Perwakilan
dipimpin oieh
Kepala Daerah menjalankan pekerjaan mengatur rumah-tangga daerahnya, asal tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang lebih luas.Komite Nasional Daerah (Badan Perwakilan Rakyat) menjadi badan
legislatif,
dan
Komite Nasional Daerah memilih beberapa orang, sebanyak-banyaknyalima orang
sebagai Badan Eksekutif, yang bersama-sama dengan dan dipimpin oleh Kepala Daerah menjaiankan Pemerintahan sehari-hari di daerah. Kedudukan kepala daerah adalah sebagai ketua Badan Perwakilan Daerah dan sebagi Ketua Eksekutif daerah. Kepala Daerah adalah Residen, Bupati, atau Kepala kota.Penjelasan Undang-Undang 1945 Nomor 1 Pasal 3 menyatakan bahwa jika Kepala Daerah berhalangan, maka Wakil Kepala Daerahlah yarrg akan menggantikannya. Undang-Undang
ini
tidak memberikanpenjelasan tentang siapa yang mengangkat Kepala Daerah dan Wakil
Kepala Daerah, dan siapa pula yang melantiknya, dan berapa lama masa jabatan Kepala Daerah dan Wakii Kepala Daerah.
2. Undang-Undang Nomor 22 Tabun 1948 tentang Penetapan Aturan-
Aturan
Pokok Mengenai Pemerintahan Sendiridl
Daerah-Daerah yang Berhak Mengatur dan Mengurus Rumah Tangganya SendiriUndang-Undang Nomor
22
Ta}r:un1948 dibentuk
untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahur, 1948ini
mentakanabahwa
Daerah Negara Republik Indonesiatersusun dalam
tiga tingkatan, ialah: Propinsi, Kabupaten (Kota Besar), dan Desa (KotaKecil) negeri, marga,
dan
sebagainya yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Pemerintah Daerah terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerahdan
Dewan Pemerintah Daerah.Kepala Daerah menjabat sebagai Ketua dan anggota Dewan Pemerintah Daerah.
Pasal 18 Undang-Undang Nomor 22 TaJtun 1948 menyatakan bahwa Kepala Daerah Propinsi diangkat oleh Presiden dari sedikitnya- sedikitnya
dua atau
sebanyak-banyaknya empat orang calon yangdiajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi. Kepala Daerah Kabupaten (kota besar) diangkat oleh Menteri Dalam Negeri
dari
sedikit-sedikitnyadua dan
sebanyak-banyaknya empat orang calon yang diajukan oieh Dervan Perwakilan Rakyat Daerah Desa (kotakecil). Kepala Daerah Desa (kota kecil) diangkat oleh Kepala Daerah Propinsi dari sedikit-sedikitnya dua dan sebanyak-banyaknya empat
I
orang calon yang diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Desa (kota kecil).
.Kepala Daerah istimewa diangkat oleh Presiden dari keturunan keluarga yang berkuasa didaerah
itu di
zaman sebelum Republik Indonesia dan yang masih menguasai daerahnya, dengan syarat-syarat kecakapan, kejujurandan
kesetiaandan
dengan mengingat adat istiadat didaerahitu.
Untuk daerah istimewa dapat diangkat seorangwakil
Kepaia Daeraholeh
Presiden. Padawaktu
menjalankan pekerjaan sebagai Wakil Kepala Daerah,ia
mempunyai kekuasaan sebagai Kepala Daerah.Wakil
Kepala Daerah lstimewa adalah anggauta Dewan Pemerintah Daerah. Untuk mewakili Kepala DaerahfWakil Kepala-Daerah Istimewa)
jika ia
berhalanganoleh
DewanPemerintah Daerah ditunjuk seorang diantara anggautanya. Penjelasan angka VI Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948 menyatakan bahwa sebaiknya Kepala Daerah
dipilih oleh
Dewan Perwakilan Rakyat Daerahdan tidak
dibatasi lamanya.Untuk
Kepala Dearah desan pencalonannya dilakukanoleh
penduduk desa,tidak oleh
DewaPerwakilan Rakyat Daerah.
Kepaia Daerah dalam pemerintahan daerah mempunyai dua fungsi
yaitu
sebagai pengawas pekerjaan Dewan Perwakilan Rak)'at Daerah di Dewan Pemerintah Daerah, dan sebagai Ketua dan anggotaDewan
PemerintahDaerah. Kepala Daerah
sebagai pengawaspekedaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah karena Kepala Daerah merupakan wakil Pemerintah, sedangkan sebagai ketua dan anggota
Berkaitan dengan pengisian jabatan Kepala Daerah, sebenarnya da,lam Undang-undang Nomor
1 tahun
1957 telah mengintroduksi pemilihan kepala daerah secara langsung. Pada Pasal23
ayat (1) dinyatakan bahwa "Kepala daerahdipilih menurut aturan
yangditetapkan dalam Undang-undang.'
Di
bagian Penjelasan ditegaskan bahwa "Kepala Daerah haruslah seorang yang dekat kepada dan dikena,l oleh masyarakat daerah yang bersangkutan, dan karena itu kepala daerah haruslah seorang yang mendapat kepercayaan dari rakyat tersebut, dan diserahi kekuasaan atas kepercayaan tersebut.Berhubungan dengan itu, maka jalan satu-satunya untuk memenuhi maksud tersebut ialah bahwa Kepala Daerah haruslah dipilih langsung oleh
ra\rat
dari daerah yang bersangkutan."Meskipun
di
dalam Pasal 23 ayat (1) menentukan pemilihan kepala daerah secara langsung, akan tetapi hal tersebut belum dapat dilaksanakan. Hal ini desebabkan ketika Undang-Undang ono beriaku, keadaan masyarakat padasaat itu
belum memungkinkan untukmenyelenggarakan pemilihan kcpala dacrali sccara
lalgsulg.
Olehkarena
itu,
Pasai24
menentukan bahwauntuk
sementara waktu kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Hasil pemilihanoleh
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tersebut perlu mendapatkan pengesahandari
Pemerintah Pusat.Untuk
KepalaDaerah Tingkat
I
pengesahan dilakukan oleh Presiden, sedangkanuntuk
Daerah TingkatII dan
Daerah TingkatIII
pengesahannyadilakukan oleh Menteri dalam Negeri. Masa jabatan Kepala Daerah
sama dengan masa jabatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Untuk pengisian jabatan kepala daerah pada Daerah Istimewa, Pasal 25 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 menentukan bahwa Kepala Daerah Istimewa diangkat dari calon yang diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari keturunan keluarga yang berkuasa di daerah
itu
dijaman sebelum Republik Indonesiadan
yang masihmenguasai daerahnya, dengan memperhatikan
syarat-syarat kecakapan, kejujuran, kesetiaan serta adat istiadat dalam daerah itu.Untuk Daerah Istimewa Tingkat
I,
pengangkatan dan pemberhentiak Kepala Daeral. dilakukan oleh Presiden, sedangkanuntuk
Daerah Istimewa Tingkat II dan Tingkat III oleh Menteri Dalam Negeri.Pemilihan Kepala Daerah langsung belum dilaksanakan sampai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 dicabut, dan digantikan dengan
Undang-Undalg
Nomor 18 Tahun 1965 tentang
Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah.4. Undang-Undang
ltomor 18 tahun 1965 tentang
Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah.Salah satu dasar pertimbangan dibentuknya Undang-Undang