• Tidak ada hasil yang ditemukan

2 BAB 2

C. Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

1) Proporsi Panjang Jaringan Jalan dalam Kondisi Baik

Tingkat kemantapan jalan menjadi salah satu indikator yang menunjukkan seberapa tinggi kesiapan jalan dan kondisi jalan. Menurut Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Bina Marga, kondisi jalan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Jalan dengan kondisi baik adalah jalan dengan permukaan perkerasan yang benar- benar rata, tidak ada gelombang dan tidak ada kerusakan permukaan.

b. Jalan dengan kondisi sedang adalah jalan dengan kerataan permukaan perkerasan sedang, mulai ada gelombang tetapi tidak ada kerusakan permukaan.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Kabupaten Tangerang Tahun 2025-2045 2-74

c. Jalan dengan kondisi rusak ringan adalah jalan dengan permukaan perkerasan sudah mulai bergelombang, mulai ada kerusakan permukaan dan penambalan jalan.

d. Jalan dengan kondisi rusak berat adalah jalan dengan permukaan perkerasan sudah banyak kerusakan seperti bergelombang, retak-retak dalam ukuran besar, dan terkelupas cukup dalam, disertai dengan kerusakan lapis fondasi seperti amblas, sungkur, dan sebagainya.

Proporsi jalan dalam kondisi baik di Kabupaten Tangerang diperlihatkan pada tabel sebagai berikut.

Tabel 2. 25

Proporsi dan Persentase Panjang Jalan dalam Kondisi Baik di Kabupaten Tangerang Tahun 2019-2022

Indikator Tahun

2019 2020 2021 2022

Proporsi Panjang Jalan dalam Kondisi Baik (km) 566,21 569,27 770,77 723

Panjang Jalan Total (km) 992,61 992,61 992,61 992,61

Persentase (%) 57% 57,3% 77,7% 72,9%

Sumber: opendata.tangerangkab.go.id, 2023

Proporsi panjang jalan di Kabupaten Tangerang menunjukkan tren yang meningkat. Jika dilihat dari presentase, jalan yang baik berhasil naik dari 57% pada tahun 2019 menuju 72,9% pada tahun 2022. Angka proporsi jalan dalam kondisi baik memperlihatkan seberapa panjang jalan yang sudah mencapai kelayakan. Jalan dengan kondisi rusak dan rusak berat harus mendapatkan perbaikan segera demi menjaga keselamatan berkendara.

2) Rasio Panjang Jalan dengan Jumlah Penduduk

Rasio panjang jalan dengan penduduk memperlihatkan seberapa besar kapasitas jalan dalam menampung jumlah pergerakan. Rasio ini menghitung panjang jalan dibagi dengan jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Tangerang. Hasilnya akan menjelaskan kemampuan 1 km jalan untuk memberikan layanan kepada sejumlah penduduk Semakin tinggi nilai rasio, maka semakin tinggi pula jumlah masyarakat yang dilayani. Angka rasio di Kabupaten Tangerang meningkat dari 2,61 pada tahun 2019 hingga 2,96 pada tahun 2022, hal ini menunjukkan adanya peningkatan layanan aksesibilitas jalan bagi masyarakat.

Tabel 2. 26

Rasio Panjang Jalan dengan Jumlah Penduduk di Kabupaten Tangerang Tahun 2019-2022

Indikator Tahun

2019 2020 2021 2022

Panjang Jalan Total (km) 992,61 992,61 992,61 992,61

Jumlah Penduduk 3.800.787 3.245.619 3.293.533 3.352.472

Rasio 1:3.829 1:3.270 1:3.318 1:3.377

Sumber: opendata.tangerangkab.go.id; Kabupaten Tangerang Dalam Angka, 2023 (diolah)

3) Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses Sanitasi Layak

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak adalah perbandingan antara jumlah rumah tangga yang

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Kabupaten Tangerang Tahun 2025-2045 2-75

memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak terhadap jumlah rumah tangga yang dinyatakan dalam persen (%). Fasilitas sanitasi layak adalah fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan yaitu fasilitas tersebut digunakan oleh rumah tangga sendiri atau bersama dengan rumah tangga lain tertentu, dilengkapi dengan kloset jenis leher angsa, serta tempat pembuangan akhir tinja berupa tangki septik atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Indikator ini digunakan untuk mengukur rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak baik di perkotaan maupun perdesaan.

Angka yang tercatat dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan rakyat dari aspek kesehatan.

Kabupaten Tangerang menunjukkan perkembangan yang baik dalam pemenuhan akses sanitasi layak bagi rumah tangga. Dengan angka persentase sebesar 86,63 pada tahun 2022, Kabupaten Tangerang sudah berada di atas angka persentase Provinsi Banten.

