BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Pelaksannan Auditor Manajemen Sebagai Internal Control Dalam
Standar audit internal dan satuan pengawasan intern pada Perum Pegadaian Cabang Enrekang berpedoman pada landasan hukum Satuan Pengawasan Intern (SPI) BUMN/BUMD yaitu :
a. Peraaturan Pemerintah No.3 tahun 1983/Peraturan Pemerintah No.28 tahun 1993 tentang tata cara pembinaan pengawasan perja, perum dan persero.
b. Instruksi Presiden RI No.15 tahun 1983 tentang pedoman pelaksanaan pengawasan.
c. Surat Menteri koordinator Ekuin dan Wasbang No.131/M.Ekuin 1987 petunjuk penyusunan usulan program kerja pengawasan tahun 1987/1988.
Departemen internal audit pada Perum Pegadaian dinamakan Satuan Pengawasan Intern (SPI) yang berkedudukan di kantor pusat. Departemen ini dipimpin oleh seorang inspektur wilayah pada kantor wilayah. Selanjutnya terdapat beberapa kantor pemeriksa dalam suatu kantor wilayah yang diisi oleh pemeriksa madya dan pemeriksa muda yang mempunyai fungsi merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan, pengujian dan penilaian seluruh kegiatan perusaahaan dikantor wilayah serta menyusun laporan pemeriksaan sesuai dengan kewenangannya. Untuk mengawasi pelaksanaan kebijaksanaan administrasi dan pelaporan pemeriksaan oleh pemeriksa maka terdapat Manajer administrasi yang berada dikantor pusat.
Dapat menjadi unit kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan, satuan pengawasan intern harus mendapat dukungan penuh dari setiap jajaran
manajemen yang dinilai dari top management hingga lini terdepan dari manajemen. Dukungan manajemen terlihat dari adanya kebijakan perusahaan terhadap keberadaan SPI antara lain menempatkan SPI dalam struktur organisasi pada tingkat yang memungkinkan unit kerja terssebut untuk mempertahankan integritas dan independasinya. SPI dipandang sebagai mitra kerja bukan sebagai mata-mata perusahaan yang seluruh mencari kesalahan orang lain.
Kedudukan SPI di Perum Pegadaian langsung berada dibawah dan bertanggung jawab langsung pada Direktur Utama. Adapun penempatan – penempatan SPI di beberapa kantor pemeriksaan di daerah bukan berarti bertanggung jawab pada pimpinan Wilayah di daerah tersebut. Hal ini menjamin independasi hasil pemeriksaan SPI dan menjadikan SPI sebagai satuan yang bebas dari pengaruh dan tekanan dari pihak manapun juga.
Laporan hasil pemeriksaan (LHP) internal merupakan suatu laporan resmi yang disampaikan kepada pejabat yang berwenang, yang disusun berdasarkan kerja keras pemeriksaan yang berisikan informasi mengenai temuan-temuan pemeriksaan, kesimpulan dan saran-saran.
a. Kebijakan SPI mengenai laporan pemeriksaan operasional, b. Pengamanan konsep laporan,
c. Review konsep laporan hasil pemeriksaan.
Bentuk laporan yang dihasilkan oleh bagian SPI pada Perum Pegadaian Cabang Enrekang adalah terdiri dari :
a. Laporan hasil pemeriksaan penugasan yang mencangkup
1. Laporan hasil pemeriksaan rutin 2. Laporan pemeriksaan khusus b. Laporan hasil pengawasan periodik
1. Laporan triwulanan 2. Laporan tahunan
Laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh para pemeriksa SPI di Perum Pegadaian tidak bersifat kaku dalam koridor pemeriksaan rutin, tetapi ada pula inspeksi mendadak didasarkan atas masuk dan informasi yang dapat didengar maupun dilihat langsung oleh pemeriksa dan sumber lain yang dapat dipercaya. Laporan hasil pengawasan periodik di tandatangani oleh inspektur wilayah dan disampaikan kepada Direktur Utama untuk selanjutnya diambil tidak lanjut yang dianggap perlu.
