• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEKERJAAN WATERPROOFING 1. Lingkup Pekerjaan

SPESIFIKASI TEKNIS

PASAL 6 PEKERJAAN BALOK

B. PEKERJAAN WATERPROOFING 1. Lingkup Pekerjaan

a. Meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaannya.

b. Pekerjaan ini terdiri atas pekerjaan waterproofing Lantai Kamar Mandi, dak plat Samping Kiri dan Kanan.

2. Bahan

a. Digunakan Waterproofing merk SIKA untuk atap bangunan atau dapat digunakan dari produk lain yang setara dan disetujui konsultan pengawas.

3. Pelaksanaan

a. Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangannya harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya.

b. Bidang permukaan beton yang akan diberi waterproofing haruslah kering dan bersih dari kotoran-kotoran, lubang-lubang dan celah-celah harus ditambal dengan adukan/acian terlebih dahulu, tonjolan-tonjolan harus diratakan dengan grinda dahulu.

c. Pekerjaan yang disebut dalam point “b” tersebut harus disetujui dahulu oleh Pengawas Lapangan /Konsultan Perencana sebelum pemasangan lapisan kedap air dilaksanakan.

d. Kalau terdapat pipa-pipa konduit atau benda-benda lain yang menembus lapisan 31 kedap air atau jika drain lantai keluar dari bidang waterproofing, maka pada keliling benda-benda yang sudah terpasang itu harus diberi Flashing.

e. Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang-bidang vertikal yang mengelilingi plat beton atap, hingga setinggi 20 cm dari permukaan bidang tersebut.

f. Hasil akhir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata / tidak bergelombang serta tidak berlubang- lubang atau bercelah-celah pada sambungan-sambungannya ataupun keretakan- keretakan lainnya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran.

g. Kontraktor pelaksana harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan-pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan.

h. Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air ke atas bidang yang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm, kemudian dilihat hasilnya selama 1 x 24 jam.

i. Setiap permukaan waterproofing yang rusak harus diperbaiki dengan cara- cara yang dianjurkan oleh pabrik. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Apabila ada pekerjaan finishing yang rusak akibat perbaikan waterproofing tersebut, maka kerusakan perbaikan finishing tersebut harus segera diperbaiki.

j. Pemborong harus menjaga pekerjaan waterproofing yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan.

PASAL 3

PEKERJAAN PINTU, PINTU KACA TEMPERED DAN JENDELA

1. Lingkup Pekerjaan

Bagian ini meliputi penyediaan tenaga kerja, alat dan pengadaan dan pemasangan kosen aluminium untuk pintu, pintu aluminium, jendela aluminium dan ventilasi aluminium yang tertera dalam gambar.

2. Bahan Alumunium

∙ Alumunium untuk kusen pintu/jendela dan untuk daun pintu/jendela adalah dari jenis alumunium alloy yang memenuhi ketentuan SNI 07-0603-1989, dalam bentuk profil jadi yang dikerjakan di pabrik, dengan lapisan clear anodized minimal 16 mikron yang diberi lapisan warna akhir Powder-Cooting warna Broken White

∙ Tebal profil minimal 1 mm, seperti merek Aleksindo, atau yang setara dengan ukuran 3” x 1 ¾” dan bentuk sesuai Gambar Kerja. Dimensi profil dapat berubah tergantung jenis profil yang nanti disetujui kecuali ditentukan lain, semua pintu dan jendela harus dilengkapi dengan perlengkapan standar dari pabrik pembuatan.

Alat Pengencang dan Aksesori.

• Alat pengencang harus terdiri dari sekrup baja anti karat ISIA seri 300 dengan pemasangan kepala tertanam untuk mencegah reaksi elektronik antara alat pengencang dan komponen yang dikencangkan.

• Angkur harus dari baja anti karat AISI seri 300 dengan tebal minimal 2mm.

• Penahan udara dari bahan vinyl.

• Bahan penutup sekrup agar tidak terlihat yang memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis.

Kaca dan Neoprene/Gasket.

