current) (Estiyanti dan Yasa, 2012).
2) Pengaruh profitabilitas terhadap peringkat obligasi
Hasil variabel profitabilitas dalam penelitian ini menunjukan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil koefisien regresi sebesar -14,983 dan probabilitas sebesar 0,841 yang lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian ini sesuai dengan Gogas dkk (2014), Sejati (2010), Alwi dan Nurhidayati (2012), dan Suharli (2008) yang menyatakan rasio profitabilitas tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Berbeda dengan Kamstra dkk (2001), Sunarjanto dan Tulasi (2013), Manurung dkk (2008), Chikolwa (2008), Sari (2007), Arifman (2013), dan Krisseptiyan dan Restuti (2015) menyatakan bahwa rasio profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi.
Begitupun dengan Satoto (2011) yang menyatakan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap peringkat obligasi.
96
Indonesia Banking School
Variabel profitabilitas dalam penelitian ini diketahui tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi, Tingkat profit yang tinggi memungkinkan untuk membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaan dengan dana yang dihasilkan secara internal atau digunakan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang, jadi laba tersebut tidak digunakan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang terkait dengan obligasi. Dalam hal ini profitabilitas dapat menggunakan laba ditahan sebagai pembiayaan operasional perusahaan, kemudian laba ditahan juga dapat digunakan untuk pembayaran dividen dan juga untuk membayar hutang. Proporsi penggunaan laba usaha berdasarkan kegunaannya tersebut akan tergantung pada kebijakan manajer terhadap sumber kas perusahaan. Arus kas keluar perusahaan terdiri dari 3 jenis yaitu arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan. Dengan demikian kebijakan manajemen untuk mengalokaikan kas perusahaan yang berasal dari laba yang diperoleh bisa jadi akan digunakan sebagai arus kas pendanaan guna membayar hutang dan obligasi perusahaan, namun demikian tidak menutup kemungkinan perusahaan akan juga ditekan oleh investor untuk mambayar dividen yang berarti bahwa profitabilitas dapat tidak berpengaruh terhadap rating obligasi (Alwi dan Nurhidayati, 2012).
Pengaruh Likuiditas..., Nabilatus Syarifah, Ak.-IBS, 2016
3) Pengaruh leverage terhadap peringkat obligasi
Pengaruh leverage terhadap peringkat obligasi menunjukan hasil berpengaruh negatif signifikan. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil koefisien regresi sebesar -0,747 dan probabilitas sebesar 0,014 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0,05. Koefisien yang bertanda negatif menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi setiap unit leverage (DER) maka akan menurunkan probabilitas peringkat obligasi kategori investment, begitu juga sebaliknya.
Penelitian ini serupa dengan Kamstra dkk (2001), Chikolwa (2008), Sari (2007), Suharli (2008), dan Krisseptiyan dan Restuti (2015) yang menyatakan bahwa leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap peringkat obligasi. Hasil tersebut berbeda dengan penelitian Satoto (2011) yang menyatakan leverage berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi dan penelitian Estiyanti dan Yasa (2012), Manurung dkk (2008), Sunarjanto dan tulasi (2013), dan Arifman (2013) yang menyatakan rasio leverage tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa leverage memiliki pengaruh negatif, rendahnya nilai rasio leverage dapat diartikan bahwa hanya sebagian kecil aktiva didanai dengan hutang dan semakin kecil risiko kegagalan perusahaan. Semakin rendah leverage perusahaan maka semakin baik peringkat perusahaan tersebut (Burton, Adam &
98
Indonesia Banking School
Hardwick, 2000). Penilaian peringkat yang didasarkan pada jumlah modal dan berhubungan negatif karena kemungkinan komposisi modal perusahaan didominasi dari pihak luar sehingga perusahaan mempunyai kewajiban untuk membayar atau melunasi tingkat pengembalian kepada para investor dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga resiko gagal bayar perusahaan akan meningkat yang dapat berpotensi menurunkan peringkat obligasi yang diterima akan perusahaan.
