• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasa

Dalam dokumen SKRIPSI 2019 - Admin Digital Library (Halaman 86-90)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasa

Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada kesalahan berbahasa secara lisan dan tulisan yang menyimpang dari faktor penentu berkomunikasi dan kaidah bahasa yang dilakuan oleh seseorang secara sistematis dan konsisten. Kesalahan berbahasa biasanya disebabkan oleh faktor pemahaman, kemampuan atau kompetensi dan terjadi bukan karena Mahasiswa belum menguasai kaidah bahasa, namun dalam menggunakan bahasa mereka lupa atau keliru dalam menerapkan kaidah bahasa itu.

Majalah New Scientist (London) pada tahun 2001 memperkenalakan istilah Redundant Acronym Syndrome Syndrome yang selanjutnya dikenal dengan istilah akronim RAS Syndrome. Oleh Majalah New Scientist (Gary 2006 dan Stanley 2008) RAS Syndrome di definisikan sebagai gejala pemakaian bahasa yang tidak lazim seperti pada umumnya yang ditandai dengan benturan antara kata dengan kata itu sendiri yang disebutkan di dalam akronim atau singkatan yang muncul sebelum atau setelah kata itu sendiri.

Garner (2000) menjelaskan bahwa istilah RAS Syndrome dilekatkan pada seseorang ketika secara berlebihan menggunakan satu atau lebih kata yang membentuk akronim, singkatan, inisial, dengan singkatan itu sendiri. Garner kemudian menjelaskan bahwa, fenomena RAS Syndrome merupakan gaya kebahasaan yang buruk dengan kondisis pemborosan bahasa.

Berdasarkan paparan data dan analisis data wujud (bentuk) pemakaian bahasa Indonesia di Mahasiswa yang teridentifikasi sebagai bentuk RAS Syndrome yaitu pemakaian kata Kamus yang diikuti singkatan KBBI (Kamus

Besar Bahasa Indonesia) adalah bentuk mubazir (redundant) karena Kamus itu sendiri telah disebutkan pada singkatan KBBI sehingga bentuk jadiannya adalah Kamus Kamus Besar Indonesia. Selain itu, pemakaian kata Bank yang di ikuti singkatan BNI (Bank Negara Indonesia), BRI (Bank Rakyat Indonesia), BCA (Bank Central Asia, BTN (Bank Tabungan Negara), BPTN (Bank Tabungan Pensiunan Negara) adalah bentuk mubazir (Redundant) karena kata Bank itu sendiri telah disebutkan pada kelima singkatan BNI, BRI, BCA, BTN, dan BPTN sehingga bentuk jadiannya adalah Bank Bank Negara Indonesia, Bank Bank Rakyat Indonesia, Bank Bank Central Asia, Bank Bank Tabungan Negara dan Bank Bank Tabungan Pensiuan Negara.

Hasil wawancara terhadap beberapa responden mengenai alasan yang menyebabkan terjadinya penggunaan RAS Syndrome dalam pemakaian bahasa Indonesia sebagai berikut; 1) RAS Syndrome digunakan dalam kondisi tidak sadar. Pada kondisi ini, responden mengungkapkan bahwa apa yang dibahasakan (yang mengandung RAS Syndrome) pada hakikatnya dipahami sebagai suatu bentuk kesalahan. Tetapi, kondisi lingkungan yang menuntut suatu iklim komunikasi yang tidak menuntut norma yang benar menjadikan masyarakat secara tidak sadar menggunakan bahasa yang mengandung syndrome itu. Tujuan utamanya adalah membangun interaksi yang komunikatif saja. 2) RAS Syndrome digunakan karena alasan budaya berbahasa yang berkembang di mahasiswa seperti itu. Pada kondisi ini, responden mengungkapkan bahwa fenomena RAS Syndrome yang terjadi di Mahasiswa karena sudah menjadi kebiasan, dan kebiasan itu diterima. Dengan

