• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Standar Sarana dan Pra sarana

BAB V PELAKSANAAN STANDAR MUTU PENDIDIKAN

5.6. Pelaksanaan Standar Sarana dan Pra sarana

1. Standar sarana dan prasarana pembelajaran merupa­

kan kriteria minimal tentang sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan isi dan proses pembelajaran dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.

2. Standar sarana pembelajaran paling sedikit terdiri atas:

a. perabot;

b. peralatan pendidikan;

c. media pendidikan;

d. buku, buku elektronik, dan repositori;

e. sarana teknologi informasi dan komunikasi;

f. instrumentasi eksperimen;

g. sarana olahraga;

h. sarana berkesenian;

i. sarana fasilitas umum;

j. bahan habis pakai; dan

k. sarana pemeliharaan, keselamatan, dan keamanan.

3. Jumlah, jenis, dan spesifikasi sarana ditetapkan ber dasarkan rasio penggunaan sarana sesuai dengan karak teristik metode dan bentuk pembelajaran, serta harus menjamin terseleng­

gara nya proses pem be lajaran dan pelayanan administrasi akademik.

4. Standar prasarana pembelajaran paling sedikit terdiri atas:

a. lahan;

b. ruang kelas;

c. perpustakaan;

d. laboratorium/studio/bengkel kerja/unit produksi;

e. tempat berolahraga;

f. ruang untuk berkesenian;

g. ruang unit kegiatan mahasiswa;

h. ruang pimpinan pengelola;

i. ruang dosen;

j. ruang tata usaha; dan k. fasilitas umum yang meliputi:

1) jalan;

2) air;

3) listrik;

4) jaringan komunikasi suara; dan 5) data.

5. Lahan harus berada dalam lingkungan yang secara ekologis nyaman dan sehat untuk menunjang proses pembelajaran.

6. Lahan pada saat perguruan tinggi didirikan wajib dimiliki oleh penyelenggara perguruan tinggi.

7. Bangunan perguruan tinggi harus memiliki standar kualitas minimal kelas A atau setara.

8. Bangunan perguruan tinggi harus memenuhi per syaratan ke­

sela matan, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan, serta dileng kapi dengan instalasi listrik yang berdaya memadai dan instalasi, baik limbah domestik maupun limbah khusus, apabila diperlukan.

9. Standar kualitas bangunan perguruan tinggi didasar kan pada peraturan menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum.

10. Perguruan tinggi harus menyediakan sarana dan prasarana yang dapat diakses oleh mahasiswa yang berkebutuhan khusus.

11. Sarana dan prasarana terdiri atas:

a. pelabelan dengan tulisan Braille dan informasi dalam bentuk suara;

b. lerengan (ramp) untuk pengguna kursi roda;

c. jalur pemandu (guiding block) di jalan atau koridor di

78 Pedoman Akademik Program Magister & Doktor

d. peta/denah kampus atau gedung dalam bentuk peta/

denah timbul; dan

e. toilet atau kamar mandi untuk pengguna kursi roda.

5.7. PELAKSANAAN STANDAR PENGELOLAAN PEM BELAJARAN 1. Standar pengelolaan pembelajaran merupakan kri teria minimal

tentang perencanaan, pelaksanaan, pe ngen dalian, pemantauan dan evaluasi, serta pela por an kegiatan pembelajaran pada tingkat program studi.

2. Standar pengelolaan pembelajaran harus mengacu pada standar kompetensi lulusan, standar isi pem belajaran, standar proses pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, serta standar sarana dan pra sarana pembelajaran.

3. Pelaksana standar pengelolaan dilakukan oleh Unit Pengelola program studi dan perguruan tinggi.

4. Unit Pengelola program studi wajib:

a. melakukan penyusunan kurikulum dan rencana pem bela­

jar an dalam setiap mata kuliah;

b. menyelenggarakan program pembelajaran sesuai standar isi, standar proses, standar penilaian yang telah ditetapkan dalam rangka mencapai capaian pembelajaran lulusan;

c. melakukan kegiatan sistemik yang menciptakan suasana akademik dan budaya mutu yang baik;

d. melakukan kegiatan pemantauan dan evaluasi secara periodik dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu proses pembelajaran; dan

e. melaporkan hasil program pembelajaran secara pe riodik sebagai sumber data dan informasi dalam pengambilan ke­

putusan perbaikan dan pengembangan mutu pembelajaran.

