BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Ruang Farmasi adalah tempat terjadinnya penyaluran perbekalan farmasi, dan sarana pelayanan kesehatan lainnya dalam hal pelayanan informasi obat kepada pasien atau masyarakat, serta tempat dimana
dilakukannya suatu pekerjan kefarmasian. Selama Praktek Kerja Lapangan di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun hal pertama kali penyusun lakukan adalah mengenal tata letak obat, obat bebas, obat bebas terbatas, jamu dan perbekalan kesehatan lainnya disimpan di etalase yang sama, sedangkan untuk obat keras disimpan di etalase yang berbeda. Untuk psikotropika dan narkotika disimpan di lemari yang menempel kuat pada dinding dan memiliki kunci yang terpisah.
Ruang Farmasi Pratama Jepun memberikan pelayanan perbekalan farmasi yang meliputi penjualan obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, narkotika dengan menggunakan resep yang diberikan oleh dokter yang melakukan praktik di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun membuka pelayanan obat dengan resep dan pasien yang menggunakan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) BPJS. Sistem pelayanan di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun terbagi menjadi 3 shift, yaitu shift pagi pada pukul 08.00-14.00 WITA, shift siang pada pukul 14.00-20.00 WITA, sedangkan shift malam pada pukul 20.00-08.00 WITA. Sehingga pelayanan terhadap pasien di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun yaitu selama 24 jam.
1. Jenis dan Golongan Obat a. Obat Bebas
Obat Bebas adalah obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas adalah lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam.
Gambar 4.1.Logo Obat Bebas
Tabel. 4.2 Contoh Beberapa Obat Bebas yang Berada di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun
N o
Nama Obat Sediaan Dosis Fungsi Indikasi 1 Paracetamol Tablet 500 mg Analgeti Nyeri ringan
Sirup Drop
Suppositoria
120 ml 100 ml 80mg 125mg 160mg 250mg
sedang,nyeri sesudah operasi
cabut gigi,
pireksia.
2 Anttapulgit Tablet 700mg Antidiare Diare akut dan keracunan
makanan
3 Oralit Serbuk 200ml Antidiare Sebagai larutan rehidrasi oral (oral rehydration
solution / ORS) untuk mencegah kondisi dehidrasi akibat diare bahkan muntah
Obat Bebas : Paracetamol
Gambar 4.2 Contoh Obat Bebas
b. Obat Bebas Terbatas
Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter,
dan disertai dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam.
Gambar 4.3. Logo Obat Bebas Terbatas
Tabel. 4.3. Contoh Beberapa Obat Bebas Terbatas yang Berada di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun
No Nama Obat Sediaan Dosis Fungsi Indikas 1 Chlorphenilamin
e Maleat (CTM)
Tablet 4mg Antihistam in
Mengatasi gejala alergi seperti rhinitis alergi, urtikaria, bersinbersin, mata berair, gatal pada mata, hidung,
tenggorokan atau kulit.
2 Ibuprofen Tablet
Sirup
400mg 100mg/5
ml
Analgesik Nyeri ringan sampai sedang antara lain nyeri pada penyakit
gigi atau
pencabutan gigi,nyeri pasca bedah ,sekat kepala,
3 Demacolin Tablet 500mg analgesik-
antipiretik, antihistami
n dan dekongesta
n
Meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung
tersumbat dan bersin-bersin
4 Tera-F Tablet 700mg analgesik-
antipiretik, antihistami
n dan dekongesta
n
Untuk meringankan gejala flu seperi demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk
5 Grantusif Kapsul 120mg Ekspektora
, Antihistam
in.
Untuk mengobati batuk yang disertai alergi.
Obat Bebas Terbatas : CTM
Gambar 4.4 Contoh Obat Bebas Terbats
c. Obat Keras
Obat Keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket adalah huruf K dalam lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam.
