• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU PSIKOLOGI KONSUMEN (PDF)

N/A
N/A
Wira Marpaung

Academic year: 2024

Membagikan "BUKU PSIKOLOGI KONSUMEN (PDF)"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

Surat pendaftaran hak cipta atau produk hak terkait ini sesuai dengan Pasal 72 UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Pengertian Psikologi Konsumen

Perilaku konsumen berkaitan dengan proses pemilihan produk yang akan dibeli, termasuk dalam proses pembelian. Dengan kata lain, perilaku konsumen adalah studi tentang unit pembelian dan proses pertukaran yang melibatkan pembelian, konsumsi, dan pembuangan barang dan jasa.

Sejarah Singkat Perkembangan Psikologi Konsumen

Sejauh menyangkut studi tentang perilaku konsumen, salah satu konsekuensinya adalah bahwa generalisasi tentang perilaku konsumen cenderung terbatas pada periode waktu tertentu, produk, dan individu atau kelompok tertentu.

Perlunya Mempelajari Psikologi Konsumen

Keempat, perlu dikaji perilaku konsumen karena dapat mempertemukan konsumen sebagai pengguna dengan produsen sebagai penghasil produk atau jasa yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan kedua belah pihak dengan cara ekonomi yang positif dan saling menguntungkan. Selain itu, kajian tentang perilaku konsumen akan memperdalam ilmu ekonomi, sosiologi, antropologi dan psikologi yang mempengaruhi perilaku konsumen.

Batasan Psikologi Konsumen

Psikologi Konsumen

Apa yang dimaksud dengan pertukaran pendengaran dan apa saja langkah-langkah pertukaran dalam psikologi konsumen, coba jelaskan. Mendefinisikan dengan jelas apa yang dimaksud dengan konsumen sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999.

BAB PENTINGNYA RISET KONSUMEN

  • Pengertian Riset Konsumen
  • Metode dan Teknik Riset Konsumen
  • Hal Penting dalam Melakukan Riset Konsumen D. Manfaat Riset Konsumen
  • Contoh Riset Konsumen
  • Pertanyaan

Riset konsumen dapat didefinisikan sebagai pengumpulan, pencatatan, dan analisis data konsumen secara sistematis (Mangkunegara, 2005:49). Pembuatan kebijakan publik: hasil riset konsumen dapat memberikan informasi penting bagi pengambilan keputusan kebijakan publik.

BAB BUDAYA DAN PERILAKU KONSUMEN

  • Pengertian Budaya
  • Hakikat dan Fungsi Budaya 1. Hakikat Budaya
  • Implikasi Budaya pada Perilaku Konsumen
  • Ilustrasi Budaya dan Perilaku Konsumen: Iklan Mobil Panter

Kebudayaan yang merupakan hasil karya manusia yang melahirkan produk, jasa atau teknologi, pada umumnya mempunyai kegunaan utama yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup atau dapat digunakan sebagai perlindungan terhadap ancaman alam, mengatur hubungan antar manusia dan sebagai alat pelindung diri. wadah bagi segala perasaan manusia. Struktur normatif dapat dikatakan sebagai aturan budaya yang merupakan peraturan mengenai perilaku atau tindakan yang harus dilakukan oleh suatu masyarakat.

BAB KELAS SOSIAL DAN PERILAKU KONSUMEN

Ukuran Kelas Sosial

Dalam kajian psikologi konsumen, ada beberapa istilah yang digunakan untuk menjelaskan perbedaan kelas sosial: kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah. Oleh karena itu perhatian terhadap kelas sosial sangat penting untuk diketahui sehingga dapat membantu peneliti konsumen.

Implikasi Kelas Sosial pada Perilaku Konsumen

Penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk mempelajari hubungan antara perilaku pembelian terkait penampilan dan keanggotaan kelas sosial. Bagaimana uang digunakan: tabungan, pembelanjaan dan penggunaan kartu kredit tampaknya berhubungan dengan posisi kelas sosial.

Ilustrasi Kelas Sosial dan Perilaku Konsumen: Iklan Member Mandiri Prioritas

Masyarakat cenderung menghindari tempat belanja yang memiliki citra menarik bagi kelas sosial yang sangat berbeda dengan citra dirinya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kartu kredit bank mereka digunakan untuk pembelian secara mencicil, sedangkan masyarakat kelas atas membayar tagihan kartu kredit mereka secara penuh setiap bulannya.

