BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1. Pelaksanaan Intervensi
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan dalam bentuk intervensi fisik dan non fisik di Jemaat GMP Isu, Desa Isu, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah, Kota Masohi tahun 2022 yang berpedoman pada POA (Plan Of Action), maka akan di bahas tentang masing-masing program intervensi.
Bentuk intervensi yang dilakukan pada kegiatan PBL II merupakan tindak lanjut dari program PBL I serta melakukan implementasi program dengan melibatkan masyarakat serta menyesuaikan sumber daya yang ada. Adapun intervensi yang dilakukan yaitu:
a. Intervensi Fisik
1. Penyediaan Tempat Sampah
Hal ini dilakukan karena belum semua siswa menerapkan perilaku membuang sampah dengan baik, sehingga perlu adanya penyediaan tempat sampah khususnya di SD N 110 dan SMPTK Waipia.
Penyediaan tempat sampah dilakukan pada hari kamis, 10 november 2022 di SMPTK Waipia, diterima oleh Kepala Sekolah dan diketahui oleh siswa dan siswi berjumlah 2 buang tempat sampah yakni tempat sampah organik dan anorganik, kemudian di tempatkan pada emperan kelas. Pada hari selasa, 15 november 2022 di SD N 110 Maluku Tengah, diterima oleh Kepala Sekolah dan diketahui oleh siswa dan siswi berjumlah 2 buah tempat sampah yakni tempat sampah organik dan anorganik, kemudian di tempatkan didepan kantor.
2. Penyediaan x-banner Bahaya merokok
Hal ini dilakukan karena belum semua responden mengetahui tentang bahaya merokok, sehingga perlu adanya penyediaan x-banner sebagai media informasi bagi kesehatan khususnya pada kaum muda (angkatan muda Jemaat GPM Isu).
Penyediaan x-banner dilakukan pada hari selasa, 15 november 2022 di depan pintu masuk Gereja Marantha dan depan area masuk Balai Desa, diterima oleh Ketua angkatan muda Jemaat GPM Isu dan pejabat Negeri Isu, masing-masing berjumlah 1 buah.
3. Pembagian leaflet dampak mengkonsumsi alkohol
Hal ini dilakukan karena edukasi dengan menggunakan media brosur, leaflet dapat membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat khusunya kaum muda tentang dampak mengkonsumsi alkohol.
Pembagian leaflet dilaksanakan pada hari selasa, 15 november 2022 pada saat dilakukan penyuluhan tentang dampak mengkonsumsi alkohol, dilaksanakan di Gedung Gereja Maranatha, dibagikan kepada muda-mudi Jemaat GPM Isu, berjumlah 26 lembar.
b. Intervensi Non Fisik
1. Penyuluhan Pentingnya Pemanfaatan Tempat Sampah
Hal ini dilakukan karena belum semua responden memahami tentang pengertian sampah, perbedaan sampah organik dan anorgaik, bahaya membuang sampah sembarangan, dan cara membuang sampah yang benar, sehingga dapat membantu meningkatakan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan tempat sampah.
Kegiatan dilaksanakan pada hari kamis, 10 November 2022 di SMPTK Waipia, dihadiri oleh 21 orang siswa dan siswi beserta para Guru.
Dalam pelaksanaan penyuluhan sudah menggunakan SAP (Satuan Acara Penyuluhan) yakni sudah menjelaskan tujuan umum dan khusus, metode yang digunakan ceramah dan diskusi.
2. Penyuluhan Bahaya Merokok
Hal ini dilakukan karena belum semua responden memahami tentang pengertian rokok, perbedaan perokok aktif dan perokok pasif, kandungan zat yang terkandung dalam rokok, bahaya-bahaya yang timbulkan dari merokok, sehingga dapat membantu meningkatakan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya bahaya merokok.
Kegiatan dilaksanakan pada hari selasa, 15 November 2022 dihadiri oleh 26 orang, kegiatan penyuluhan dilakukan di gedung Gereja Maranatha.
