Sistem Penangkal Petir 2.1. Lingkup Pekerjaan.
2.1.1. Umum.
Penangkal petir elektrostatis merupakan penangkal petir modern dengan menggunakan sistem E.S.E ( Early Streamer Emision ).
Sistem E.S.E bekerja secara aktif dengan cara melepaskan ion dalam jumlah besar ke lapisan udara sebelum terjadi sambaran petir. Pelepasan ion ke lapisan udara secara otomatis akan membuat sebuah jalan untuk menuntun petir agar selalu memilih ujung terminal penangkal petir elektrostatis ini dari pada area sekitarnya. Dengan sistem E.S.E ini akan meningkatkan area perlindungan yang lebih luas dari pada sistem penangkal petir konvensional. Berikut ini adalah perbandingan penangkal petir elektrostatis dengan penangkal petir konvensional dan disetujui Direksi/Pengawas Lapangan.
2.1.2. Uraian Pekerjaan Instalasi Penakal Petir.
Sistem Penangkal Petir yang digunakan yaitu jenis penangkal petir electro Statis Flash Vectron dengan kapasitas radius Maksimal 150 meter. Sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana, Kontraktor pekerjaan instalasi penangkal petir ini harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap dipergunakan.
Garis besar lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah sebagai betikut :
Pengadaan dan Pemasangan : 1. Pengadaan
2. Instalasi kabel konduktor tembaga.
3. Pembumian (grounding).
4. Pemasangan Tongkat Kepala Tembaga.
2.2. Standard/Rujukan.
2.2.1. Undang-Undang No. 12 Tahun 1967
2.2.2. Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP) 2.2.3. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999
2.2.4. Permen No. PER. 02/MEN/1989
2.3. Cara Kerja Penangkal Petir jenis Elekctrosatatis
Penangkal petir modern dapat menerima secara struktur besarnya tegangan listrik yang didapat dari petir dan mengalirkannya ke bumi. Teori diversi sebagai dasar dari prinsip kerja penangkal petir, menyatakan bahwa kemampuan penangkal petir modern melindungi struktur dikarenakan kemampuan pembumiannya yang baik. Sehingga sambaran
petir yang terjadi dapat dialirkan dengan aman ke bumi melalui konduktor pembumian. Ujung penangkal petir KURN menggunakan EGC (Elektro Generating system) mempunyai kemampuan "mengundang" petir yang berada disekelilingnya. Ini terjadi karena udara disekitar ujung penangkal petir mengalami ionisasi, sehingga berakibat mempunyai sifat konduktor yang dapat dialiri loncatan listrik. Apabila dilihat dengan Alat maka akan terlihat garis-garis seperti pelangi.
Sedangkan pangkal ujung bawah penangkal petir idealnya merupakan lapisan yang mempunyai sifat penghantar listrik. Ini akan membuat daya serap tanah dari ujung penangkal petir akan tersebar lebih merata. Dalam penghantaran listrik petir, yang harus diperhatikan ialah hambatan listrik pada konduktor perantara antara ujung atas (air terminal) dan pembumian. Harus dirancang jalur terpendek dari air terminal menuju pembumian dan setiap belokan harus mempunyai radius yang cukup besar. Bila hal ini tidak diperhatikan, maka sambaran petir akan mencari penghantar terpendek menuju pembumian, meskipun tidak melalui jalur penangkal petir (seperti melalui jaringan kabel rumah atau pipa plumbing). Ini dapat menyebabkan kebakaran dan bencana lain.
Setelah pemasangan penangkal petir, maka harus dianalisa faktor kemampuan tanah untuk menahan aliran listrik dalam radius tertentu.
Pengetesan harus dilakukan untuk menjamin bahwa semua listrik yang menyambar dapat didistribusikan dengan baik. Ini menyebabkan pemasangan penangkal petir harus diserahkan kepada ahli pemasang penangkal petir.
Pasal 3
Sistem Pencegah Kebakaran (Fire Suppression) 3.1. Lingkup Pekerjaan.
Persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan adalah setiap ketentuan atau syarat-syarat teknis yang harus dipenuhi dalam rangka mewujudkan kondisi aman kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungannya, baik yang dilakukan pada tahap perencanaan, perancangan, pelaksanaan konstruksi dan pemanfaatan bangunan.
Ada 2 (dua) jenis pencegah kebakaran yang akan digunakan dalam gedung ini yaitu Sistem Fire Suppression System dan Fire Protection Portable atau biasa juga dikenal dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 3.2. Fire Suppression System
Adalah sistem pemadam kebakaran yang menggunakan Gas C02 Nitrogen yang akan ditempatkan pada ruang yang telah ditentukan dalam gambar kerja yang akan secara otomatis mendeteksi adanya suhu ruangan yang tinggi dengan Head Detector dan dapat mendeteksi adanya asap dalam suatu ruangan dengan Smoke Detector kemudian akan diinformasikan lewat sistem elektronik ke alarm yang kemudian akan tabung Gas Nitrogen (fm 200) akan secara otomatis akan menyemburkan gas tersebut lewat pipa-pipa yang telah dipasang diatas plafon.