demikian, mereka cenderung hanya memosisikan diri sebagai penutur yang menerima segala bentuk kaidah berbahasa yang berlaku dan diterima di lingkungannya 3) RAS Syndrome terjadi akibat kurangnya pengetahuan bahasa yang memadai untuk diaplikasikan dalam berbahasa yang sesuai kaidah. Menurut responden, bahasa Indonesia dipahami sebagai bahasa nasional ataupun bahasa Negara, tetapi aturan atau kaidah terkait tatacara pemakaian bahasa Indonesia yang terstandar tidak diaplikasikan. 4)RAS Syndrome terjadi akibat kesemena-menaan dalam berbahasa. Pada kondisi ini, responden mengungkapkan bahwa fenomena yang terjadi adalah sesuatu yang tidak popular disaksikan di Mahasiswa. RAS Syndrome dipahami sebagai suatu bentuk kesalahan, tetapi kesalahan berbahasa bukan suatu bentuk kesalahan yang berdampak pada pisik, sosial, maupun psikologi. Salah dalam berbahasa tidak akan memperoleh sanksi atau bentuk konsekuensi lainnya.

RAS Syndrome dapat dijumpai pada bahasa lisan maupun tulisan. RAS Syndrome merupakan bentuk kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis (struktur kalimat), maupun pada tataran semantik (makna). Dalam bahasa Indonesia, pola semantik umunya dikehendaki pada pola bahasa yang mengarahkan pada keefektifannnya ditinjau dari pola pola pembentuknya seperti subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K), dan pelengkap (Pl).

Contoh kalimat, Paman menghadiri pertemuan yang diadakan Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP); contoh tersebut menunjukkan bahwa satuan bahasa menduduki pola-pola yang benar sesuai dengan kaidah bahasa yang efektif. Sedangkan, jika kalimatnya diubah menjadi; Paman

menghadiri pertemuan yang diadakan Partai PDIP. Tentu pola kalimat yang terjadi adalah Paman menghadiri pertemuan yang diadakan Partai Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia. Tentu hal tersebut telah melanggar pola- pola kalimat yang efektif atau memungkinkan terjadi jadian makna baru bahwa menghadiri pertemuan yang diadakan berbagai partai yang diusung oleh Demokrasi Perjuangan Indonesia. Tetapi, pada dasarnyanya, kalimat Paman menghadiri pertemuan yang diadakan Partai PDIP tidak menghendaki pemaknaan tersebut. Dengan kata lain, fenomen RAS Syndrome dalam pemakain juga merupakan bentuk kesalahan berbahasa yang melanggar kaidah sintaksis dan semantiknya. Untuk berbahasa lisan, jenis kesalahan ini diistilahkan dengan slip of the tongue sedang untuk berbahasa tulis, jenis kesalahan ini diistilahkan dengan slip of the pen. Meskipun demikian, RAS Syndrome dalam pemakain bahasa Indonesia belum menjadi perhatian yang serius, sebab perhatian para pakar bahasa masih sangat jarang menyinggung persoalan ini. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, diharapkan dapat memicu perhatian serius bagi pihak-pihak terkait sehingga kedepannya permasalahan RAS Syndrome dalam pemakaian bahasa Indonesia dapat diminimalisir pengaruhnya terhadap kelestarian bahasa Indonesia yang distandarkan sebagai bahasa resmi dan bahasa nasional.

BAB V PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan data dan hasil analisisnya, beberapa bentuk RAS Syndrome yang terjadi pada Mahasiswa dalam menggunakan bahasa Indonesia yaitu Kamus KBBI, Nomor NIK, PSM Makassar, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Kartu KIP, Virus HIV, Nomor PIN, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, Bank BTN, Bank BPTN, Partai PDIP, Partai PAN, Partai PSI, Partai PPP, Partai PKS dan Mesin ATM.

RAS Syndrome terjadi akibat (1) penutur dalam kondisi tidak sadar, (2) karena alasan budaya berbahasa yang berkembang di mahasiswa seperti itu, (3) akibat kurangnya pengetahuan bahasa yang memadai untuk diaplikasikan dalam berbahasa yang sesuai kaidah, (4) akibat kesemenamenaan dalam berbahasa. RAS Syndrome dapat dijumpai pada bahasa lisan maupun tulisan.