Dalam pelaksanaan penyuluhan sudah menggunakan SAP (Satuan Acara Penyuluhan) yakni sudah menjelaskan tujuan umum dan khusus, metode yang digunakan ceramah dan diskusi.
3. Penyuluhan Dampak Positif Dan Negative Dari Mengkonsumsi Alkohol
Hal ini dilakukan karena belum semua responden memahami tentang pengertian minuman alkohol, dampak positif dan negative dari minuman beralkohol, kandungan zat yang terkandung dalam minuman alkohol, bahaya minuman beralkoholbagi kesehatan, sehingga dapat membantu meningkatakan pengetehauan masyarakat tentang dampak positif dan negative dari mengkonsumsi alkohol.
Kegiatan dilaksanakan pada hari selasa, 15 November 2022 dihadiri oleh 26 orang, kegiatan penyuluhan dilakukan di gedung Gereja Maranatha.
Dalam pelaksanaan penyuluhan sudah menggunakan SAP (Satuan Acara Penyuluhan) yakni sudah menjelaskan tujuan umum dan khusus, metode yang digunakan ceramah dan diskusi.
2 . Evaluasi
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan dalam bentuk evaluasi di Jemaat GPM Isu, Desa Isu Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) Kab/Kota Maluku Tengah, Masohi tahun 2022 yang berpedoman pada Tabel Evaluasi Program Kesehatan, maka akan dibahas tentang hasil evaluasi masing-masing program intervensi fisik dan non fisik. Evaluasi yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari program PBL II. Adapun evaluasi yang dilakukan terhadap program sebagai berikut:
a. Evaluasi Program Intervensi Fisik 1. Penyediaan Tempat Sampah
Para siswa yang ada di SD dan SMP,sebagian besar masih mebuang sampah sembarangan di lungkungan sekolah. Tanpa disadari kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi mereka dan juga kesehatan.
Maka dari itu, disediakannya fasilitas tempat sampah yang dibesakan menjadi 2 jenis yaitu organik dann anorganik di kedua lokasi sekolah dan diletakan di titik tertentu. Setelah dilakukan kegiatan tersebut,adanya perubahan yaitu membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis tempat sampah yang telah disediakan.
Tingkat pencapaian disediakan fasilitas tempat sampah yaitu para siswa maupun guru dapat membiasakan membuang sampah pada tempat sampah yang disediakan. Penyediaan tempat sampah bagi para siswa yang ada di SD dan SMP berpengaruh terhadap pencapaian masalah yang di dapat dengan melihat mutu dan pemanfaatan dari fasilitas tempat sampah yang disediakan untuk mendapat hasil yang diinginkan tercapai.
2. Banner Bahaya Merokok
Masyarakat di Jemaat GPM Isu, sebagian besar merokok setiap hari.
Tanpa disadari kebiasaan tersebut dapat memberi dampak buruk bagi mereka , baik itu perokok aktif maupun perokok pasif. Maka dari itu, disediakan fasilitas tanda bahaya merokok di beberapa titik tertentu. Setelah dilakukan kegiatan tersebut, adanya perubahan yaitu adanya rasa ingin tahu, sehingga mereka melihat dan membaca tanda larangan merokok dalam bentuk x- banner yang disediakan.
Tingkat pencapaian yang didapat yaitu tanda bahaya merokok dalam bentuk x-banner tersebut masih ada dan juga sering dibaca oleh masyarakat di Jemaat Isu. Tanda larangan merokok ini membuat masyarakat memanfaatkannya dengan baik. Namun, sebagian masyarakat belum mempraktekannya dalam kehidupan pribadi yaitu mengurangi kebiasaan merokok setiap hari. Sehingga, di harapkan agar masyarakat di Jemaat Isu, dapat mengurangi kebiasaan merokok setiap hari atau bahkan berhenti merokok agar terhindar dari berbagai penyakit.
3. Penyediaan Leaflet Dampak Alkohol
Masyarakat di Jemaat GPM Isu, sebagian besar masih membiasakan mengonsumsi alkohol . Tanpa disadari kebiasaan tersebut dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan mereka. Maka dari itu, disediakan fasilitas lembar informasi berupa leaflet yang dibagikan di setiap responden. Setelah dilakukan kegiatan tersebut, diharapkan adanya perubahan peilaku dan juga pengetahuan yaitu adanya rasa ingin tahu, sehingga mereka melihat dan membaca informasi yang diberikan dalam bentuk leaflet yang telah diberikan.
Tingkat pencapaian yang dikaji pencapaian tujuan penyediaan informasi dalam bentuk leaflet tersebut masih ada dan juga sering dibaca oleh masyarakat ( kaum muda) di Jemaat Isu. Informasi ini membuat masyarakat memanfaatkannya dengan baik. Namun, sebagian masyarakat belum mempraktekannya dalam kehidupan pribadi yaitu mengurangi kebiasaan mengonsumsi Alkohol. Sehingga, di harapkan agar masyarakat di Jemaat Isu dapat mengurangi kebiasaan mengonsumsi alkohol atau bahkan berhenti mengonsumsi minuman alkohol.
b. Evaluasi Program Intevensi Non Fisik
1. Penyuluhan Pentingnya Pemanfaatan Tempat Sampah
Sebelumnya para siswa siswi belum memahami pentingnya pemanfaatan tempat sampah dan perilaku membuang sampah pada tempatnya. sampah dan pembuatan kompos sederhana, karena mereka acuh dalam mengelola sampah terutama sampah rumah tangga. Sehingga dilakukannya penyuluhan kesehatan tentang βPengolahan Sampah Dan Pembuatan Kompos Sederhanaβ, setelah diberikan penyuluhan adanya perubahan sebelumnya belum memahami menjadi memahami mulai dari pengertian sampah, jenis-jenis sampah, dampak sampah pada lingkungan dan kesehatan, penanganan sampah, pembuatan kompos sederhana, dan penerapan system 3R.
Tingkat pencapaian dapat dilihat dari hasil pretest dan posttest yang diberikan untuk peserta penyuluhan, pretest diberikan sebelum penyuluhan dan posttest diberikan setelah penyuluhan sebagai bentuk evaluasi.
Tabel 3.5
Jumlah Nilai Pre Test dan Post Test
Penyuluhan Kesehatan Tentang βpenyediaan tenpat sampah di sekolah SMP TK Waipiaβ, Negeri Isu , Kec. Teon Nila Serua, Kab/Kota
Maluku Tengah, Tahun 2022
No Pre Test Post Test
1 100 100
2 100 100
3 80 100
4 100 100
5 80 100
6 80 100
7 100 100
8 100 100
9 60 100
10 80 100
11 100 100
12 100 100
13 100 100
14 60 80
15 80 100
16 60 100
17 100 100
18 100 100
19 100 100
20 60 80
21 100 100
Mean Min Max
87.6 60 100
98.0 80 100 sumber : Data Primer,2022
Berdasarkan tabel diatas rata-rata nilai sebelum diberikan penyuluhan (pre test) adalah 87.6 dan meningkat menjadi setelah diberikan penyuluhan (post test). Nilai terkecil pre test yaitu 60 dan yang terbesar yaitu 100.
Sedangkan nilai terkecil posttest yaitu 80 dan terbesar yaitu 80.
Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan responden maka dapat dilakukan perhitungan presentase peningkatan pengetahuan pada pretest dan posttet sebagai berikut :
π₯ =π½π’πππβ πππ πππ‘π π¦πππ πππππππππ‘ ππππππ‘πβπ’ππππ¦π
ππ’πππβ πππ πππ‘π π¦πππ βππππ Γ 100%
x = π
ππΓ 100%
x = 42,85%
Berdasarkan perhitungan diatas maka didapat peningkatan pengetahuan responden adalah sebesar 42,85%. Hal tersebut menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang
βPentinnya Pemanfaatan Tempat Sampah di sekolahβ.
Tabel 3.6
Jumlah Nilai Pre Test dan Post Test Penyuluhan Kesehatan Tentang
βpenyediaan tenpat sampah di SD Negeri 110 Maluku Tengahβ, Negeri Isu , Kec. Teon Nila Serua, Kab/Kota Maluku Tengah, Tahun 2022
No Pre Test Post Test
1 40 60
2 40 60
3 20 60
4 60 80
5 80 100
6 40 60
7 100 100
8 40 60
9 100 100
10 20 80
11 80 80
12 80 80
13 60 80
14 60 80
15 40 80
16 80 100
17 80 100
18 80 100
19 60 80
20 100 100
21 60 80
22 100 100
23 60 80
Sumber : Data primer,2022
24 80 100
25 80 80
26 80 100
27 60 80
28 60 80
29 60 80
30 80 100
31 80 100
32 100 100
33 60 80
34 100 100
35 60 100
36 60 100
37 60 100
38 100 100
39 100 100
40 60 100
41 100 100
42 60 100
43 100 100
44 60 100
Mean Min Max
70.0 20 100
88.6 60 100
Berdasarkan tabel diatas rata-rata nilai sebelum diberikan penyuluhan (pre test) adalah 70.0 dan meningkat menjadi 88.6 setelah diberikan penyuluhan (post test). Nilai terkecil pre test yaitu 20 dan yang terbesar yaitu 100. Sedangkan nilai terkecil posttest yaitu 60 dan terbesar yaitu 100.
Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan responden
maka dapat dilakukan perhitungan presentase peningkatan pengetahuan pada pretest dan posttet sebagai berikut :
π₯ =π½π’πππβ πππ πππ‘π π¦πππ πππππππππ‘ ππππππ‘πβπ’ππππ¦π
ππ’πππβ πππ πππ‘π π¦πππ βππππ Γ 100%
x = 34
44Γ 100%
x = 77.27%
Berdasarkan perhitungan diatas maka didapat peningkatan pengetahuan responden adalah sebesar 77.27%. Hal tersebut menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang
βPentinnya Pemanfaatan Tempat Sampah di sekolahβ.
2. Penyuluhan Tentang Bahaya Merokok
Perubahan kondisi setelah di lakukan kegiatan, penyuluhan Kesehatan tentang bahaya merokok, adanya perubahan pengetahuan responden tentang tentang dampak yang timbul akibat merokok.
Tingkat pencapaian mengkaji pencapaian tujuan penyuluhan tentang bahaya merokok yang telah ditetapkan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan responden tentang dampak/ bahaya yang timbul akibat rokok.
berdasarkan tabel evaluasi diatas maka yang di target 50% dan pencapaian yaitu 100%, disebabkan karena responden yang sudah memahami mengenai dampak yang ditimbulkan akibat merokok,sebelum dilakukannya penyuluhaan dan setelah dilakukan.
Tabel 3.7
Jumlah Nilai Pre Test dan Post Test Penyuluhan Kesehatan Tentang
βBahaya Merokokβdi Jemaat GPM Isu, Negeri Isu, Kec. Teon Nila Serua, Kab/Kota Maluku Tengah, Tahun 2022
No Pre Test Post Test
1 80 100
2 100 100
3 100 100
4 100 100
5 60 100
6 80 100
7 80 100
8 80 100
9 100 100
10 60 100
11 100 100
12 80 100
13 100 100
14 100 100
Sumber : Data Primer,2022
15 100 100
16 100 100
17 60 100
18 100 100
19 100 100
20 100 100
21 100 100
22 100 100
23 100 100
24 100 100
25 100 100
26 100 100
Mean Min Max
91.5 60 100
100 100 100
Berdasarkan tabel diatas rata-rata nilai sebelum diberikan penyuluhan (pretest) adalah 91.5 dan meningkat menjadi 100 setelah diberikan penyuluhan (posttest). Nilai terkecil pretest yaitu 60 dan yang terbesar yaitu 100. Sedangkan nilai terkecil posttest yaitu 100 dan terbesar yaitu 100. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan responden maka dapat dilakukan perhitungan presentase peningkatan pengetahuan pada pretest dan posttest sebagai berikut :
π₯ =π½π’πππβ πππ πππ‘π π¦πππ πππππππππ‘ ππππππ‘πβπ’ππππ¦π
ππ’πππβ πππ πππ‘π π¦πππ βππππ Γ 100%
x = π
ππΓ 100%
x = 30.76%
Berdasarkan perhitungan diatas maka didapat peningkatan pengetahuan responden adalah sebesar 30.76%. Hal tersebut menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang
βBahaya-bahaya Merokokβ.
3. Penyuluhan Dampak Positif Dan Negative Dari Mengkonsumsi Alkohol
Perubahan kondisi setelah di lakukan kegiatan, penyuluhan Kesehatan tentang dampak dari mengonsumsi alkohol, diharapkan adanya perubahan pengetahuan responden tentang tentang dampak yang timbul dari megonsumsi alkohol.
Tingkat pencapaian mengkaji pencapaian tujuan penyuluhan tentang dampak mengonsumsi alkohol yang telah ditetapkan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan responden tentang dampak/ bahaya yang timbul akibat alkohol. Berdasarkan tabel evaluasi diatas maka yang di target 50%
dan pencapaian yaitu 100%, disebabkan karena responden yang sudah memahami mengenai dampak yang ditimbulkan akibat minuman alkohol,sebelum dilakukannya penyuluhaan dan setelah dilakukan.
Tabel 3.8
Jumlah Nilai Pre Test dan Post Test Penyuluhan Kesehatan Tentang
βDampak Mengonsumsi Alkkohol βdi Jemaat GPM Isu, Negeri Isu, Kec.
Teon Nila Serua, Kab/Kota Maluku Tengah, Tahun 2022
No Pre Test Post Test
1 60 100
2 100 100
3 100 100
4 100 100
5 100 100
6 80 100
7 100 100
8 100 100
9 100 100
10 60 100
11 100 100
12 100 100
13 100 100
14 100 100
15 100 100
16 100 100
17 80 100
18 100 100
19 100 100
20 100 100
21 80 100
22 100 100
23 100 100
24 100 100
25 100 100
26 100 100
Mean Min Max
94.6 60 100
100 100 100 Sumber : Data Primer,2022
Berdasarkan tabel diatas rata-rata nilai sebelum diberikan penyuluhan (pretest) adalah 94,6 dan meningkat menjadi 100 setelah diberikan penyuluhan (posttest). Nilai terkecil pretest yaitu 60 dan yang terbesar yaitu 100. Sedangkan nilai terkecil posttest yaitu 100 dan terbesar yaitu 100. Untuk
mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan responden maka dapat dilakukan perhitungan presentase peningkatan pengetahuan pada pretest dan posttest sebagai berikut :
x = π
ππΓ 100%
x = 19.23%
Berdasarkan perhitungan diatas maka didapat peningkatan pengetahuan responden adalah sebesar 19.23%. Hal tersebut menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang
βBahaya-Bahaya Merokokβ.
BAB IV ANALISIS SWOT A. Kekuatan (Strength)
Kekuatan merupakan faktor internal peserta yang mendukung pelaksanaan intervensi dan evaluasi di PBL II.
1. Bentuk intervensi yang dilakukan di PBL II sesuai dengan teori yang sudah diterima oleh peserta PBL II selama proses perkuliahan sehingga membantu dalam perencanaan dan pelaksanaan intervensi.