4.4 Implikasi Manajerial
Berdasarkan paparan diatas, dapat diketahui bahwa variabel leverage dalam penelitian ini berpengaruh negatif signifikan terhadap peringkat obligasi. Hal ini mengindikasikan bahwa besar nilai leverage suatu perusahaan dapat dijadikan acuan untuk menilai obligasi perusahaan tersebut. Rendahnya nilai rasio leverage dapat diartikan bahwa hanya sebagian kecil aktiva didanai dengan hutang dan semakin kecil risiko kegagalan perusahaan. Semakin rendah leverage perusahaan maka semakin baik peringkat perusahaan tersebut (Burton, Adam & Hardwick, 1998) dalam (Sari, 2007).
Penelitian ini serupa dengan Kamstra dkk (2001), Chikolwa (2008), Sari (2007), Suharli (2008), dan Krisseptiyan dan Restuti (2015) yang menyatakan bahwa leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap
Pengaruh Likuiditas..., Nabilatus Syarifah, Ak.-IBS, 2016
peringkat obligasi. Hasil tersebut berbeda dengan penelitian Satoto (2011) yang menyatakan leverage berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi dan penelitian Estiyanti dan Yasa (2012), Manurung dkk (2008), Sunarjanto dan tulasi (2013), dan Arifman (2013) yang menyatakan rasio leverage tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi.
Penelitian ini menunjukan variabel leverage berpengaruh negatif signifikan sehingga dapat disimpulkan besarnya leverage pada perusahaan bank dapat digunakan sebagai penentuan peringkat obligasi. Namun dalam penelitian ini juga terdapat variabel yang tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi yaitu likuiditas dan profitabilitas, hal itu menunjukan bahwa variabel likuiditas dan profitabilitas pada perusahaan bank tidak dapat memprediksi peringkat obligasi.
Variabel likuiditas tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi, dapat disimpulkan bahwa kenaikan likuiditas tidak memengaruhi probabilitas kenaikan peringkat obligasi perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Estiyanti dan Yasa (2012), Sejati (2010), Sunarjanto dan Tulasi (2013), Satoto (2011) dan Arifman (2013) menyatakan bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi, sedangkan menurut Suharli (2008), Alwi dan Nurhidayati (2012), dan Sari (2007) menyatakan likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi. Berbeda dengan Manurung dkk (2008) yang menyatakan likuiditas berpengaruh negatif terhadap peringkat obligasi.
100
Indonesia Banking School
Variabel profitabilitas dalam penelitian ini diketahui tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi, dapat disimpulkan bahwa kenaikan profitabilitas tidak memengaruhi probabilitas kenaikan peringkat obligasi perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan Gogas dkk (2014), Sejati (2010), Alwi dan Nurhidayati (2012), dan Suharli (2008) yang menyatakan rasio profitabilitas tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Berbeda dengan Kamstra dkk (2001), Sunarjanto dan Tulasi (2013), Manurung dkk (2008), Chikolwa (2008), Sari (2007), Arifman (2013), dan Krisseptiyan dan Restuti (2015) menyatakan bahwa rasio profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi. Begitupun dengan Satoto (2011) yang menyatakan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap peringkat obligasi.
Penelitian ini memiliki implikasi bagi perusahaan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki ataupun memeroleh peringkat obligasi yang baik, pada sisi keuangan dapat dilakukan dengan menjaga rasio keuangan terutama rasio leverage dengan memperhatikan proporsi modal yang didanai dari pihak luar. Sehingga perusahaan dapat memeroleh peringkat obligasi yang lebih baik dan memeroleh kepercayaan dari para investor.
Implikasi bagi investor, diharapkan penelitian ini mampu memberikan masukan agar investor sebaiknya tidak hanya mengacu pada tingkat return obligasi yang lebih tinggi tetapi masih banyak faktor yang harus diperhatikan. Sebaiknya investor juga memerhatikan peringkat
Pengaruh Likuiditas..., Nabilatus Syarifah, Ak.-IBS, 2016
obligasi perusahaan yang telah diperingkat oleh lembaga pemeringkat karena lembaga pemeringkat tersebut telah melakukan penilaian secara menyeluruh dan investor juga dapat memperhatikan jumlah kewajiban perusahaan tersebut yang dapat dilihat menggunakan rasio DER (debt to equity ratio).
Indonesia Banking School 102