Gambar 4.5 Logo Obat Kerasdan Psikotropika
Tabel 4.4. Contoh Beberapa Obat Keras yang Berada di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun
No Nama Obat Sediaan Dosis Fungsi Indikasi
1. Asam Mafenamat Tablet 500 mg Analgestik Nyeri ringan sampai sedang seperti sakit
kepala, sakit
gigi,dismenoreprimer,t ermasuk nyeri karena trauma, nyeri otot, dan nyeri pasca operasi.
2. Natrium Diklorfenak
Tablet 50 mg Analgesik Pereda nyeri,
mengurangi gangguan inflamasi,dismenore, nyeri ringan sampai sedang pasca operasi khususnya ketika
pasien mengalami peradangan
3. Meloxicam Tabelt 15mg Analgesik Nyeri dan radang pada penyakit reumatik;
osteoartritis yang memburuk (jangka pendek); ankilosing spondilitis.
4. Allopurinol Tablet 100mg Antigout Hiperurisemia seperti artritis gout, skin tophy, nefrolitiasis, kondisi malignan yang menyebabkan nefropati asam urat akut .
5. Omeprazol Kapsul 30mg Antiulkis Tukak lambung dan tukak
duodenum,regimen eradikasi H. pylori pada tukak peptik, refluks esofagitis, Sindrom Zollinger Ellison.
6. Ranitidin Tablet 150mg Antiulkis Tukak lambung dan tukak duodenum, refluks esofagitis, dispepsia episodik kronis, tukak akibat
AINS, tukak
duodenum karena H.pylori, sindrom ZollingerEllison
7. Domperidon Tablet
Sirup
10mg 60ml
Antiemetik Menghentikan mual dan muntah,serta dispepsia fungsional.
8. Hiosina Bultibromida
Tablet Injeksi
10mg 20mg
Anti Spasmodik
Untuk mengatasi gejala spasme abdomen, misalnya pada kasus gastroenteritis, kolik renal, atau kolik bilier
9. Atropin Injeksi 0.25mg
/ml Antikolinegri
k Menangani denyut
jantung lambat
(bradikardia) dan keracunan insektisida
10. Loperamid Tablet 2mg Antidiare Sebagai larutan
rehidrasi oral (oral rehydration solution / ORS) untuk mencegah kondisi dehidrasi
akibat diare bahkan muntah
11. Dexamethasone Tablet Injeksi
0,5mg 5mg/ml
Kortikosteroi d
Menurunkan
peradangan dan
menurunkan sistem kekebalan tubuh
12. Prednisolone Tablet 5mg Kortikosteroi
d Supresi inflamasi dan gangguan alergi
13. Methylprednisolo ne
Tablet 5mg Kortikosteroi d
Meredakan peradangan pada berbagai kondisi, termasuk radang sendi, radang usus, asma, psoriasis, lupus ,hingga multiple sclerosis
14. Amlodipin Tablet 5mg,10
mg
Antihipertens i
Pengobatan lini pertama hipertensi dan dapat digunakan sebagai agen tunggal untuk mengontrol tekanan darah
15. Isosorbit Dinitrat
(ISDN) Tablet 5mg Antiangina Mencegah dan
meredakan angina pektoris (nyeri dada) akibat penyakit jantung koroner.
16. Digoksin Tablet 5mg Antiangina Untuk penyakit gagal jantung dan anti fibrilasi
17 Biospolar Tablet 5mg Antihipertens
i
Mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi, angina pektoris, aritmia, dan gagal jantung
18. Captropril Tablet 25mg Antihipertens i
Hipertensi ringan
qsampai sedang
(sendiri atau dengan terapi tiazid) dan hipertensi berat yang resisten terhadap pengobatan lain
19. Nipedipin Tablet 10mg Antihipertens
i Profilaksis dan
pengobatan angina;
hipertensi.