  • Pengertian Kelompok Anutan
  • Kekuatan Kelompok Anutan
  • Implikasi Kelompok Anutan pada Perilaku Konsumen
  • Ilustrasi Kelompok Anutan dan Perilaku Konsumen: Iklan Al Quran Selular

Meminta selebriti dan kelompok agama dan sejenisnya digunakan dengan sangat efektif oleh pengiklan untuk berkomunikasi dengan pasar mereka. Efektivitas pengaruh kelompok agama terhadap perilaku konsumen sangat bergantung pada kualitas produk dan informasi yang tersedia bagi konsumen.

BAB KELUARGA DAN PERILAKU KONSUMEN

  • Pengertian Keluarga
  • Fungsi Keluarga
  • Konsep Keluarga Terus Berubah
  • Peran Individu dalam Keputusan Konsumsi Keluarga
  • Sosialisasi Keluarga terhadap Perilaku Konsumen
  • Implikasi Keluarga pada Perilaku Konsumen
  • Ilustrasi Keluarga dan Perilaku Konsumen : Iklan Susu Pertumbuhan Anak
  • Pertanyaan

27 Penyedia layanan ekonomi dan perempuan sebagai pengurus rumah tangga dan mengasuh anak tidak lagi berlaku. Saat ini, meski banyak remaja yang bekerja, mereka jarang membantu keuangan keluarga. Untuk memudahkan orang tua yang bekerja untuk menunjukkan cinta, kasih sayang, dan dukungan kepada anak-anak mereka, perusahaan kartu ucapan semakin banyak membuat kartu untuk diberikan orang tua kepada anak-anak mereka dan sebaliknya.

Selain itu, ketika kedua orang tua bekerja, lebih banyak perhatian diberikan pada gagasan kualitas waktu daripada kuantitas waktu yang dihabiskan bersama anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Keputusan konsumsi keluarga setidaknya melibatkan lima peran yang dapat dijelaskan, seperti peran suami, istri, anak, dan anggota keluarga lainnya.

BAB FUNGSI IKLAN DITINJAU DARI SUDUT PSIKOLOGIS

  • Pengertian Iklan
  • Fungsi Iklan Dalam Pemasaran
  • Kegunaan Iklan Ditinjau dari Sudut Psikologi
  • Efektivitas Iklan Ditinjau dari Sudut psikologis
  • Ilustrasi Iklan ditinjau dari sudut Psikologis: Iklan Pajak

Berdasarkan ketiga komponen tersebut, maka kegunaan iklan bagi konsumen dilihat dari sudut pandang psikologis akan mempengaruhi perilaku konsumen ditinjau dari kepuasan kebutuhan, motivasi, pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan, serta konsep diri. Konsep diri berkaitan dengan perilaku konsumen, sehingga produsen harus menciptakan situasi yang sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen dengan menyediakan dan menyajikan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Konsep diri di sini dapat diturunkan sebagai cara Anda mempersepsikan diri sendiri pada waktu tertentu sebagai gambaran dari apa yang Anda pikirkan.

Para psikolog membedakan dua gambaran diri, yaitu gambaran diri yang realistis, yaitu bagaimana Anda memandang diri sendiri sebenarnya. Citra diri dalam kaitannya dengan perilaku konsumen Pengiklan harus menciptakan kondisi yang sesuai dengan harapan konsumen, dan merek produk serta jasa yang ditawarkan kepada konsumen harus disesuaikan dengan harapan konsumen.

BAB MODEL-MODEL PERILAKU KONSUMEN

  • Pengertian Model Perilaku Konsumen
  • Tujuan dan Fungsi Model Prilaku Konsumen
  • Kriteria Evaluasi Model Prilaku Konsumen ======perlu uraian
  • Pertanyaan

Dalam temuan penelitian Howard dan Shets (1973, The Howard and Shets model of Buyer Behavior), perilaku konsumen yang kompleks dijelaskan oleh cara konsumen membandingkan dan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Dengan demikian, model perilaku konsumen yang kompleks mirip dengan model perilaku pembeli Howard dan Shets, yang menetapkan adanya variabel dalam proses observasi dan proses pembelajaran. Hal ini terkait dengan model perilaku konsumen Kerby yang merupakan hasil penelitian Kerby dan sangat berguna untuk memahami dasar-dasar perilaku konsumen.

Model ini bersifat statis, berdasarkan kebutuhan biologis dan perilaku konsumen yang terjadi akibat dorongan tersebut. Dalam hasil penelitian Francisco Nicosia (1966, model perilaku konsumen Nicosia’s Dyadic Approach) yang menjelaskan bahwa model perilaku konsumen ini melibatkan setidaknya dua orang yang berinteraksi.

