• Tidak ada hasil yang ditemukan

2 BAB 2

H. Perhubungan 1) Rasio Ijin Trayek

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Kabupaten Tangerang Tahun 2025-2045 2-108

rata-rata pernikahan pertama wanita di Kabupaten Tangerang mengalami peningkatan.

Pada tahun 2022, usia rata-rata pernikahan pertama wanita mencapai 21 tahun. Penyebab dari tren ini melibatkan beberapa faktor, termasuk peningkatan jumlah wanita yang mengejar pendidikan tinggi, yang kemudian membuat mereka lebih cenderung untuk menunda pernikahan. Banyak wanita yang ingin mengembangkan karier sebelum memutuskan untuk menikah, dan adanya perubahan nilai-nilai sosial juga turut memengaruhi keputusan untuk menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang.

Faktor lain yang ikut memainkan peran adalah ketidakpastian ekonomi yang mendorong mereka untuk lebih memilih menunda atau bahkan tidak menikah dalam situasi ekonomi yang tidak stabil.

H. Perhubungan

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Kabupaten Tangerang Tahun 2025-2045 2-109

Mobil Penumpang

Angkutan Kota 69.754 913 69.758 102

Taksi 3.876 34 3.876 646

Mobil Belajar 84 - 84 -

Mobil Bis

Mini - - - -

Micro 12.405 562 36.798 788

Bis 2.113 103 3.338 216

Mobil Barang

Light Truck 141.795 23.485 147.690 25.020

TR Head 1.590 187 1.990 16

Pickup 456.608 23.464 479.336 23.960

Truck 141.795 7018 254.661 7.107

Jumlah 830.020 55.766 997.531 57.885

Sumber: opendata.tangerangkab.go.id, 2023

3) Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis

Kabupaten Tangerang memiliki sebuah bandara, dua (2) pelabuhan dan dermaga, serta dua (2) terminal bus. Satu-satunya bandar udara di Kabupaten Tangerang adalah Bandar Udara Budiarto yang terletak di Kecamatan Curug. Bandar udara Budiarto diklasifikasikan sebagai bandar udara kelas I pada tahun 2014. Bandara ini merupakan peninggalan Pemerintahan Hindia Belanda yang difungsikan menjadikan tempat pendidikan penerbangan bernama “Akademi Penerbangan Indonesia” (API), yang merupakan pusat pendidikan penerbangan terbesar di Asia Tenggara. Lokasi ini digunakan oleh para penerbang (pilot), teknisi, dan petugas operasi penerbangan termasuk beberapa penerbangan dari Negara tetangga. Nama “Bandar Udara Budiarto” sendiri ditetapkan sejak tahun 1967, disematkan sebagai penghargaan terhadap Bapak Budiarto (Direktur API ke IV) yang gugur di Manila-Filipina.

Gambar 2. 124

Pintu Masuk Unit Penyelenggara Bandar Udara Budiarto Sumber: upbubudiarto.id, 2023

Kabupaten Tangerang memilik dua (2) buah pelabuhan yaitu Pelabuhan Tanjung Pasir yang terletak di Kecamatan Teluknaga dan Pelabuhan Cituis yang terletak di Kecamatan Pakuhaji. Selain itu, terdapat juga sebuah dermaga di Kecamatan Kronjo yang menjadi lokasi pelelangan ikan. Pelabuhan Tanjung Pasir melayani berbagai keperluan mulai dari pengiriman barang, tempat pelelangan ikan, hingga layanan pariwisata menuju

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Kabupaten Tangerang Tahun 2025-2045 2-110

kawasan wisata Kepulauan Seribu. Sementara pelabuhan Cituis merupakan kawasan perkampungan nelayan dan menjadi pusat labuh kapal perikanan di Kabupaten Tangerang.

Gambar 2. 125

Dermaga Kapal Pelabuhan Tanjung Pasir Sumber: Tempo, 2018

Sebagai fasilitas transportasi darat, Kabupaten Tangerang menyediakan 2 terminal bus tipe C yaitu Terminal Kampung Melayu dan Terminal Balaraja. Terminal ini menjadi tempat pemberhentian bagi bus bagi kawasan Jabodetabek dan Provinsi Banten. Selain itu, terdapat juga terminal shuttle bus yang terletak di kawasan Lippo Karawaci.

I. Komunikasi dan Informatika

Dalam menjalankan pemerintahan,terutama pada urusan komunikasi dan informatika, pemerintah daerah perlu melakukan digitalisasi agar dapat mewujudkan kinerja instansi pemerintahan yang transparan dan akuntabel, menciptakan sistem pengawasan yang profesional, independen, dan berintegritas, kemudian mewujudkan pelayanan publik yang bersih, dan meningkatkan kualitas pengelolaan reformasi birokrasi.

Indeks SIstem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dapat digunakan untuk mengukur usaha pemerintah mencapai digitalisasi yang baik.

