PERSYARATAN TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTUR
3. Pelaksanaan Pekerjaan
− FRP 200 gr/m2 : Aplikasi pada bidang kerja atap dak.
Aplikasi pada bidang kerja area kampus dll.
− FRP 300 gr/m2 : Aplikasi pada bidang kerja area parkir.
Aplikasi pada bidang roof garden.
Aplikasi pada bidang kerja pot taman.
− FRP 450 gr/m2 : Aplikasi pada bidang kerja kolam renang.
Aplikasi pada bidang kerja landasan heli.
2.5 Penanganan Bahan a. Pengiriman
− Semua bahan dikirim dan diterima dalam kemasan asli dengan label pabrik dan segel utuh.
− Kemasan: Liquid 25 kg (ember pail), 110 kg (drum polyetilin), dan 250 kg (drum plat baja).
− Kemasan harus dalam posisi berdiri selama pengangkutan dan penyimpanan.
b. Tempat dan lama penyimpanan: Simpan didalam suhu ruangan, hindari basah dan sengatan langsung cahaya matahari, dengan kondisi ini bahan layak pakai selama 20 bulan.
c. Lama pengeringan: Pada atap dak 15 menit kering sentuh (cuaca panas).
Pada atap dak 25 menit kering sentuh (cuaca medung) Pada atap dak 8 jam kering keras (cuaca panas)
yang kubangan lekuk dalam maka lekukan leveling dengan penambahan daging dengan semen mortar dan lemkra untuk campuaran beton.
4) Pencucian permukaan beton sampe basah sehingga lubang – lubang pori- pori beton membesar air masuk kelubang pori – pori sehingga tidak ada udara yang terjebak dalam lubang pori – pori beton.
b. Aplikasi-Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane 1) Tahap Pertama Pekerjaan Primer
Permukaan dak beton dalam keadaan basah langsung di primer coating Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane satu lapis langsung dengan horizontal- vertical pakai rol dan kuas untuk bagian susut dan full drain.
2) Tahap Kedua Coating Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane
Setelah Primer kering lakukan coating Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane satu lapis dengan pendahuluan vertical-horizontal
3) Tahap Ketiga pelapisan serat fiberglass 220 gram/m²
Setelah coating kering lakukan pemasangan pelapisan serat fiberglass dicoating Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane dengan system wet on wet (dibawah serat basah diatas serat basah) pakai rol dan kuas mengikuti dari belakang untuk menekan serat fiberglass agar tidak ada kantong udara.
4) Tahap Keempat Body coat
Setelah coating pelapisan serat fiberglass kering baru lakukan coating body coat sebanyak tiga kali lapis dengan perilaku horizontal – vertical setiap lapis nya pakai rol dan kuas.
5) Tahap Kelima pemeriksaan lubang pori –pori dan kantong udara
Setelah body coat kering lakukan pemeriksaan pori- pori dan kok dan kantong angin serta penghalusan permukaan Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane pakai kertas gos dan kape.
6) Tahap Keenam Pencucian permukaan
Sebelum finishing coat lakukan pencucian permukaan dari kotoran – kotoran dari debu –debu yang menempel sampai bersih.
7) Tahap Ketujuh Finishing coat
Setelah permukaan dak bersih lakukan coating sebanyak empat kali coating atau sampai permukaan tebal rata dan tidak ada lubang pori – pori.
Jika pada coating keempat lapis pada finishing coat ternyata masih terdapat lubang pori –pori maka pelapisan dilanjutkan sampai betul – betul permukaan rata dan tidak ada lubang pori – pori .
8) Tahap Kedelapan Tes rendam
Setelah finishing kering lakukan tes rendam 2 x 24 jam
3.2 Perkerjaan Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane pada GWT dan STP a.
Persiapan
1) Tahap Pertama pekerjaan pemebersihan lokasi GWT yang di water proofing dari serpihan bangunan dan sisa–sisa adukan/cor
2) Tahap Kedua pekerjaan penghalusan dak beton yang akan di water proofing pakai mesin gerinda hingga rata dan sisa debu dari mesin gerinda dibersihkan pakai penyedot debu/vacuum cleaner
3) Pencucian permukaan beton GWT sampe basah sehingga lubang pori–pori beton membesar air masuk kelubang pori–pori sehingga tidak ada udara yang terjebak dalam lubang pori–pori.
b. Aplikasi-Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane 1) Tahap Pertama Pekerjaan Primer
Permukaan dak beton dalam keadaan basah langsung di primer coating Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane satu lapis langsung dengan horizontal- vertical pakai rol dan kuas untuk bagian susut dan full drain.
2) Tahap Kedua Coating Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane Setelah Primer kering lakukan coating Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane satu lapis dengan pendahuluan vertical-horizontal
3) Tahap Ketiga pelapisan serat fiberglass
Setelah coating kering lakukan pemasangan pelapisan serat fiberglass di coating Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane pada setiap sudut beton sebagai lapisan pertama selebar 40 cm kanan kiri
4) Tahap Keempat pelapisan serat fiberglass 220 gram/m²
Setelah coating kering lakukan pemasangan pelapisan serat fiberglass dicoating Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane dengan system wet on wet (dibawah serat basah diatas serat basah) pakai rol dan kuas mengikuti dari belakang untuk menekan serat fiberglass agar tidak ada kantong udara.
5) Tahap Kelima Body coat
Setelah coating pelapisan serat fiberglass kering baru lakukan coating body coat sebanyak tiga kali lapis dengan perilaku horizontal–vertical setiap lapisnya pakai rol dan kuas.
6) Tahap Keenam pemeriksaan lubang pori – pori dan kantong udara
Setelah body coat kering lakukan pemeriksaan pori- pori dan kok dan kantong angin serta penghalusan permukaan Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane pakai kertas gos dan kape.
7) Tahap Ketujuh Tes rendam
Setelah finishing kering lakukan tes rendam 2 x 24 jam 8) Pengasaran permukaan dinding GWT
Setelah Tes rendam dan GWT betul-betul sudah tidak bocor, karena GWT mau dilapisi keramik maka permukaan dinding GWT dikasari dengan cara di taking pakai semen dengan cara permukaan GWT di coating ulang dan dalam keadaan basah lalu taking pake semen
3.3 Pekerjaan Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane pada kamar mandi a.
Persiapan
1) Tahap satu pembersihan lokasi kamar mandi dari serpihan dan sisa adukan 2) Penghalusan permukaan beton pake mesin gerinda
3) Pemotongan pipa full drain hingga rata dengan beton 4) Pencucian permukaan dak beton hingga bersih b. Aplikasi
1) Primer Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane satu lapis
2) Pelapisan serat fiberglass pada setiap sudut, pipa full drain, pipa closed, pipa air bersih 3) Coating Waterproofing Liquid Applied Acrylic Membrane lima lapis dengan sytem
vertical dan horizontal. 4) Tes rendam 2 x 24 jam