• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penutup

Dalam dokumen PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH (Halaman 117-130)

Teknologi berkembang sangat cepat, berbagai inovasi dapat terus dikembangkan melalui strategi win-win solution yang dapat menciptakan circular economy bagi semua pihak. Pemerintah mendorong upaya pemanfaatan Limbah FABA dalam jumlah yang signifikan sebagai langkah nyata yang memberikan keuntungan secara lingkungan, ekonomi dan sosial.

Best practice Pemanfaataan FABA Untuk Pengelolaan Batuan dan Air Asam Di Tambang Batubara yang telah diterapkan pada PT Kaltim Prima Coal (PT KPC) dan PT Guguk Tinggi Coal (PT GTC) diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dijadikan referensi dalam menerapkan strategi pemanfaatan FABA yang menguntungkan bagi semua pihak.

Pemanfaataan FABA Untuk Pengelolaan Batuan dan Air Asam Di Tambang Batubara diharapkan menjadi dasar dalam pengembangan inovasi selanjutnya yang dapat memberikan manfaat optimal secara multisektor dan dapat mewujudkan zero waste untuk mengurangi permasalahan lingkungan.

105

Daftar Istilah

1. Air asam tambang adalah air lindian (leachate), rembesan (seepage) atau aliran (drainage) akibat pengaruh oksidasi alamiah mineral sulfida (mineral belerang) yang terkandung dalam batuan yang terpapar selama penambangan.

2. Ash pond adalah tempat penyimpanan sementara fly ash dan bottom ash.

3. Back filling adalah penempatan kembali material, termasuk Limbah B3, di area bekas tambang.

4. Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disingkat B3 adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

5. Bottom ash adalah sisa dari hasil pembakaran batubara pada pembangkit listrik berupa abu berat yang ditemukan setelah pembakaran/insinerasi.

6. Coal yard atau Stockpile adalah tempat/fasilitas penyimpanan batubara.

7. Energi Baru dan Terbarukan (EBT) adalah energi yang berasal dari proses alam yang diisi ulang secara terus menerus dan secara berkelanjutan dapat terus diproduksi tanpa harus menunggu waktu jutaan tahun layaknya energi berbasis fosil.

8. Fly Ash adalah sisa dari hasil pembakaran batu bara pada pembangkit listrik. Abu terbang mempunyai titik lebur sekitar 1300 °C dan mempunyai kerapatan massa (densitas), antara 2.0 –2.5 g/cm3.

9. Kerusakan Lingkungan Hidup adalah perubahan langsung dan/atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup yang melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

10. Leachate atau lindi adalah suatu cairan yang dihasilkan dari pemaparan air hujan di timbunan waste pile. Cairan ini sangat berbahaya karena mengandung konsentrasi senyawa organik maupun senyawa anorganik tinggi, yang terbentuk dalam landfill akibat adanya air hujan yang masuk ke dalamnya.

11. Log book adalah buku atau media yang digunakan dalam pencatatan masuk dan keluar limbah.

12. Limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan.

13. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disebut Limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3.

14. Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disebut Limbah nonB3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang tidak menunjukkan karakteristik Limbah B3.

15. Limbah nonB3 Terdaftar adalah limbah yang sudah tidak memiliki karakteristik B3 dan telah memenuhi ketentuan penggunaan minimal teknologi terbaik dan ramah lingkungan.

16. Limbah nonB3 Khusus adalah limbah yang sebelumnya adalah limbah B3 dari sumber spesifik umum dan sumber spesifik khusus yang telah melalui prosedur pengecualian.

