BAB I Pendahuluan
F. Kerangka Teori
7. Pelayanan Kesehatan
informasi sebelum membeli. Sebaliknya lebih banyak perhatian diberikan kepada suara hati dan perasaan yang timbul seketika itu.
penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan dan keluarga serta pelayanan kesehatan masyarakat yang ditujukan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit suatu kelompok dan masyarakat, yang meliputi:
1. Pelayanan kesehatan promotif yaitu kegiatan pelayanan kesehatan yang bersifat mengutamakan kegiatan promosi kesehatan. Hal ini juga bisa diartikan upaya untuk meningkatkan dari kondisi yang sudah baik menjadi lebih baik atau lebih sehat. Upaya ini tercermin dalam ayat yang menjelaskan bahwa manusia dilarang merusak diri.
ْ اݠُݐقفنَ
ْقف ثَو
ْقݔيقبَس
ْق َّٱ
َْ لَو
ْ اݠُݐۡݖُت
ْۡݗُكيقܯۡيَ أقب
َْ لقإ
ْقܟَݓُݖۡݟَتٱ
ْ اكݠُݜقسۡحَ
َْنقإ ثَو
َْ َّٱ
ْ ܜق ُُ
َْيقݜقسۡحُݙۡڙٱ ١٩٥
Artinya:ا “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan
janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik (Al-Baqarah,195)
2. Pelayanan kesehatan preventif sebagai suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan/penyakit. Menurut pandangan Islam, memelihara nilai-nilai kesehatan merupakan obat mujarab yang tiada duanya. Oleh karena itu upaya preventif dapat dimulai dengan meletakkan prinsip:33
جااعلاانماريخاةيااقولا Artinya: “pencegahan lebih baik daripada pengobatan”
3. Pelayanan kesehatan kuratif adalah suatu kegiatan pengobatan yang ditujukan untuk penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit atau pengendalian kecacatan akibat penyakit, dan pelayan kesehatan.
4. Pelayanan kesehatan rehabilitatif merupakan kegiatan untuk mengembalikan bekas penderita ke dalam masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat. Lebih jelasnya adalah upaya mengembalikan kondisi dari keadaaan sakit menjadi lebih sehat, selanjutnya diupayakan agar tidak kembali pada kondisi yang lebih parah.34 Pelayanan kesehatan tersebut harus dilaksanakan dengan mendahulukan dan mementingkan pertolongan keselamatan nyawa pasien dibanding kepentingan lainnya. Oleh sebab itu penyelenggaraan pelayanan kesehatan harus dilaksanakan secara bertanggung jawab, aman, bermutu, serta merata dan nondiskriminatif, yang pengawasannya langsung oleh pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Pelayanan harus diberikan kepada setiap pasien dengan sebaikbaiknya, karena setiap pasien yang datang untuk berobat adalah layaknya seorang tamu yang wajib dimuliakan, seperti tercantum dalam Hadits Nabi Muhammad SAW:
Artinya: dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda: “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan
tetangganya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tamunya.” (Muttafaqun ‘Alaih)
G. Metodelogi Penelitian
Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian ini disebut juga penelitian inquiri alamiah (naturalistic inquiry).24 Dalam penelitian ini, kualitatif dimaksudkan untuk mencari rumusan atau konsep rumah sakit Islam guna menjawab rumusan masalah yang pertama, yaitu bagaimanakah penerapan prinsip-prinsipا syari’ahا yangا diterapkan oleh Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram. Dalam beberapa literatur yang penulis lacak, belum ditemukan bagaimanakan konsepا rumahا sakitا syari’ahا (bukanا rumahا sakitا Islam).ا Denganا cara ini maka dapat diketahui prinsip-prinsip rumah sakit Islam yang memberikan pelayanan secaraاsyari’ah.ا
1. Jenis penelitian
Pada dasarnya catatan lapangan berisi dua bagian.Pertama, bagian metode deskriftif yang berisi gambaran tentang latar pengamatan, orang, tindakan, dan pembicaraan. Kedua, bagian reflektif yang berisi kerangka berfikir dan pendapat peneliti, gagasan,dan kepeduliannya.25 Penelitian deskriftif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan
24 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 1991), h..3
25Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Rosdaykarya 2001), hlm.211.
menginterprestasi objek sesuai dengan apa adanya. Penelitian ini juga sering disebut non eksperimen, karena pada penelitian ini tidak melakukan kontrol dan memanipulasi variable penelitian. Dengan metode deskriptif, peneliti memungkinkan untuk melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal .Di samping itu, penelitian deskriptif juga merupakan penelitian, di mana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadaan dan kejadian sekarang. Mereka melaporkan keadaan objek atau subyek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.26
Pada metode deskriptif ini data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut mungkin berasal dari naskah, wawancara, catatan lapangan, foto, video tape, dokumen pribadi, catatan atau memo.27
Adapun tujuan peneliti menggunakan metode deskriptif pada penelitian ini adalah peneliti berusaha untuk memaparkan dengan jelas hasil atau data yang didapatkan dari catatan dilapangan yang berupa kata kata agar mudah dipahami dan peneliti berusaha mendeskripsikan keadaan objek atau subyek yang diteliti dengan keadaan yang sebenarnya, tanpa ada manipulasi data.
