• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Kesehatan Orang dengan Risiko Terinfeksi HXV 1. Standar Jumlah dan Kualitas Barang dan/atau Jasa

Dalam dokumen STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) (Halaman 69-76)

JjOt Langkah Kegiatan Variabel Komponen Volume

pem eriksaan SP/PS (1 paket reagen/10) X satuan harga) Cartridge Tes

cepat m olekuler

Sesuai kebutuhan

B ahan Lab.

Lainnya (Oase, oil im ersi, dll)

Ju m lah bah an Lab (paket) X terdu ga TBC

A lat p elindu ng diri M asker rum ah tangga

Ju m lah sasaran terdu ga TB C x ju m la h m asker (pem akain 2 bulan=

60) x u n it cost M asker N95 Ju m lah sasaran

terdu ga TB C resistan O bat x ju m la h kebutuhan

m asker (pem akain 2 bulan) x u nit cost

3. Edukasi Petugas Tran sport Ju m lah petu gas x

Tran sport x ju m la h penyuluhan x ju m la h puskesm as (dapat terintegrasi dengan program lain)

M edia KIE TB Pengadaan m edia KIE TB

1 Paket x Jum lah Puskesm as

Peserta Konsum si

(disesuaikan kebu tu han / kondi si)

Snack

4. Rujukan A lat dan bahan Form ulir rujukan Sesuai kebutuhan

‘ , l'*

L. Pelayanan Kesehatan Orang dengan Risiko Terinfeksi HXV

No. B a r a n g Jumlah Fungsi - Lancet/jarum steril

- Jarum+spuit yang sesuai/vacutainer dan jarum sesuai.

«-a** i

4. - Alat tulis

- Rekam medis berisi nomor rekam medis, Nomor fasilitas pelayanan kesehatan pelaksana, nomor KTP/NIK

Sesuai Kebutuhan Pencatatan dan Pelaporan

2. Standar Jumlah dan Kualitas Personil/Sumber daya Manusia Kesehatan

a. Tenaga kesehatan:

1) Dokter/ dokter spesialis penyakit dalam/ dokter spesialis kulit dan kelamin, atau

2) Perawat 3) Bidan 4) ATLM

5) Tenaga kesehatan masyarakat

b. Tenaga non kesehatan terlatih atau mempunyai kualifikasi tertentu:

1) Pendamping 2) Penjangkauan

3. Petunjuk Teknis atau Tata Cara Pemenuhan Standar a. Pernyataan standar

Setiap orang dengan risiko terinfeksi HIV mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. Pemerintah daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar kepada setiap orang dengan risiko terinfeksi virus yang melemahkan daya tahan tubuh manusia (Human Immunodeficiency Virus = HIV) di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun.

b. Pengertian

Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada orang dengan risiko terinfeksi HIV sesuai standar meliputi:

1) Edukasi perilaku berisiko 2) Skrining

Orang dengan risiko terinfeksi virus HIV yaitu :

1) Ibu hamil, yaitu setiap perempuan yang sedang hamil.

2) Pasien TBC, yaitu pasien yang terbukti terinfeksi TBC dan sedang mendapat pelayanan terkait TBC.

69

3) Pasien Infeksi Menular Seksual (IMS), yaitu pasien yang terbukti terinfeksi IMS selain HIV dan sedang mendapat pelayanan terkait IMS.

4) Penjaja seks, yaitu seseorang yang melakukan hubungan seksual dengan orang lain sebagai sumber penghidupan utama maupun tambahan, dengan imbalan tertentu berupa uang, barang atau jasa

5) Lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), yaitu lelaki yang pernah berhubungan seks dengan lelaki lainnya, sekali, sesekali atau secara teratur apapun orientasi seksnya (heteroseksual, homoseksual atau biseksual)

6) Transgender/Waria, yaitu orang yang memiliki identitas gender atau ekspresi gender yang berbeda dengan jenis kelamin atau seksnya yang ditunjuk saat lahir, kadang disebut juga transeksual.

7) Pengguna napza suntik (penasun), yaitu orang yang terbukti memiliki riwayat menggunakan narkotika dan atau zat adiktif suntik lainnya.

8) Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yaitu orang yang dalam pembinaan pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM dan telah mendapatkan vonis tetap.

c. Mekanisme Pelayanan

1) Penetapan sasaran HIV ditetapkan oleh - Kepala Daerah berdasarkan orang yang berisiko terinfeksi HIV (penderita TBC, IMS, penjaja seks, LSL, transgender, WBP, dan ibu hamil).

2) Edukasi perilaku berisiko dan pencegahan penularan

3) Skrining dilakukan dengan pemeriksaan Tes Cepat HIV minimal 1 kali dalam setahun.