BAB PASAR DAN PEMASARAN

  • Pengertian Pasar dan Pemasaran
  • Pemasar dan Calon Konsumen
  • Proses Pemasaran
  • Orientasi Organisasi Terhadap Pasar
  • Ilustrasi Pasar dan Pemasaran: Iklan Detergen Daia Pabrik Produk

Keadaan pasar dapat dilihat dari sudut pandang konsumen, antara lain: persaingan murni, persaingan monopolistik, oligopoli, duopoli, dan monopoli. Persaingan murni adalah situasi pasar yang biasanya muncul ketika terdapat persaingan yang jelas antara pembeli dan penjual. Persaingan monopolistik adalah situasi pasar yang terjadi ketika persaingan tidak sempurna, dimana terdapat banyak penjual, namun tidak sebanyak pada pasar persaingan murni.

Oligopoli adalah keadaan pasar persaingan dimana terdapat lebih dari dua penjual, padahal jumlah penjualnya tidak banyak. Duopoli adalah situasi pasar seperti ini dimana hanya dua produsen atau penjual yang bersaing.

BAB SEGMENTASI PASAR

  • Pengertian Segmentasi
  • Konsep Segmentasi
  • Manfaat Segmentasi
  • Syarat Efektivitas Segmentasi
  • Segmentasi Pasar Indonesia
  • Ilustrasi Segmentasi Pasar: Iklan Kemeja Pria Valino
  • Pertanyaan
  • Pengertian Keputusan Konsumen

Jadi, segmentasi berdasarkan demografi mengacu pada karakteristik usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendapatan, pekerjaan, dan pendidikan yang paling sering dijadikan dasar segmentasi pasar. Segmentasi berdasarkan demografi mengacu pada karakteristik populasi yang sangat penting dan terukur sehingga membantu dalam menemukan target pasar atau pasar. Misalnya konsumen dapat disegmentasi berdasarkan motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan dan sikap.Segmentasi berbasis psikologis dapat membantu menjelaskan bagaimana anggota berpikir dan bagaimana mereka menikmati atau merasakan.

Segmentasi berdasarkan sosial budaya, berbagai variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) selanjutnya menjadi dasar segmentasi pasar. Segmentasi berdasarkan manfaat produk Manajer pemasaran dan periklanan terus-menerus berusaha mengidentifikasi salah satu manfaat terpenting dari produk dan layanan mereka yang paling berarti bagi konsumen.

BAB KEPUTUSAN KONSUMEN

  • Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen
  • Proses Keputusan Konsumen
  • Kerangka Acuan Keputusan Konsumen
  • Proses Pemecahan Masalah dalam Keputusan Konsumen Bagan 6
  • Ilustrasi Keputusan Konsumen : iklan Vaksinasi Virus HPV Gardasil
    • Pesan yang ingin Disampaikan oleh Iklan Vaksinasi Virus HPV Gardasil
    • Kaitan dengan Teori Fungsi Iklan dari sudut Psikologis
  • Pengertian Keputusan Pembelian
  • BAB 12

Leon G Schiffaman dan Leslie L Kanuk (2007) mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah suatu proses seleksi untuk memilih antara dua atau lebih pilihan alternatif. Engel et al (1994) menyebutkan bahwa yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen adalah budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga dan situasi. Memperlakukan pengambilan keputusan konsumen sebagai pemecahan masalah mengasumsikan bahwa konsumen mempunyai tujuan yang ingin mereka capai atau puaskan.

Jadi, dalam pengertian ini, pengambilan keputusan konsumen adalah proses pemecahan masalah yang diarahkan pada tujuan. Jika keputusan pembelian memerlukan banyak usaha, maka pengambilan keputusan konsumen akan memerlukan waktu.

ASPEK PSIKOLOGI PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN

Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian

Pemrakarsa adalah anggota keluarga yang mempunyai gagasan atau gagasan untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk atau jasa. Promotor akan memberikan deskripsi dan informasi produk kepada anggota keluarga lainnya untuk bahan pertimbangan dan memudahkan pengambilan keputusan. Jadi influencer adalah anggota keluarga yang selalu dimintai pendapatnya mengenai produk dan jasa yang ingin dibelinya.

75 Pengguna, setiap anggota keluarga dapat menjadi pemakai barang dan jasa yang dibeli. Misalnya susu bayi atau makanan khusus bayi yang diperuntukkan bagi anggota keluarga muda.

Peranan Aspek Psikologi terhadap Keputusan Pembelian Gambar 12.1

Persepsi konsumen terfokus pada produk yang diproduksi dan dalam hal ini dikomunikasikan melalui media iklan. Persepsi terhadap pesan atau produk yang terbentuk setelah konsumen sasaran melihat iklan tersebut akan membentuk sikap mereka terhadap merek tersebut, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi minat beli. Apabila konsumen mempersepsikan suatu produk mempunyai keunggulan yang berbeda dengan produk lainnya dan keunggulan tersebut sangat penting bagi konsumen, maka konsumen akan memilih produk yang bersangkutan, padahal produk tersebut sebenarnya relatif sama dengan produk lain.