FM 200 Fire Suppression sebagai alat pemadam kebakaran dalam gedung sangatlah efektif dibandingkan dengan sistem Springkler dengan menggunakan air.
3.3. Uraian Pekerjaan Fire Protection Jenis Portable Catridge System Tabung pemadam yang mudah untuk dibawa dan dapat digunakan/dioprasikan oleh seorang saja. Ukuaran dari tabung pemadam api portable unit dihitung mulai dari 1 kilogram sampai dengan 9 kilogram.
Catatan : Khusus untuk tabung pemadam api dengan media (isi) Carbon dioxide dihitung mulai dari ukuran 3 kilogram sampai dengan 6,8 kilogram (standart).
Biasa disebut juga sebagai “portable fire extinguisher”, adalah alat pemadam yang mudah dibawa/dipindahkan oleh satu orang (portable) karena ukurannya (dalam pengertian dimensi) tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat.
2.4. Standard/Rujukan.
2.4.1. Permen PU No. 26/PRT/M/2008
2.4.2. NFPA (National Fire Protection Association) 2.5. Lingkup Pekerjaan Pemadam kebakaran
Adapun lingkup pekerjaannya yaitu : a. Silinder C02
b. Pipa Galvanis Ø ¾ Inchi c. Head Detector
d. Smoke Detector
e. Control Panel Automatic f. Nozle
g. Alarm Bell
h. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis portable yang dipasang pada daerah yang mudah terjangkau.
2.6. Cara Kerja Fire Protection Portable Catridge System
Pada silinder system cartridge sebetulnya terdiri dari dua tabung, tabung yang besar yang terlihat sebagai silinder alat pemadam hanya berfungsi sebagai wadah bagi media pemadam, di dalam tabung ini terdapat satu tabung lagi yang berukuran kecil sebagai penampung gas pemberi tekanan (biasanya CO2). Tabung ini terdapat di bagian dalam sebelah atas persis dibawah valve, saat valve ditekan ia akan menekan membran pada tabung CO2 sehingga terjadi lubang, CO2 akan keluar mengisi tabung yang besar dan memberi tekanan yang akan mendorong media keluar lewat valve.Untuk tabung jenis ini tidak terdapat pressure gauge. Media pemadam yang umum digunakan untuk jenis ini adalah ABC Dry Chemical powder.
Tabung portable ini dipasang pada daerah-daerah tertentu yang membutuhkan tingkat kondisi kebakaran tinggi dan mudah dijangkau, seperti ruang pantry, dan area publik yang dianggap perlu.
Pasal 4
Pekerjaan Sistem Tata Udara (AC)
4.1. Lingkup Pekerjaan
Dalam system ini, menggunakan refrigerant sebagai media pendingin ruangan. Sistem ini merupakan system yang dipakai pada skala gedung perkantoran, dengan ruang-ruang control yang memerlukan perlakuan khusus dalam hal temepeartur/ suhu.
4.2. Uraian Pekerjaan
Jenis AC yang digunakan yaitu AC Multi Split dengan sistem VRV (Variable Refrigerant Volume), yang mana sistem AC ini memungkinkan menggunakan 1 (satu) unit Outdor dengan Indoor lebih dari 2 (dua) unit.
Adapun komponen dari jaringan AC ini adalah : 4. Outdor unit 2-4 PK
5. Indoor unit
6. Branch Selector Unit 7. Pipa Refrigerant
Outdoor AC akan dipasang pada sisi kiri dan sisi kanan gedung yang telah dibuatkan tempat agar mudah dalam mengontrol dan perawatannya pada setiap lantai. Semua indoor harus dipasang pada ruangan-ruangan yang telah tertera pada gambar kerja dan pemasangan pipa refigeran harus hati-hati agar tidak mengalami kebocoran yang terjadi yang akan mengakibatkan merembesnya air buangan kedalam plafon.
Pasal 5
Pekerjaan Sistem Transportasi Vertikal (Lift) 20.1. Lingkup Pekerjaan
Dalam pekerjaan Elevator (Lift) yang paling perlu diperhatikan oleg pihak pelaksana, direksi dan pengawas adalah spesifikasi lift itu sendiri dimana sudah tertuang dalam gambar kerja dan RAB tentang spesifikasi elevator yang akan digunakan, sehingga pengadaan barangnya dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Apadun spesifikasi Elevator (Lift) yang akan digunakan yaitu : a. Daya Angkut : 8 (delapan) Orang
b. Rated Capacity : 550 Kg
c. Rated Speed : 1,00-1,50 Meter/Sec.
d. Enterance Width : 80 cm
e. Car Internal Dimensions : 140 x 103 cm f. Minimum Hoistway : 175 x 159 cm
g. Minimum Machine Room Dimensions : 185 x 290 cm 20.2. Uraian Pekerjaan
Paket elevator harus dipasang sesuai dengan petunjuk teknis dari pabrik dengan persetujuan dari direksi teknis / pengawas lapangan.
