• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI 2019 - Admin Digital Library

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI 2019 - Admin Digital Library"

Copied!
101
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar belakang masalah

Rumusan masalah

Tujuan penelitian

Manfaat penelitian

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian relevan

Sindrom Redundant Acronym Syndrome (RAS) Dalam Penggunaan Bahasa Indonesia” dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis “Analisis Fenomena Sindrom Redundant Acronym Syndrome (RAS) Dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Oleh Kajian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Makassar”. Penelitian sebelumnya telah dilakukan oleh Ghufron “Kesalahan Bahasa Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Lamongan”.

Kajian teori

  • Konsep bahasa
  • Redundant Acronym syndrome
  • RAS syndrome sebagai kesalahan berbahasa

Contoh penggunaan bahasa Indonesia yang mengandung sindrom RAS adalah penggunaan kata Nomor yang diikuti dengan singkatan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang merupakan bentuk mubazir karena kata Nomor sendiri telah disebutkan dalam singkatan NIK, sehingga formulir dibuat. Penggunaan kata yang mengandung RAS Syndrome pada data tertulis RAS 08 yaitu penggunaan kata Bank yang diikuti dengan singkatan BTN (Bank Tabungan Negara) merupakan bentuk mubazir akibat kata tersebut. Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada data tertulis RAS 10 yaitu penggunaan kata Bank yang diikuti dengan singkatan BTN (Bank Tabungan Negara) merupakan bentuk mubazir karena kata Bank sendiri telah disebutkan dalam singkatan BTN, sehingga mengakibatkan bentuknya adalah Bank Bank Tabungan Negara.

Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada data lisan RAS 11 yaitu penggunaan kata Bank yang diikuti dengan singkatan BNI dan BRI (Bank Negara Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia) adalah mubazir karena di dalamnya disebutkan kata Bank sendiri. Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada data tertulis RAS 18 yaitu penggunaan kata Bank yang diikuti dengan singkatan BRI (Bank Rakyat Indonesia) merupakan bentuk mubazir karena kata Bank sendiri disebutkan dalam singkatan BRI, sehingga bentuk yang dihasilkan adalah Bank Rakyat Indonesia. Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada data tertulis RAS 20 adalah penggunaan kata Partai yang diikuti dengan singkatan PKS.

Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada data tertulis RAS 21 adalah penggunaan kata Bank yang diikuti dengan singkatan BRI. Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada data tertulis RAS 23 yaitu penggunaan kata Bank yang diikuti dengan singkatan BTN (Bank Tabungan Negara) merupakan bentuk mubazir karena kata Bank sendiri disebutkan dalam singkatan BTN, sehingga bentuk yang dihasilkan adalah Bank Bank Tabungan Negara.

Karangka Pikir

Data dan sumber data

Penggunaan kata yang mengandung RAS Syndrome pada data tertulis RAS 01 yaitu penggunaan kata Mesin yang diikuti dengan singkatan ATM (Automatic Teller Machine) merupakan bentuk mubazir karena kata Mesin itu sendiri disebutkan dalam singkatan ATM sehingga mengakibatkan bentuknya adalah Anjungan Tunai Mandiri (Anjungan Tunai Mandiri). Penggunaan kata yang mengandung RAS Syndrome pada data tertulis RAS 05 yaitu penggunaan kata Mesin yang diikuti dengan singkatan ATM (Automatic Teller Machine) merupakan bentuk mubazir karena dalam singkatan ATM disebutkan kata Mesin sendiri, sehingga mengakibatkan bentuknya adalah Anjungan Tunai Mandiri (Anjungan Tunai Mandiri). Penggunaan kata yang mengandung RAS Syndrome pada data tertulis RAS 06 yaitu penggunaan kata Bank yang diikuti dengan singkatan BNI (Banka Negara Indonesia) merupakan bentuk mubazir karena dalam singkatan tersebut disebutkan kata Bank sendiri. bentuknya adalah Bank Bank Negara Indonesia.

Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada data tertulis RAS 11 yaitu penggunaan kata Mesin yang diikuti dengan singkatan ATM (Automatic Teller Machine) merupakan bentuk mubazir karena dalam singkatan ATM telah disebutkan kata Mesin sendiri, sehingga dihasilkan bentuknya adalah ATM. Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada Data Lisan RAS 13 yaitu penggunaan kata Mesin yang diikuti dengan singkatan ATM (Automatic Teller Machine) merupakan bentuk mubazir karena kata Mesin itu sendiri telah disebutkan dalam singkatan ATM, sehingga mengakibatkan bentuknya adalah ATM. Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada Data Lisan RAS 19 yaitu penggunaan kata Mesin yang diikuti dengan singkatan ATM (Automatic Teller Machine) merupakan bentuk mubazir karena kata Mesin itu sendiri telah disebutkan dalam singkatan ATM, sehingga mengakibatkan bentuknya adalah ATM.