Persepsi tersebut dapat berupa penilaian terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan produk, sehingga dapat berujung pada kepuasan dan kenyamanan yang dirasakan konsumen. Konsep merek keluarga, pemasaran dengan memberikan merek yang sama pada seluruh lini produk yang dihasilkan perusahaan.

Gambar 12.4  Teori Motivasi Dua Faktor
Gambar 12.4 Teori Motivasi Dua Faktor

Proses Keputusan Pembelian

Dengan mengetahui dan memahami perilaku konsumen terutama dari segi psikologis yaitu pasar sasaran maka perusahaan akan mengetahui apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen, sehingga dapat menjadi pedoman bagi perusahaan dalam menentukan kebijakan pemasaran yang efektif dan efisien terutama untuk mempengaruhi konsumen. dengan menentukan keputusan pembelian mereka. Aspek psikologis dengan demikian merupakan aspek yang paling menentukan konsumen dalam keputusan pembeliannya.

Tipe Keputusan Pembelian

Proses Pemecahan Masalah dalam Keputusan Pembelian Gambar 12.9

  • Implikasi Keputusan Pembelian pada Strategi Pemasaran

Keputusan pembelian mempunyai beberapa implikasi terhadap strategi pemasaran, yaitu perilaku pilihan rutin, pengambilan keputusan terbatas, dan pengambilan keputusan ekstensif. Tujuannya adalah untuk membawa konsumen ke tingkat pengambilan keputusan yang lebih terkendali dan sadar yang menyertakan merek baru dalam pertimbangan mereka. Kegiatan promosi berfungsi untuk meningkatkan kesadaran utama dan dapat membantu membawa merek ke dalam kelompok yang diciptakan dari pilihan-pilihan alternatif di awal proses pengambilan keputusan.

Pengambilan keputusan ekstensif, yang biasanya melibatkan sejumlah besar perilaku pencarian yang diperlukan untuk mencari pilihan alternatif. Pengambilan Keputusan yang Luas Dibandingkan dengan pilihan-pilihan rutin yang lebih umum dan pengambilan keputusan yang terbatas, hanya sedikit keputusan konsumen yang melibatkan pemecahan masalah yang ekstensif.

Pertanyaan

Dalam situasi pengambilan keputusan yang komprehensif dimana pengetahuan mereka sangat rendah, konsumen memerlukan informasi tentang segala hal, termasuk tujuan akhir mana yang penting, bagaimana mengatur hierarki tujuan, pilihan alternatif mana yang relevan, kriteria pilihan mana yang sesuai, dan sebagainya. Pemasar harus berusaha untuk membuat informasi yang diperlukan tersedia dalam format dan pada tingkat yang dapat dipahami dan digunakan dalam proses pemecahan masalah. Konsumen yang berada dalam situasi pemecahan masalah yang luas akan menyadari informasi yang relevan dan termotivasi untuk memahaminya.

Gambar

Gambar 12.4  Teori Motivasi Dua Faktor
Gambar 12.5   Hirarki Kebutuhan Maslow

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengujian bersama-sama ini sejalan dengan pendapat Schiffman dan Kanuk (2008:492) yang menyatakan bahwa proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh lima faktor

Variabel konsep produk tidak berpengaruh dikarenakan berdasarkan model perilaku konsumen yang dikemukakan oleh Schiffman dan Kanuk (2004), konsep produk sebagai

Schiffman dan Kanuk (2008) mengemukakan bahwa keputusan pembelian konsumen terdiri dari dua faktor utama yang saling mempengaruhi yaitu faktor eksternal yang didalamnya

Schiffman & Kanuk (2010) menyebutkan bahwa konsumen membuat keputusan pembelian dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu (1) faktor budaya, yang memiliki paling berpengaruh

Keputusan pembelian adalah seleksi terhadap dua pilihan alternatif atau lebih konsumen pada pembelian (Schiffman dan Kanuk dalam Asri,2008:485).Sebagai pihak yang

Hasil pengujian bersama-sama ini sejalan dengan pendapat Schiffman dan Kanuk (2008:492) yang menyatakan bahwa proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh lima faktor

Begitu pula (Schiffman dan Kanuk, 2010) mengemukakan bahwa studi perilaku konsumen adalah suatu studi mengenai bagaimana seorang individu membuat keputusan untuk

Menurut Schiffman dan Kanuk 2007 dalam Solihat & Ary, 2016 mendefinisikan “minat beli merupakan suatu model sikap seseorang terhadap objek barang yang sangat cocok dalam mengukur sikap