B. BIDANG KONTAK BESAR
II. Pekerjaan Jendela
1. Jendela UPVC uk. 78 x 52 cm + Kaca + Sandblast + Kusen (P1) 2 Unit Lengkap terpasang
2. Jendela UPVC uk. 78 x 52 cm + Kaca + Sandblast + Kusen (P4) 41 Unit Lengkap terpasang
3. Jendela UPVC uk. 80 x 52 cm + Kaca + Sandblast + Kusen (P5) 13 Unit Lengkap terpasang
4. Jendela UPVC uk. 70 x 70 cm + Kaca Bening + Kusen (J3) 3 Unit Lengkap terpasang
5. Jendela UPVC uk. 70 x 52 cm + Kaca Bening + Kusen (J3) 3 Unit Lengkap terpasang
6. Jendela UPVC uk. 70 x 70 cm + Kaca Bening + Kusen (J4) 82 Unit Lengkap terpasang
7. Jendela UPVC uk. 70 x 52 cm + Kaca Bening + Kusen (J4) 82 Unit Lengkap terpasang
8. Jendela UPVC uk. 70 x 52 cm + Kaca Bening + Kusen (J6) 15 Unit Lengkap terpasang Jendela UPVC uk. 70 x 52 cm + Kaca Bening + Kusen (J7) 2 Unit Lengkap terpasang
9. Jendela UPVC Geser uk. 140 x 30 cm + Kaca Bening + Kusen (J9) 3 Unit Lengkap terpasang
10. Jendela UPVC uk. 140 x 52 cm + Kaca Bening + Kusen (J9) 3 Unit Lengkap terpasang
11. Jendela UPVC uk. 70 x 52 cm + Kaca Bening + Kusen (V1) 132 Unit Lengkap terpasang
12. Jendela UPVC uk. 70 x 52 cm + Kaca Bening + Kusen (V2) 2 Unit Lengkap terpasang
Bahan material Yang digunakan 1. Semen Portland,
Terdaftar dalam merk dagang. Mempunyai butiran halus dan seragam. Semen yang dipakai untuk semua pekerjaan struktur beton Type I.
2. Kerikil Beton
Butiran-butiran yang keras dan tajam serta bersifat kekal. Tidak mengandung lumpur lebih dari 1% dari berat kering, Bersifat kekal Mempunyai gradasi atau susunan butiran yang baik dan sesuai untuk campuran material beton. Ukuran maksimal kerikil beton adalah 30 mm dan ukuran minimal adalah 6 mm.
3. Pasir Beton
Butiran-butiran yang keras dan tajam. Tidak mengandung lumpur lebih dari 5% dari berat kering, Bersifat kekal Ukuran maksimal pasir beton adalah 6 mm.
4. Batu PecahBatu
Hasil produksi mesin pemecah batu (Stone Cruser) butiran yang keras dan bersifat kekal. Tingkat ketahanan terhadap keausan butiran minimal 95%. butiran Lonjong dan Pipih minimal 5%.
5. Besi beton.
32 Bebas dari karatan. Toleransi terhadap karatan pada baja tulangan ditentukan oleh Konsultan Supervisi.
a. Baja tulangan diatas diameter >12 mm Baja Ulir daya mutu U = 24.
b. Baja tulangan sengkang/begel atau dibawah diameter 10 mm adalah baja polos.
c. Semua baja tulangan mempunyai tegangan tarik/luluh baja minimal U =36 atau 360 MPa.
6. Kawat beton
Bebas dari karatan. Toleransi terhadap karatan pada baja tulangan ditentukan oleh Konsultan Supervisi.
7. Acuan / Bekisting
Bahan utama bekisting adalah multiplek minimal 9 mm yang diperkuat oleh balok- balok kayu 5/7 cm atau 5/10 cm dari kayu kelas kuat III.dan Bahan yang digunakan untuk cetakan dan acuan bermutu baik sehingga hasil akhir konstruksi
mempunyai bentuk, ukuran dan batas-batas yang sesuai dengan yang ditunjukkan oleh gambar rencana dan uraian pekerjaan.
8. Paku Kayu
Bebas dari karatan. mempunyai bentuk dan penampang yang sesuai dengan yang dibutuhkan atau sesuai Gambar Bestek
9. Minyak Bekisting
Bebas cari bahan-bahan kimia dan Zat lainnya.
10. Air,
Secara visual air bersih dan bening, tidak berwarna dan tidak berasa.Tidak mengandung minyak, asam alkali, garam, lumpur dan zat organic yang dapat merusak beton.
11. Bahan kusen uPVC dengan kualitas baik.
Bentuk/ tebal profil sesuai shop drawing yang disetujui Pemberi Kerja/ Konsultan Pengawas.