2. Dana yang dibutuhkan untuk pengadaan alat, bahan, dan media intervensi terjangkau oleh peserta PBL II.
3. Adanya partisipasi aktif dari Jemaat GPM Isu yang membantu proses pelaksanaan kegiatan.
B. Kelemahan (Weakness)
Kelemahan merupakan faktor internal peserta yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan intervensi dan evaluasi di PBL II :
Tidak berfungsinya printer kelompok sehingga menjadi kendala di penyiapan media intervensi.
C. Peluang (Opportunity)
Peluang merupakan faktor eksternal peserta PBL II yang mendukung dalam perencanaan dan pelaksanaan intervensi PBL II.
1. Masyarakat yang menjadi sasaran intevensi PBL II sangat antusias dan mendukung dalam pelaksanaan intervensi yang dilakukan oleh peserta PBL II.
2. Adanya dukungan dari perangkat pelayan di Jemaat GPM Isu dalam pelaksanaan kegiatan PBL II.
D. Hambatan (Threat)
Hambatan merupakan faktor eksternal peserta PBL II yang dapat menjadi ancaman dalam perencanaan dan pelaksanaan intervensi PBL II.
1. Tidak tersedianya media Infocus dalam pelaksanaan intervensi non fisik
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil intervensi dan evaluasi yang dilaksanakan di Sektor , Desa Isu, Kec. Teon Nila Serua (TNS) Kab/Kota Maluku Tengah/Masohi Tahun 2022 merupakan tindak lanjut dari PBL I, yang dalam pelaksanaannya dilakukan program intervensi fisik dan non fisik serta evaluasi intervensi fisik dan non fisik, sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut : (Kesimpulan mengacu pada tabel 3.1 sampai 3.4 )
1. Hasil pelaksanan program intervensi fisik yang tercapai yaitu penyediaan tempat sampah, penyediaan x-banner, penyediaan leaflet.
2. Hasil pelaksanan program intervensi non fisik yang tercapai yaitu penyuluhan pemanfaatan tempat sampah, penyuluhan bahaya merokok, penyuluhan dampak mengkonsumsi alkohol
3. Hasil evaluasi program intervensi fisik yang penyediaan tempat sampah, penyediaan x-banner, penyediaan leaflet.
4. Hasil evaluasi program intervensi non fisik yang tercapai yaitu penyuluhan pemanfaatan tempat sampah, penyuluhan bahaya merokok, penyuluhan dampak mengkonsumsi alkohol
B. Saran 1. Mahasiswa
a. Setiap peserta harus aktif (berada dilapangan), karena peserta yang pasif dapat menghambat lancarnya program yang telah dicanangkan
b. Disiplin waktu sangat diharapakn dilapangan dan kekompakan serta kerja sama diantara peserta harus tetap dipertahankan.
c. Mahasiswa harus mampu menggali, menemukan, menganalisa, dan berusaha untuk
memecahkan masalah kesehatan yang ditemukan di masyarakat.
d. Setiap peserta PBL harus bekerja berdasarkan tanggung jawab yang telah diberikan serta komunikasi yang baik antara peserta.
e. Setiap peserta PBL harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat setempat dan ditutut untuk hidup mandiri.
2. Masyarakat
a. Diharapkan Masyarakat khusunya Siswa Siswi SD N 110 Maluku Tengah dan SMPTK Waipia dapat memanfaatkan penggunaan tempat sampah dengan baik
b. Diharapkan Masyarakat khususnya kaum muda dan Bapak-bapak Jemaat Isu dapat mengurahi perilaku merokok dan perilaku mengkonsumsi alkohol.
3. Pusat Pelayanan Kesehatan
Bagi pelayanan Kesehatan khususnya untuk tenaga Kesehatan agar terus menerus melakukan upaya Kesehatan dengan melakukan promotive dan preventif bagi masyarakat, sehingga masyarakat yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tidak mau menjadi mau, dan tidak mampu menjadi mampu.
DAFTAR PUSTAKA
Daud A, 2000. Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan, FKM Unhas, Makassar Ivan, I, 1999.Masyarakat Sehat, Gramedia, Yogyakarta
Reva T. F and A. Y Owen, 2001.Nutrition in the Community The art of Delivering Services.The C. V Mosby Company, United Staes of American
Tim Penyusun PBL II, 2022. Buku Panduan Pembuatan Laporan PBL II. Program Studi Kesehatan Masyarakat.Fakultas Kesehatan UKIM.
LAMPIRAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENYULUHAN BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN
Pendidikan : Kesehatan Masyarakat
Topik : Perilaku Merokok
Hari/Tanggal : Selasa, 15 November 2022
Waktu : 90 Menit
Tempat : Gereja Maranatha
Sasaran : Angkatan Muda Jemaat Isu
Jumlah : 20 orang
Materi : Terlampir
Tujuan Umum :
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan seluruh responden mengalami peningkatan pengetahuan tentang perilaku merokok dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari
Tujuan khusus : Pada akhir pertemuan, peserta dapat :
1. Menjelaskan tentang pengertian rokok 2. Menjelaskan perokok aktif dan pasif
3. Menjelaskan kandungan zat yang terkandung dalam rokok 4. Menjelaskan bahaya-bahaya yang di timbulkan dari merokok Metode
Ceramah, Tanya jawab, Diskusi
Kegiatan Belajar
No Teknik Penyuluhan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. Membuka
Pengajaran (5-10 menit)
- Memperkenalkan diri - Memperkenalkan materi
penyuluhan
- Menjelaskan tujuan penyuluhan
Duduk dan mendengarkan
2. Penyajian materi ( 80-90 menit )
Ceramah dan menggunakan media infocus
Melihat dan mendengar 3 Menutup materi - Menarik kesimpulan
- Menanyakan kepada peserta tentang materi yang dijelaskan
Bertanya atau diskusi
Media Penyuluhan
Laptop,infocus dan materi Power Point
Sumber :
- Panitia/penanggung jawab : Mahasiswa PBL II FK UKIM PS KesMas 2022
- Dana : Swadaya Mahasiswa
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENYULUHAN PERILAKU MEMBUANG SAMPAH
Pendidikan : Kesehatan Masyarakat
Topik : Perilaku Membuang Sampah
Hari/Tanggal : Selasa, 15 November 2022
Waktu : 90 Menit
Tempat : SD 110 Maluku Tengah
Sasaran : Siswa/I
Jumlah : 30 orang
Materi : Terlampir
Tujuan Umum :
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan seluruh responden mengerti dan mengalami peningkatan pengetahuan tentang perilaku membuang sampah yang benar dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan khusus : Pada akhir pertemuan, peserta dapat :
1. Menjelaskan tentang pengertian sampah
2. Menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik 3. Menjelaskan bahaya membuang sampah sembarangan 4. Menjelaskan cara membuang sampah yang benar Metode
Ceramah, Tanya jawab, diskusi, Aksi
Kegiatan Belajar
No Teknik Penyuluhan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. Membuka
Pengajaran (5-10 menit)
- Memperkenalkan diri - Memperkenalkan materi
penyuluhan
- Menjelaskan tujuan penyuluhan
Duduk dan mendengarkan
2. Penyajian materi ( 80-90 menit )
Ceramah dan menggunakan media infocus
Melihat dan mendengar 3 Menutup materi - Menarik kesimpulan
- Menanyakan kepada peserta tentang materi yang dijelaskan
Bertanya atau diskusi
Media Penyuluhan
Laptop,infocus dan materi Power Point
Sumber :
- Panitia/penanggung jawab : Mahasiswa PBL II FK UKIM PS KesMas 2022
- Dana : Swadaya Mahasiswa
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENYULUHAN BAHAYA MINUMAN BERALKOHOL
Pendidikan : Kesehatan Masyarakat