Intrumen penelitian

Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu teknik pengumpulan data secara spontan dan teknik pengumpulan data yang diperoleh. Teknik pengumpulan data secara spontan dilakukan dengan mengambil wacana yang dihasilkan siswa tanpa ada cara-cara provokasi, dan siswa tidak mengetahui bahwa wacana yang dihasilkannya akan dianalisis. Teknik pengumpulan data yang diperoleh adalah data yang dikumpulkan dari subjek dengan menggunakan alat-alat yang bersifat provokatif seperti tes, instruksi tertulis, foto, atau topik yang bersifat provokatif dalam kegiatan berbicara.

Teknik analisis data

Miles & Huberman (1984) menyatakan kegiatan analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga selesai, sehingga datanya jenuh. Aktivitas analisis meliputi reduksi data, tampilan data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan.

Pengecekan keabsahan data

Penggunaan kata yang mengandung RAS Syndrome pada Data Lisan RAS 02 yaitu penggunaan kata Nomor yang diikuti dengan singkatan NIK (Nomor Induk Kependudukan) merupakan bentuk mubazir karena dalam singkatan NIK disebutkan kata Nomor sendiri, sehingga dihasilkanlah bentuk adalah nomor identifikasi kependudukan. Penggunaan kata yang mengandung RAS Syndrome pada Data Lisan RAS 03 yaitu penggunaan kata Nomor yang diikuti dengan singkatan NIK (Nomor Induk Kependudukan) merupakan bentuk mubazir karena kata Nomor sendiri disebutkan dalam singkatan NIK sehingga bentuk yang dihasilkan adalah nomor identifikasi penduduk. Penggunaan kata yang mengandung RAS Syndrome pada Data Lisan RAS 08 yaitu penggunaan kata Mesin yang diikuti dengan singkatan ATM (Automatic Teller Machine) merupakan bentuk mubazir karena kata Mesin sendiri disebutkan dalam singkatan ATM sehingga bentuk yang dihasilkan adalah Mesin Anjungan Tunai Mandiri.

Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada data tertulis RAS 09, yaitu penggunaan kata partai yang diikuti dengan singkatan PAN (Partai Amanat Nasional), menjadikan kata tersebut menjadi mubazir. Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada data tertulis RAS 15 yaitu penggunaan kata Bank yang diikuti dengan singkatan BCA (Bank of Central Asia) merupakan bentuk mubazir karena kata Bank sendiri disebutkan dalam singkatan BCA, jadi bentuk yang dihasilkan adalah Bank Bank Central Asia. Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada data tertulis RAS 19, yakni penggunaan kata partai yang diikuti singkatan PAN (Partai Amanat Nasional), menjadikan kata tersebut menjadi mubazir.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Penggunaan kata yang mengandung RAS Syndrome pada data tertulis RAS 03 yaitu penggunaan kata Bank yang diikuti dengan singkatan BRI (Bank Rakyat Indonesia) merupakan bentuk mubazir (Redundant) karena kata aBank sendiri telah disebutkan dalam singkatan BRI sehingga bahwa bentuk yang dihasilkan adalah Bank Rakyat Indonesia. Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada Data Lisan RAS 05 yaitu penggunaan kata Kamus yang diikuti dengan singkatan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) merupakan bentuk mubazir karena dalam kamus itu sendiri telah disebutkan dalam singkatan KBBI, sehingga bentuk jadinya adalah kamus besar bahasa indonesia. Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS pada data tertulis RAS 13 yaitu penggunaan kata Bank yang diikuti dengan singkatan BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Negara) merupakan bentuk mubazir karena kata Bank sendiri telah disebutkan dalam singkatan BTPN, sehingga bentuk yang dihasilkan adalah Bank Bank Tabungan Pensiunan Negara. .

Penggunaan kata yang mengandung RAS Syndrome pada Data Lisan RAS 14 yaitu penggunaan kata Kamus yang diikuti dengan singkatan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) merupakan bentuk mubazir karena Kamus itu sendiri disebutkan dalam singkatan KBBI, sehingga bentuk akhirnya adalah Kamus bahasa indonesia yang bagus Penggunaan kata yang mengandung Sindrom RAS dalam catatan tertulis RAS 14 yaitu penggunaan kata Partai yang diikuti dengan singkatan PSI (Partai Solidaritas Indonesia) merupakan bentuk mubazir karena kata Partai sendiri disebutkan dalam singkatan PSI, sehingga Bentuk yang dihasilkan adalah Partai Solidaritas Indonesia. Penggunaan kata yang mengandung Sindrom RAS dalam catatan tertulis RAS 17 yaitu penggunaan kata Partai yang diikuti dengan singkatan PPP (Partai Persatuan untuk Pembangunan) merupakan bentuk mubazir karena kata Partai sendiri disebutkan dalam singkatan PPP sehingga bentuk yang dihasilkan adalah Partai Persatuan untuk Pembangunan.