20. Asam Asetilsalisila
Tablet 80mg Antiplatelet Nyeri dan radang pada penyakit reumatik dan penyakit pada otot
skelet lainnya
(termasuk juvenil artiristis)
21. Klopidogret Tablet 75mg Antiplatelet Untuk mencegah
kejadian
aterotrombosis pada penyakit jantung koroner terutama pada sindrom koroner akut, pada stroke, dan pada penyakit arteri perifer.
22. Digoxin Tablet 0,5mg Glikosida
jantung Untuk penyakit gagal jantung dan atrial fibrilasi
23. Furosemide Tablet 40mg Gagal
jantung
Udem Karen penyakit jantung ,hari dan ginjal.
24 Epineprin Injeksi 1mg/ml Syok
kardiogenetik
Henti jantung (untuk resusitasi jantung- paru).
25. Simvastantin Tablet 10mg 20mg
Anti hiperlipidemi
a
Obat penurun kolestrol golongan setatin.
26. Glibenklamid Tablet 5mg Antidiabetes Obat anti diabetes tipe 2 yang termasuk golongan sulfonilurea 27. Glimepirind Tablet 2mg Antidiabetes Obat anti diabetes yang
termasuk ke dalam golongan sulfonilurea 28 Metformin Tablet 500mg Antidiabetes Diabetes mellitus tipe
2, terutama untuk pasien dengan berat
badan berlebih
(overweight), apabila pengaturan diet dan olahraga saja tidak dapat mengendalikan kadar gula darah.
29. Lidokain 2% Injeksi 3mg/ml Anastesi
Lokal Obat anestesi lokal untuk kulit
30 Betahistin Tablet 6mg Antivertigo Vertigo, tinnitus dan kehilangan
pendengaran terkait dengan penyakit Meniere..
31. Vitamin Kl Injeksi 1mg/ml Vitamin Mengatasi perdarahan akibat kelebihan obat pengencer darah.
32. Asam Tranexamat Tablet 500mg Antifibinoliti Membantu
Injeksi 50mg/
ml
k menghentikan
pendarahan pada sejumlah kondisi, misalnya mimisan, cedera, pendarahan akibat menstruasi berlebihan, dan pendarahan pada penderita angioedema turunan
33. Amoxicillin Tablet Sirup kering
500mg
125mg Antibiotik Obat antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri, seperti sakit tenggorokan, diare, pneumonia dan infeksi telinga.
34.
Ceprofloxacin
Tablet Injeksi
500mg
2mg/ml Antibiotik
Antibiotik untuk mengatasi berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, seperti pneumonia, gonore, infeksi saluran kemih, infeksi prostat, atau infeksi mata dan telinga
35
Levofloxacin Tablet 500mg Antibiotik
Obat antibiotik yang bermanfaat untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri, seperti pneumonia, sinusitis, prostatitis, konjungtivitis, infeksi saluran kemih, dan infeksi kulit.
36. Cefadroxil Kapsul
Sirup kering
200mg 125ml,
250ml Antibiotik
untuk infeksi kulit, infeksi saluran kemih, abses jaringan lunak, selulitis, faringitis, tonsillitis, infeksi telinga, gonorrhea, serta infeksi pasca operasi.
37. Cefixime Tablet
Sirup kering
100mg
100mg Antibiotik
Antibiotik ini
digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih tanpa komplikasi, otitis
tonsilitis, serta bronkitis akut dan
kronis dengan
eksaserbasi akut 38. Kotrimoksazol Tablet
Sirup kering
480mg 960mg
240mg Antibiotik
Untuk infeksi bakteri Gram positif dan negatif yang rentan, seperti infeksi saluran
kemih akibat
Eschericia coli ataupun kasus shigellosis.
39. Metronidazol Tablet Sirup
500mg
60ml Antibiotik
Uretritis dan vaginitis karena Trichomonas vaginalis, amoebiasis intestinal dan hepar, pencegahan infeksi anaerob pasca operasi, giardias dan amebiasis 40.