2. Teknik pengumpulan data
26 Sukardi, Metode Penelitian Pendidikan, (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2003), hlm. 157.
27 Lexy J, Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, hlm. 11.
Pengumpulan data dalam penelitian ilmiah adalah prosedur yang sistematis untuk memperoleh data yang diperlukan. Dalam penelitian kualitatif teknik pengumpulan data dapat dilakukan melalui setting dari berbagai sumber, dan berbagai cara.28 Teknik pengumpulan data ini dilakukan menjadi bagian penting dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh peneliti agar memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
a. Observasi
Pengumpulan data dengan pengamatan (observasi) langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut.29Dalam hal ini teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah Observasi berperanserta (participant observation) yaitu peneliti terlibat langsung dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
Melalui observasi partisipatif, data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.30 Dalam penelitian ini, karena peneliti sendiri sebagai instrumen kunci, maka observasi yang peneliti gunakan adalah observasi nonpartisipatif yaitu peneliti terjun langsung ke lapangan dan melakukan pengamatan penuh terhadap yang akan diteliti, adapun yang akan diobservasi adalah bagaimana
28 Djam’anا Satori,ا Aanا Komariah,اMetodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2009), h.103
29 Moh Nazir, Metode Penelitian, (Bogor : Penerbit Ghalia Indonesia, 2013), h. 175.
30 Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung : Alfabeta, 2014), h. 235
penerapan prinsif-prinsif syariah dalam melayani pasien di Rumah Sakit Islam Siti Hajar
b. Wawancara
Wawancara (interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara penanya dengan penjawab (informan) dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).31 Penelitian ini akan dilakukan dengan cara melakukan wawancara dengan pasien (keluarga Pasien) dan Wawancara terhadap pihak Rumah sakit Islam Siti Hajar Mataram mengenai penerapan Prinsip prinsip syariah yang dilakukan.
Dalam wawancara ini, peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur.
Karena dalam pelaksanaan penelitian, peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan kepada informan.
c. Dokumentasi
Dokumnetasi yaitu mencari data mengenai hal- hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya.32 Jadi, dokumentasi merupakan suatu cara untuk
31 Moh. Nazir, Metode Penelitian, (Jakarta : Ghalia Indonesia, 2009), h. 175.
32Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2010), h. 274.
memperoleh data dengan memanfaatkan dokumen-dokumen yang ada serta mengadakan pencatatan secara sistematis. Metode ini sebagai bahasan pelengkap dari metode yang sudah dilaksanakan yaitu dari metode observasi dan metode wawancara, maksudnya untuk mencari informasi dari dokumen- dokumen yang diperoleh pada Pasien Rumah Sakit sebagai bahan penguat dari metode observasi dan wawancara. Adapun data yang ingin dikumpulkan melalui metode dokumnetasi ini adalah data tentang gambaran umum lokasi penelitian, yaitu catatan mengenai bagimana perilaku konsumen studi kasus pada penerapan prinsif-prinsif Syariah dalam melayani pasien di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram serta data-data tertulis lainnya.
3. Sumber dan jenis data a. Sumber Data
Adapun data yang didapatkan bersumber dari:
1. Data Primer, yaitu data yang langsung diperoleh melalui hasil wawancara dengan pasien atau keluarga pasien dan karyawan (informan).33 Data primer ini dapat berupa opini orang secara individual atau kelompok terhadap sesuatu yang diperoleh langsung dari tempat penelitian yakni
33Rosdy Ruslan, Metode Penelitian Public Relation dan Komunikasi, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2006), h. 29.
Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram dengan menggunakan metode wawancara dan observasi dilokasi penelitian.
2. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari buku-buku literature yang terkait dengan fokus penelitian. Sumber tertulis dapat berupa sumber buku, internet, majalah ilmiah, sumber dari arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi serta dokumendokumen lainnya yang dibutuhkan untuk kesempurnaan data yang diteliti.34Data sekunder ini membantu peneliti untuk melengkapi data-data primer yang didapatkan, guna untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik, sumber-sumber tertulis tersebut dijadikan sebagai penunjang, dan acuan dalam penelitian ini.Dan data yang dimaksud di sini adalah data yang didapatkan dari buku yang berkaitan dengan fokus penelitian.
b. Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif deskriptif yang diperoleh dari instrument penelitian.