Hal ini menunjukkan hampir semua rumah tangga di Kabupaten Tangerang sudah terlayani oleh fasilitas sanitasi yang layak. Upaya pemerintah di masa mendatang adalah bagaimana pemerintah dapat meningkatkan layanan rumah tangga secara penuh (100%).

Tabel 2. 27

Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses Terhadap Layanan Sanitasi Layak Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten Tahun 2017-2022

Kabupaten/Kota Tahun

2017 2018 2019 2020 2021 2022

Kabupaten Pandeglang 15,23 23,42 19,89 50,15 49,11 62,14

Kabupaten Lebak 23,90 20,07 32,39 63,35 56,82 67,40

Kabupaten Tangerang 78,11 81,21 72,89 82,23 85,89 86,63

Kabupaten Serang 66,99 59,42 59,50 77,57 80,34 82,38

Kota Tangerang 93,26 93,77 95,40 95,10 94,94 94,43

Kota Cilegon 91,77 90,72 95,17 94,38 97,07 87,72

Kota Serang 77,07 78,15 81,99 87,34 90,76 91,55

Kota Tangerang Selatan 96,56 94,68 97,30 97,45 98,84 97,56

Provinsi Banten 71,68 71,09 71,10 82,00 82,89 85,12

Sumber: Provinsi Banten dalam Angka, 2023

Gambar 2. 87

Perbandingan Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses terhadap Layanan Sanitasi Layak Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten Tahun 2017-2022

Sumber: BPS Kabupaten Tangerang dan BPS Provinsi Banten (diolah) 78,11

81,21

72,89

82,23

85,89 86,63

71,68 71,09 71,1

82 82,89

85,12

65 70 75 80 85 90

2017 2018 2019 2020 2021 2022

Persentase (%)

Kabupaten Tangerang Provinsi Banten

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Kabupaten Tangerang Tahun 2025-2045 2-76

4) Persentase Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik

Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 30/PRT/M/2015 tentang Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi, definisi irigasi disebutkan sebagai usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak. Kemudian, berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M.2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi, dijelaskan bahwa Pemerintah Provinsi beserta Pemerintah Kabupaten/Kota memiliki wewenang, tugas, dan tanggung jawab dalam melakukan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi daerah. Kabupaten Tangerang menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam menjaga kualitas sistem irigasi daerah. Pada tahun 2020, tercatat hanya ada 6,05% persentase irigasi kabupaten yang berada dalam kondisi baik. Persentase ini kemudian meningkat pesat menjadi 27,7% pada tahun 2021 dan meningkat kembali menjadi 69,94 pada tahun 2022.

Tabel 2. 28

Persentase Irigasi dalam Kondisi Baik di Kabupaten Tangerang Tahun 2020-2022

Indikator Tahun

2020 2021 2022

Persentase Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik (%) 6,05% 27,70% 69,94%

Sumber: Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Tangerang Tahun 2024-2026

5) Presentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses Air Minum Layak

Menurut Badan Pusat Statistik, air minum yang berkualitas (layak) adalah air minum yang terlindung meliputi air ledeng (keran), keran umum, hidran umum, terminal air, penampungan air hujan (PAH) atau mata air dan sumur terlindung, sumur bor atau sumur pompa, yang jaraknya minimal 10 m dari pembuangan kotoran, penampungan limbah dan pembuangan sampah. Tidak termasuk air kemasan, air dari penjual keliling, air yang dijual melalui tangki, air sumur, dan mata air tidak terlindung. Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap air minum layak adalah perbandingan antara rumah tangga dengan akses terhadap sumber air minum berkualitas (layak) dengan rumah tangga seluruhnya yang dinyatakan dalam persentase. Indikator ini digunakan untuk memantau akses penduduk terhadap sumber air berkualitas berdasarkan asumsi bahwa sumber air berkualitas menyediakan air yang aman untuk diminum bagi masyarakat. Air yang tidak berkualitas adalah penyebab langsung berbagai sumber penyakit.

Kabupaten Tangerang menunjukkan perkembangan yang sejalan dengan Provinsi Banten dalam memenuhi kebutuhan air minum masyarakat. Dengan persentase sebesar 98,55 pada tahun 2022, Kabupaten Tangerang menempati posisi ketiga dalam pemenuhan air minum layak di Provinsi Banten setelah Kota Cilegon dan Kabupaten Tangerang Selatan. Dengan hasil angka tersebut diketahui hampir semua rumah tangga di Kabupaten Tangerang sudah terlayani oleh fasilitas sanitasi yang layak. Upaya pemerintah di masa mendatang adalah bagaimana pemerintah dapat meningkatkan layanan rumah tangga terhadap air minum layak secara penuh (100%).