Ketokonazol
Tablet Krim
200mg
15gr Antifungsi
Mengobati infeksi jamur di kulit, seperti panu, kurap, kutu air, kandidiasis, dermatitis seboroik, dan ketombe yang berkaitan dengan jamur
41. Asiklovir Tablet
Salep 400mg
5gr Antifungsi Mengobati infeksi virus herpes, seperti herpes simpleks, herpes zoster, herpes genital dan cacar air.
42.
Flunarizine Tablet 10mg Profilaksis Obat ini digunakan untuk profilaksis migrain, penyakit oklusi vaskular perifer, vertigo sentral dan perifer, dan dapat digunakan sebagai adjuvan pada terapi epilepsy
43.
Cetirizin Tablet 10mg Antihistamin
Rinitis menahun, rinitis alergi seasonal, konjungtivitis, pruritus, urtikaria idiopati kronis.
44.
Betametason
0,1% Saleb 5gr Antipruritik
Supresi inflamasi dan gangguan alergi, hyperplasia adrenal congenital,
45.
Hidrokortison 2,5%
Krim 5gr Antipruritik Radang kulit ringan seperti eksim, ruam popok.
46
Permetrin 5% Krim 10gr Antiskabies
Mengatasi infeksi parasit pada kulit, seperti kudis (scabies), kutu di kulit kepala, dan kutu kemaluan.
47. Gentamicin Salep
Drop
3,5gr 5ml
Antimikroba Septikemia dan sepsis
pada neonatus,
meningitis dan infeksi SSP lainnya, infeksi bilier, pielonefritis dan prostatitis akut, endokarditis karena Streptococcus viridans atau Streptococcus faecalis (bersama penisilin), pneumonia nosokomial, terapi
tambahan pada
meningitis karena listeria.
48. Klormafenikol Drop 5ml Antimikroba Infeksi yang
disebabkan oleh Salmonella sp., Hemophilus influenzae (terutama infeksi meningeal), Rickettsia, lyphogranulomapsittac osis, dan bakteri Gram negatif penyebab bakterimiameningitis;
tidak digunakan untuk hepatobilier dan gonore
49. Dhupenhidramin Injeksi 10mg/
ml
Anafilaksis Antihistamin,
antiemetik, anti spamodik;
parkinsonisme, reaksi ekstrapiramidal karena obat; anak dengan gangguan emosi.
50. Salbutamol Tablet 4mg Antiasma Asma dan kondisi lain yang berkaitan dengan obstruksi saluran napas yang reversibel.
mukus kental dan tebal
pada saluran
pernapasan.
52. Ambroxol Tablet 30mg Mukolitik Sebagai sekretolitik pada gangguan saluran nafas akut dan kronis
khususnya pada
eksaserbasi bronkitis kronis dan bronkitis asmatik dan asma bronkial.
53. Zinc Tablet 20mg Mineral Untuk membantu
memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan mengatasi defisiensi zinc pada kasus diare
Obat Keras : Asam Mefenamat, Ranadinac
Gambar.4.6 Contoh 0bat Keras
d. Obat-Obat Tertentu
Obat-Obat Tertentu adalah Obat yang bekerja di sistem susunan syaraf pusat selain narkotika dan psikotropika, yang pada penggunaan di atas dosis terapi dapat menyebabkan ketergantungan dan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Obat-obat tertentu terdiri atas obat-obat yang mengandung Dextrometorphan.
Contoh obat yang mengandung Obat-obatan tertentu di Klinik Pratama Jepun yaitu Grantusif.
Tabel 4.5. Contoh Obat-Obat Tertentu di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun
e. Obat e. Prekursor
Prekursor farmasi adalah zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan sebagai bahan baku atau penolong untuk keperluan proses produksi industri farmasi atau produk antara, produk ruahan, dan produk jadi yang mengandung pseudoephedrine, norephedrine atau phenylpropanolamine. Contoh obat yang mengandung prekursor di Klinik Pratama Jepun yaitu obat Demacolin dan Tera-F.
