ASPEK TEKNIS BUDIDAYA KENTANG
11. Pasca Panen
Pembersihan adalah proses menghilangkan kotoran yang menempel pada umbi (BI, 2011). Tujuannya adalah untuk meng- hilangkan kotoran yang masih menempel pada umbi supaya umbi terlihat menarik. Aktivitas ini biasanya dilakukan oleh pedagang, sedangkan petani langsung membersihkan sisa-sisa tanah dilahan.
Peralatan yang digunakan untuk aktifitas ini adalah bak air berisi air bersih untuk mencuci umbi kentang serta tarpal/keranjang sebagai tempat untuk mongering-anginkan kentang yang telah dicuci. Dalam proses pem-bersihan dan penyucian ini harus dilakukan secara hati- hati agar kentang tidak lecet dan terluka kulitnya.
Selain itu, dalam penanganan lanjut (usaha lepas panen) juga dilakukan sortasi dan grading. Sortasi dan grading adalah proses pemilihan dan pemisahan umbi berdasarkan kualitas dan ukuran. Tujuannya adalah untuk memisahkan umi yang baik dan yang tidak bai, untuk memperoleh umbi yanga seragam dalam ukuran dan kualitas. Peralatan yang digunakan pada saat sortasi adalah pengeki untuk memindahkan kentang yang sudah disortasi dan digranding, wadah (kerenjang/ krat)
untuk meletakkan umbi yang sudah disortasi dan digranding, serta terpal digunakan sebagai alas sortasi dan granding (BI, 2011).
Pada saat harga kurang bagus, petani melakukan penyimpanan untuk menunggu saat pemasaran yang tepat. Oleh karena itu diperlukan fasilitas gudang/ ruang penyimpanan sebagai tempat penyim-panan kentang yang telah diseesai bersihkan, disortasi dan digranding serta kotak kayu/ krat/ keranjang/ waring digunakan sebagai wadah umbi kentang yang akan disimpan dalam gudang. Aktivitas penyimpanan ini tidak banyakn dilakukan untuk kentang industry karena biasanya akan langsung dibawa ke tempat/ gudang dagang milik mitra usaha unutk langsung diproses.
Aktivitas lain yang biasa dilakukan oleh pedagang pengumpul/
bandar adalah pengemasan, yaitu mengemas umbi kentang dengan menggunakan bahan pengemas sesuai tujuan pasar. Pengemasan ini bertujuan untuk memudahkan distribusi dan melindungi umbi dari kerusakan mekanis maupun kerusakan fisiologi serta memperbaiki penampilan. Beberapa peralatan yang digunakan dalam pengemasan, yaitu:
1. Timbangan untuk menimbang kentang yang akan dikemas.
2. Karung jaring plastik/ waring/ polinet digunakan sebagai wadah kemasan.
3. Jarum karung dan tali plastik digunakan untuk menutupi karung.
Aktivitas pasca panen terakhir adalah distribusi, yaitu memindahkan umbi kentang dari produsen ke pasar yang bertujuan untuk mendistribusikan umbi kentang sampai ke pasar sebelum dipindahkan ke alat transportasi serta alat transportasi yang memadai untuk mengangkut umbi ke pasar.
Tahap pascapanen dilakukan dengan melakukan penyortiran dan penggolongan umbi yang baik dan sehat serta memisahkan umbi yang cacat dan terserang penyakit. Kegiatan tersebut akan mencegah penularan penyakit pada umbi yang sehat (BI, 2011). Selain itu, dapat dilakukan pembersihan umbi, namun hampir tidak pernah dilakukan
oleh petani konvensional. Untuk memasarkan kentang di pasar swalayan, kentang harus dibersihkan terlebih dahulu. Pembersihan umbi dari segala kotoran yang menempel dengan kain yang bersih secara perlahan-lahan, jangan sampai menimbulkan luka/lecet-lecet.
Selain umbi dapat dibersihkan dengan air mengalir yang tidak terlalu deras kemudian dikering-anginkan. Umbi yang bersih akan memper- panjang keawetan umbi selain itu juga akan menaraik konsumen.
Pengemasan dan pengangkutan dilakukan dengan alat pengemas yang bersih dan terbuat dari bahan yang ringan. Pengemasan harus dilakukan berventilasi dan di bagian dasar dan tepi diberi bahan yang mengurangi benturan selama pengangkutan (BI, 2011).
Penanganan pascapanen umbi kentang di tempat penampungan hasil meliputi aktivitas-aktivitas sebagai berikut.
1. Melakukan seleksi dan sortasi umbi, yaitu memisahkan umbi yang rusak dari umbi yang sehat (normal).
2. Membersihkan umbi yang terpilih dari kotoran atau tanah.
3. Menghilangkan panas laten dengan cara menghamparkan ketang dengan 4-5 lapisan, sebelum dikemas atau dijual.
4. Mengemas umbi, dapat dilakukan dengan menggunakan karung plastik (waring).
Pada saat melakukan sortasi dan seleksi, umbi-umbi terpilih diklasi- fikasikan berdasarkan ukuran mutu sebagai berikut (Rukmana, 2002):
Untuk bahan baku French fries, mutu umbi diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Mutu super: > 400 g,
2. Mutu A: > 250 g – 400 g, dan 3. Mutu B: > 100 g – 250 g
Penyimpanan umbi kentang dalam rak-rak yang tersusun rapi dan sebaiknya ruangan tempat penyimpanan dibersihkan dan diste- rilisasi dahulu agar terbebas dari bakteri serta diusahakan tertutup dan berventilasi (BI, 2011).
Penyimpanan kentang harus dilakukan diruangan gelap, suhu rendah, dan kelembaban sedang. Ruang penyimpanan yang terlindung dari cahaya dapat menghambat pertumbuhan tunas dan munculnya warna hijau pada kulit umbi sehingga kentang layak untuk dijual.
Kentang yang berwarna hijau mengandung racun solanin yang berbahaya bagi tubuh sehingga nilai ekonomisnya akan turun. Sortasi dan pemutuan biasanya dilakukan dilapangan (lahan) setelah panen.
Umbi kentang yang telah dipanen dan kering, dipilih berdasarkan ukuran. Umbi dipisahkan antara umbi yang baik, afkir, dan busuk. Umbi yang baik dikelaskan menjadi AL (besar), AB (sedang), dan Ares (kecil) kemudian dimasukkan ke dalam karung jala dengan kapasitas 38-40 kg..
Pemutuan juga dilakukan di gudang, umbi kentang yang telah disortasi dilapang kemudian dibawa ke gudang penyimpanan. Umbi ukuran AL dan AB dibawa kegudang sebagai kentang konsumsi sedangkan umbi ukuran ares dibawa kegudang kentang bibit. Umbi ukuran AL disimpan saja di gudang, sedangkan umbi ukuran AB disortasi kembali berdasarkan penampakan fisik seperti umbi bagus, umbi jelek atau afkir (umbi terkena cangkul saat panen, belah,tergores, dan berlubang), dan busuk. Umbi bagus dikelompokan berdasarkan ukuran umbi yaitu AL (besar), AB (sedang), dan Bibit (kecil). Umbi ukuran Aldan AB dikirim ke gudang ritel untuk pemasaran ke supermarket dan umbi bibit dikirim kegudang bibit sebagai benih sedangkan umbi afkir dijual dan umbi busuk dibuang.