Topik : Perilaku Konsusmsi Alkohol
Hari/Tanggal : Selasa, 15 November 2022
Waktu : 90 Menit
Tempat : Gereja Maranatha
Sasaran : Angkatan Muda Jemaat Isu
Jumlah : 20 Orang
Materi : Terlampir
Tujuan Umum :
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan seluruh responden mengerti dan mengalami peningkatan pengetahuan tentang perilaku mengonsumsi alkohol dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari
Tujuan khusus : Pada akhir pertemuan, peserta dapat :
1. Menjelaskan tentang pengertian minuman beralkohol
2. Menjelaskan dampak positif dan negative dari minuman beralkohol 3. Menjelaskan kandungan zat yang terkandung dalam minuman beralkohol 4. Menjelaskan bahaya minuman beralkohol bagi kesehatan
Metode
Ceramah, Tanya jawab, Diskusi
Kegiatan Belajar
No Teknik Penyuluhan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. Membuka
Pengajaran (5-10 menit)
- Memperkenalkan diri - Memperkenalkan materi
penyuluhan
- Menjelaskan tujuan penyuluhan
Duduk dan mendengarkan
2. Penyajian materi ( 80-90 menit )
Ceramah dan menggunakan media infocus
Melihat dan mendengar 3 Menutup materi - Menarik kesimpulan
- Menanyakan kepada peserta tentang materi yang dijelaskan
Bertanya atau diskusi
Media Penyuluhan
Laptop, infocus, materi Power Point dan leaflet.
Sumber :
- Panitia/penanggung jawab : Mahasiswa PBL II FK UKIM PS KesMas 2022
- Dana : Swadaya Mahasiswa
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA MALUKU FAKULTAS KESEHATAN
PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (PBL II) KELOMPOK 5 10 November, 2022 Hal : Permohonan Izin Kegiatan
Kepada Yth,
Kepala SMP TK Waipia Di
Tempat
Segala Puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya, dan semoga kita selalu dalam limpahan iman kepadaNya. Sehubungan dengan akan diadakannya kegiatan penyuluhan pentingnya pemanfaatan tempat sampah yang akan di selenggarakan pada
:
Hari/Tanggal : Kamis, 10 November 2022 Waktu : 10.00 WIT-selesai
Tempat : Gedung SMP TK Waipia
Maka kami selaku Mahasiswa Praktek Blajar Lapangan PBL II, bermaksud memohon izin untuk mengadakan kegiatan di tempat ini mengingat akan pentingnya kegiatan ini, besar harapan kami agar pemohon izin penggunaan tempat ini di kabulkan, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana.
Atas perhatian dan dukungan serta partisipasi yang baik kami ucapkan banyak terima kasih.
Ketua Koordinasi Desa
Steven P Watruty
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA MALUKU FAKULTAS KESEHATAN
PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (PBL II) KELOMPOK 5 15 November, 2022 Hal : Permohonan Izin Kegiatan
Kepada Yth,
Kepala SD Negeri 101 ISU Di
Tempat
Segala Puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya, dan semoga kita selalu dalam limpahan iman kepadaNya. Sehubungan dengan akan diadakannya kegiatan penyuluhan pentingnya pemanfaatan tempat sampah yang akan di selenggarakan pada
:
Hari/Tanggal : Selasa, 15 November 2022 Waktu : 11.00 WIT-selesai
Tempat : Gedung SD 110 Maluku Tengah
Maka kami selaku Mahasiswa Praktek Blajar Lapangan PBL II, bermaksud memohon izin untuk mengadakan kegiatan di tempat ini mengingat akan pentingnya kegiatan ini, besar harapan kami agar pemohon izin penggunaan tempat ini di kabulkan, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana.
Atas perhatian dan dukungan serta partisipasi yang baik kami ucapkan banyak terima kasih.
Ketua Koordinasi Desa
Steven P Watruty