RAS Syndrome merupakan bentuk kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis (struktur kalimat), maupun pada tataran semantik (makna).

B. Saran

Melalui hasil penelitian ini, peneliti menyarankan agar pihak terkait lebih memperhatikan bahasa Indonesia dan menghindari kesalahan berbahasa, sebaiknya harus sering melatih dan membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar baik secara lisan maupun tulisan. Sebab, jika permasalahan yang terjadi di Mahasiswa tidak mendapatkan penyelasaian,

78

maka lambat laun akan menjadi sebuah kebiasan dan selanjutnya akan ditaati oleh Mahasiswa. Dampaknya, akan merusak tatanan bahasa Indonesia itu sendiri. Bagi Mahasiswa, fenomena RAS Syndrome ini memang sesuatu yang terjadi secara alami di Mahasiswa. Namun, perlu disadarai bahwa Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia adalah pilar utama dalam melstarikan bahasa Indonesia. Dengan demikian, peneliti berharap agar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia lebih mencintai bahasa Indonesia dengan berusaha menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah yang benar.

Arikunto, Suharsimi. "dkk. 2008." Penelitian tindakan kelas: 2006.

Bahasa, P. P. P. (1990). Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta: PT Gramedia.

Chaer, A., & Agustina, L. 1995. Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Rineka Cipta.

Clothier, Gary. 2006. Ask Mr. Know-It-All. The York Dispatch.

Cooper, R. L., & Fishman, J. A. (1974). The study of language attitudes.

International Journal of the Sociology of Language, 1974(3), 5–20.

Corder, S. P. 1974. Error analysis. The Edinburgh Course in Applied Linguistics, 3, 122–131.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. 2017. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.

Fasold, R. 1991. The sociolinguistics of society. Wiley-Blackwell.

Garner, Bryan A. 2000. The Oxford Dictionary of American Usage and Style.

Oxford and New York: Oxford University Press.

Ghufron, S. 2017. Kesalahan Berbahasa Siswa Sekolah Dasar dI Kabupaten Lamongan. Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(1), 29–38.

Grafura, L. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif. Tersedia: Http://Lubisgrafura.

Wordpress. Com/Metode-Penelitian-Kuantitatif/[10 April 2012].

Ismiati. 2011. Bahasa Prokem dikalangan Remaja KOTAGEDE. Unversitas Negeri Yogyakarta.

James, M., & Milroy, L. 1999. Authority in Language: investigating standard English. London & New York: Routledge.

Johnson, D. D., Johnson, B., Aitchison, J., Aitchison, J., Altmann, G. T. M., Ammer, C., … Anderson, R. C. 2011. E-Mail Address May Be Sending Wrong Message. In Words: The Foundation of Literacy (Vol. 14, pp. 1–6).

Touchstone Oxford, UK.

80

Kasperaviciene, Ramune 2011. “On Semantic Pleonasms in English and their Translation in Lithuanian”. Studies About Languages. 0 (19): 21-26 . doi:

10.5755/j01.sal.0.19.942.ISSN 2029-7203.

Keraf, S. 2005. Kadhipta. Jakarta: Balai Pustaka.

Kridalaksana, H. 1982. Pengantar sosiolinguistik. Baandung: Angkasa.

Kridalaksana, H. 1985. Fungsi bahasa dan sikap bahasa. Nusa Indah.

Kurniawati. 2014. Pembentukan Bahasa Prokem Pada Penutur Bahasa.

Yogyakarta.

Lambert, W. E. 1967. A social psychology of bilingualism. Journal of Social Issues, 23(2), 91–109.

Markhamah, A. S. 2009. Analisis Kesalahan & Kesantunan Berbahasa. Surakarta:

Muhammadiyah University Press.

Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. 1984. Qualitative data analysis. Beverly Hills.

Newman, Stanley. 2008. "Sushi by any other name". Windsor Star. p. G4.

Archived from the original on May 3, 2012.

Pateda, M. 1986. Semantik leksikal. Nusa Indah.