17. Non-Acid Forming (NAF) adalah batuan/material yang tidak berpotensi menghasilkan asam.

18. Potentially Acid Forming (PAF) adalah batuan/material yang berpotensi menghasilkan asam.

19. Penghasil Limbah nonB3 adalah setiap orang yang karena usaha dan/atau kegiatannya menghasilkan Limbah nonB3.

20. Pemanfaat Limbah nonB3 adalah setiap orang yang melakukan pemanfaatan Limbah nonB3.

107 21. Pengurangan Limbah nonB3 adalah pengurangan jumlah atau volume limbah nonB3 yang dihasilkan dari modifikasi, perubahan proses produksi, dan/atau perubahan teknologi yang dapat dilakukan sebelum limbah nonB3 dihasilkan atau pengurangan jumlah atau volume Limbah nonB3 secara fisik dan/atau termal sesudah Limbah nonB3 dihasilkan.

22. Penyimpanan Limbah nonB3 adalah kegiatan menyimpan Limbah nonB3 yang dilakukan oleh Penghasil Limbah nonB3 dengan maksud menyimpan sementara Limbah nonB3 yang dihasilkannya.

23. Pemanfaatan Limbah nonB3 adalah kegiatan penggunaan kembali, daur ulang, dan/atau perolehan kembali yang bertujuan untuk mengubah Limbah nonB3 menjadi produk yang dapat digunakan sebagai substitusi bahan baku, bahan penolong, dan/atau bahan bakar yang aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

24. Penimbunan Limbah nonB3 adalah kegiatan menempatkan Limbah nonB3 pada fasilitas penimbunan dengan maksud tidak membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

25. Pencemaran Lingkungan Hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

26. Perusakan Lingkungan Hidup adalah tindakan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup sehingga melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

27. Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Hidup dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup adalah cara atau proses untuk mengatasi Pencemaran Lingkungan Hidup dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup.

28. Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup adalah serangkaian kegiatan penanganan lahan terkontaminasi yang meliputi

kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pemantauan untuk memulihkan fungsi lingkungan hidup yang disebabkan oleh Pencemaran Lingkungan Hidup dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup.

29. Sistem Tanggap Darurat adalah sistem pengendalian keadaan darurat yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanggulangan kecelakaan serta pemulihan kualitas lingkungan hidup akibat kejadian kecelakaan Pengelolaan Limbah B3.

30. Stoker Boiler adalah sistem pembakaran dengan memasukkan bahan bakar padat pada bed pembakaran yang tetap, udara yang digunakan untuk proses pembakaran dioperasikan dengan kecepatan yang kecil, dan ukuran untuk tipe boiler ini terbatas sehingga kemampuan untuk menghasilkan uap maksimum ± 50,4 kg/s.

31. Sumur Pantau adalah perangkat yang berfungsi memonitor penurunan muka air tanah dan juga kualitas air tanah.

32. Top soil adalah Lapisan tanah bagian atas mempunyai kedalaman sekitar 20 cm yang merupakan lapisan tanah yang subur dan kedalaman tanah (solum) merupakan tebalnya lapisan tanah dari permukaan sampai suatu lapisan dimana perakaran tanaman tidak dapat menembusnya.

109

Daftar Pustaka

Appleo, C.A.J. and Postma, D. 2005, Geochemistry, groundwater, and pollution, 2nd edition, AA Balkema Publishers

ASTM C.618-86, 1986, Spesification for Silica Fume for Use in Hydaulic Cemen Concrete and Mortar, United States

AMIRA International, 2002, ARD Test Handbook: Prediction & Kinetic Control of Acid Mine Drainage, AMIRA P387A; Ian Wark Research Institute and Environmental Geochemistry International Ltd.: Melbourne, Australia Bakri, E.D., Rolliyah, Zen, I., Artono, A.R.T., Karim, A., Apriliani, A., Andriani, S., Cahyaningsih, S., Pujilestari, E.S., Hidayat, A.R., 2019, Nilai Ekonomi Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash PLTU-PLN Di Berbagai sektor, Direktorat Penilaian Kinerja Pengelolaan LB3 dan Non B3, Dirjen PSLB3, KLHK

Banjarnahor, D., 2019, KPC Sediakan Air Bersih Untuk 8.000 Keluarga di Kutai Timur, diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/market/

20191213184422-17-123023/ kpc-sediakan-air-bersih-untuk- 8000- keluarga-di-kutai-timur pada 3 Agustus 2021 jam 16.45.

