BAB IV HASIL ANALISIS PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Pendekatan struktural murni hanya berada di seputar karya sastra itu sendiri.
Prinsipnya jelas. Analisis struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secermat, seteliti, sedetail, dan mendalam mungkin keterkaitan dan keterjalinan semua aspek karya sastra yang bersama-sama menghasilkan makna
menyeluruh. Pembahasan struktural dalam novel Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setiana Dewi Karya Oki Setiana Dewi antara lain :
Tema
tema dalam novel Melukis Pelangi Catatat Hati Oki Setiana Dewi adalah Pendidikan. Para tokoh utama biasanya dibebani membawa tema. Ini tercermin dari tokoh utama novel Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setiana Dewi.
Alur/Plot
Alur adalah rangkaian cerita dari awal sampai akhir yang merupakan rangkaian peristiwa lain yang dihubungkan dengan kausalitasnya, sehingga peristiwa pertama menyebabkan terjadinya peristiwa kedua, peristiwa kedua menyebabkan terjadinya peristiwa ketiga, dan demikian selanjutnya, hingga pada dasarnya peristiwa terakhir ditentukan oleh peristiwa pertama (Sumardjo dan Saini: 1988: 139). Alur dalam Novel Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setiana Dewi memiliki sifat Alur Maju . Pada alur maju atau disebut juga dengan alur progresif, penulis menyajikan jalan ceritanya secara berurutan dimulai dari tahapan perkenalan ke tahapan penyelesaian secara urut dan tidak diacak.
Tokoh/Penokohan
Tokoh merupakan tokoh yang paling banyak diceritakan, Tokoh utama ini menentukan perkembangan alur secara keseluruhan. Tokoh Utama dalam Novel
“Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setiana Dewi”Adalah Oki.
Setting/Latar
Dalam sebuah novel terdapat latar tempat,latar waktu,latar sosial, dan latar suasana untuk mendukung jalannya suatu cerita dan mempermudah pembaca
lebih memahami bagaiamana tempat peristiwa tokoh-tokoh dalam cerita tersebut terjadi.
Bentuk novel tampaknya merupakan transposisi kedataran sastra kehidupan sehari-hari dalam masyarakat individu pada karya sastranya. Namun, perlu juga dicatat bahwa dalam dunia kesastraan terdapat suatu bentuk karya sastra yang berdasar diri dari fakta. Novel sama halnya genre prosa yang lain terbentuk oleh kehadiran watak-watak yang membentuk masyarakat. Sehubungan dengan hakikatnya, maka imajinasi dengan berbagai yang diciptakan karya sastra berhak untuk dianalisis secara ilmiah, seperti unsur-unsur intrinsik dalam sebuah novel yang sesungguhnya.
Seperti halnya struktural dalam novel Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setiana Dewi karya Oki Setiana Dewi dapat dijadikan sebagai pembelajaran bagi pelajar dan masyarakat luas sehingga lebih mengutamakan pesan-pesan yang terkandung di dalam novel.
Penggambaran analisis struktural yang dilukiskan dalam novel Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setiana Dewi karya Oki Setiana Dewi terdiri atas beberapa unsur yaitu, tema, alur/plot, tokoh/penokohan, setting/latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Semua ini terbukti dalam kutipan-kutipan yang terdapat pada sosok para tokoh dalam novel Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setiana Dewi karya Oki Setiana Dewi.
Semoga karya sastra ini dapat bermanfaat bagi para penikmat sastra karena di dalam karya sastra ini terdapat banyak yang bisa dipelajari dan sangat bermanfaat bagi kehidupan.
63
Dari analisis novel yang telah saya paparkan diatas, maka dapat saya simpulkan bahwa :
Tema dari novel Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setina Dewi adalah tentang perjalanan hidupOki Setiana Dewi yang kental dengan nuansa religi.
Namun, tampak secara perlahan. Alur yang digunakan pada novel ini merupakan alur maju. Tokohyang terdapat dalam novel Melukis Pelangi Catatn Hati Oki Setiana Dewi adalah Oki dan orang-orang di sekitarnya.
Latar ini ada tiga macam, yaitu: latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.