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Kabupaten Tangerang Tahun 2025-2045 2-77

Tabel 2. 29

Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses Terhadap Layanan Air Minum Layak Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten Tahun 2017-2022

Kabupaten/Kota Tahun

2017 2018 2019 2020 2021 2022

Kab. Pandeglang 39,50 41,93 45,96 75,83 82,01 77,27

Kab. Lebak 35,38 44,09 37,97 73,49 73,32 73,27

Kab. Tangerang 73,20 80,95 80,26 98,48 97,97 98,55

Kab. Serang 59,20 65,73 68,34 89,95 92,33 91,91

Kota Tangerang 78,93 88,64 89,60 98,37 98,00 95,58

Kota Cilegon 80,85 83,23 88,85 94,98 98,72 99,08

Kota Serang 70,92 71,97 80,96 99,10 98,38 97,61

Kota Tangerang Selatan 77,46 81,85 78,33 99,08 99,22 98,64

Provinsi Banten 66,11 72,83 73,17 92,87 93,51 92,71

Sumber: Provinsi Banten dalam Angka, 2023

Gambar 2. 88

Perbandingan Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses terhadap Layanan Air Minum Layak Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten Tahun 2017-2022

Sumber: Provinsi Banten dalam Angka, 2023

6) Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber-HPL/HGB

Ruang Terbuka Hijau (RTH) berperan penting dalam aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam suatu wilayah. Amanat Undang-Undang No.26/2007 tentang Penataan Ruang menyebutkan bahwa luasan ruang terbuka hijau adalah minimal 30 persen dari luas wilayah, meliputi 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat. Rasio RTH per satuan wilayah beserta hak-haknya memperlihatkan seberapa besar pemerintah dapat memenuhi minimal kebutuhan ruang terbuka hijau bagi masyarakat. Kabupaten Tangerang sendiri saat ini telah memenuhi sekitar 17,05% rasio ruang terbuka pada tahun 2021. Angka ini meningkat dari 3 tahun sebelumnya yang hanya mencapai 13% pada tahun 2018.

Pemerintah perlu meningkatkan kebutuhan ruang terbuka hijau masyarakat sehingga menjamin keberlanjutan pembangunan wilayah.

Tabel 2. 30

Rasio RTH per Satuan Luas Wilayah di Kabupaten Tangerang Tahun 2018-2021

Indikator Tahun

2018 2019 2020 2021 Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber-HPL/HGB 13 16,61 16,61 17,05 Sumber: Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Tangerang Tahun 2024-2026

73,2

80,95 80,26

98,48 97,97 98,55

66,11

72,83 73,17

92,87 93,51 92,71

60 65 70 75 80 85 90 95 100

2017 2018 2019 2020 2021 2022

Persentase (%)

Tahun

Kabupaten Tangerang Provinsi Banten

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Kabupaten Tangerang Tahun 2025-2045 2-78

7) Rasio Bangunan ber-IMB per Satuan Bangunan

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah sebuah perizinan yang harus diajukan dan dimiliki oleh pemilik resmi bangunan untuk mendirikan dan mengolah bangunan sesuai dengan berbagai persyaratan tertentu. Rasio bangunan ber-IMB per jumlah bangunan menunjukkan seberapa banyak bangunan yang sudah memiliki izin terbangun di suatu wilayah. Apabila rasio daerah mencapai 100%, maka dapat diketahui bahwa seluruh bangunan yang terbangun di daerah sudah memiliki izin terbangun. Kabupaten Tangerang telah mencapai rasio sebesar 99,35% pada tahun 2022. Angka ini meningkat dari tahun- tahun sebelumnya yang mengalami stagnansi di angka 99,11%.

Tabel 2. 31

Rasio Bangunan ber-IMB per Satuan Bangunan di Kabupaten Tangerang Tahun 2018-2022

Indikator Tahun

2018 2019 2020 2021 2022 Rasio Bangunan ber-IMB per Satuan Bangunan (%) 99,11 99,11 99,11 99,11 99,35

Sumber: Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Tangerang Tahun 2024-2026

8) Ketaatan terhadap RTRW

Ketaatan terhadap RTRW memperlihatkan seberapa besar realisasi RTRW yang dibandingkan dengan rencana peruntukannya. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) disusun sebagai pedoman perencanaan pembangunan dengan berbagai persyaratan dan tujuan tertentu. Nilai ketaatan memperlihatkan bagaimana keseusaian realisasi pembangunan dengan apa yang sudah direncakanan sebelumnya. Kabupaten Tangerang memiliki capaian dengan nilai 85-90 ketaatan terhadap dokumen RTRW-nya.

Tabel 2. 32

Ketaatan Terhadap RTRW Kabupaten Tangerang Tahun 2018-2022

Indikator Tahun

2018 2019 2020 2021 2022

Ketaatan Terhadap RTRW 90 85 90 90 90

Sumber: opendata.tangerangkab.go.id, 2023

D. Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman