• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Pelaksanaan Intervensi

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan dalam bentuk intervensi fisik dan non fisik di Jemaat GMP Isu, Desa Isu, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah, Kota Masohi tahun 2022 yang berpedoman pada POA (Plan Of Action), maka akan di bahas tentang masing-masing program intervensi.

Bentuk intervensi yang dilakukan pada kegiatan PBL II merupakan tindak lanjut dari program PBL I serta melakukan implementasi program dengan melibatkan masyarakat serta menyesuaikan sumber daya yang ada. Adapun intervensi yang dilakukan yaitu:

a. Intervensi Fisik

1. Penyediaan Tempat Sampah

Hal ini dilakukan karena belum semua siswa menerapkan perilaku membuang sampah dengan baik, sehingga perlu adanya penyediaan tempat sampah khususnya di SD N 110 dan SMPTK Waipia.

Penyediaan tempat sampah dilakukan pada hari kamis, 10 november 2022 di SMPTK Waipia, diterima oleh Kepala Sekolah dan diketahui oleh siswa dan siswi berjumlah 2 buang tempat sampah yakni tempat sampah organik dan anorganik, kemudian di tempatkan pada emperan kelas. Pada hari selasa, 15 november 2022 di SD N 110 Maluku Tengah, diterima oleh Kepala Sekolah dan diketahui oleh siswa dan siswi berjumlah 2 buah tempat sampah yakni tempat sampah organik dan anorganik, kemudian di tempatkan didepan kantor.

2. Penyediaan x-banner Bahaya merokok

Hal ini dilakukan karena belum semua responden mengetahui tentang bahaya merokok, sehingga perlu adanya penyediaan x-banner sebagai media informasi bagi kesehatan khususnya pada kaum muda (angkatan muda Jemaat GPM Isu).

Penyediaan x-banner dilakukan pada hari selasa, 15 november 2022 di depan pintu masuk Gereja Marantha dan depan area masuk Balai Desa, diterima oleh Ketua angkatan muda Jemaat GPM Isu dan pejabat Negeri Isu, masing-masing berjumlah 1 buah.

3. Pembagian leaflet dampak mengkonsumsi alkohol

Hal ini dilakukan karena edukasi dengan menggunakan media brosur, leaflet dapat membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat khusunya kaum muda tentang dampak mengkonsumsi alkohol.

Pembagian leaflet dilaksanakan pada hari selasa, 15 november 2022 pada saat dilakukan penyuluhan tentang dampak mengkonsumsi alkohol, dilaksanakan di Gedung Gereja Maranatha, dibagikan kepada muda-mudi Jemaat GPM Isu, berjumlah 26 lembar.

b. Intervensi Non Fisik

1. Penyuluhan Pentingnya Pemanfaatan Tempat Sampah

Hal ini dilakukan karena belum semua responden memahami tentang pengertian sampah, perbedaan sampah organik dan anorgaik, bahaya membuang sampah sembarangan, dan cara membuang sampah yang benar, sehingga dapat membantu meningkatakan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan tempat sampah.

Kegiatan dilaksanakan pada hari kamis, 10 November 2022 di SMPTK Waipia, dihadiri oleh 21 orang siswa dan siswi beserta para Guru.

Dalam pelaksanaan penyuluhan sudah menggunakan SAP (Satuan Acara Penyuluhan) yakni sudah menjelaskan tujuan umum dan khusus, metode yang digunakan ceramah dan diskusi.

2. Penyuluhan Bahaya Merokok

Hal ini dilakukan karena belum semua responden memahami tentang pengertian rokok, perbedaan perokok aktif dan perokok pasif, kandungan zat yang terkandung dalam rokok, bahaya-bahaya yang timbulkan dari merokok, sehingga dapat membantu meningkatakan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya bahaya merokok.

Kegiatan dilaksanakan pada hari selasa, 15 November 2022 dihadiri oleh 26 orang, kegiatan penyuluhan dilakukan di gedung Gereja Maranatha.

Dalam pelaksanaan penyuluhan sudah menggunakan SAP (Satuan Acara Penyuluhan) yakni sudah menjelaskan tujuan umum dan khusus, metode yang digunakan ceramah dan diskusi.

3. Penyuluhan Dampak Positif Dan Negative Dari Mengkonsumsi Alkohol

Hal ini dilakukan karena belum semua responden memahami tentang pengertian minuman alkohol, dampak positif dan negative dari minuman beralkohol, kandungan zat yang terkandung dalam minuman alkohol, bahaya minuman beralkoholbagi kesehatan, sehingga dapat membantu meningkatakan pengetehauan masyarakat tentang dampak positif dan negative dari mengkonsumsi alkohol.

Kegiatan dilaksanakan pada hari selasa, 15 November 2022 dihadiri oleh 26 orang, kegiatan penyuluhan dilakukan di gedung Gereja Maranatha.

Dalam pelaksanaan penyuluhan sudah menggunakan SAP (Satuan Acara Penyuluhan) yakni sudah menjelaskan tujuan umum dan khusus, metode yang digunakan ceramah dan diskusi.

2 . Evaluasi

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan dalam bentuk evaluasi di Jemaat GPM Isu, Desa Isu Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) Kab/Kota Maluku Tengah, Masohi tahun 2022 yang berpedoman pada Tabel Evaluasi Program Kesehatan, maka akan dibahas tentang hasil evaluasi masing-masing program intervensi fisik dan non fisik. Evaluasi yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari program PBL II. Adapun evaluasi yang dilakukan terhadap program sebagai berikut:

a. Evaluasi Program Intervensi Fisik 1. Penyediaan Tempat Sampah

Para siswa yang ada di SD dan SMP,sebagian besar masih mebuang sampah sembarangan di lungkungan sekolah. Tanpa disadari kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi mereka dan juga kesehatan.

Maka dari itu, disediakannya fasilitas tempat sampah yang dibesakan menjadi 2 jenis yaitu organik dann anorganik di kedua lokasi sekolah dan diletakan di titik tertentu. Setelah dilakukan kegiatan tersebut,adanya perubahan yaitu membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis tempat sampah yang telah disediakan.

Tingkat pencapaian disediakan fasilitas tempat sampah yaitu para siswa maupun guru dapat membiasakan membuang sampah pada tempat sampah yang disediakan. Penyediaan tempat sampah bagi para siswa yang ada di SD dan SMP berpengaruh terhadap pencapaian masalah yang di dapat dengan melihat mutu dan pemanfaatan dari fasilitas tempat sampah yang disediakan untuk mendapat hasil yang diinginkan tercapai.

2. Banner Bahaya Merokok

Masyarakat di Jemaat GPM Isu, sebagian besar merokok setiap hari.

Tanpa disadari kebiasaan tersebut dapat memberi dampak buruk bagi mereka , baik itu perokok aktif maupun perokok pasif. Maka dari itu, disediakan fasilitas tanda bahaya merokok di beberapa titik tertentu. Setelah dilakukan kegiatan tersebut, adanya perubahan yaitu adanya rasa ingin tahu, sehingga mereka melihat dan membaca tanda larangan merokok dalam bentuk x- banner yang disediakan.

Tingkat pencapaian yang didapat yaitu tanda bahaya merokok dalam bentuk x-banner tersebut masih ada dan juga sering dibaca oleh masyarakat di Jemaat Isu. Tanda larangan merokok ini membuat masyarakat memanfaatkannya dengan baik. Namun, sebagian masyarakat belum mempraktekannya dalam kehidupan pribadi yaitu mengurangi kebiasaan merokok setiap hari. Sehingga, di harapkan agar masyarakat di Jemaat Isu, dapat mengurangi kebiasaan merokok setiap hari atau bahkan berhenti merokok agar terhindar dari berbagai penyakit.

3. Penyediaan Leaflet Dampak Alkohol

Masyarakat di Jemaat GPM Isu, sebagian besar masih membiasakan mengonsumsi alkohol . Tanpa disadari kebiasaan tersebut dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan mereka. Maka dari itu, disediakan fasilitas lembar informasi berupa leaflet yang dibagikan di setiap responden. Setelah dilakukan kegiatan tersebut, diharapkan adanya perubahan peilaku dan juga pengetahuan yaitu adanya rasa ingin tahu, sehingga mereka melihat dan membaca informasi yang diberikan dalam bentuk leaflet yang telah diberikan.

Tingkat pencapaian yang dikaji pencapaian tujuan penyediaan informasi dalam bentuk leaflet tersebut masih ada dan juga sering dibaca oleh masyarakat ( kaum muda) di Jemaat Isu. Informasi ini membuat masyarakat memanfaatkannya dengan baik. Namun, sebagian masyarakat belum mempraktekannya dalam kehidupan pribadi yaitu mengurangi kebiasaan mengonsumsi Alkohol. Sehingga, di harapkan agar masyarakat di Jemaat Isu dapat mengurangi kebiasaan mengonsumsi alkohol atau bahkan berhenti mengonsumsi minuman alkohol.

b. Evaluasi Program Intevensi Non Fisik

1. Penyuluhan Pentingnya Pemanfaatan Tempat Sampah

Sebelumnya para siswa siswi belum memahami pentingnya pemanfaatan tempat sampah dan perilaku membuang sampah pada tempatnya. sampah dan pembuatan kompos sederhana, karena mereka acuh dalam mengelola sampah terutama sampah rumah tangga. Sehingga dilakukannya penyuluhan kesehatan tentang β€œPengolahan Sampah Dan Pembuatan Kompos Sederhana”, setelah diberikan penyuluhan adanya perubahan sebelumnya belum memahami menjadi memahami mulai dari pengertian sampah, jenis-jenis sampah, dampak sampah pada lingkungan dan kesehatan, penanganan sampah, pembuatan kompos sederhana, dan penerapan system 3R.

Tingkat pencapaian dapat dilihat dari hasil pretest dan posttest yang diberikan untuk peserta penyuluhan, pretest diberikan sebelum penyuluhan dan posttest diberikan setelah penyuluhan sebagai bentuk evaluasi.

Tabel 3.5

Jumlah Nilai Pre Test dan Post Test

Penyuluhan Kesehatan Tentang β€œpenyediaan tenpat sampah di sekolah SMP TK Waipia”, Negeri Isu , Kec. Teon Nila Serua, Kab/Kota

Maluku Tengah, Tahun 2022

No Pre Test Post Test

1 100 100

2 100 100

3 80 100

4 100 100

5 80 100

6 80 100

7 100 100

8 100 100

9 60 100

10 80 100

11 100 100

12 100 100

13 100 100

14 60 80

15 80 100

16 60 100

17 100 100

18 100 100

19 100 100

20 60 80

21 100 100

Mean Min Max

87.6 60 100

98.0 80 100 sumber : Data Primer,2022

Berdasarkan tabel diatas rata-rata nilai sebelum diberikan penyuluhan (pre test) adalah 87.6 dan meningkat menjadi setelah diberikan penyuluhan (post test). Nilai terkecil pre test yaitu 60 dan yang terbesar yaitu 100.

Sedangkan nilai terkecil posttest yaitu 80 dan terbesar yaitu 80.

Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan responden maka dapat dilakukan perhitungan presentase peningkatan pengetahuan pada pretest dan posttet sebagai berikut :

π‘₯ =π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘‘ π‘π‘’π‘›π‘”π‘’π‘‘π‘Žβ„Žπ‘’π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž

π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” β„Žπ‘Žπ‘‘π‘–π‘Ÿ Γ— 100%

x = πŸ—

πŸπŸΓ— 100%

x = 42,85%

Berdasarkan perhitungan diatas maka didapat peningkatan pengetahuan responden adalah sebesar 42,85%. Hal tersebut menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang

β€˜Pentinnya Pemanfaatan Tempat Sampah di sekolah’.

Tabel 3.6

Jumlah Nilai Pre Test dan Post Test Penyuluhan Kesehatan Tentang

β€œpenyediaan tenpat sampah di SD Negeri 110 Maluku Tengah”, Negeri Isu , Kec. Teon Nila Serua, Kab/Kota Maluku Tengah, Tahun 2022

No Pre Test Post Test

1 40 60

2 40 60

3 20 60

4 60 80

5 80 100

6 40 60

7 100 100

8 40 60

9 100 100

10 20 80

11 80 80

12 80 80

13 60 80

14 60 80

15 40 80

16 80 100

17 80 100

18 80 100

19 60 80

20 100 100

21 60 80

22 100 100

23 60 80

Sumber : Data primer,2022

24 80 100

25 80 80

26 80 100

27 60 80

28 60 80

29 60 80

30 80 100

31 80 100

32 100 100

33 60 80

34 100 100

35 60 100

36 60 100

37 60 100

38 100 100

39 100 100

40 60 100

41 100 100

42 60 100

43 100 100

44 60 100

Mean Min Max

70.0 20 100

88.6 60 100

Berdasarkan tabel diatas rata-rata nilai sebelum diberikan penyuluhan (pre test) adalah 70.0 dan meningkat menjadi 88.6 setelah diberikan penyuluhan (post test). Nilai terkecil pre test yaitu 20 dan yang terbesar yaitu 100. Sedangkan nilai terkecil posttest yaitu 60 dan terbesar yaitu 100.

Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan responden

maka dapat dilakukan perhitungan presentase peningkatan pengetahuan pada pretest dan posttet sebagai berikut :

π‘₯ =π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘‘ π‘π‘’π‘›π‘”π‘’π‘‘π‘Žβ„Žπ‘’π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž

π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” β„Žπ‘Žπ‘‘π‘–π‘Ÿ Γ— 100%

x = 34

44Γ— 100%

x = 77.27%

Berdasarkan perhitungan diatas maka didapat peningkatan pengetahuan responden adalah sebesar 77.27%. Hal tersebut menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang

β€˜Pentinnya Pemanfaatan Tempat Sampah di sekolah’.

2. Penyuluhan Tentang Bahaya Merokok

Perubahan kondisi setelah di lakukan kegiatan, penyuluhan Kesehatan tentang bahaya merokok, adanya perubahan pengetahuan responden tentang tentang dampak yang timbul akibat merokok.

Tingkat pencapaian mengkaji pencapaian tujuan penyuluhan tentang bahaya merokok yang telah ditetapkan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan responden tentang dampak/ bahaya yang timbul akibat rokok.

berdasarkan tabel evaluasi diatas maka yang di target 50% dan pencapaian yaitu 100%, disebabkan karena responden yang sudah memahami mengenai dampak yang ditimbulkan akibat merokok,sebelum dilakukannya penyuluhaan dan setelah dilakukan.

Tabel 3.7

Jumlah Nilai Pre Test dan Post Test Penyuluhan Kesehatan Tentang

β€œBahaya Merokok”di Jemaat GPM Isu, Negeri Isu, Kec. Teon Nila Serua, Kab/Kota Maluku Tengah, Tahun 2022

No Pre Test Post Test

1 80 100

2 100 100

3 100 100

4 100 100

5 60 100

6 80 100

7 80 100

8 80 100

9 100 100

10 60 100

11 100 100

12 80 100

13 100 100

14 100 100

Sumber : Data Primer,2022

15 100 100

16 100 100

17 60 100

18 100 100

19 100 100

20 100 100

21 100 100

22 100 100

23 100 100

24 100 100

25 100 100

26 100 100

Mean Min Max

91.5 60 100

100 100 100

Berdasarkan tabel diatas rata-rata nilai sebelum diberikan penyuluhan (pretest) adalah 91.5 dan meningkat menjadi 100 setelah diberikan penyuluhan (posttest). Nilai terkecil pretest yaitu 60 dan yang terbesar yaitu 100. Sedangkan nilai terkecil posttest yaitu 100 dan terbesar yaitu 100. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan responden maka dapat dilakukan perhitungan presentase peningkatan pengetahuan pada pretest dan posttest sebagai berikut :

π‘₯ =π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘‘ π‘π‘’π‘›π‘”π‘’π‘‘π‘Žβ„Žπ‘’π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž

π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” β„Žπ‘Žπ‘‘π‘–π‘Ÿ Γ— 100%

x = πŸ–

πŸπŸ”Γ— 100%

x = 30.76%

Berdasarkan perhitungan diatas maka didapat peningkatan pengetahuan responden adalah sebesar 30.76%. Hal tersebut menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang

β€˜Bahaya-bahaya Merokok’.

3. Penyuluhan Dampak Positif Dan Negative Dari Mengkonsumsi Alkohol

Perubahan kondisi setelah di lakukan kegiatan, penyuluhan Kesehatan tentang dampak dari mengonsumsi alkohol, diharapkan adanya perubahan pengetahuan responden tentang tentang dampak yang timbul dari megonsumsi alkohol.

Tingkat pencapaian mengkaji pencapaian tujuan penyuluhan tentang dampak mengonsumsi alkohol yang telah ditetapkan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan responden tentang dampak/ bahaya yang timbul akibat alkohol. Berdasarkan tabel evaluasi diatas maka yang di target 50%

dan pencapaian yaitu 100%, disebabkan karena responden yang sudah memahami mengenai dampak yang ditimbulkan akibat minuman alkohol,sebelum dilakukannya penyuluhaan dan setelah dilakukan.

Tabel 3.8

Jumlah Nilai Pre Test dan Post Test Penyuluhan Kesehatan Tentang

β€œDampak Mengonsumsi Alkkohol ”di Jemaat GPM Isu, Negeri Isu, Kec.

Teon Nila Serua, Kab/Kota Maluku Tengah, Tahun 2022

No Pre Test Post Test

1 60 100

2 100 100

3 100 100

4 100 100

5 100 100

6 80 100

7 100 100

8 100 100

9 100 100

10 60 100

11 100 100

12 100 100

13 100 100

14 100 100

15 100 100

16 100 100

17 80 100

18 100 100

19 100 100

20 100 100

21 80 100

22 100 100

23 100 100

24 100 100

25 100 100

26 100 100

Mean Min Max

94.6 60 100

100 100 100 Sumber : Data Primer,2022

Berdasarkan tabel diatas rata-rata nilai sebelum diberikan penyuluhan (pretest) adalah 94,6 dan meningkat menjadi 100 setelah diberikan penyuluhan (posttest). Nilai terkecil pretest yaitu 60 dan yang terbesar yaitu 100. Sedangkan nilai terkecil posttest yaitu 100 dan terbesar yaitu 100. Untuk

mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan responden maka dapat dilakukan perhitungan presentase peningkatan pengetahuan pada pretest dan posttest sebagai berikut :

x = πŸ“

πŸπŸ”Γ— 100%

x = 19.23%

Berdasarkan perhitungan diatas maka didapat peningkatan pengetahuan responden adalah sebesar 19.23%. Hal tersebut menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang

β€˜Bahaya-Bahaya Merokok’.

BAB IV ANALISIS SWOT A. Kekuatan (Strength)

Kekuatan merupakan faktor internal peserta yang mendukung pelaksanaan intervensi dan evaluasi di PBL II.

1. Bentuk intervensi yang dilakukan di PBL II sesuai dengan teori yang sudah diterima oleh peserta PBL II selama proses perkuliahan sehingga membantu dalam perencanaan dan pelaksanaan intervensi.

2. Dana yang dibutuhkan untuk pengadaan alat, bahan, dan media intervensi terjangkau oleh peserta PBL II.

3. Adanya partisipasi aktif dari Jemaat GPM Isu yang membantu proses pelaksanaan kegiatan.

B. Kelemahan (Weakness)

Kelemahan merupakan faktor internal peserta yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan intervensi dan evaluasi di PBL II :

Tidak berfungsinya printer kelompok sehingga menjadi kendala di penyiapan media intervensi.

C. Peluang (Opportunity)

Peluang merupakan faktor eksternal peserta PBL II yang mendukung dalam perencanaan dan pelaksanaan intervensi PBL II.

1. Masyarakat yang menjadi sasaran intevensi PBL II sangat antusias dan mendukung dalam pelaksanaan intervensi yang dilakukan oleh peserta PBL II.

2. Adanya dukungan dari perangkat pelayan di Jemaat GPM Isu dalam pelaksanaan kegiatan PBL II.

D. Hambatan (Threat)

Hambatan merupakan faktor eksternal peserta PBL II yang dapat menjadi ancaman dalam perencanaan dan pelaksanaan intervensi PBL II.

1. Tidak tersedianya media Infocus dalam pelaksanaan intervensi non fisik

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil intervensi dan evaluasi yang dilaksanakan di Sektor , Desa Isu, Kec. Teon Nila Serua (TNS) Kab/Kota Maluku Tengah/Masohi Tahun 2022 merupakan tindak lanjut dari PBL I, yang dalam pelaksanaannya dilakukan program intervensi fisik dan non fisik serta evaluasi intervensi fisik dan non fisik, sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut : (Kesimpulan mengacu pada tabel 3.1 sampai 3.4 )

1. Hasil pelaksanan program intervensi fisik yang tercapai yaitu penyediaan tempat sampah, penyediaan x-banner, penyediaan leaflet.

2. Hasil pelaksanan program intervensi non fisik yang tercapai yaitu penyuluhan pemanfaatan tempat sampah, penyuluhan bahaya merokok, penyuluhan dampak mengkonsumsi alkohol

3. Hasil evaluasi program intervensi fisik yang penyediaan tempat sampah, penyediaan x-banner, penyediaan leaflet.

4. Hasil evaluasi program intervensi non fisik yang tercapai yaitu penyuluhan pemanfaatan tempat sampah, penyuluhan bahaya merokok, penyuluhan dampak mengkonsumsi alkohol

B. Saran 1. Mahasiswa

a. Setiap peserta harus aktif (berada dilapangan), karena peserta yang pasif dapat menghambat lancarnya program yang telah dicanangkan

b. Disiplin waktu sangat diharapakn dilapangan dan kekompakan serta kerja sama diantara peserta harus tetap dipertahankan.

c. Mahasiswa harus mampu menggali, menemukan, menganalisa, dan berusaha untuk

memecahkan masalah kesehatan yang ditemukan di masyarakat.

d. Setiap peserta PBL harus bekerja berdasarkan tanggung jawab yang telah diberikan serta komunikasi yang baik antara peserta.

e. Setiap peserta PBL harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat setempat dan ditutut untuk hidup mandiri.

2. Masyarakat

a. Diharapkan Masyarakat khusunya Siswa Siswi SD N 110 Maluku Tengah dan SMPTK Waipia dapat memanfaatkan penggunaan tempat sampah dengan baik

b. Diharapkan Masyarakat khususnya kaum muda dan Bapak-bapak Jemaat Isu dapat mengurahi perilaku merokok dan perilaku mengkonsumsi alkohol.

3. Pusat Pelayanan Kesehatan

Bagi pelayanan Kesehatan khususnya untuk tenaga Kesehatan agar terus menerus melakukan upaya Kesehatan dengan melakukan promotive dan preventif bagi masyarakat, sehingga masyarakat yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tidak mau menjadi mau, dan tidak mampu menjadi mampu.

DAFTAR PUSTAKA

Daud A, 2000. Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan, FKM Unhas, Makassar Ivan, I, 1999.Masyarakat Sehat, Gramedia, Yogyakarta

Reva T. F and A. Y Owen, 2001.Nutrition in the Community The art of Delivering Services.The C. V Mosby Company, United Staes of American

Tim Penyusun PBL II, 2022. Buku Panduan Pembuatan Laporan PBL II. Program Studi Kesehatan Masyarakat.Fakultas Kesehatan UKIM.

LAMPIRAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENYULUHAN BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN

Pendidikan : Kesehatan Masyarakat

Topik : Perilaku Merokok

Hari/Tanggal : Selasa, 15 November 2022

Waktu : 90 Menit

Tempat : Gereja Maranatha

Sasaran : Angkatan Muda Jemaat Isu

Jumlah : 20 orang

Materi : Terlampir

Tujuan Umum :

Setelah diberikan penyuluhan diharapkan seluruh responden mengalami peningkatan pengetahuan tentang perilaku merokok dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari

Tujuan khusus : Pada akhir pertemuan, peserta dapat :

1. Menjelaskan tentang pengertian rokok 2. Menjelaskan perokok aktif dan pasif

3. Menjelaskan kandungan zat yang terkandung dalam rokok 4. Menjelaskan bahaya-bahaya yang di timbulkan dari merokok Metode

Ceramah, Tanya jawab, Diskusi

Kegiatan Belajar

No Teknik Penyuluhan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta

1. Membuka

Pengajaran (5-10 menit)

- Memperkenalkan diri - Memperkenalkan materi

penyuluhan

- Menjelaskan tujuan penyuluhan

Duduk dan mendengarkan

2. Penyajian materi ( 80-90 menit )

Ceramah dan menggunakan media infocus

Melihat dan mendengar 3 Menutup materi - Menarik kesimpulan

- Menanyakan kepada peserta tentang materi yang dijelaskan

Bertanya atau diskusi

Media Penyuluhan

Laptop,infocus dan materi Power Point

Sumber :

- Panitia/penanggung jawab : Mahasiswa PBL II FK UKIM PS KesMas 2022

- Dana : Swadaya Mahasiswa

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENYULUHAN PERILAKU MEMBUANG SAMPAH

Pendidikan : Kesehatan Masyarakat

Topik : Perilaku Membuang Sampah

Hari/Tanggal : Selasa, 15 November 2022

Waktu : 90 Menit

Tempat : SD 110 Maluku Tengah

Sasaran : Siswa/I

Jumlah : 30 orang

Materi : Terlampir

Tujuan Umum :

Setelah diberikan penyuluhan diharapkan seluruh responden mengerti dan mengalami peningkatan pengetahuan tentang perilaku membuang sampah yang benar dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan khusus : Pada akhir pertemuan, peserta dapat :

1. Menjelaskan tentang pengertian sampah

2. Menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik 3. Menjelaskan bahaya membuang sampah sembarangan 4. Menjelaskan cara membuang sampah yang benar Metode

Ceramah, Tanya jawab, diskusi, Aksi

Kegiatan Belajar

No Teknik Penyuluhan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta

1. Membuka

Pengajaran (5-10 menit)

- Memperkenalkan diri - Memperkenalkan materi

penyuluhan

- Menjelaskan tujuan penyuluhan

Duduk dan mendengarkan

2. Penyajian materi ( 80-90 menit )

Ceramah dan menggunakan media infocus

Melihat dan mendengar 3 Menutup materi - Menarik kesimpulan

- Menanyakan kepada peserta tentang materi yang dijelaskan

Bertanya atau diskusi

Media Penyuluhan

Laptop,infocus dan materi Power Point

Sumber :

- Panitia/penanggung jawab : Mahasiswa PBL II FK UKIM PS KesMas 2022

- Dana : Swadaya Mahasiswa

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENYULUHAN BAHAYA MINUMAN BERALKOHOL