No Nama Obat Sediaa n
Dosis Fungsi Indikas 1 Grantusif Kapsul 120mg Ekspektora
, Antihistam
in.
Untuk mengobati batuk yang disertai alergi.
Tabel 4.6. Contoh Obat Prekursor di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun
Obat Prekursor
Obat Frekursor: Demacolin, Tera F
Gambar.4.7 Contoh Obat Prekursor
f. Obat Psikotropika
Obat Psikotropika adalah obat keras baik alamiah maupun sintesis bukan narkotik, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Penanggung Jawab Pelayanan Farmasi wajib melaporkan sediaan psikotropika pada website Sister Informasi Pelaporan Narkotika dan Psikotropika Kementrian Kesehatan setiap bulan. Logo obat psikotropika sama dengan logo obat No Nama Obat Sediaan Dosis Fungsi Indikas
1 Demacolin Tablet 500mg analgesik- antipiretik, antihistami
n dan dekongesta
n
Meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin
2 Tera-F Tablet 700mg analgesik-
antipiretik, antihistami
n dan dekongesta
n
Untuk meringankan gejala flu seperi demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk
keras yaitu huruf K dalam lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam.
Tabel 4.7. Contoh Beberapa Obat Psikotropika yang Berada di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun
N
o Nama Obat Sediaan Dosis Fungsi Indikasi
1. Diazepam Rectal
Tube 10mg/2,5ml,
5mg/2,5ml Antiepilepis Pendek pada ansietas atau insomnia, tambahan pada putus alkohol akut, status epileptikus, kejang demam,spasem otot.
Obat Psikotropika : Diazepam (Injeksi)
Gambar 4.9 Contoh Obat Psikotropika
g. Obat Tradisional
Obat Tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Sedangan Obat Fitofarmaka adalah obat dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiyah dengan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya juga telah distandarisasi. Contoh obat tradisional di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun yaitu Cavicur.
2. Pengkajian Resep
Pengkajian resep adalah suatu bagian dari pelayanan farmasi klinik yang di lakukan oleh apoteker untuk menganalisa adanya masalah terkait obat dan menghindari terjadinya medication error terutama pada tahap peresepan.
Gambar 4.10. Resep
Gambar 4.5 merupakan gambar resep yang diserahkan pasien kemudian dilakukan telaah resep untuk mengetahui Nama Dokter, SIP dokter, Alamat dokter, Tanggal penulisan resep, Nama pasien, Alamat pasien, Umur pasien, Jenis kelamin pasien, Berat badan, Nama obat, Potensi obat, Jumlah yang di minta dokter, Petunjuk/aturan pemakaian.
Selanjutnya seteleh telaah resep kita melekukan penyiapan obat yang sudah tertulis di resep, kemudian kita menyiapkan etiket yang akan disimpan di dalam klip bersama obat yang akan diberikan setelah itu kita melakukan verifikasi obat yang di lakukan oleh TTK dari Ruang Farmasi untuk memastikan apakah obat yang di sediakan sudah sesuai dengan yang tertulis di resep setelah melakukan verifikasi barulah kita menyerahkan obat kepada pasein dan di saat melakukan penyerahan kita memastikan orang yang menerima obat dengan cara menanyakan nama, umur pasein, apakah benar yang menerima obat setelah di konfirmasi sudah benar kemudian di berikan obat dan arahan untuk aturan minum obat, efek samping obat, dan penyimpanan obat.
3. Penyiapan Obat
Penyiapan obat yang dilakukan di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun a. Penyiapan Obat Non Peracikan
1) Petugas Farmasi menyiapkan obat sesuai dengan jumlah yang ada pada resep yang sudah dilakukan pengkajian.
2) Petugas Farmasi mengemas obat dalam satu kantong/wadah untung pasien rawat inap, obat dikemas untuk satu kali penggunaan (Single Dose).
3) Petugas Farmasi menyiapkan etiket yang didalamnya tertera informasi meliputi nama pasien, tanggal lahir, tanggal penyiapan, nama obat, dosis, aturan pakai, dan tanggal kadaluarsa.
4) Petugas Farmasi melakukan pengecekan ulang (double check) sebelum obat diserahkan kepada perawat/pasien/keluarga pasien.
Verifikasi obat meliput 5 tepat yakni, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat rute, tepat waktu pemberian.
5) Petugas Farmasi menyerahkan obat yang telah disiap ke perawat/pasien/keluar pasien.
b. Penyiapan Obat Racikan
1) Petugas Farmasi menyiapkan obat sesuai dengan jumlah yang ada pada resep yang sudah dilakukan pengkajian
2) Petugas Farmasi meracik obat sesuai dengan perhitungan kebutuhan di tempat dispending sediaan non streril
3) Petugas Farmasi mengemas obat yang telah diracik dalam kantong/wadah yang sesuai
4) Petugas Farmasi menyiapkan etiket didalamnya tertera informasi minimal meliputi nama pasien, tanggal lahir, tanggal penyiapan, nama obat dalam racikan, dosis, aturan pakai, dan tanggal kadaluarsa.
5) Petugas Farmasi melakukan pengecekkan ulang (doublecheck) sebelum obat diserahkan kepada perawat/pasien/keluarga pasien.
Verifikasi obat meliputi 5 tepat yakni, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat rute, tepat waktu pemberani
Contoh obat racikan dan non racikan
Gambar 4.11 Resep Obat Racikan dan Non Racikan
Alat dan Bahan yang perlu disiapkan Alat-alat:
a. Mortir b. Alu
c. Kertas perkamen/kertas puyer d. Handbon sealer puyer
e. Etiket f. Klip obat g. Isolasi h. Alat tulis Bahan-bahan:
a. Paracetamol sirup b. Cefixime sirup c. Ambroxol tablet d. Ctm tablet
e. Dexamethason tablet
Keterangan: Obat yang akan dibuat sebagai puyeran merupakan obat racikan (ambroxol,ctm dan dexamethason) Langkah-langkah:
a. Mengambil dan mengumpulkan obat-obat yang sudah tertera pada resep.
b. Menyiapkan etiket obat untuk setiap obat yang diresepkan seperti menuliskan tanggal pembuatan, nama pasien, dosis dan aturan minum.
c. Menyiapkan kertas perkamen atau kertas puyer.
d. Untuk obat racikan disiapkan dan dimasukkan ke dalam mortir untuk dicampurkan atau dibuat dalam bentuk puyer sesuai dengan dosis yang sudah dituliskan pada resep.
e. Setelah obatnya dihaluskan obat tersebut di masukkan ke dalam kertas perkamen atau kertas puyer.
f. Obat yang dimasukkan kedalam kertas puyeran untuk dilakukan perekatan pada alat handbon sealer puyer, akan tetapi jika menggunakan kertas perkamen obat tersebut dibungkus sesuai prosedur penggunaan kertas perkamen.
g. Obat yang diracik dimasukkan kedalam klip.
h. Setelah obat yang sudah disiapkan, pemberian etiket sesuai dengan obat.
i. Untul obat racikannya dimasukkan ke dalam klip sama dengan obat racikannya.
j. Untuk obat sirup etiket yang dibuat akan ditempel menggunakan isolasi pada kotak obat sirup bagian luarnya.
4. Evaluasi Obat
Kegiatan evaluasi dilakukan untuk menganalisa hasil akhir/capaian dari keseluruhan proses managemen Evaluasi obat adalah untuk mendapatkan gambaran dari pola penggunaan obat, membandingkan pola penggunaan obat pada periode waktu tertentu,memberikan saran untuk
perbaikan penggunaan obat, dan melihat pengaruh intervensi terhadap penggunaan obat.
