• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

4.5 Pemanfaatan Cengkeh

4.5.1 Daun dan Gagang/Tangkai Cengkeh

Bahan baku utama dalam memproduksi minyak daun cengkeh adalah daun cengkeh sisa yang sudah tidak terpakai, dikatakan sebagai daun sisa karena rontokkan dari pohon cengkeh yang kurang menguntungkan bagi struktur tanah pertanian, karena sifat daun cengkeh yang sulit membusuk.

Daun dan gagang/tangkai cengkeh telah dimanfaatkan sebagai sumber minyak cengkeh yang digunakan dalam industri farmasi, kosmetik dan lain–lain. Pemakaian cengkeh dalam industri tersebut di atas terutama karena cengkeh memiliki aroma yang enak yang berasal dari minyak atsiri yang terdapat dalam jumlah yang cukup besar, baik dalam bunga (10-20%), tangkai (5-10%) maupun daun (1-4%). Selain itu minyak cengkeh mempunyai komponen eugenol dalam jumlah besar (70-

46 80%) yang mempunyai sifat sebagai stimulan, anestetik lokal, karminatif, antiemetik, antiseptik dan antispasmodik. Adapun proses pembuatan minyak dari daun dan gagang cengkeh yaitu sebagai berikut :

Proses pembuatan minyak cengkeh dari daun dan gagang cengkeh adalah sebagai berikut :

1. Penyediaan Bahan Baku

Penyediaan bahan baku dalam produksi minyak daun cengkeh, perusahaan mengambil daun cengkeh dan gagang cengkeh dari empat kabupaten yaitu Sinjai, Bone, Bulukumba, dan Bantaeng. Biasanya

Penyediaan bahan baku

Sortasi

Minyak cengkeh Pengemasan

Pemanasan

Kondensasi

Pemisahan

Gambar.4 Proses Pembuatan Minyak cengkeh

47 daun cengkeh diorganisir terlebih dahulu oleh pedagang pengumpul sebelum diangkat ke gudang bahan baku.

2. Sortasi

Sortasi bahan minyak daun cengkeh yang dilakukan digudang sortasi. Bahan yang harus dipisahkan dari daun cengkeh jika mungkin terikutnya dedaunan lain, ranting, kerikil serta penting pula dipisahkan dari daun yang telah busuk yang tak layak untuk diproses. Setelah bahan melalui tahapan sortasi, bahan bersih siap dilanjutkan untuk proses selanjutnya yaitu masuk dalam ketel penyulingan.

3. Pemanasan

Proses selanjutnya yaitu menggunakan tiga buah tungku serta tiga buah ketel suling. Pada awal pemanasan digunakan bahan bakar kayu dan apabila api telah menyala bahan bakar dilanjutkan dengan daun cengkeh sisa dari proses yang telah lalu.

4. Kondensasi

Pedoman yang harus ditaati dalam membuat kondensator ialah pipa tidak kebocoran air pendingin bersuhu rendah. Dengan demikian air sulingan serta minyak yang keluar benar-benar berbentuk cairan. Air pendingin dalam tangki kondensor tidak perlu didinginkan, baik dibagian bawah maupun dibagian atasnya. Sebaliknya jika pendingin uap secara berlebihan dan cepat, akan mengakibatkan distilasi menetes dari kondensor secara tidak teratur atau secara mendadak. Oleh karena itu tangki kondensor hanya terisi oleh sejumlah air dingin yang

48 diperlukan untuk kondensasi campuran uap dan untuk mendinginkan kondensor.

Sistem kondensasi untuk penyulingan minyak daun cengkeh menggunakan pipa-pipa yang terbuat aluminium yang melingkar pada tabung kondensor. Hal ini ditunjang dengan adanya aliran sungai di lokasi penyulingan minyak daun cengkeh. Penyulingan dianggap selesai apabila hasil sulingan yang ditampung tidak lagi mengandung minyak.

Waktu yang digunakan untuk menyuling, sangat tergantung pada jenis tumbuhan yang disuling. Terdapat tumbuhan yang cepat melepas minyak, terdapat pula yang lambat. Untuk penyulingan minyak daun cengkeh diperlukan waktu delapan jam.

5. Pemisahan

Alat yang mempunyai fungsi memisahkan minyak dari air suling, salah satunya yang dapat dipakai adalah alat penampung kondensat.