Pateda, M. 1989. Analisis kesalahan. Nusa Indah.

Pringgawidagda, S. 2002. Strategi penguasaan berbahasa. Adicita Karya Nusa.

Rusyana, Y. 1989. Perihal Kedwibahasaan. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Santoso, K. B. 1990. Problematika Bahasa Indonesia: Sebuah Analisis Praktis Bahasa Baku. Rineka Cipta.

Singarimbun, M. Sofian effendi. 1995. Metode Penelitian Survai.

Siregar, A. 1998. Bagaimana Meliput dan Menulis Berita Untuk Media Massa.

Yogyakarta: Kanisius.

Soeparno, E. P. 1993. Glosarium: Kata Serapan Dari Bahasa Barat Dengan Etimologinya. Media Wiyata.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tarigan, D., & Sulistyaningsih, L. S. 1997. Analisis Kesalahan Berbahasa.

Jakarta: Depdikbud.

HILDA MAYANTI Dilahirkan di Ujung Pandang 27 September1997, Anak Bungsu dari pasangan Ayahanda ABD.Gani dan Ibunda Hasniah, Memiliki satu orang saudara kandung yaitu Hidayat. Penulis memulai pendidikannya pada tahun 2003, di SD Negeri Pongtiku 2 Makassar tamat tahun 2009, Melanjutkan pendidikan SMP Negeri 10 Makassar Tamat tahun 2012, dan tamat tahun 2015 di SMA Negeri 16 Makassar. Pada tahun yang sama (2015) penulis melanjutkan pendidikan pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada program Strata Satu (S1).

Berkah Rahmat Allah SWT, penulis dapat menyelesaikan studi dengan judul “Analisis Fenomena Redundant Acronym Syndrome (RAS) Syndrome Dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar”.

A M

P

I

R

A

N

Data Data

1 RAS 01 Lisan Dalam belajar bahasa Mahasiswa sangat memerlukan adanya kamus KBBI sebagai sumber informasi pada saat kita belajar. Kamus KBBI juga digunakan sebagai sumber untuk memperoleh pengertian dari kata kata yang ingin dipelajari.

2 RAS 02 Lisan Nomor NIK dicantumkan dalam setiap dokumen kependudukan dan dijadikan dasar penerbitan KTP.

3 RAS 03 Lisan Nomor NIK merupakan Identitas kependudukan yang melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia.

4 RAS 04 Lisan PSM Makassar adalah klub tertua di Indonesia.

Beberapa nama yang menjadi legenda, hanya Ramang yang menjadi legenda hidup PSM Makassar.

5 RAS 05 Lisan Kamus KBBI digunakan Mahasiswa sebagai acuan bahasa Indonesia baku. Karena Kamus KBBI terlengkap dan akurat.

6 RAS 06 Lisan Kartu KIP merupakan kartu yang ditujukan bagi keluarga kurang mampu yang ingin menyekolahkan anaknya yang secara gratis.

7 RAS 07 Lisan Mahasiswa dinilai cukup signifikan terhadap penanggulangan sosial ditengah masyarakat dalam mengkampanyekan penanggulangan Virus HIV.

Karena kaum intelektual yang dianggap panutan tentu akan lebih dipercaya masyarakat luas.

9 RAS 09 Lisan Nomor PIN merupakan angka sandi rahasia yang paling sering di gunakan pada kartu debit dan kartu kredit.

10 RAS 10 Lisan Virus HIV merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan infeksi yang melemahkan system kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh jadi kesulitan melawan infeksi dan kanker terkait Virus HIV tertentu.

11 RAS 11 Lisan Bank adalah sebuah lembaga keuangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang.

Adapu bank yang ada di Indonesia yaitu Bank BNI dan Bank BRI.

12 RAS 12 Lisan Kartu KIP merupakan kartu yang diberikan kepada anak usia sekolah sebagai bukti bahwa anak tersebut berhak menerima bantuan bantuan tunai pendidikan.