Hasil pelaksanaan audit dituangkan dalam bentuk laporan hasil audit dan wajib dilaporkan secara tertulis kepada inspektur wilayah dengan penetapan waktu maksimal 14 hari kalender setelah pembahasan terakhir dengan tim pemeriksa. Laporan hasil audit harus disusun secara tertulis dalam bentuk bab atau surat-surat dengan muatan :
a. Ringkasan temuan
b. Ruang lingkup dan tujuan pemeriksaan
c. Temuan hasil pemeriksaan yang objektif baik temuan positif maupun negatif
d. Saran perbaikan atau pernyempurnaan yang konstruktif
e. Tanggapan obyek yang diperiksa baik yang sependapatan maupun yang tidak terpendapat
Audit dilaksanakan sesuai dengan prosedur audit yang berlaku di Perum Pegadaian. Dalam pelaksanaan prosedur uadit tersebut merujuk kepada hasil audit pada periode sebelumnya.
B. Fungsi Internal Penelitian 1. Fungsi Internal Auditor
Fungsi internal auditor pada Perum Pegadaian Cabang Enrekang memegang peranan penting dalam kegiatan perusahaan karena merupakan sumber bahan masukan yang independen bagi manajemen untuk mengevaluasi berbagai kegiatan perusahaan. Untuk dapat menjamin pelaksanaan fungsi pemeriksaan yang baik maka internal auditor harus berpedoman pada ketentuan pemeriksaan operasional yang ditetapkan, sehingga hasil pemeriksaannya bermutu dalam arti memenuhi ukuran/norma pemeriksaan yang dimuat dalam laporan yang diterbitkan. Organisasi apapun termasuk efektif dan efesien, perilaku anggota perusahaan terarah pada tujuan, dengan demikian adanya organisasi SPI dibentuk untuk mendukung dan memperlancar visi daan misi tersebut.
Pemeriksaan intern berssetujuan untuk merekomendasikan perbaikan yang perlu dengan maksud untuk :
a. Landasan ketaatan terhadap kebijakan manajemen dan menilai apakah kebijaksanaan manajemen cukup memadai.
b. Meningkatkan efesiensi dan efektivitas perusahaan.
c. Meningkatkan efektivitas organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
d. Menilai kegiatan (prestasi,kinerja).
Dilain pihak tugas internal auditor mencangkup :
a. Pemeriksaan atas keuangan dan ketaatan pada peraturan perundang- undangan.
b. Penilaian tentang efesien dan efektivitas dalam penggunaan sarana yang tersedia.
c. Penilaian tentang hasil guna atau manfaat yang direncanakan dari suatu kegiatan atau program.
2. Kedudukan Internal Auditor
Secara teoritas telah dikemukakan bahwa keberhasilan internal auditor dalam perusahaan sangat dipengaruhi oleh kedudukannya dalam perusahaan.
Bagian internal auditor sebaiknya ditempatkan sedemikian rupa sehinggah memungkinkan bagian ini melaksanakan wewenang dan tanggung jawabnya yang baik, sserta dapat menjamin kebebasan dalam melakukan aktifitasnya.
Semakin tinggi kedudukaan pejabat yang membawahi bagian internal auditor, semakin luas lingkup pemeriksaan yang akan dilakukan.
Departemen SPI pada perum pegadaian mempunyai tugas membantu Direktur Utama untuk mengadakan penilaian atas sistem pengendalian dan pelaksanaannya pada bidang-bidang dan unit-unit kerja dilingkungan perusahaan yang efektif, efesien dan ekonomis. Dalam melaksanakan
tugasnya SPI bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Pertanggung jawaban SPI kepada Direktur Utama memungkinkan terselenggarakannya tindakan perbaikan yang konfrehensif, sebab SPI dapat mengaudit seluruh bagian perusahaan kecuali pimpinan top perusahaan. Dengan demikian SPI benar-benar dapat berfungsi sebagai early Warning System bagi perusahaan.