• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Tes Akhir (pos-test) Kelas Kontrol

B. Pembahasan

Seperti yang sudah kita ketahui proses pembelajaran akan berhasil jika adanya factor yang memepengaruhinya. Ada beberapa factor yang memepengaruhinya motivasi dan hasil belajar siswa diantaranya, sumber belajar, peran seorang guru juga sangat penting dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa, banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dengan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, memberikan penghargaan maupun pujian siswa dan pemilihan model pembelajaran . model pembelajaran discovery learning salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan. Karena model pembelajaran ini merubah kondisi belajara yang pasif menjadi aktif dan

0 10,000 20,000 30,000 40,000 50,000 60,000 70,000 80,000

eksperimen kontrol

eksperimen kontrol 71,333

54,520

Data Tes Akhir (pos-test) Kelas Eksperiment dan Kontrol

kreatif. Merubah modus konvesional siswa hanya menerim informasi secara keseluruhan dari guru kedalam model pembelajaran discovery learning siswa menemukan informasi sendiri, sehingga diharapkan siswa memiliki kecakapan dan pengetahuan baru dari hal yang telah ditemukan, sehingga dapat menciptakan kelas yang nyaman dan menyenangkan sehingga dapat memepengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa.

Dan adapun motivasi merupakan perubahan dalam diri seseorang yang dapat ditandai timbulnya reaksi untuk mencapai tujuan. Arti nya motivasi siswa baik maka hasil belajar yang diperoleh siswa akan baik. Hal ini terjadi karena adanya perubahan proses belajar menarik yaitu mengunakan model pembelajaran discovery learning.

Sebelum dilakukam penelitian, penelitian terlebih dahulu melakukan observasi sehingga diperoleh data dilapangan , siswa masih malu untuk bertanya, siswa masih kurang berani untuk mengutarakan pendapat, model yang digunakan kurang bervariasi dan hasil belajar siswa rendah. Dalam usaha mempengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa banyak sekali strategi maupun model pembelajaran yang dapat digunkana,. Namun berdasarkan pengamatan yangtelah dilakukan peneliti tertark untuk memilih model pembelajaran discovery learning , karena model pembelajaran ini memiliki kelebihan yakni siswa lebih aktif membaca dan mencari informasi, pengetahuan serta emecahan masalah dan bagaimana siswa bisa menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.

Penelitian ini dilaksanakan diMTs Al-Mahmud Aik Ampat .peneliti melakukan penelitiannta dikelas VIII yang terdiri dari dua kelas kelas VIIIA dan VIIIB. berdasarkan setelah semua data dikumpulkan di analisis menggunakan uji prasyarat dimana terdiri dari uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis. Data yang dianalisis telah mencapai kriteria normal dan homogen.

Untuk data hasil analisis yang dilakukan terhadap hasil belajar siswa pada post-test yaitu sebelum diberikan perlakuan diperoleh rata-rata skor kelas kontrol 29,44, sedangkan untuk kelas eksperiment diperoleh rata-rata skor 27,50. Selanjutnya untuk hasil belajar siswa berdasarkan hasil penelitian post-test sesudah diberikan perlakuan yaitu menggunakan model pembelajatran discovery learning berbantuan media poster 3D untuk kelas eksperiment diperoleh niali lebih tinggi dari kelas kontrol yang tampa diberikan perlekuan, yakni kelas eksperiment memperoleh nilai rata-rata 71,33 dan kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata sebesar 54,52.

Dari data hasil pos-test terdapat perbedaan rata-rata belajar siswa pada kelas eksperiment dan keas kontrol. Terlihat dari hasil test kelas eksperiment lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Peningkatan nilai rata-rata menjadi tolak ukur tingkat keberhasilan dalam pencapaian hasil belajar. Hasul uji hipotesisi pos-test menunjukkan bahwa thitung= 3,904 sedangkan ttabel=2,042 itu artinga thitung≥ ttabel. Maka berdasarkan kriteria pengujian Ho ditolak dan Ha diterima, artinya adanya pengaruh model pembelajaran discovery learning berbantuan media poster 3D untuk

meningkatkan hasil belajara siswa. Berarti model ini sangat efektif digunakan dalam pembelajaran fisika pada materi indra penglihatan dan alat optik.

Model pembelajaran discovery learning sendiri memberi pengalaman pada siswa untuk mengembangkan komunikasidan kreativitas belajar siswa. Untuk lebih meciptakan pembelajaran yang kongkrit dan menyenangkan. Dari inilah siswa bersemangat dalam belajar dibandingkan dengan model yang digunakan sebelumnya yaitu hanya berfokus pada guru sehingga siswa merasa bosan, cepat gantuk, dan tidak bersemangat saat proses pembelajaran.