Sebelum melakukan pemesanan / pengadaan Elevator pihak penyedia wajib menyerahkan contoh dan jenis serta merk elevator yang akan digunakan tentunya sesuai dengan spesifikasi teknis yang ada.
Dalam hal pengadaan elevator pihak penyedia dengan segera mengajukan contoh dan jenis Lift yang akan digunakan, sehingga tidak berbenturan dengan pekerjaan struktur Lift (Core) yang telah dibuat terlebih dahulu.
Pemasangan Lift sedapat mungkin mempertimbangkan sistem struktur yang ada sehingga dapat berjalan lancar tanpa kendala.
Setelah pemasangan Lift terlebih dahuluh melakukan uji coba untuk memastikan tidak terdapat cacat mutu ataupun sistem elaktrikal yang salah.
Pasal 6
Pekerjaan Sistem Tata Suara, CCTV, MATV dan PABX 6.1. Lingkup Pekerjaan
Adapun lingkup pekerjaan elektrikal yang akan diuraikan dalam Pekerjaan Rehabilitasi UPTKB Sulawesi Tengah yaitu :
A. Sistem Tata Suara B. Sistem CCTV C. Sistem MATV
D. Sistem Telepon PABX E. Sistem Network
Uraian pekerjaan ini akan dirangkum menjadi satu pembahasan dengan penjabaran yaitu :
A. Sistem Tata Suara
Pemasangan speaker tanam pada plafon bangunan ini ditempatkan pada ruangan-ruangan fungsional untuk untuk memberikan informasi kepada pegawai BPS, dan untuk daerah luar ditempatkan didinding sisi depan dan belakang bangunan.
Adapun jenis speaker yang akan digunakan yaitu : 1. Cealling Speaker 3 watt
2. Horn Speaker 15 watt 3. Wall Speaker 15 watt
4. Type kabel NYMHY 3 x 1,5 mm 5. Microfone Meja
6. Mixer Amp 7. Equalizer B. Sistem CCTV
Sistem CCTV pada plafon dipasang pada daerah yang dengan tingkat kepadatan pengunjung tinggi disamping pada ruangan fungsional.
Adapun komponen yang akan digunakan yaitu : 1. Kamera Dome pada ruangan fungsional 2. Kamera Bullet pada koridor dan lobby 3. Kabel Coaxial RG-6
4. Monitor LCD 32”
5. Digital Video Recorder C. Sistem MATV
MATV yaitu sistem jaringan TV kabel atau TV satelit yang dipasang pada bangunan sebagai hiburan pelangkap dari bangunan tersebut.
Adapun komponen dari jaringan MATV yaitu : 1. Parabola / TV Satelit
2. Receiver 3. Modulator 4. Boster
5. Monitor LCD 32”
6. Kabel Coaxial RG-6 D. Sistem Telepon PABX
Sistem jaringan telepon yang akan gunakan yaitu menggunakan jaringan TELKOM sebagai alat komunikasi formal pada perkantoran, dipasang pada jaringan melewati kabel try pada setiap lantainya.
Adapun komponen yang akan digunakan yaitu : 1. Billing Sistem
2. BOX PABX
3. MDF Telpon 100 Pairs
4. Kabel jaringan Steel-K 5 / 2x2x0,6 mm 5. Unit Telepon (extension)
E. Sistem Network dan Data Server
Komponen network yang akan digunakan yaitu : 1. Server
2. Panel Subwitch
3. Panel Subwitch setiap lantai 4. Kabel UTP Cat 6e
5. Port LAN Switch 6.2. Uraian Pekerjaan
Semua pekerjaan elektrikal yang telah diuraikan diatas sistem pemasangannya yaitu menggunakan kabel melewati kabel Try yang dipasang dalam plafon bangunan dibungkus dengan konduit PVC sehingga terjaga keamanannya, semua jenis jaringan kabel setiap lantai masuk melalui Saft Mekanikal elektrikal yang terdapat dalam bangunan setiap lantai terdapat ruang kontrol yang telah disediakan sebagai ruang untuk mengaplikasikan sistem tersebut.
Pemasangannya komponen pada plafon sedapat mungkin diatur sehingga dapat teratata dengan baik tidak menghalangi jaringan dan komponen lainnya agar dapat terlihat rapi pada pemasangannya serta memberikan nilai estetika pada area interior gedung.
BAB 5