Latar tempat, latar waktu, dan latar suasana yang hampir mendominasi suasana mengharukan.
b. Saran
Harapan penulis dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat meningkatkan apresiasi pembaca terhadap karya sastra, karena penelitian yang dilakukan dengan memakai objek karya sastra, sebagian penelitiannya sering kali dapat bermanfaat bagi para pembaca. Selain itu harapan peneliti, penelitian ini dapat menjadi permulaan inspirasi bagi peneliti selanjutnya dalam meneliti novel Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setiana Dewi karya Oki Setiana Dewi, serta penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan bagi pembaca yang hendak meneliti karya sastra dengan pendekatan yang sama.
pertama dari pasangan Sulyanto dan Yunifah Lismawati, memiliki dua orang adik perempuan, Shindy Kurnia Putri dan Ria Yunita. Masa kecil hingga remaja ia habiskan di Batam, dan sejak masuk SMA, ia memutuskan untuk berhijrah ke Jakarta. Pada 2007, Oki melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Jurusan Sastra Belanda. Ia tercatat sebagai mahasiswi terbaik dan berprestasi di Kampusnya, antara lain Mahasiswi Berprestasi Bidang Seni FIB UI 2010.
Hobinya sejak remaja adalah berdiskusi, membaca, dan menulis. Beberapa penghargaan yang ia raih semasa kariernya, antara lain: Aktris Wanita Terbaik Versi Islamic Movie days, Depok, Aktris Pendatang Baru Wanita Terbaik dan Aktris Pendatang Baru Wanita Terfavorit untuk film Ketika Cinta Bertasbih di Indonesian Movie Awards 2010. Ia juga ditunjuk menjadi Duta Internet Sehat dan Aman (Kementrian Komunikasi dan Informatika) 2010, dan Duta International Youth Forum on Climate Change IYFCC) 2011. Selain di dunia entertainment, kesibukan lain yang ia jalani adalah menjadi pembicara dan narasumber di berbagai acara bertemakan Pendidikan dan Kemuslimahan. Ia juga aktif mengisi pengajian di kalangan Ibu-Ibu.
Agar komunikasi dengan pembaca dapat berjalan dengan mudah, bagi yang ingin mengundang Oki Setiana Dewi untuk acara seminar maupun bedah buku, bisa langsung menghubungi Mbak Rida dengan e-mail:
[email protected] atau nomor handphone : 0815 8646 0000.
Badrun, Ahmad. 1983. Pengantar Ilmu Sastra. Surabaya. Usaha Nasional.
Bangpek. 2013. Implementasi Struktur Naratif A.J. Greimas Pada Novel Ciuman di Bawah Hujan Karya Lang Fang, (Online),(http://bangpek- kuliahsastra.blogspot.co.id/2013/07/implementasi-struktur-naratif-aj.html,
di akses 6 juli 2013).
Dewi, Oki Setiana. 2011. Melukis Pelangi Catatat Hati Oki Setiana Dewi.
Bandung: MIZANIA Press Bandung.
Elviana. 2013. Analisis Novel hakikat Karya M.Hilmi AS’AD, (Online), (http://elvianapbsi.blogspot.co.id/2013/10/analisis-sruktural-novel-
hakikat-karya.html/ di akses 24 Oktober 2013).
Ha’iz, Muhammad. 2011. Analisis Struktural Novel Jati Kasi Pahu Karya Alan Malingi, (Online), (http://haiz-fisika.blogspot.co.id/2011/05/proposal- analisis-struktural-novel-jati.html, di akses 27 Mei 2011).
Maryani. 2010. Analisis Strukturalisme Genetik Novel Ketika Cinta Bertasbih 1, (Online), (http://mariyaninh.blogspot.co.id/2010/05/analisis- strukturalisme-genetik-novel.html, di akses Mei 2010).
Meilinar, Fina. 2013. Analisis Struktur Alur Novel Moga Bunda disayang Allah Karya Tere-Liye, (Online), (http://ciimuanies.
blogspot.co.id/2013/09/proposal.html, di akses 23 September 2013).
Mulyanto, Herry. 2009. Memahami Gaya Bahasa, (Online), http://bahasa20.blogspot.com/2009/08/gaya-bahasa.html, (akses Sabtu, 23 Mei 2015, pukul 15:33).
Putra, Heddy Sri Ahimsa. 2006. Strukturalisme Levi-Strauss Mitos dan Karya Sastra, (Online), (https://anazdesign.wordpress.com/resensi- buku/strukturalisme-levi-strauss/, di akses 18 April 2016).
Rahim, Rahman dan Thamrin Paelori. 2013. Seluk Beluk Bahasa dan Sastra Indonesia. Surakarta: Romiz Aisy.