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Siva Nur Ismaya(2019) menerapkan model pembelajaran discovery learning. Hasilnya, siswa dapat mengkomunikasikan informasi sebelum informasi tersebut dipelajari, serta meningkatkan hasil belajar siswa dan memepermudah siswa memeperoleh kebermaknaan belajar yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dan daya ingat belajar siswa.34

Menurut Kursini (2016) menerapkan model pembelajaran discovery learning berbantuan media Phet guru mengajar siswa untuk menemukan atau mencari suatu permasalahan dengan mencari sendiri pengetahuan dari berbagai sumber.hasilnya

34 Sri Handono Budi Praswoto dan Siva Nur Ismaya, “Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Pokok Bahasan Elastisitas Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning Di Sman 4 Jember”, Seminar Nasional Pendidikan Fisika, Vol. 4, Nomer 1, 17 November 2019, hlm.169.

siswa mempunyai pengetahuan awal sebelum materi diajarkan. Selain itu pembelajarn lebih menarik sehingga peserta didik lebih semangat dalam kegiatan belajar mengajar serta siswa lebih aktif dalam menyampaikan pembelajaran dan gagasan serta menanggapi pendapat temannya.35

Peneliti juga telah berhasil menerapkan model discovery learning berbantuan media poser 3D dalam penelitiannya. Walaupun ada beberapa kendala yang ditemukan saat proses pembelajaran berlangsung, diantaranya terdapat sejumlah siswa yang kurang focus dalam mengikuti pembelajaran dan belum terbiasa dengan model pembelajarn discovery learning berbantuan media poster 3D. Oleh karena itu peneliti memancing dengan berbantuan media yang digunakan dan menugaskan untuk mencari rumusan maslah agar siswa aktif, semangat dalam proses pembelajaran.

Penelitian yang dilakukan Wahyu Bagja Sulfemi (2019), bahwa metode discovery learning berbantuan media dapat meningkatkan hasil belajar, minat, perhatian, dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran, peserta didik juga dapat memahami lebih dalam materi pada saat media tentang materi yang disamapikan oleh guru sertadapat meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik. Karena

35 Fitriatus Sabrina, “Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantun Mdia Phet Pada Materi Gas Ideal Kelas xiUntuk Meningkakan Hasil Belajar Siswa”, Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika, Vol.8, No.2, Juni 2019, hlm. 536

memeberika pengalaman yang sangat nyata pada siswa sehingga siswa tidak hanya menggunu materi dari guru saja.36

Menurut I Gede Darma Putra (2020) menyatakan bahwa model pembelajaran discovery learning merupakan model pembelajaran yang mengembangkan cara belajar yang aktif dan kreatif, dalam mengamati, menemukan dan memecahlan masalah sendiri. Sehingga hasil yang didapat memberikan secara langsung kepada siswa dan tidak mudah dilupakan oleh siswa. Pembelajaran menggunakan model ini dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar, memebuat siswa semangat dalam belajar, dan meningkatkan hasil belajar siswa. 37

Menurut I Wayan Arini (2018) menyatakan beberapak keuntungan jika diterapkan model pembelajaran discovery learning yaitu: memebantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keteranpilan proses pengetahuan, pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat ampuh karna menguatkan pengertian, ingatan dan transfer, menimbulkan rasa senang pada siswa karena tumbuhnya rasa penyelidikan dan berhasil, berpusat pada siswa dan guru berperan

36Wahyu Bagja Sulfemi, “ Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pendidikan Kewarganegaraan”, Jurnal Rontal Keilmuan, Vol.5, No.1, April 2019, Hlm.28

37 I Gede Darma Putra, “Hasil Belajar Ips Kalaborasi Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Media Animasi”, Journal Of Education Techonology, Vol. 4, No.2, Mei 2020, Hlm.

105

sama-sama aktif mengeluarkan gagasan-gagasannya bahkan gurupun bertindak sebagai siswa dan sebagai peneliti didalam diskusi. Sehingga kelas menjadi hidup. 38

Model discovery learning juga pembelajaran sangat berpusat pada siswa , yang akan menimbulkan intraksi antara guru dengan siswa akan tetapi antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Karena rasa ingin tahu yang mereka miliki, sehingga kelas lebih kondusif dan tidak fakum karna tidak hanya berpusat pada siswa saja.

Pada saat proses pembelajaran tampa menggunakan model pembelajaran discovery learning , beberapa siswa terlihat bosan dan mengantuk. Mereka kurang focus dalam penerimaan materi yang diberikan oleh gurunya. Sebab, caya guru menyampaikan materi masih menggunakan model konvesional dan terlalu menoton pada siswa. Kemudian peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran discovery learning berbantuan media poste 3D walaupun sempat mengalami kendala, akan tetapi dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning berbantuan media poste 3D pada proses pembelajaran. Siswa lebih menjadi aktif dalam proses pembelajaran.

38 I Wayan Arini, “ Penerapan Discovery Learning Berbantuan Media Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ips”, Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru, Vol.1, No.1, April 2018, Hlm.23

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Dari data hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahawa , nialai hasil belajar kelas eksperimet lebih tinggi dari kelas kontrol. Diperoleh untuk kelas kontrol 54,52 tampa menggunakan model pembelajaran discovery learning berbantuan media poste3D,sedangkan diperoleh nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebebesar 71,33 yang dimana menggunakan model pembelajaran discovery learning berbantuan media poster 3D . Sedangkan dari hasil perhitunga untuk mengetahui terdapat pengaruh atau tidaknya modep pembelajaran discovery learning berbantuan media poster terhadap hasil belajar dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan t-test pooled varians . diperoleh thitung

sebesar 3,904 dan t tabel 2,042 pada taraf kesukaran 0,05 % . karena thitunglebih besar dari ttabel , maka Ho ditolak dan Ha diterima . maka dapat disimpulkan ada pengaruh model pembelajaran discovery learing terhadap hasil belajar fisika siswa kelas VIII MTs Al-Mahmud Aik Ampat.

Dokumen terkait