5. Pelayanan Informasi Obat
Kegiatan yang di lakukan oleh seorang apoteker atau tenaga teknik kefarmasian dalam pemberian informasi mengenai obat yang di berikan kepada pasien yang berupa cara minum obat, cara penyimpanan suhu atau sampe berapa minggu bisa di simpan, efek samping obat, apakah di minum setelah makan atau sesudah makan, apakah bisa di konsumsi bersamaan dengan obat yang lain.
6. Rekonsiliasi Obat
Kegiatan atau proses membandingkan instruksi pengobatan dengan obat yang telah di dapat pasien, rekonsiliasi obat biasanyan di laksanakan pada pasien yang baru masuk pada bagian rawat inap yang di mana rekonsiliasi ini bertujuan untuk memastikan pasein yang baru saja masuk ke ruang rawat inap apakah membawa obat lain dari rumah atau ada riwayat mengkonsumsi obat lain sebelum masuk klinik, dan untuk memastikan apabila ada obat yang di bawa bisa di konsultasikan lagi kepada dokter apakah bisa di lanjut atau di ganti menggunakan obat dari Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Praktik Kerja Lapangan (PKL), yang dilaksanakan di Ruang Farmasi Klinik Pratama Jepun di Jagaraga, Kec. Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Memberikan tambahan wawasan dan pengalaman praktek di dunia kerja bagi mahasiswa serta peran seorang apoteker di klinik sangatlah penting khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan serta penanganan obat- obatan sehingga obat yang diresepkan oleh dokter dapat memberikan efikasi sesuai dengan kebutuhan pasien, memberikan kualitas yang baik dan aman dikonsumsi oleh pasien.
2. Menumbuhkan dan meningkatkan sikap profesional yang diperlukan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk dapat membekali diri dengan segala pengetahuan, pengalaman, serta keterampilan praktis tentang pekerjaan kefarmasian, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian serta pengelolaan obat
3. Meningkatkan kemampuan dan keahlian kefarmasian bagi mahasiswa dan membangun hubungan harmonis antara rekan sejawat dan tenaga kesehatan lainnya akan menunjang terciptanya suatu pelayanan kesehatan yang tepat dan benar
B. Saran
1. Bagi Mahasiswa PKL
Berdasarkan pengalaman praktikan selama menjalani PKL ini, banyak pengalaman yang Positif yang bisa di ambil, dan Praktikan selalu mengingatkan agar Mahasiswa selanjutnya mempersiapkan mental dan selalu memperhatikan budaya tempat kerja. Adapun saran bagi mahasiswa PKL adalah:
a. Mahasiswa selanjutnya yang akan melaksankan Praktik Kerja Lapangan harus lebih aktif lagi dalam mencari tempat PKL dalam mencari tempat PKL mahasiswa selanjutnya dapat bertanya kepada keluarga, Senior di kampus dan Informasi di Internet yang yang tidak kalah penting yaitu harus disesuaikan dengan industri yang di inginkan atau di minati.
b. Mahasiswa selanjutnya agar meningkatkan lagi kemapuan teori di bidang farmasi dan bidang yang berkaitan. Agar kedepannya jika mahasiswa dapat memberikan saran sesuai dengan bidang yang dikerjakan.
c. Mahasiswa selanjutnya agar mencari tahu bagaimana sistem kerja di industri yang ingin dijadikan tempat praktik. Agar mahasiswa dapat mengerjakan tugas dengan baik.
d. Mahasiswa selanjutnya agar lebih melatih lagi dalam softskill karena itu mempengaruhi bagaimana kita bisa bekerja sama dengan berbagai pihak demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
2. Bagi Prodi S-1 Farmasi Stikes Kusuma Bangsa
Untuk Prodi yang menyelenggarakan Matkul PKL. Praktikan memiliki suatu saran yang kedepannya dapat dipertimbangkan. Adapun saran tersebut adalah alangkah lebih baiknya jika lebih cepat dalam memberi sosialisasi terkait dengan kepastian PKL.