Rimang, Siti Suwadah. 2011. Kajian Sastra Teori dan Praktik. Aura Pustaka:
Yogyakarta.
Salimudinzuhdi. 2014. Teori Strukturalisme Dalam Sastra, (Online), (https://salimudinzuhdi.wordpress.com/2014/01/09/teori-strukturalisme- dalam-sastra/, di akses 9 Januari 2014).
(https://id.wikipedia.org/wiki/Strukturalisme, di akses 15 Maret 2016).
http://www.seputarpendidikan.com/2015/11/pengertian-novel-menurut-para-ahli- dan-unsur-unsurnya.html
http://retnopujiles.blogspot.co.id/2013/07/kajian-struktural-novel-wasripin- dan.html
A M
P I R A N
LAMPIRAN
S I N
O P S
I
S
B I O G R A F
I
P E N G A R A N G
K O R P U
S
DATA
R I W
A Y A
T
HIDUP
Pokok-Pokok
Analisis Hal Penjelasan Kajian
Tema 21 Apa makna, ide/gagasan dasar cerita tersebut?
Ilmu itu mahal Harganya, meskipun
terlahir bukan dari keluarga orang kaya, itu
bukan menjadi batasan, kerja keras, disiplin, tidak mudah menyerah,
itu kunci menuju kesuksesan, itu yang di alami Oki Setiana Dewi.
Oki sudah mengikhlaskan seluruh
rangkaian penting perjalanan hidup dari seorang anak pemberani,
pelaku sejati seluruh kisah luar biasa ini,
untuk memelihara kerendahan hatinya.
Sebab, kisah hidupnya dengan sikap dan pilihan
hidup yang ia ambil, sangat luar biasa.
Dengan adanya ujian Allah, Allah dengan sifat-Nya yang Maha
Mengetahui, ingin mengungkap kadar dan
kualitas keimanan hambanya. Dengan ujian
itu pula Allah menampakkan dengan jelas perbedaan hamba-
hamba-Nya yang berpaling dan yang berjalan tegak lurus di
jalan-Nya Alur Cerita
(Plot)
22 a. Analisis unsur-unsur plot
yaitu:
1. Alur Kualitas 1)Tahap penyituasian
(tahap pembukaan cerita,pemberian informasiawal yang berfungsi
meIndastumpui cerita yang dikisahkan pada
tahap berikutnya) 2) Tahap pemunculan
konflik (tahap awal munculnya konflik, dan konflik itu sendiri akan berkembang atau dikembangkan menjadi
konflik-konflik berikutnya)
3) Tahap peningkatan konflik (konflik yang dimunculkan pada
konflik sebelumnya semakin berkembang dan lebih
dikembangkan kadar intensitasnya.
Konflik yang terjadi, internal, eksternal, maupun keduanya,
masalah, dan tokoh yang mengarah ke klimaks semakin tidak dapat dihindari) 4) Tahap klimaks
(konflik atau pertentangan- pertentangan yang terjadi yang dilakui dan atau ditimpakan kepada para tokoh cerita mencapai titik intensitas puncak) 5) Tahap penyelesaian
(konflik yang telah mencapai klimaks diberi penyelesaian, ketegangan
dikendorkan) 2. Alur logis Kuantitas
1) Peristiwa, meliputi hal-hal yang
dilakukan dan hal-hal yang dialami tokoh, serta sikap (tingkah laku) para tokoh dalam menghadapi peristiwa yang menimpa dirinya b. Analisis tahapan plot
berdasarkan unsur- unsur di atas.
Siapa yang sederdana, dia kaya, siapa yang ikhlas, dia akan dicintai Allah ‘Azza wa Jalla.
Siapa yang rendah hati, dia kuat. Kemasyhuran yang abadi hanya ada di akhirat nanti.”dalam Novel Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setiana Dewi memiliki sifat AlurMaju .Pada alur maju atau disebut juga dengan alur progresif, penulis menyajikan jalan ceritanya secara berurutan dimulai dari tahapan perkenalan ke tahapan penyelesaian secara urut dan tidak diacak. kisah
kehidupannya di Batam, menceritakan dengan uraian deskripsi
mengenai kondisi Batam yang sangat ia kenali dan ia cintai. Sejak kecil Oki Setiana Dewi hidup di keluarga yang penuh keharmonisan dengan kedua orang tua yang lengkap dan ditambah dengan kedua adik perempuan yang sangat
memperhatikan penamaan, pemerian pernyataan/tindakan tokoh lain, percakapan dialog, dan monolog, dan tingkah laku tokoh.