13 RAS 13 Lisan Mesin ATM sebuat alat yang digunakan untuk penarikan tunai bahkan setor tunai tanpa ke bank.

14 RAS 14 Lisan Kamus KBBI merupakan acuan untuk mencari bentuk kata, ungkapan, pribahasa, beserta contoh penggunaan kata dan istilah di dalam kalimat.

15 RAS 15 Lisan Kartu KIP merupakan identitas penerima bantuan tunai pendidikan kepada keluarga kurang mampu.

16 RAS 16 Lisan Mesin ATM sebuah alat elektronik diberikan oleh bank kepada nasabah untuk penarikan tunai, transfer sesama bank, atau transferberbeda bank.

17 RAS 17 Lisan Bank merupakan badan usaha yang menghimpun

Bank BRI dan Bank BTN.

18 RAS 18 Lisan Nomor PIN merupakan angka sandi rahasia antara pengguna dan sistem digunakan untuk verifikasi pengguna ke sistem. Biasanya, pengguna diharuskan untuk memberikan identifikasi pengguna umum atau bukti dan Nomor PIN rahasia untuk mendapatkan akses ke sistem.

19 RAS 19 Lisan Mesin ATM adalah alat elektronik yang digunakan nasabah bank untuk mengabil uang juga menyimpan uang dan transfer uang.

20 RAS 20 Lisan Nomor Nik adalah identitas pribadi yang terdapat pada e-KTP yang tersimpan dalam database kependudukan.

21 RAS 21 Lisan Mahasiswa menggunakan Kamus KBBI sebagai acuan untuk memperoleh pengertian dari kata kata yang ingin dipelajari.

22 RAS 22 Lisan Pasukan Ramang atau Juku Eja (Ikan Merah) merupakan julukan dari PSM Makassar. PSM Makassar adalah tim tertua di Indonesia.

23 RAS 23 Lisan Kamus KBBI adalah sarana untuk memperluas pembedaharaan kata pribadi untuk menuangkan gagasan melalui bahasa tulis dan bahasa lisan.

24 RAS 01 Tulisan Aku akan ke Mesin ATM

25 RAS 02 Tulisan Paman menghadiri pertemuan yang diadakan Partai PDIP

26 RAS 02 Tulisan Indra membeli mie ayam di depan Bank BRI 27 RAS 04 Tulisan Rafa membeli tiket PSM Makassar VS Persija

Jakarta di Stadion.

tentang parpol sebagai kendaraan politik di hotel claro.

31 RAS 08 Tulisan Zulfauszi menabung di Bank BTN

32 RAS 09 Tulisan Ketua Partai PAN memberi bantuan kepada korban bencana.

33 RAS 10 Tulisan Ibu Novita seorng pegawai di Bank BTN

34 RAS 11 Tulisan Polisi mengusut kasus pembobolan Mesin ATM 35 RAS 12 Tulisan Ayah menghadiri pertemuan yang diadakan Partai

PDIP semalam bersama temannya.

36 RAS 13 Tulisan Kakek mengambil uang pensiunan di Bank BTPN 37 RAS 14 Tulisan Para anggota Partai PSI menghadiri pertemuan di

sekretariat

38 RAS 15 Tulisan Joko membeli makanan di warung samping Bank BCA.

39 RAS 16 Tulisan Para Polisi tengah mengejar sekelompok orang yang membobol Mesin Atm

40 RAS 17 Tulisan Taufik mewawancarai Ketua Partai PPP di kedai kopi

41 RAS 18 Tulisan Ulfa menawarkan aku sebuah pekerjaan di Bank BRI

42 RAS 19 Tulisan Kepemimipinan Ardiansyah Sebagai Ketua Partai PAN sudah diakui Masyarakat

43 RAS 20 Tulisan Rizal sedang berbincang bersama para anggota Partai PKS di teras rumah.

44 RAS 21 Tulisan Aulia Seorang pegawai di Bank BRI

45 RAS 22 Tulisan Arman menonton pertandingan PSM Makassar VS Persebaya Surabaya di stadion andi

Dalam dokumen SKRIPSI 2019 - Admin Digital Library (Halaman 86-90)

Dokumen terkait