Berdasarkan Keputusan Menteri PAN RB tentang Hasil Evaluasi SPBE pada Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah, capaian Indeks SPBE Kabupaten Tangerang pada tahun 2022 adalah 2,66 dengan predikat “baik”. Meskipun sama-sama berpredikat “baik”, nilai tersebut mengalami penurunan dari tahun 2021 yang memiliki capaian 2,99. Selain Indeks SPBE, indikator lain pada urusan komunikasi dan informatika adalah sebagai berikut.

1) Cakupan Layanan Telekomunikasi

Cakupan layanan telekomunikasi daerah di Kabupaten Tangerang diperlihatkan oleh jumlah desa yang terlayani oleh jaringan komunikasi dan jumlah kecamatan yang terlayani oleh menara BTS. Apabila dilihat dari jumlah desa yang terlayani oleh jaringan komunikasi, diketahui bahwa daerah telah menunjukkan capaian yang optimal karena sebanyak 246 desa atau 100% desa di Kabupaten Tangerang sudah terlayani oleh jaringan

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Kabupaten Tangerang Tahun 2025-2045 2-111

komunikasi. Sebagai dukungan jaringan telekomunikasi, infrastruktur seperti menara BTS juga sudah dibangun di seluruh 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Jumlah menara menurut kecamatan ditampilkan oleh tabel sebagai berikut.

Tabel 2. 43

Jumlah Menara BTS Menurut Kecamatan di Kabupaten Tangerang Tahun 2020 dan 2021

Kecamatan Tahun Kecamatan Tahun

2020 2021 2020 2021

Balaraja 65 65 Mekar Baru 13 13

Cikupa 163 163 Pagedangan 104 104

Cisauk 61 61 Pakuhaji 24 24

Cisoka 35 35 Panongan 49 49

Curug 126 126 Pasar Kemis 84 84

Gunung Kaler 11 11 Rajeg 44 44

Jambe 18 18 Sepatan 46 46

Jayanti 22 22 Sepatan Timur 16 16

Kelapa Dua 88 88 Sindang Jaya 30 30

Kemiri 16 16 Solear 13 13

Kosambi 52 52 Sukadiri 16 16

Kresek 28 28 Sukamulya 12 12

Kronjo 18 18 Teluknaga 58 58

Legok 47 47 Tigaraksa 81 81

Mauk 31 31

Sumber: opendata.tangerangkab.go.id, 2023

2) Persentase Penduduk yang Menggunakan HP/Telepon

Pengguna telepon genggam di Provinsi Banten cenderung menurun pada kurun tahun 2017-2020. Persentase yang sudah mencapai angka 70,6% turun menjadi 64,40% tiga tahun kemudian. Kabupaten Tangerang juga mengalami tren menurun dalam kurun waktu tahun 2017 hingga 2020, dari angka 71,46% turun menuju 63,50%.

Tabel 2. 44

Persentase Penduduk yang Menggunakan HP/Telepon di Provinsi Banten

Kabupaten/Kota Tahun

2015 2016 2017 2018 2019 2020

Kab. Pandeglang 45,35 47,23 57,37 47,93 53,20 50,23

Kab. Lebak 43,57 43,08 60,18 46,51 49,01 47,07

Kab. Tangerang 59,68 60,59 71,46 64,69 63,98 63,50

Kab. Serang 49,79 50,64 60,97 58,21 59,61 56,71

Kota Tangerang 74,98 74,17 78,20 74,92 74,86 76,26

Kota Cilegon 67,60 68,74 78,66 72,34 71,54 74,63

Kota Serang 57,95 61,40 71,84 59,71 64,70 65,93

Kota Tangerang Selatan 77,60 76,01 82,81 79,76 79,35 76,79

Provinsi Banten 60,49 60,92 70,60 64,25 65,21 64,40

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten, 2022

3) Proporsi Rumah Tangga dengan Akses Internet

Pengguna internet terbanyak ada di Kota Tangerang Selatan dengan angka 79,17%

sedangkan Kabupaten Pandeglang menjadi kabupaten dengan pengguna akses internet paling sedikit dengan hanya 34,65% penduduk. Kabupaten Tangerang sendiri memperlihatkan tren yang positif dalam kurun waktu tahun 2017 hingga 2020. Dalam hal ini, pengguna internet di Kabupaten Tangerang menempati posisi ketiga terbanyak di Provinsi Banten di bawah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Kabupaten Tangerang Tahun 2025-2045 2-112

Tabel 2. 45

Persentase Penduduk Berumur 5 Tahun ke Atas yang Mengakses Internet dalam 3 Bulan Terakhir Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (Persen)

Kabupaten/Kota Tahun

2017 2018 2019 2020

Kab. Pandeglang 17,64 22,71 30,62 34,65

Kab. Lebak 13,78 24,67 28,72 35,29

Kab. Tangerang 35,53 50,33 58,67 58,49

Kab. Serang 25,34 33,79 47,47 45,85

Kota Tangerang 51,49 63,32 71,49 76,03

Kota Cilegon 41,27 53,53 58,75 66,12

Kota Serang 36,15 41,26 51,98 57,91

Kota Tangerang Selatan 66,84 72,03 78,35 79,17

Provinsi Banten 37,46 47,90 56,25 58,63

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten

J. Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah