BAB III PELAKSANAAN MAGANG
B. Pelaksanaan Magang
Kegiatan magang dilaksanakan di PT. Persada Alam Jaya yang berada di Jalan Lintas Timur KM. 192, Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Magang dilaksanakan setiap hari Senin-Jum’at pada pukul 07.00-16.00 WIB dan pada hari Sabtu pukul 07.00-12.00 WIB yang dimulai pada tanggal 12 Juli - 10 September 2022.
28
1. Perincian Pelaksanaan
Selama masa magang penulis ditempatkan dan mempelajari semua bidang dari unit kerja mulai dari proses pengolahan maupun laboratorium.
Pada minggu pertama pelaksanaan magang mahasiswa melakukan pengenalan dasar tentang PT. Persada Alam Jaya oleh HRD dan dibantu oleh HSE. Selanjutnya dilakukan pengenalan dasar tentang semua aspek yang mendukung kelancaran kegiatan di PT. Persada Alam Jaya yang dimulai dari petugas pengaman (security), stasiun penerimaan buah yang meliputi jembatan timbang, stasiun sortasi, loading ramp, stasiun pengolahan tandan buah segar (TBS) yang meliputi stasiun perebusan (sterilizer), stasiun tippler dan thresher, stasiun pengepresan dan stasiun pemurnian minyak, stasiun pengolahan biji kernel, serta stasiun pendukung seperti stasiun pengolahan air (water treatment plant), stasiun boiler, stasiun kamar mesin, stasiun pengolahan limbah (effluent treatment station), laboratorium, gudang dan bengkel (workshop). Selain itu juga mulai ditempatkan di laboratorium pabrik untuk membantu para analis lab dan sample boy untuk menganalisa asam lemak bebas (FFA), kadar air, kadar kotoran minyak CPO, analisis kernel dan ekstraksi.
Pada minggu kedua masih ditempatkan di laboratorium untuk menganalisa asam lemak bebas (FFA), kadar air, dan kadar kotoran, menganalisa pH dan silica pada air boiler serta softener, membuat larutan KOH sekaligus menentukan normalitasnya. Selain di laboratorium, pada minggu kedua ini mahasiswa magang mengikuti sounding untuk mengukur ketinggian minyak dan suhu minyak CPO pada storage tank dan melihat mekanisme pengisian minyak CPO ke mobil tangki di despatch untuk didistribusikan. Setelah itu, mengunjungi stasiun water treatment plant dan kamar mesin. Pada hari kamis di minggu kedua, mahasiswa magang mengunjungi Desa Sri Agung yang letaknya tak jauh dari Desa Suban untuk melihat proses pemanenan padi menggunakan mesin combine, penjemuran padi, penggilingan padi sampai dikemas ke dalam karung.
Kegiatan ini didampingi oleh pimpinan BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Desa Sri Agung.
29
Pada minggu ketiga sampai minggu kelima masih melakukan analisa FFA, kadar air dan kotoran serta ekstraksi di laboratorium. Kemudian menghitung berat TBS mulai dari berat TBS sebelum direbus, berat tandan kosong, berat brondolan, berat lost in condensate dan berat brondolan, kegiatan ini didampingi oleh pembimbing lapangan. Kegiatan selanjutnya pergi ke kolam limbah dengan arahan HSE dan turun ke pabrik untuk lebih mendalami beberapa stasiun pada pengolahan kelapa sawit di PT. Persada Alam Jaya yang didampingi oleh asisten pembimbing lapangan, asisten proses 1 dan asisten maintenance.
Pada minggu keenam dan kedelapan mahasiswa magang melakukan presentasi yang pertama mengenai penjelasan setiap stasiun pengolahan bersama HSE dan presentasi kedua mengenai unit atau bidang kerja yang sesuai dengan topik magang masing-masing bersama HRD PT. Persada Alam Jaya. Kemudian mulai mempelajari cara pengambilan sampel yang baik dan benar untuk analisa khususnya di stasiun pengepresan.
Menganalisa dan mempelajari cara menghitung oil losses di stasiun tersebut. Selain itu juga tetap membantu analis di laboratorium untuk membantu menganalisa mutu minyak yang akan dikirim seperti analisa asam lemak bebas (FFA), kadar air, kadar kotoran, analisa limbah, analisa kernel, analisa air, dan analisa mutu buah sawit.
2. Pengawasan Oil Losses pada Fiber di Mesin Press
Fiber adalah limbah sawit yang dihasilkan dari hasil pengolahan pemerasan buah sawit pada saat proses kempa (press) yang berbentuk pendek seperti benang dan berwarna kuning kecoklatan. Setiap pengolahan 1 ton TBS menghasilkan 120 kg atau 12 % dari hasil pengolahan per ton (Siswanto, 2020). Pengawasan oil losses pada fibre press merupakan suatu proses dalam produksi CPO untuk mengurangi kehilangan minyak pada fibre press yang telah ditetapkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Analisa laboratorium yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui persentase oil losses pada fibre press yang merupakan bagian terpenting untuk bagian pabrik khususnya pada alat screw press dan digester, karena
30
dengan analisa dapat diketahui sebab atau permasalahan secara teknis di lapangan dan segera menanggulanginya.
Fiber press merupakan sampel yang terdapat pada screw press di stasiun pengepresan yang masih mengandung minyak. Setiap pabrik kelapa sawit memiliki standar losses yang berbeda-beda. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kerugian yang ditanggung oleh pabrik kelapa sawit dan untuk mendapatkan rendemen yang sesuai sehingga target produksi dapat tercapai.
3. Prosedur Analisa Oil Losses pada Fibre press
Untuk mengetahui persentase oil losses pada sampel fibre press dapat dilakukan dengan proses pemisahan menggunakan metode ekstraksi soxhlet dengan menggunakan pelarut heksane. Ekstraksi adalah proses penarikan suatu zat dari sumber bahan (campuran) dengan pelarut cair sehingga zat terpisah dari komponen lain yang tidak dapat larut dalam pelarut. Senyawa yang telah terlarut tidak akan ikut menguap saat dipanaskan karena suhu reflux telah diatur di bawah titik didih senyawa (Ethica, 2020).
Bahan yang digunakan pada ekstraksi yaitu sampel fibre press pada masing-masing mesin press dan hexane. Sedangkan alat yang digunakan yaitu timbangan analitik, cawan porselin, kertas saring, oven, bottom flask, extraction thimbles cellulose, kondensor, soxhlet, electric thermal dan corong kaca. Prosedur analisa oil losses pada fibre press sebagai berikut.
1. Diambil sampel fibre press pada masing-masing screw press di tiga titik yaitu sisi kanan, tengah dan kiri setelah mesin beroperasi selama 2 jam lalu dikumpulkan hingga menjadi satu komposit.
2. Ditimbang cawan porselin kosong.
3. Ditimbang masing-masing sampel sebanyak 10-15 gram.
4. Di oven cawan yang berisi sampel basah pada suhu 140 selama 60 menit.
31
5. Kemudian cawan berisi sampel setelah oven didinginkan dan ditimbang berat keringnya.
6. Dibungkus masing-masing sampel fibre press kering dengan kertas saring lalu dimasukkan ke dalam extraction thimbles cellulose dan dimasukkan lagi ke dalam soxhlet.
7. Ditimbang bottom flask kosong dan diberi hexane.
8. Dihidupkan electric thermal dan diisi air pada kondensor.
9. Kemudian di ekstraksikan sampel fibre press selama 5 jam.
10. Setelah diekstraksi, bottom flask yang berisi minyak di oven pada suhu 140℃ selama 60 menit.
11. Kemudian didinginkan dan ditimbang berat bottom flask berisi minyak dan dihitung lossesnya dengan rumus berikut.
% losses fibre press =
Oil losses on FFB fibre press = oil losses
Tabel 1. Standar Kehilangan Minyak (Oil Losses) Di PT. Persada Alam Jaya
Analisis Oil Losses
Parameter Uji Norma (%)
Sampel TBS
Fiber Press ≤4,00 ≤0,48
Wet Nut ≤0,80 ≤0,10
Empty Bunch ≤2,10 ≤0,36
Final Effluent ≤0,80 ≤0,41
Solid ≤3,00 ≤0,12
Sumber : PKS PT. Persada Alam Jaya, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Dengan adanya penetapan standar oil losses maka dapat dijadikan acuan agar kerugian yang dapat terjadi selama proses pengolahan dapat diminimalisir sehingga mendapatkan rendemen sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh PT. Persada Alam Jaya.
32