Penggunaan kata yang mengandung sindrom RAS dalam Data Lisan RAS 21 yaitu penggunaan kata Kamus yang diikuti dengan singkatan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) merupakan bentuk mubazir karena dalam kamus itu sendiri telah disebutkan dalam singkatan KBBI, sehingga bentuknya jadi adalah kamus besar bahasa indonesia. Penggunaan kata-kata yang mengandung sindrom RAS dalam Data Lisan RAS 23 yaitu penggunaan kata Kamus yang diikuti dengan singkatan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) merupakan bentuk mubazir karena dalam kamus itu sendiri telah disebutkan dalam singkatan KBBI, sehingga bentuk jadinya adalah kamus besar bahasa indonesia.

Pembahasa

Bahasa Indonesia Besar) merupakan bentuk mubazir karena kamusnya sendiri tercantum pada singkatan KBBI, sehingga bentuk akhirnya adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia. Namun sindrom RAS dalam penggunaan bahasa Indonesia belum menjadi perhatian yang serius karena jarang sekali para ahli bahasa yang memperhatikan masalah ini. Oleh karena itu, melalui artikel ini diharapkan dapat menarik perhatian yang serius dari pihak-pihak terkait, sehingga kedepannya permasalahan sindrom RAS dalam penggunaan bahasa Indonesia dapat mengurangi dampaknya terhadap pelestarian bahasa Indonesia yang telah terstandar. baik yang resmi maupun nasional, dapat diminimalisir. bahasa.

Namun harus disadari bahwa mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan pilar utama dalam pelestarian bahasa Indonesia. Dengan cara ini peneliti berharap agar mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semakin mencintai bahasa Indonesia dengan berusaha menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah yang benar. Puji syukur kehadirat Allah SWT, penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul “Analisis Redundant Acronym Syndrome (RAS) Dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar”.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil data dan analisis, terdapat beberapa bentuk sindrom RAS yang terjadi pada pelajar dengan menggunakan Bahasa Indonesia, Kamus KBBI, Nomor NIK, Nomor PSM Makassar, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Kartu KIP, Virus HIV, Nomor PIN, Bank BNI, Bank BRI , Bank BCA, Bank BTN, Bank BPTN, Nasabah PDIP, Nasabah PAN, Nasabah PSI, Nasabah PPP, Nasabah PKS dan ATM. Sindrom RAS disebabkan oleh (1) penutur berada dalam keadaan tidak sadar, (2) budaya bahasa yang berkembang dalam diri pembelajar, (3) kurangnya pengetahuan linguistik yang memadai untuk menggunakan bahasa sesuai kaidah. , (4) karena adanya penyimpangan bahasa. Sindrom RAS merupakan salah satu bentuk kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis (struktur kalimat) dan tataran semantik (makna).

Saran

1 RAS 01 Lisan Dalam mempelajari suatu bahasa, siswa sangat membutuhkan kamus KBBI sebagai sumber informasi saat kita belajar. Kamus KBBI juga digunakan sebagai sumber untuk memahami kata-kata yang ingin dipelajari. 14 RAS 14 Lisan Kamus KBBI merupakan acuan untuk menemukan bentuk kata, ungkapan, peribahasa, beserta contoh penggunaan kata dan ungkapan dalam kalimat.

21 RAS 21 Lisan Siswa menggunakan kamus KBBI sebagai acuan untuk memahami kata yang ingin dipelajarinya. 23 RAS 23 Lisan Kamus KBBI merupakan sarana untuk memperluas perbendaharaan kata pribadi seseorang untuk mengungkapkan gagasan melalui bahasa tulis dan lisan. 26 RAS 02 Sumbangan Indra membeli mie ayam di depan bank BRI 27 RAS 04 Sumbangan Rafa membeli tiket PSM Makassar VS Persia.

Referensi

Dokumen terkait

Keywords Lekra, priyayi, persecution, postcolonial, third space, subalternization INTERROGATING INDONESIAN NEW ORDER’S NARRATIVE OF GESTAPU The Leftist Nobles and the Indonesian