Jumlah volume air suling tersebut terpisah secara otomatis.Tabung penampung kondesat pada umumnya terbuat dari tembaga berlapis timah, atau bahan lain yang tidak beraksi dengan minyak yang dihasilkan. Tabung karet atau pemisah dari karet tidak bisa digunakan karena akan menghasilkan minyak atsiri dengan bau yang tidak disenangi. Bahan penampung untuk minyak daun cengkeh terbuat dari bahan aluminium.Tabung penampung kondensat pada penyulingan minyak daun cengkeh tidak cukup besar, sehingga digunakan beberapa tabung pemisah minyak yang dihubungkan secara seri dan diletakkan

49 pada ketinggian yang berbeda, sehingga minyak dan air akan terpisah secara sempurna pada tabung paling akhir yangterletak paling bawah.

Pada penyulingan minyak daun cengkeh ini digunakan dua buah tabung pemisah karena minyak yang didapat dengan dua pemisah ini sudah cukup sempurna.

6. Pengemasan

Drum yang telah diisi minyak hendaknya disimpan pada kondisi yang sejuk untuk menghindarkan kehilangan minyak atau aroma akibat penguapan. Pemberian rongga pada pengemasan atau drum juga diperlukan untuk memberi ruang gerak minyak atsiri sewaktu pengangkutan. Desakan uap minyak atsiri yang terlampau kuat, selain memecahkan kemasan, berbahaya untuk muatan lain (dapat menyebabkan kebakaran). Bila rongga cukup luas, 10% dari isi kemasan, desakan uap ini tidak akan terjadi.

7. Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh biasa digunakan untuk makanan, minuman dan parfum, minyak gagang cengkeh digunakan sebagai subsitusi minyak bunga cengkeh, dan minyak daun cengkeh digunakan sebagai bahan baku untuk isolasi eugenol dan caryophyllen (Weiss, 1997). Eugenol disamping digunakan sebagai bahan penambah aroma juga mempunyai sifat antiseptik, karena itu bisa digunakan dalam sabun, ditergen, pasta gigi, parfum dan produk farmasi.

50 Gambar. 5 Skema Proses Penyulingan Daun dan Gagang Cengkeh

Keterangan :

1. Tungku pemanas 5. Kondensor

2. Ruang air 6. Tabung pemisah 1 3. Tabung bahan baku 7. Tabung pemisah 2 4. Pipa uap

4.5.2 Bunga Cengkeh

Indonesia merupakan negara produsen dan sekaligus konsumen cengkeh terbesar di dunia karena sebagian besar cengkeh yang diproduksi adalah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik rokok kretek. Yang biasa dipakai campuran dalam rokok kretek adalah bunga cengkeh, namun demikian tangkai cengkeh banyak pula dipakai dalam rokok kretek yang diproduksi oleh perusahaan perusahaan rokok yang kecil. Fungsi cengkeh dalam rokok kretek disamping memberikan aroma khas cengkeh, rasa panas dan sifat mengkretek juga memberikan rasa

51 menggigit, langu dan pahit. Adapun proses pembuatan rokok kretek yaitu sebagai berikut :

Gambar. 6 Proses Pembuatan Rokok Kretek (Array, 2019)

Proses pembuatan rokok kretek dari bunga cengkeh dipahami dari penjelasan berikut ini :

1. Ngiping, adalah proses menyiapkan papier atau kertas pembungkus rokok.

2. Nggiling, adalah proses pengambilan sejumput tembakau, kemudian campurkan cengkeh sesuai takaran atau komposisi lalu ratakan dalam kertas papier kemudian gulung perlahan-lahan membentuk gulungan bundar sempurna. Lalu rekatkan dengan lem.

3. Bathil, adalah proses ini adalah memotong bagian tembakau di kedua ujungnya agar tembakau dalam lintingan terbentuk sempurna.

Ngiping Nggiling Bathil Nglongsong

Nyonthong

Ngeslop/Ngebal

52 4. Nglongsong, adalah proses ini adalah menyempurnakan seluruh hasil

lintingan manual kretek.

5. Nyontong, adalah memasukkan kretek kedalam bungkus rokok. Dimana 1 bungkus berisi 12 batang kretek. Kadang juga berisi 16 batang kretek.

6. Ngeslop/Ngebal, adalah mengumpulkan hasil dari proses Nyonthong dimana 1 slop kretek berisi 10 pak, dan 10 slop berarti berisi 1 ball kretek.

53

Dokumen terkait