• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan FABA

Dalam dokumen PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH (Halaman 88-95)

Bab V. Implementasi Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash

5.1. Studi Kasus – PT Kaltim Prima Coal

5.1.7. Pemanfaatan FABA

Kinerja penudungan lapisan FABA juga telah efektif dalam mengendalikan pH air pori di area uji coba yang memiliki kandungan PAF sebanyak 50%. Hal ini juga dibuktikan melalui pengujian contoh air yang terkumpul di J Void, kolam terdekat dengan area ujicoba, dimana kualitasnya tidak terpengaruhi dari waktu ke waktu. Nilai pH terukur dalam kondisi netral, sedangkan ammonia, nitrite, phospat, sulphide dan beberapa logam berat seperti kromium, kadmium, kobalt, tembaga, timbal, merkuri, selenium, arsenik, dan seng bahkan nilainya dibawah kemampuan deteksi alat ukur laboratorium. Saat ini, air di kolam tersebut digunakan sebagai sumber air baku bagi Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 100 liter/detik yang dioperasikan oleh pemerintah setempat (Banjarnahor, 2019).

Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan dan dengan mempertimbangkan operasional alat berat yang digunakan, maka dapat ditetapkan kriteria dan parameter kontrol untuk pemanfaatan FABA sebagai material pada lapisan penudung untuk mencegah pembentukan air asam tambang secara optimal. Tujuan kriteria ini adalah untuk dapat mencapai kinerja konsentrasi oksigen paling tinggi 0.18% pada dasar lapisan penudung sehingga oksidasi material berpotensi asam (PAF) dapat dihindari. Kriteria tersebut adalah sbb.:

1. Ukuran butir FABA yang digunakan memiliki Dry Sieve D50 paling tinggi sebesar 0.37 mm dan Wet Sieve D50 paling tinggi sebedar 0.075 mm.

2. Ketebalan lapisan FABA 1 m menjadi ketebalan optimal untuk dapat menghasilkan lapisan FABA dengan ketebalan relatif homogen yang mampu berperan sebagai lapisan penudung.

3. Ketebalan material NAF minimal = 3.5 m. 4. Ketebalan material soil minimal = 1 m.

5. Kemiringan dasar penempatan lapisan FABA maksimal 1%.

75 Pemanfaatan FABA dilakukan dengan ketentuan sbb.:

a. lokasi pemanfaatan FABA sebagai bahan baku lapisan penudung material PAF dilakukan pada area yang tercantum dalam izin, yaitu area Palapa-Montana dan area Purnama-Galaxy. Sampai saat buku ini disusun, kemajuan pemanfaatan telah dilakukan di area Galaxy dan sedang dalam proses pemanfaatan di area Purnama; b. Pengangkutan FABA dari fasilitas TPS ke lokasi pemanfaatan

dilakukan dengan menggunakan alat angkut tertutup untuk mencegah tumpahan dan debu;

c. desain lapisan penudung adalah seperti yang tercantum dalam izin; dan

d. membangun paling sedikit 1 (satu) sumur pantau di hulu (up- stream) dan 1 (satu) sumur pantau di hilir (down-stream) serta 1 (satu) bak pengumpulan air infiltrasi-perkolasi (sump drainage) di areal pemanfaatan FABA dengan konstruksi sesuai desain tipikal yang tercantum dalam izin.

Tahapan pemanfaatan FABA sebagai bahan baku lapisan penudung material berpotensi asam PAF dilakukan dengan cara:

1. identifikasi material NAF dan PAF sebelum penggalian dan pemindahan batuan penutup;

2. pengambilan air tanah untuk dijadikan rona awal (base line) lingkungan;

3. penghamparan material PAF pada lapisan paling bawah dari suatu tempat penimbunan;

4. penghamparan FABA paling tinggi 2 (dua) meter di atas lapisan PAF, dimana FABA dihampar sekaligus dipadatkan menggunakan dozer di bagian atas material PAF dengan kemiringan dasar penempatan lapisan FABA paling tinggi 5% (lima persen);

5. penghamparan material NAF diatas lapisan FABA dengan ketebalan paling tinggi 5 (lima) meter;

6. penutupan lapisan NAF dengan menggunakan tanah sebagai media tanam lebih kurang 1 (satu) meter dan dilakukan proses penanaman kembali (revegetasi);

7. pemasangan alat monitoring oksigen dan kelembaban untuk pemantauan kualitas lapisan penudung PAF yang diambil pada berbagai kedalaman dengan titik pemantauan sebagai berikut:

a. bagian atas lapisan penudung NAF;

b. bagian bawah lapisan penudung NAF;

c. lapisan FABA; dan

d. lapisan PAF dibawah lapisan FABA.