12. Pintu dan jendela yang digunakan sesuai dengan gambar rencana, bahan - bahan daun pintu dan jendela berupa kaca, uPVC .
13. Jenis kaca yang digunakan adalah kaca Bening dengan ketebalan sesuai gambar rencana.
B . Metode pelaksanaan I. Pekerjaan Pintu
a. Beton Portal Mutu K-250 (PJ1)
- Pengecoran Beton portal dilakukan sekali untuk setiap bagian konstruksi sehingga dapat menghindari sambungan-sambungan beton.
- Pengecoran beton portal dilakukan dengan Concrete Mixer (molen) Pemasukan material beton dimulai dengan Batu Pecah Beton, Pasir Beton, Semen, Air. Lama pengadukan material beton dalam Concrete Mixer minimal 1,5 menit kecuali ditentukan lain oleh Konsultan Supervisi.
- Hasil pengadukan beton dalam Concrete Mixer apabila diputusan oleh Konsultan supervise sudah cukup langsung dituang dalam wadah yang sebelumnya telah disiapkan.
b. Tulangan Utama Portal Ulir (PJ1)
- Perakitan tulangan Portal Ulir dilakukan dilokasi pekerjaan
- Jaring tulangan terikat dengan baik satu dengan yang lain dengan alat ikat kawat beton
- Dimensi, model, bengkokan, dan panjang penyaluran tulangan harus sesuai dengan Gambar Bestek atau standar yang ada dalam Peraturan Beton Indonesia (PBI).
33 c. Tulangan Sengkang Portal Polos (PJ1)
- Perakitan tulangan sengkang portal polos dilakukan dilokasi pekerjaan setelah tulangan utama ulir dikerjakan.
- Dimensi, model, bengkokan, dan panjang penyaluran tulangan harus sesuai dengan Gambar Bestek atau standar yang ada dalam Peraturan Beton Indonesia (PBI).
d. Bekisting Portal (PJ1)
- Bekisting dipasang sebelum pengecoran dilakukan.
- Bahan utama bekisting adalah multiplek 6 mm yang diperkuat oleh balok-balok kayu penyangga dari kayu kelas kuat III bekisting dibuat sesuai dengan Gambar Rencana.
- Permukaan bekisting dilumuri atau dioleskan dengan cairan Residu atau cairan Ter supaya hasil campuran beton tidak menempel pada bekisting waktu akan dibuka sehingga dapat menghasilkan permukaan beton yang rapi.
- Bekisting dibuat kokoh dan rapat sehingga pada waktu diisi dengan campuran beton tidak bocor atau berubah bentuknya.
- Hasil pekerjaan bekisting diperiksa kembali kebenaran elevasi ,kelurusannya terhadap arah vertikal dengan alat Theodolit dan Waterpass.
II. Pekerjaan Jendela
Sebelum memulai pelaksanaan meneliti gambar-gambar dan kondisi lapangan (ukuran) dan peil lubang dan membuat contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil uPVC yang berhubungan dengan system konstruksi bahan lain.
mengajukan contoh Kusen uPVC dan kaca yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan Pemberi Kerja/ Konsultan Pengawas.
Semua frame/kosen baik untuk dinding, jendela dan pintu dikerjakan secara pabrikasi dengan teliti seperti dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Angkur -angkur untuk rangka/kosen uPVC terbuat dari steel plate setebal 2-3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm.
Penyekrupan dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat/stainless steel, sedemikian rupa sehingga hair line dari setiap sambungan kedap air, Celah antara kaca dan sistem kosen uPVC ditutup oleh sealent.
Aksessoris pelengkap seperti sekrup dari stainless steel galvanized kepala tertanam, weather strip dan vinyl, pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan kusen harus ditutup caulking dan sealand. Angkurangkur untuk rangka/kosen uPVC terbuat dari steel plate tebal 2-3 mm dengan lapisan zink tidak kurang dari 13 mikron sehingga dapat bergeser.
Bahan Finishing untuk permukaan jendela dan pintu yang bersentuhan dengan bahan alkaline seperti beton adukan atau plester dan bahan lainnya diberi lapisan finish dari laguer yang jernih atau anti corrusive treatment dengan insulating varnish seperti asphaltir varnish atau bahan insulation lainnya.
Untuk fitting hard ware dan reinforcing material yang mana kosen uPVC akan kontak dengan besi, tembaga atau lainnya maka permukaan metal yang bersangkutan diberi lapisan chromium untuk menghindari kontak korosi.
Toleransi pemasangan kosen aluminium disatu sisi dinding adalah 10 – 2 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout, atau dengan teknik tertentu
34 yang mengacu pada gambar kerja.
Untuk kekedapan terhadap kebocoran udara terutama ruang yang dikondisikan ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic rubber atau bahan dari synthetic resin. Penggunaan ini pada swing door dan double door.
V. PEKERJAAN ATAP