Bintoro, A., Abidin, M., 2004, Pengukuran Total Alkalinitas Di Perairan Estuari Sungai Indragiri Provinsi Riau, Buletin Teknik Litkayasa Sumber Daya dan Penangkapan, Vol. 12, No. 1 pp 11 – 14

Damayanti, R., 2018, Abu Batubara Dan Pemanfaatannya: Tinjauan Teknis Karakteristik Secara Kimia Dan Toksikologinya, Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Volume 14, Nomor 3, September 2018: 213 - 231

GARD Guide, 2021, Global Acid Rock Drainage Guide, diakses dari http://www.gardguide.com/ pada 23 Juli 2021 jam 10.09 WIB

Hendrasto, M., 2018, Pengelolaan Lubang Bekas Tambang Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Padang: Forum Komunikasi Pengelola Lingkungan Pertambangan Indonesia.

Jones, D., Taylor, J., & Pape, S., 2016. Mencegah Drainase Asam Dan Logam.

Commonwealth of Australia

Kodoatie, R. J., 2012, Tata Ruang Air Tanah, Penerbit Andi

Kurnia, U., Agus, F., Adimihardja, A., Dariah, A., 2006, Sifat fisik tanah dan metode analisisnya, Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

Kuyucak, N., 1999, Acid Mine Drainage Prevention and Control Options, Mine, Water & Environment, IMWA Congress, Sevilla, Spain.

Kristanto, P., 2002, Ekologi Industri, Penerbit Andi. Yogyakarta

Lapakko, K., 2002, Metal Mine Rock and Waste Characterization Tools: An Overview, World Business Council for Sustainable Development

Lottermoser, B. 2015, Predicting Acid Mine Drainage: Past, Present, Future.

Mining Report - 151.

Lottermoser, 2010, Mine Waste - Characterization, Treatment and Environmental Impacts - Third Edition, Springer

Nugraha, C., Shimada, H., Sasaoka, T., Ichinose, M., Matsui, K., & Manege, I.

2009. Geochemistry of waste rock at dumping area. International Journal of Mining, Reclamation and Environment, 23.

Nugraha, C., 2019, Pengelolaan Lingkungan Pertambangan, Penerbit Kepak Indonesia, Bandung

Rai, A.K., Paul, B., dan Singh, G., 2010, A Study on Backfill Properties and Use of Fly Ash for Highway Embankments, Journal of Advanced Laboratory Research in Biology, Volume 1, Issue 2

Said, M.S., Nurhawaisyah, S.R., Juradi, M.I., Asmiani, N., Kusuma, G.J., 2019, Analisis Kandungan Fly Ash Sebagai Alternatif Bahan Penetral Dalam Penanggulangan Air Asam Tambang, Jurnal Geomine, 7(3): 163-170.

Sekretariat EITI Indonesia, 2016, Alur proses bisnis penambangan batubara, diakses dari https://eiti.esdm.go.id/infografis-proses-bisnis- penambangan-batubara/ pada 23 Juli 2021 jam 10.03 WIB

Jeff Skousen, J., Bhwnbla, D.K., 1998, Metal Release From Fly Ash Upon Leaching With Sulfuric Acid Or Acid Mine Drainage, Proceedings America Society of Mining and Reclamation, pp 713-721

Syaefudin, M.A., Triantoro, A., Riswan, 2020, Analisis Pemanfaatan Fly Ash Dan Bottom Ash Sebagai Material Alternatif NAF Yang Digunakan Dalam

111 Upaya Pencegahan Pembentukan Air Asam Tambang, Jurnal GEOSAPTA Vol.

6 No.1 Januari 2020 pp39-42

Tobing, S., 2021, Efek Titah Jokowi dalam Pembahasan Program Listrik 2021- 2030, diakses dari https://katadata.co.id/sortatobing/indepth/