4) Melakukan rujukan jika diperlukan.

d. Capaian Kinerja

1) Definisi Operasional

Capaian kineija Pemerintah Kabupaten/ Kota dalam memberikan pelayanan sesuai standar bagi orang dengan risiko terinfeksi HIV dinilai dari persentase orang dengan risiko terinfeksi HIV yang mendapatkan pelayanan HIV sesuai standar di wilayah keijanya dalam kurun waktu satu tahun.

2) Rumus Penghitungan Kineija

Persentase orang dengan berisiko

terinfeksi HIV mendapatkan pelayanan deteksi dini

HIV sesuai standar

Jumlah orang dengan berisiko terinfeksi HIV yang mendapatkan pelayanan sesuai standar dalam

kurun waktu satu tahun x 100 % Jumlah orang dengan berisiko

terinfeksi HIV di kab/kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama

70

Catatan :

Nominator: Jumlah orang dengan risiko terinfeksi HIV (penderita TBC, IMS, penjaja seks, LSL, transgender, Penasun, WBP dan ibu hamil) yang mendapatkan pelayanan (pemeriksaan rapid test RI) sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun.

Denominator: Jumlah orang dengan risiko terinfeksi HIV di kab/kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama yang ditetapkan kepala daerah.

Contoh Perhitungan :

Contoh kasus penyelesaian pelayanan dasar bagi orang dengan risiko terinfeksi HIV di Kabupaten “L”, pada tahun 2019. Jumlah penduduk 220.412 jiwa dengan proyeksi estimasi sasaran jumlah ibu hamil 4.939 orang, estimasi penderita TBC 634, estimasi penderita IMS 5.681 orang. Estimasi populasi berperilaku risiko tinggi terinfeksi HIV berturut-turut: WPS 146, LSL 451, Transgender 17, Penasun 0, WBP 0 (tidak mempunyai lapas).

Catatan dan laporan orang yang datang ke pelayanan kesehatan dan penjangkauan dalam satu tahun dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan telah ditelusur berdasarkan kelompok target orang dengan risiko terinfeksi HIV. Kepala daerah menetapkan hasil pemetaan /penemuan sebagai berikut : ibu hamil 4.954, penderita TBC 324, penderita IMS 2.618, WPS 164, LSL 201, Transgender 29 dan penasun terlaporkan 1 orang.

Semua orang berisiko di dalam wilayah saat pelayanan tetap dilayani sekalipun berasal dari daerah lain.

Laporan jumlah orang yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan atau yang secara aktif dikunjungi, yang dilakukan pelayanan kesehatan berupa pemberian informasi dan edukasi dan pemeriksaan skrining (deteksi dini) HIV dengan reagen pertama, berturut-turut : perempuan hamil 4.954, penderita TBC 324, penderita IMS 2.618, WPS 164, LSL 201, seluruh transgender sudah diperiksa yaitu sebanyak 29 orang dan seorang mantan penasun.

Penilaian Kinerja Pelayanan Dasar Standar Pelayanan Minimal

‘‘ y V>.

bagi orang dengan risiko terinfeksi HIV adalah seperti tabel berikut:

No.

Kelompok berisiko terinfeksi HIV

Proyeksi Estimasi

Pemetaan/

Penemuan

Diperiksa HIV (Tes Cepat HIV Pertama)

Kinerja SPM HIV %

1. Ibu Hamil 4.939 4.954 4.954 100,00

2. Penderita TBC 634 324 324 100,00

71

No.

Kelompok berisiko terinfeksi HIV

Proyeksi Estimasi

Pemetaan/

Penemuan

Diperiksa HIV (Tes Cepat HIV Pertama)

Kinerja SPM HIV %

3. Penderita IMS 5.681 2.618 2.618 100,00

4. Penjaja seks 146 146 146 100,00

1 5. LSL 451 201 201 100,00

6. Waria 17 29 29 100,00

7. Penasun 0 1 1 100,00

8. WBP 0 0 0 100,00

JUMLAH 100,00

Berdasarkan hasil pelayanan minimal tersebut diketahui bahwa terdapat orang berisiko terinfeksi HIV dari luar wilayah yang diberikan pelayanan.

e. Teknik Penghitungan Pembiayaan

'

No. Langkah

Kegiatan Variabel Komponen Volume

1. Penentuan sasaran

orang yan g berisiko terinfeksi HIV

Ibu ham il Ter integrasi

Popu lasi ku nci

Ju m lah Pen derita TB C dan pen derita IMS

Akses W B P

2. Pem etaan penem u an kelom pok sasaran

Petugas B iaya transport petugas (BBM)

Terintegrasi

Penem uan sasaran Pelayanan p a sif /aktif D ata individu

sasaran

KTP/NIK

Form ulir Pengadaan kartu

penerim a pelayanan dasar SPM Kesehatan

Paket pengadaan kartu SPM

3. Prom osi dan Penyuluhan

M edia KIE Penyiapan, penyusunan dan Pengadaan m edia KIE, term asu k koneksi internet

