BAB PASAR DAN PEMASARAN
B. Pemasar dan Calon Konsumen
Pemasar adalah lembaga atau perorangan yang melakukan kegiatan usaha memproduksi dan mendistribusikan produk dan jasa ke tangan konsumen demi tujuan tertentu. Konsep pasar membawa kita kembali kepada konsep pemasaran. Pemasar bisa saja produsen yang berorientasi pada keuntungan, organisasi yang beorientasi pada non profit, ataupun pemerintah yang menitik beratkan pada orientasi kesejahteraan bagi masyarakat.
Sedangkan pemasaran berarti bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi potensial guna memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Jika salah satu pihak lebih aktif mencari pertukaran daripada pihak lain, kita menamakan pihak pertama sebagai pemasar dan pihak kedua sebagai calon pembeli. Pemasar adalah orang yang mencari satu atau lebih calon konsumen yang akan terlibat dalam pertukaran nilai (value).
Calon konsumen adalah orang yang di identifikasi oleh pemasar sebagai orang yang mungkin bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran nilai. Dalam situasi normal, pemasar adalah organisasi atau perusahan yang berhadapan dengan pesaing dalam melayani suatu pasar. Perusahaan dan pesaingnya mengirim produk dan pesan mereka masing- masing secara langsung dan/atau melalui perantara pemasaran kepada pengguna akhir.
Efektifitas relatif mereka dipengaruhi oleh pemasok mereka masing-masing serta kekuatan lingkungan utama (demografis, ekonomi, fisik, teknologi, politik, hukum, sosial dan budaya).
Agar pemasar berhasil memasarkan produk atau jasanya, tentu saja harus banyak mengetahui tentang perilaku konsumen. Secara psikologis dapat di identifikasi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian produk atau jasa yang ditawarkan para pemasar sebagai berikut: pertama memperhatikan, disini calon konsumen memandang sekejap mata produk yang dipajang di etalase, ruang pamer, outlet. Kedua adanya minat, calon konsumen menunjukkan minat pada produk tertentu yang dipajang, mencari tahu rancangan, harga dan kualitasnya. Ketiga asosiasi gagasan, calon konsumen membayangkan dirinya menggunakan produk sesuai dengan iklannya. Keempat keinginan, jika calon konsumen ragu-ragu, maka akan membandingkan dengan produk lain yang sejenis dan kemudian akam mengevaluasinya terhadap rancangan, harga dan kualitasnya. Kelima kepercayaan, keputusan calon konsumen untuk membeli suatu produk didasarkan atas kepercayaan, dan tumbuhnya rasa kepercayaan dipengaruhi oleh wiraniaga, reputasi industri, merek produk dan kualitas produk. Keenam tindakan, calon konsumen melakukan tindakan pembelian produk atau jasa yang sesuai. Ketujuh kepuasan, setelah membeli produk atau jasa, konsumen mendapat pengalaman rasa puas yaitu kepuasam pada saat transaksi pembelian (pelayanan wiraniaga) dan kepuasa menggunakan produk atau jasa yang dikonsumsi. Atau bahkan merasa tidak puas karena adanya ketidak sesuaian.
C. Macam-macam Pasar dan Situasi Pasar 1. Macam-macam Pasar
Berdasarkan motif pembelian, dari konsumen untuk membeli suatu produk atau jasa, maka pasar dapat digolongkan kedalam: pasar konsumen, pasar produsen (industri), pasar penjual (pasar pedagang), pasar pemerintah dan pasar internasional.
a. Pasar konsumen yaitu sekelompok konsumen biasanya terdiri dari pembeli individual dan dan rumah tangga yang membeli barang atau jasa untuk dikonsumsi langsung dan tidak untuk dijual kembali
b. Pasar produsen (industri) yaitu suatu pasar yang terdiri atas individu atau lembaga atau organisasi yang membeli produk untuk diproses lagi sampai menjadi produk akhir yang kemudian dijual.
51 c. Pasar penjual (pasar pedagang) yaitu suatu pasar yang terdiri atas individu dan
organisasi yang memperoleh/ membeli barang dimaksud dengan dijual kembali atau disewakan untuk mendapatkan laba.
d. Pasar pemerintah yaitu dimana terdapat lembaga-lembaga pemerintah seperti Departemen, direktorat, kantor dinas dan instansi lain.
e. Pasar Internasional yaitu meliputi beberapa negaraatau semua negara didunia, misal Indonesia menjual minyak kenegara lain, maka harga minyak menjadi lebih tinggi karena adanya pengurangan persediaan minyak dalam negeri.
2. Situasi pasar
Situasi pasar dapat ditinjau dari sudut konsumen yang meliputi: pure competition, monopolistic competition, oligopoly, duopoly dan monopoly.
a. Pure competition (persaingan murni) adalah situasi pasar semacam ini biasanya terjadi apabila persaingan yang jelas nyata antara pembeli dan penjual. Dalam kondisi semacam ini konsumen dan penjual mengambil tindakan atau tidak mengambil tindakan yang tidak berpengaruh terhadap harga pada pasar. Konsumen biasanya melindungi diri dari harga yang tinggi dengan kualitas yang rendah, begitu juga penjual melindungi dirinya dari harga yang rendah, situasi pasar seperti ini jarang ada.
b. Monopolistic competition (persaingan monopolistik) adalah situasi pasar semacam ini terjadi apabila persaingan tidak sempurna, dimana terdapat banyak penjual, tapi tidak sebanyak seperti pasar persaingan murni. Setiap penawaran produk dibuat untuk menimbulkan perbedaan dari nama merek, pengepakan yang istimewa dan penampilan yang khas dengan produk yang berkualitas khas pula. Produsen dapat meyakinkan konsumen bahwa produknya berbeda dengan yang lain yang memiliki kekhasan serta dapat memuaskan konsumen. Hal ini berarti produsen telah memonopoli konsumen.
c. Oligopoly adalah situasi pasar merupakan satu persaingan yang mana ada lebih dari dua penjual, walaupun jumlah penjualnya tidak terlalu banyak. Dalam pasar ini terjadi satu penjual yang disukai oleh konsumen berusaha mempengruhi penjual lainnya. Hal ini merupakan gambaran bahwa persaingan oligopoly mempunyai keistemewaan dengan persaingan murni. Produk yang dijual dapat homogen, tetapi penjual dapat menampikan perbedaan ciri khas yang istemewa untuk masing- masing produknya. Contoh penjualan kendaraan bermotor.
d. Duopoly adalah situasi pasar semacam ini apabila terjadi persaingan hanya ada dua produsen atau penjual. Aksi usah dari penjual yang satu sangat mempengaruhi pada aksi usaha penjual yang satunya. Dalam pasar doupoly, penjual dapat menetapkan kebijakan harga yang berbeda, walaupun meek produk mereka identik. Dengan demikian masing-masing penjual dapat bersaing dalam menetapkan harga.
e. Monopoly adalah situasi pasar semacam ini terdapat, jika hanya ada satu penjual.
Situasi pasar monopoly relatif jarang ditemui. Pada pasar monopoly harga jual relatif tinggi dan penjual berusaha mengambil keuntungan yang relatif besar. Dalam pasar monopoly ini yang terpenting bagi penjual untuk dapat mengendalikan persediaan, karena jangan sampai permintaan akan produk dan konsumen tidak terpenuhi.