60bb966aa3276/efek-titah- jokowi-dalam-pembahasan-program-listrik- 2021-2030, pada 17 Juli 2021 jam 22.07 WIB

Umah, A., 2021, 2021, Batu Bara untuk PLTU Diperkirakan Naik ke 113 Juta Ton”, diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/news/

20210322135706-4-231903/2021-batu-bara-untuk-pltu-diperkirakan- naik-ke-113-juta-ton, pada 17 Juli 2021 jam 21.55 WIB

Veyrassat, V., 2021, The SDGs as a reference framework for measuring impact, diakses dari https://360impact.ch/en/sdgs-and-impact/ pada 23 Juli 2021 jam 11.47 WIB

Win, T.S., Dwiki, S., Hamanaka, A., Sasaoka, T., Shimada, H., Matsumoto, S., Kusuma, G.J., 2020, Application of Fly Ash and Organic Material as Dry Cover System in Prevention of Acid Mine Drainage Generation, Journal of Geoscience and Environment Protection, 2020, 8, 56-64

Yao, Z.T., Ji, X.S., Sarker, P.K., Tang, J.H., Ge, L.Q., Xia, M.S., Xi, Y.Q., A, 2015, comprehensive review on the applications of coal fly ash, Earth.

Rev. 141, pp 105–121.

---, 2018, Pemanfaatan Abu Batubara Sebagai Lapisan Penudung Material Berpotensi Asam (Potential Acid Form/PAF), Workshop Pengelolaan LimbahB3 Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) di Indonesia, Jakarta, 4 Oktober 2018

---, 2020, Bauran Energi Nasional, Dewan Energi Nasional

---, 2020, Peluang Investasi Batubara Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

---, 2021, Fly ash dan bottom ash PLTU Batubara, Bahan Press Conference Dirjen Ketenagalistrikan KESDM, Jakarta 15 Maret 2021

---, 2021, Pengaturan Pengelolaan Fly Ash Dan Bottom Ash (FABA) Dalam PP22/2021, Bahan Presentasi Dirjen PSLB3 - KLHK, Jakarta 15 Maret 2021

113

Penulis

M Candra Nugraha Deni menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Bandung tahun 1999 dan Doctor of Engineering di Department of Earth Resources Engineering, Kyushu University, Fukuoka – Jepang tahun 2009. Memiliki pengalaman kerja lebih dari 18 tahun di pertambangan batubara (PT Kaltim Prima Coal)

dan pertambangan emas (PT Agincourt Resources) pada bidang pengelolaan lingkungan, baik aspek manajemen maupun teknis operasional, dengan jabatan terakhir di kedua perusahaan tersebut sebagai Environmental Manager. Keahlian meliputi bidang pemantauan lingkungan, pengelolaan limbah B3, perencanaan dan pelaksanaan reklamasi dan penutupan tambang, pengelolaan batuan dan air asam tambang, dan analisa risiko keselamatan, lingkungan, dan sosial.

Selanjutnya berkarir sebagai pengajar tetap di Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional Bandung dan pengajar tamu di Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung untuk mata kuliah ‘Rekayasa Lingkungan Pemanfaatan Sumber Daya Alam’, mata kuliah dengan topik khusus mengenai pengelolaan lingkungan pertambangan, sejak tahun 2019. Saat ini juga tercatat sebagai Visiting Researcher di Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia – Klaster Interaksi, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Sosial, untuk periode April – Desember 2021.

Sebelumnya, penulis telah menyusun buku berjudul

“Pengelolaan Lingkungan Pertambangan” yang diterbitkan oleh Penerbit Kepak Indonesia pada Maret 2019, dan menyunting buku berjudul “Aksi Hijau Di Lingkar Tambang – Keberlanjutan Lingkungan Untuk Masa Depan” yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM pada Mei 2020. Penulis dapat dihubungi melalui e- mail [email protected].

Dalam dokumen PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH (Halaman 117-130)

Dokumen terkait