Petugas B iaya transport

petugas/ BBM

Ju m lah Petu gas x biaya Tran sport x Jum lah

penyulu han x Ju m lah fasyankes

72

No Lansrkah Kegiatan

Variabel Komponen

-j ■ ■ ' 'V"...-

Volume

4. Jejaring K erja dan Kem itraan

Tim / kelom pok kerja Penyiapan jeja rin g kerja, ja rin ga n kerja dan m itra

kerja

Terintegrasi

Petugas pada

Jejaring kerja dan m itra

Peningkatan kapasitas petu gas p a d a Jejaring k erja dan m itra

Ju m lah petugas pd jeja rin g kerja dan m itra x transpor x ju m la h kegiatan Petugas B iaya transpor petugas

(BBM)

Ju m lah petu gas x transpor x ju m la h kegiatan

Reagen dan bahan m ed is habis pakai, Bahan/ Spesim en

Rujukan

bahan/spesim en i'1'’

1 paket x sasaran

Pelaporan dan kom unikasi

Kom unikasi dan koneksi internet

Terintegrasi

5. Sosialisasi pencegahan

Petu gas Program HIV D inkes K esehatan

Transpor + u an g harian Ju m lah petu gas x (transpor + u an g harian) x ju m la h kegiatan

M ateri Sosialisasi Penyiapan, penyusunan dan penggandaan m ateri sosialisasi pencegahan

1 Paket

M ateri pencegahan bahan habis pakai pencegahan

1 paket

Narasum ber Honor + transport Ju m lah orang x (honor + transpor) x ju m la h kegiatan 6. Pem eriksaan

deteksi dini HIV

Ibu ham il, penderita TBC, pen derita IMS, pen jaja seks, LSL, transgender,

penasu n dan W BP

D ata p en erim a layanan berupa

Nom or KTP/NIK, kom puter, form ulir pen erim a layanan

Terintegrasi

a. Pelayanan dalam gedung

Kunjungan ibu ham il, penderita TBC, pen derita IMS, penjaja seks, LSL, transgender,

penasu n dan W B P di fasyankes dilayani sesuai tupoksi, kom ­ petensi, kew e-nangan dan penugasan.

D ata ju m la h ibu ham il, pen derita TBC, p enderita IMS, p en jaja seks, LSL, transgender, penasun dan W BP

Terintegrasi

Petugas Petu gas m edis,

param edis petugas laboratorium , petugas pendukung

Terintegrasi

A lat Kesehatan Pengadaan paket deteksi dini HIV (Tes Cepat HI- (RDT) H IV Pertama) sesuai kebutuhan

Ju m lah sasaran

No. Langkah Kegiatan

.

Variabel Komponen Volume

b. Pelayanan luar gedung

Lokasi sasaran popu lasi penjaja

seks, LSL,

transgender, penasu n dan W B P

Lokasi sasaran populasi ku nci dan lapas/rutan dalam w ilayah

Terintegrasi

Petugas Petu gas m edis,

param edis petugas laboratorium , petugas pendukung

Honor, transpor, paket fullday

A lat K esehatan Pengadaan p aket deteksi din i H IV (Tes Cepat HI- (RDT) HIV Pertama) sesuai kebutuhan seperti di atas

1 paket x ju m la h waria/ transgender, penggu n a napza, dan w arga bin aan lem baga

pem asyarakatan (disesuaikan situasi epidem ic setempat) 7. Pencatatan dan

Pelaporan

Petu gas pencatatan - analisis - pelaporan

B erbasis N IK Terintegrasi

Form ulir pencatatan dan pelaporan deteksi dini HIV, kartu penerim a layanan dasar

Pengadaan A TK dan Fotokopi/ kom puter

Sistem Inform asi Paket perangkat lu nak dan perangkat keras, ja rin ga n internet

8. M onitoring dan Evaluasi

- Petu gas Puskesm as ke desa/lokasi sasaran, jeja rin g kerja dan ja rin gan kerja.

- Petugas Dinas Kesehatan ke Puskesm as

Transpor + u an g harian Terintegrasi

Daftar T ilik M onev H IV & IMS

Penggandaan Daftar T ilik M onev H IV & IMS U m pan b a lik hasil

m onev

Laporan dalam bentuk elektronik dan laporan tertulis

9. Peniaian k in eija SPM

T im / Petugas Transpor + u an g harian Ju m lah orang x (transpor + u an g harian) x ju m la h kegiatan

Kom pilasi beban internal dan beban eksternal tingkat kabupaten/ kota

B iaya rapat Terintegrasi

Dalam dokumen STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) (Halaman 69-76)