• Kaca untuk pintu dan jendela alumunium harus memenuhi ketentuan.

32

BUKU KERJA JK 1 PERENCANAAN PBJP 2024

• Neoprene/Gasket untuk pelindung cuaca pada pemasangan kaca pekerjaan alumunium harus memenuhi ketentuan.

∙ Nomor Produk : 9K-20216, 9K-20219

∙ Bahan : EPDM

∙ Sifat Material : Tahan terhadap perubahan cuaca Pintu Aluminium

Digunakan kosen aluminium propil dengan bahan campuran AlMgSIO yang mempunyai kadar tembaga tidak lebih dari 4%, jenis dan warna ditentukan kemudian.

3. Pelaksanaan

∙ Pintu Aluminium

1. Sebelum pemasangan, Pelaksana harus memeriksa/meneliti kembali gambar kerja untuk disetujui konsultan pengawas

2. Bahan aluminium yang dipakai harus diseleksi terlebih dahulu terutama dari segi warna, sehingga didapat keseragaman dengan toleransi perbedaan yag sekecil mungkin.

3. Pekerjaan fabrifikasi harus menggunakan maksimal yang baik dan semua detail pertemuan runcing, halus dan rata serta bersih dari goresan atau cacat yang mempengaruhi permukaan aluminium.

4. Selama Fabrifikasi, pengangkutan dan pemasangan, propil harus dilindungi dengan lapis film yang dapat melindungi propil dari kerusakan atau cacat.

5. Pemasangan harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan telah berpengalaman.

6. Pelaksana harus membuat Banch Mark dan Line Offset Mark sebagai pedoman pemasangan kosen.

7. Setelah pemasangan, pelindung propil harus segera dibersihkan dan Pelaksana wajib menjaga dan mengamankan kosen dan perlengkapan lain dari bahan aluminium yang telah terpasang terhadap

kotoran atau benturan yang mengakibatkan kerusakan pada bagian- bagian tersebut.

8. Kerusakan atau cacat yang terjadi akan menjadi tanggung jawab Pelaksana dan harus segera diganti/diperbaiki.

Pemasangan pintu kaca tempered frameless tidak terlepas dari yang namanya Floor hinge atau engsel tanam, yang merupakan salah satu aksesories atau perlengkapan yang sangat penting dalam pemasangan pintu kaca. Floor hinge itu sendiri adalah sebuah komponen yang kegunaan nya adalah sebagai pegangan dari pintu itu sendiri yang bertujuan agar pintu dapat membuka dan menutup dengan baik dan sempurna.

Kita dapat melihat komponen ini dalam pintu kaca, posisi dari floor hinge itu sendiri berada pada bagian bawah pintu dan tertanam di lantai. Dalam satu set floor hinge atau engsel tanam terdapat 2 komponen yang memegang pintu itu sendiri, satu berada di bawah atau di tanam dilantai dan satu lagi di bagian atas sebagai penyeimbang yang di tanam pada pasangan bata diatas pintu

Berikut langkah pemasangan floor hinge

1. Langkah pertama dalam memasang floor hinge ini adalah membobok lantai sesuai dengan ukuran floor hing dan bentuknya harus sejajar dengan permukaan lantai.

2. Untuk jarak yang disarankan dari floor hinge menuju tiang dinding adalah kira – kira 1 cm hingga 1,5 cm. hal ini bertujuan agar pintu dapat dibuka dan ditutup dengan sempurna

3. Langkah selanjutnya adalah memasang dudukan engsel pada bagian engsel atas yang ukuran serta posisinya mengikuti ukuran floor hinge serta posisinya tegak lurus dengan floor hinge bawah.

4. Untuk mendapatkan hasil yang baik, maka posisi floorhinge harus tegak lurus dengan engsel bagian atas sehingga dalam menciptakan gerakan membuka dan menutup menjadi lebih lancar.

5. Setelah floor hinge terpasang, maka langkah selanjutnya adalah memasang kaca 33 kepada floor hinge tersebut.

PASAL 4