Gambar 31. Rancangan pemanfaatan FABA

Peralatan yang digunakan dalam kegiatan pemanfaatan FABA terdiri dari dump truck, dozer, excavator, drilling, dan peralatan pemantauan parameter lapangan diantaranya sensor oksigen dan kelembaban untuk mengukur volumetric water content (VWC).

77 Gambar 32. Peta lokasi pemanfaatan FABA di Galaxy Dump dan

Purnama Dump

(a) Pelapisan NAF (bench atas) dan Pelapisan FABA (bench bawah)

(b) Pelapisan Soil

(c)Reklamasi dan revegetasi lapisan penudung yang sudah final

(d)Kondisi area Galaxy Dump - 22 Juni 2021

Gambar 33. Pemanfaatan FABA penudung PAF di lokasi Galaxy Dump

(a) Pengeboran titik

pemantauan (b) Pemasangan sensor (c) Koneksi sensor dan datalogger Gambar 34. Pemantauan oksigen dan kandungan air pada timbunan

79 Selama kurun waktu 5 bulan pemantauan lapisan penudung di Galaxy Dump, rata-rata konsentrasi oksigen pada lapisan FABA adalah 0,01%. Hal ini memenuhi persyaratan dalam izin pemanfaatan dimana konsentrasi oksigen maksimum yang diizinkan dalam lapisan FABA adalah 1,5%.

PT KPC juga melakukan pemantauan pada sumur pantau di area pemanfaatan Galaxy Dump. Setelah pemantauan selama 5 bulan, hasil sumur pantau relatif sama dengan rona awal sebelum adanya pemanfaatan FABA, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan FABA di area tersebut tidak berdampak negatif terhadap perubahan kualitas air tanah.

Jumlah material yang digunakan dalam pemanfaatan FABA di Galaxy Dump adalah seperti ditunjukkan pada Tabel 20. Selain pemanfaatan di Galaxy Dump, saat ini (Juli 2021) PT KPC sedang melakukan pemanfaatan di Purnama Dump. Dari seluruh kegiatan tersebut, PT KPC dapat memanfaatkan FABA sebagai penudung PAF dengan jumlah dan luas area pemanfaatan seperti yang ditunjukkan pada Tabel 20 dan Gambar 35. Selama tahun 2017 sampai bulan Maret 2021, pemanfaatan FABA sebagai penundung adalah sebanyak 73.378 ton atau 81.8% dari total timbulan. Pemanfaatan FABA sebagai penudung dapat menyerap FABA dalam jumlah besar dan masif karena area reklamasi tambang sangat luas.

Tabel 19. Material yang digunakan di Galaxy Dump Kebutuhan

Material Luas

(m2) FABA (m3)

Ketebalan Rata-Rata FABA (m)

NAF (m3)

Ketebalan Rata-Rata NAF (m)

Tanah (m3)

Top bench 13,395 20,027 1.49 40,185 3 13,395

Bottom bench 12,710 18,595 1.46 38,130 3 12,710 Sloping &

Finishing 57,053 - 171,159 3 57,053

Total 83,158 38,622 249,474 83,158

Tabel 20. Data timbulan dan pemanfaatan FABA Tahun Timbulan

FABA (Ton)

Lokasi

Pemanfaatan Luas area Pemanfaatan

(Ha)

Ketebalan

FABA (m) Jumlah Pemanfaatan

FABA (ton)

2017 18.015 Jupiter 2 1 dan 0.5 12.407

2018 19.539

2019 23.724 Galaxy 2.6 1.5 40.487

2020 22.400 2021

(Maret) 6.058 Purnama 1.57 1.3 20.484

Total 89.736 73.378

Catatan: sisa FABA dimanfaatkan sebagai campuran untuk low grade coal.

Gambar 35. Grafik timbulan dan pemanfaatan abu batubara PT KPC Berdasarkan penjelasan diatas, beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam kegiatan pemanfaatan FABA sebagai penudung PAF adalah sebagai berikut:

• Pemanfaatan FABA sebagai penudung hanya bisa dilakukan apabila perusahaan melakukan karakterisasi dan segregasi/pemisahan antara batuan asam (PAF) dan batuan tidak asam (NAF). PT KPC telah lama mempraktekan hal ini (sejak tahun 1995) sehingga memudahkan dalam implementasi pemanfaatan FABA sebagai substitusi material NAF di area penimbunan. Selain

81 itu, area pemanfaatan juga dapat dipastikan merupakan timbunan batuan PAF.

• Pemanfaatan FABA sebaiknya dilakukan di area datar (bukan lereng) untuk memastikan kestabilan geoteknis timbunan tetap berada pada kriteria aman.

Dalam dokumen PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH (Halaman 88-95)

Dokumen terkait