dan tingkah laku yang dialaminya, baik yang bersifat batiniah, dalam diri sendiri, maupun fisik, hubungannya dengan sesuatu yang di luar dirinya. Si
”aku”menjadi fokus pusat kesadaran, pusat cerita. Segala sesuatu yang di luar diri si ”aku”,
peristiwa, tindakan, dan orang,
diceritakan hanya jika berhubungan dengan dirinya, di samping memiliki kebebasan untuk memilih masalah- masalah yang akan diceritakan. Dalam cerita yang
demikian,si ”aku”
menjadi tokoh utama (first person
central).Pada novel
“Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setiana Dewi” sudut pandang yang
digunakan pengarang adalah sudut
pandang orang pertama sebagai pelaku utama. Dalam bukunya, Oki
Setiana Dewi Latar Cerita
(Setting)
25 a. Analisis jenis latar (latar tempat, latar sosial, atau latar waktu)
b . Analisis pengaruh latar terhadap sikap dan tingkah laku para tokoh
Sudut Pandang (Point of view)
25 Analisis jenis sudut pandang (persona pertama/persona ketiga)
Gaya Bahasa 27 Analisis bentuk penuturan, yaitu narasi dan dialog.
Amanat 27 Menginspirasi, ikhlas, semangat juang dan berserah diri kepada Allah SWT.
yang telah susah payah
didapatkannya.
Bahkan adapula yang sama sekali acuh untuk mengenal- Nya. Maka ia pun memiliki keinginan kuat untuk berbagi mengenai kisah perjalananya memegang hidayah yang sudah Allah berikan padanya, untuk tetap
beristiqomah dijala- Nya. Oki Setiana Dewi mampu membagikan kisahnya dengan bahasa nya yang khas penuh kerendah hati, dan menjadikan setiap cerita mengalir dengan bersahaja lewat kata-kata yang ia gunakan.
Bacu-Bacu, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Ia merupakan buah kasih sayang dari Ayahanda Laesse dan Ibunda Ruhana sebagai anak Bungsu dari 7 bersaudara.
Pada tahun 1997, ia memasuki jenjang pendidikan formal dimulai pada tingkat sekolah dasar (SD) dan selesai pada tahun 2003, pada tahun yang sama ia melanjutkan pendidikan lanjutan tingkat pertama di SMP Negeri 1 Pujananting dan selesai pada tahun 2006, dan pada tahun yang sama pula ia melanjutkan ditingkat lanjutan atas di SMA Negeri 1 Tanete Riaja dan selesai pada tahun 2009. Setelah menempuh pendidikan tingkat menengah atas, pada tahun yang sama yaitu tahun 2009 ia berhasil melanjutkan pendidikan dan terdaftar sebagai mahasiswa di Jurusan Middle Bisnis Administrasi (MBA) STMIK Profesional Makassar dan selesai pada tahun 2011, pada tahun 2012 ia berhasil melanjutkan pendidikan dan terdaftar sebagai mahasiswa di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.
Perjuangan panjang penulis yang penuh suka dan duka di dalam mengikuti pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Kajian Struktural Dalam Novel Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setiana Dewi Karya Oki Setiana Dewi”.
Penulis : Oki Setiana Dewi Penerbit : Mizania
Tebal : 348 halaman Ukuran : 19 cm
Tahun Terbit : Maret-April 2011
Kisah dalam buku ini dengan Prolog mengenai kisah kehidupannya di Batam, menceritakan dengan uraian deskripsi mengenai kondisi Batam yang sangat ia kenali dan ia cintai. Sejak kecil Oki Setiana Dewi hidup di keluarga yang penuh keharmonisan dengan kedua orang tua yang lengkap dan ditambah dengan kedua adik perempuan yang sangat ia sayangi.
Oki Setiana Dewi sejak kecil sudah mensinarkan prestasinya baik dibidang akademik maupun non akademik. Kondisi ia yang belum memakai jilbab ditambah dengan postur tubuhnya yang bagus hingga kemampuannya dalam bergaul dan bersosialisasi membuatnya terjun kedalam berbagai bidang seperti modeling, penyiar, bahkan menjadi MC. Semua bidang itu ia awali ketika ia menekuni kegiatannya menjadi modeling dengan cara mengikuti berbagai lomba.