Pendidikan : Kesehatan Masyarakat

Topik : Perilaku Konsusmsi Alkohol

Hari/Tanggal : Selasa, 15 November 2022

Waktu : 90 Menit

Tempat : Gereja Maranatha

Sasaran : Angkatan Muda Jemaat Isu

Jumlah : 20 Orang

Materi : Terlampir

Tujuan Umum :

Setelah diberikan penyuluhan diharapkan seluruh responden mengerti dan mengalami peningkatan pengetahuan tentang perilaku mengonsumsi alkohol dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari

Tujuan khusus : Pada akhir pertemuan, peserta dapat :

1. Menjelaskan tentang pengertian minuman beralkohol

2. Menjelaskan dampak positif dan negative dari minuman beralkohol 3. Menjelaskan kandungan zat yang terkandung dalam minuman beralkohol 4. Menjelaskan bahaya minuman beralkohol bagi kesehatan

Metode

Ceramah, Tanya jawab, Diskusi

Kegiatan Belajar

No Teknik Penyuluhan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta

1. Membuka

Pengajaran (5-10 menit)

- Memperkenalkan diri - Memperkenalkan materi

penyuluhan

- Menjelaskan tujuan penyuluhan

Duduk dan mendengarkan

2. Penyajian materi ( 80-90 menit )

Ceramah dan menggunakan media infocus

Melihat dan mendengar 3 Menutup materi - Menarik kesimpulan

- Menanyakan kepada peserta tentang materi yang dijelaskan

Bertanya atau diskusi

Media Penyuluhan

Laptop, infocus, materi Power Point dan leaflet.

Sumber :

- Panitia/penanggung jawab : Mahasiswa PBL II FK UKIM PS KesMas 2022

- Dana : Swadaya Mahasiswa

UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA MALUKU FAKULTAS KESEHATAN

PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (PBL II) KELOMPOK 5 10 November, 2022 Hal : Permohonan Izin Kegiatan

Kepada Yth,

Kepala SMP TK Waipia Di

Tempat

Segala Puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya, dan semoga kita selalu dalam limpahan iman kepadaNya. Sehubungan dengan akan diadakannya kegiatan penyuluhan pentingnya pemanfaatan tempat sampah yang akan di selenggarakan pada

:

Hari/Tanggal : Kamis, 10 November 2022 Waktu : 10.00 WIT-selesai

Tempat : Gedung SMP TK Waipia

Maka kami selaku Mahasiswa Praktek Blajar Lapangan PBL II, bermaksud memohon izin untuk mengadakan kegiatan di tempat ini mengingat akan pentingnya kegiatan ini, besar harapan kami agar pemohon izin penggunaan tempat ini di kabulkan, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana.

Atas perhatian dan dukungan serta partisipasi yang baik kami ucapkan banyak terima kasih.

Ketua Koordinasi Desa

Steven P Watruty

UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA MALUKU FAKULTAS KESEHATAN

PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (PBL II) KELOMPOK 5 15 November, 2022 Hal : Permohonan Izin Kegiatan

Kepada Yth,

Kepala SD Negeri 101 ISU Di

Tempat

Segala Puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya, dan semoga kita selalu dalam limpahan iman kepadaNya. Sehubungan dengan akan diadakannya kegiatan penyuluhan pentingnya pemanfaatan tempat sampah yang akan di selenggarakan pada

:

Hari/Tanggal : Selasa, 15 November 2022 Waktu : 11.00 WIT-selesai

Tempat : Gedung SD 110 Maluku Tengah

Maka kami selaku Mahasiswa Praktek Blajar Lapangan PBL II, bermaksud memohon izin untuk mengadakan kegiatan di tempat ini mengingat akan pentingnya kegiatan ini, besar harapan kami agar pemohon izin penggunaan tempat ini di kabulkan, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana.

Atas perhatian dan dukungan serta partisipasi yang baik kami ucapkan banyak terima kasih.

Ketua Koordinasi Desa

Steven P Watruty

Dalam dokumen LAPORAN PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (Halaman 36-51)

Dokumen terkait