5. Perguruan tinggi dalam melaksanakan standar pengel olaan wajib:

a. menyusun kebijakan, rencana strategis, dan ope rasional ter kait dengan pembelajaran yang dapat diakses oleh sivitas akademika dan pemangku ke pentingan, serta dapat dijadi­

kan pedoman bagi program studi dalam melaksanakan

program pembelajaran;

b. menyelenggarakan pembelajaran sesuai dengan jenis dan pro gram pendidikan yang selaras dengan capaian pem­

belajaran lulusan;

c. menjaga dan meningkatkan mutu pengelolaan pro gram studi dalam melaksanakan program pem belajaran secara ber kelanjutan dengan sasaran yang sesuai dengan visi dan misi perguruan tinggi;

d. melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap ke giatan program studi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran;

e. memiliki panduan perencanaan, pelaksanaan, eva luasi, pe­

ngawasan, penjaminan mutu, dan pe ngem bangan ke giatan pembelajaran dan dosen; dan

f. menyampaikan laporan kinerja program studi dalam me­

nyeleng garakan program pembelajaran paling sedikit melalui pangkalan data pendidikan tinggi.

5.8. PELAKSANAAN STANDAR PEMBIAYAAN PEM BELAJARAN 1. Standar pembiayaan pembelajaran merupakan kriteria minimal

tentang komponen dan besaran biaya investasi dan biaya operasional yang disusun dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.

2. Biaya investasi pendidikan tinggi merupakan bagian dari biaya pendidikan tinggi untuk pengadaan sarana dan prasarana, pe­

ngembangan dosen, dan tenaga kependidikan pada pen didikan tinggi.

3. Biaya operasional pendidikan tinggi merupakan bagian dari biaya pendidikan tinggi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang mencakup biaya dosen, biaya tenaga kependidikan, biaya bahan operasional pembelajaran, dan biaya operasional tidak langsung.

4. Biaya operasional pendidikan tinggi ditetapkan per mahasiswa per tahun yang disebut dengan standar satuan biaya operasional pendidikan tinggi.

5. Standar satuan biaya operasional pendidikan tinggi di UIN

80 Pedoman Akademik Program Magister & Doktor

Sunan Kalijaga ditetapkan secara periodik oleh Menteri dengan mempertimbangkan:

a. jenis program studi;

b. tingkat akreditasi perguruan tinggi dan program studi; dan c. indeks kemahalan wilayah;

6. Standar satuan biaya operasional pendidikan tinggi menjadi dasar bagi setiap perguruan tinggi untuk menyusun rencana ang garan pendapatan dan belanja (RAPB) perguruan tinggi tahu nan dan menetapkan biaya yang ditanggung oleh maha­

siswa.

7. Perguruan tinggi wajib:

a. mempunyai sistem pencatatan biaya dan me lak sanakan pencatatan biaya sesuai dengan ke tentuan peraturan perundang­undangan sampai pada satuan program studi;

b. melakukan analisis biaya operasional pendidikan tinggi sebagai bagian dari penyusunan rencana kerja dan ang­

garan tahunan perguruan tinggi yang bersangkutan; dan c. melakukan evaluasi tingkat ketercapaian standar satuan

biaya pendidikan tinggi pada setiap akhir tahun anggaran.

8. Badan penyelenggara perguruan tinggi swasta atau perguruan tinggi wajib mengupayakan pendanaan pendidikan tinggi dari:

a. berbagai sumber di luar biaya pendidikan yang diperoleh dari mahasiswa.

b. Komponen pembiayaan lain di luar biaya pen didik an, antara lain:

1). hibah;

2). jasa layanan profesi dan/atau keahlian;

3). dana lestari dari alumni dan filantropis; dan/atau 4). kerja sama kelembagaan pemerintah dan swasta.

9. Perguruan tinggi wajib menyusun kebijakan, meka­

nisme, dan prosedur dalam menggalang sumber dana lain secara akuntabel dan trans pa r an dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan.

BAB VI

FASILITAS DAN SARANA PENDIDIKAN

Dokumen terkait