Lucu sekali Oki Setiana Dewi ini, karena tujuannya mengikuti lomba bukan untuk sekedar mendapat piala dan mempunyai nama karena kemenangnya seperti orang pada umumnya. Tujuannya hanya sederhana namun penuh makna, yaitu supaya mendapat uang untuk dibawa pulang dan dibagikan kepada orang-orang tersayang. Itulah yang menjadi keharuan untuk pembaca.
kekalahan itu adalah kemenangan yang tertunda. Sampai akhirnya ia menjadi juara satu modeling setingkat provinsi. Dari awal itulah Oki Setiana Dewi mempunyai nama sehingga ia meranjak ke berbagai bidang dan menjadi incaran orang-orang yang membutuhkan bakatnya. Kiprahnya Oki Setiana Dewi semakin melejit pada masa remajanya, bahkan sering dimuat di Koran lokal, Batam.
Namun semenjak ia berusia 16 tahun, ia merencanakan kepergiannya ke Jakarta.
Karena ia tak mau seperti katak dalam tempurung. Boleh saja Oki Setiana Dewi di Batam adalah orang yang memiliki apa-apa, karir, prestasi dan lain sebagainya.
Namun ketika Oki Setiana Dewi di Jakarta, tentulah bukan apa-apa. Itulah yang menjadi keistimewaan Oki Setiana Dewi, karena ia tak mau berlama-lama dalam zona nyaman, yang hanya akan membuat ia tak semakin banyak belajar.
Cita-cita nya pergi ke Jakarta untuk menjadi seorang aktris, niatnya itu awalnya sangat tidak disetujui kedua orang tuanya, karena usianya yang sangat muda. Ia tak putus asa berbicara kepada kedua orang tuanya berusaha meyakinkan mereka. Akhirnya Oki Setiana Dewi pun dapat izin kedua orang tuannya dan segera pergi ke Jakarta. Oki Setiana Dewi yang sejak kecil memiliki buku khusus, suatu buku catatan mengenai mimpi-mimpinya. Karirnya yang sukses di Batam juga telah menjadi coretan ceklis di daftar mimpinya. Sekarang ia akan memulai untuk menceklis keberhasilan didalam daftar mimpi selanjutnya, yaitu Aktris
membuat ia kritis terhadap kehidupan di Jakarta. Saat di Jakarta ia di antar oleh ibunya mendaftar sekolah di Jakarta, namun ia sontak kaget karena ada system keadilan dikalahkan dengan uang. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari sekolah tidak di Jakarta.
Oki Setiana Dewi pun bersekolah di SMAN 1 Depok. Tempat yang mengawali berhijabnya, ia heran mengapa sekolahan umum namun banyak yang memakai kerudung dan kegiatan islam sangat kental.“ini sekolah apa pesantren”
begitulah yang ia bingungkan. Kehidupannya yang seorang diri setelah selepas ibunya kembali ke Batam, ia tinggal di sebuah kontrakan kecil yang mengharuskannya naik ojek untuk ke depan gang, jalan raya. Ia mengalami cultur shock, atau kegoncangan budaya, karena sangat berbeda dengan kehidupan di Batam. Setelah masa-masa sulitnya beradaptasi ia pun kembali bangkit.
Kebangkitannya itu kembali berfokus pada cita-citanya, menjadi seorang Aktris.
Casting demi casting ia lakukan, walau hanya sebagai figuran yang terlihat punggung ataupun kakinya saja. Namun ia tak pernah menyerah. Semua konsukuensinya ia hadapi. Termasuk nilai pelajaran sekolahnya yang mengantarkannya kepada rangking 12. Sungguh jarak yang terpaut jauh dari rangking satu yang semula ia selalu dapatkan.
Kondisi itu mendapatkan kekecewaan pada ibunya di Batam, dan ia bertekad untuk mengikuti bimbingan belajar, berbeda seperti di Batam yang ia
langka, dan dapat berakibat menghilangkan nyawa penderitanya. Hal itu membuat Oki Setiana Dewi sangat terpuruk berat. Hingga hidayah datang kepadanya mengingat ucapan ibunya “Cukup bantu ibu, dengan menjadi anak sholeh.”
Ungkap ibunya. Oki Setiana Dewi pun akhirnya mulai memakai jilbab, dan berharap dengan berjilbab disetiap doa-doanya akan terkabul kesembuhan ibunya.
Karena ia lebih dekat dengan Tuhannya.
Tekadnya pun terus berlanjut untuk tetap berhijab, bahkan ia menampung jilbab-jilbab temanya yang sudah tidak terpakai oleh teman-temanya namun layak pakai. Kondisi semakin mengujinya, karena setelah ia berjilbab banyak yang menawarkan ia untuk bermain film bahkan menjadi peran utama dalam sebuah FTV, namun ia diminta untuk melepas jilbab. Ia pun segera dengan sigap menolak. Walaupun boleh memakai jilbab, namun saat ia tahu ada adegan tak wajar seperti berpelukan, ia langsung menolaknya juga. Sampai ia dianggap sombong, calon aktris kok belagu. Ia pun tak memperdulikannya. Sejak kejadian itu, ia akhirnya memutuskan untuk menjadi guru ngaji bahkan cita-cita aktrisnya ia ubah menjadi sebagai seorang dosen.
Saat ibunya melakukan pengobatan di Jakarta bahkan mengharuskan di rawat, Oki Setiana Dewi pun dengan setia merawat ibunya.namun saat hari pertama, ia sempat meninggalkan ibunya, karena harus mengikuti UMB Universitas Indonesia. Suatu kampus Impiannya sejak kecil. Dan akhirnya ia bisa
Semasa kuliahnya pun ia ikuti dengan kegiatan sosial dan kemahasiswaan.
Sampai saat baru ospek saja, ia sudah menjadi calon mahasiswa terbaik, dan disusul kemudian menjadi mahasiswa terbaik di jurusan yang ia ambil yaitu, FIB UI. sampai suatu ketika ia diminta teman-temannya untuk mengikuti audisi KCB, yg awalnya selau ia tolak namun akhirnya ia terima untuk mengikutinya. Sebuah jalan Allah yang akan memberikan janji-janjiNya, yaitu bersama kesulitan pasti ada kemudahan.
Setelah proses audisi yang sangat ketat dan amat panjang, ia pun lulus dan masuk diantara 16 kandidat, ia memilih peran sebagai Ayatul Husna. Namun saat akan grand final, ia lulus namun mendapat peran Anna. Ia pun sangat kaget dan gelisah, selama ini ia menghayati peran husna namun ia lulus di peran Anna. Ia tetap husnuzan kepada Allah. Sampai akhirnya ia dinyatakan lulus untuk memerankan Anna.
Karirnya pun membawa banyak pengalaman untuknya, seperti shooting bersama dengan seluruh crew di Mesir, belajar bahasa arab, mendapat penghargaan IMA, mengunjungi Hongkong dan berhasil membawa ibunya ke tanah suci, Mekkah.
Oki Setiana Dewi lahir pada Januari 22 tahun silam di Batam dari pasangan Sulyanto dan Yunifah Lismawati. Oki Setiana Dewi yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, ia memiliki adik yang dua-duanya adalah
Dalam bukunya, Oki Setiana Dewi menyatakan bahwa banyak orang yang memilih menyerah menuju Allah. Membuang hidayah yang telah susah payah didapatkannya. Bahkan adapula yang sama sekali acuh untuk mengenal-Nya.
Maka ia pun memiliki keinginan kuat untuk berbagi mengenai kisah perjalananya memegang hidayah yang sudah Allah berikan padanya, untuk tetap beristiqomah dijala-Nya. Akhirnya ia pun terdorong untuk menuliskan kisahnya kedalam bentuk buku. Ia juga menyatakan bahwa tulisan ini benar-benar dibuat untuk menyemangati siapapun untuk berjuang mendekati-Nya. Tulisannya diselesaikan disela-sela waktu kuliahnya dan ketika ia break shooting selama empat bulan. Ia juga menyatakan harapannya mengenai bukunya bisa menjadi amal jariah yang mengalir untuk bekal di dalam kuburnya nanti.
Oki Setiana Dewi mampu membagikan kisahnya dengan bahasa nya yang khas penuh kerendah hati, dan menjadikan setiap cerita mengalir dengan bersahaja lewat kata-kata yang ia gunakan. Kisahnya yang disertakan dengan gambar albumnya membuat mata pembaca semakin menikmati kisahnya. Sungguh kisah yang menakjubkan yang menunjukkan kekuasaan Allah mengenai skenario hebat- Nya untuk hamba-hamba-Nya. Memberikan banyak pelajaran dan pencerahan yang sangat menyentuh hati untuk segera berlari mendekati Ilahi. Oki Setiana Dewi adalah sosok muslimah inspirasi bagi semua orang, terutama generasi