BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
Dari penelitian yang telah dilakukan di RSUD Kolonel Abundjani Bangko menujukan bahwa penderita Tuberkulosis kelompok umur <40 tahun dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 5 orang dengan persentase 17% dan laki-laki sebanyak 6 orang dengan persentase 20%, pada kelompok umur 41-50 tahun dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 5 orang dengan persentase 17%
dan laki-laki sebanyak 1 orang dengan persentase 3%, pada kelompok umur 51-60 tahun dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 2 orang dengan persentase 7%
dan pada laki-laki sebanyak 4 orang dengan persentase 13 %, pada kelompok umur >60 tahun dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 1 orang dengan persentase 3% dan pada laki-laki sebanyak 6 orang dengan persentase 20%. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan dengan penelitian sebelumnya yang di dapatkan oleh (Nurul Amelia, 2019).
Banyaknya jumlah kejadian Tuberkulosis pada laki-laki disebabkan karena laki-laki memiliki mobilitas yang tinggi daripada perempuan, sehingga kemungkinan terpapar lebih besar, selain itu kebiasaan seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol yang dapat menurunkan sistem pertahanan tubuh.
Hasil pemeriksaan kadar Hemoglobin pada penderita Tuberkulosis paru di RSUD Kolonel Abundjani Bangko dengan meggunakan metode Automatik Hematology Analyzer adalah dengan persentase Normal 6,66% dan Anemia 93,4% dan didapatkan nilai Rata-rata adalah laki-laki 10,7 g/dl dan pada perempuan 10,24 g/dl. Hal ini sejalan dengan penelitian (Nurul Amelia,2019) yang mendapatkan penderita Tuberkulsis meggunakan metode Automatik Hematology Analyzer dengan kadar HGB normal 2 orang ( 66,6%) dan tidak normal (Anemia) 28 orang ( 93,4%).
Rendahnya kadar Hb pada penderita TB paru tersebut disebabkan karena keadaan malnutrisi atau kekurangan kalori, vitamin, zat besi yang mempengaruhi daya tahan tubuh penderita. Orang dengan TB paru aktif sering kekurangan gizi dan mengalami defisiensi makronutrient serta penurunan berat badan dan
27
penurunan nafsu makan. Selain itu akibatpemakaian obat Anti Tuberkulosis (OAT) ini dapat menimbulkan banyak efek samping kelainan hematolgis diantaranya adalah anemia, trombositosis, trombositopenia, leukositosis, leukopenia, dan eosinofilia.
Hasil pemeriksaan Jumlah Leukosit di RSUD Kolonel Abundjani Bangko normal 13 orang (43,29%) dan tidak normal (leukositosis) 17 orang (56,61%) dan didapatkan nilai Rearata Jumlah leukosit adalah pada laki-laki 10,3/ul dan pada perempuan 13,3/ul. Hal ini tidak jauh berbeda dengan penelitian sebelumnya oleh (Nurul Amelia, 2019). Pemeriksaan Laboratorium terhadap jumlah Leukosit menunjukan adanya respon terhadap infeksi kronik dan akut.
Hasil pemeriksaan nilai Laju Endap Darah pada penderita tuberkulosis di RSUD Kolonel Abundjani Bangko meningkat 100%. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh (Nurul Amelia, 2019) yang mendapatkan nilai LED meningkat 100%. Peningkatan nilai Laju Endap Darah pada pasien tuberkulosis paru merupakan infeksi bakteri kronik.
LED adalah salah satu pemeriksaan yang menggunakan sampel darah yang diperiksa dalam suatu alat tertentu yang dinyatakan dalam mm/jam, yang bertujuan untuk mendeteksi suatu proses peradangan, infeksi, sebagai sarana pemantauan keberhasilan terapi dan perjalanan penyakit terutama penyakit kronis misalnya athritis rheumatoid dan tuberkulosis.
Secara umum saat penyakit radang atau infeksi tersebut makin bertambah parah maka nilai LED semakin meningkat., Sebaliknya pada saat penyakit radang atau infeksi mulai membaik perlahan-lahan LED akan menurun. Pada umumnya seiap penderita tuberkulosis pasien akan mengalami gejala-gejala umum berupa batuk berdahak lebih dari dua minggu, batuk berdarah, lemah badan, penurunan berat badan, meningkatnya suhu tubuh, keringat di malam hari, berubahnya gambaran hitung leukosit darah dan meningkatnya laju endap darah (LED).
28
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Hasil penelitian Gambaran Hasil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin, Jumlah Leukosit dan Nilai Laju Endap Darah Pada Penderita Tuberkulosis Paru di RSUD Kolonel Abundjani Bangko sebanyak 30 orang berdasarkan data pada bulan Januari-desember tahun 2020 dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Berdasarkan variabel umur dan jenis kelamin kelompok umur >40 tahun dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 5 orang dengan persentase 17% dan laki-laki sebanyak 6 orang dengan persentase 20%, pada kelompok umur 41-50 tahun dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 5 orang dengan persentase 17% dan laki-laki sebanyak 1 orang dengan persentase 3%, pada kelompok umur 51-60 tahun dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 2 orang dengan persentase 7% dan pada laki-laki sebanyak 4 orang dengan persentase 13 %, pada kelompok umur >60 tahun dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 1 orang dengan persentase 3% dan pada laki-laki sebanyak 6 orang dengan persentase 20%.
2. Kadar pemeriksaan Hemoglobin normal 2 orang (6,66%) dan tidak normal (Anemia ) 28 orang (93,4%) dan didapatkan nilai Rerata Hemoglobin adalah pada laki-laki 10,7 g/dl dan pada perempuan 10,24 g/dl.
3. Pemeriksaan Jumlah Leukosit normal 13 orang (43,29%) dan tidak normal (leukositosis) 17 orang (56,61%) dan didapatkan nilai Rerata jumlah leukosit adalah padal laki-laki 10,3/ul dan pada perempuan 13,3/ul.
4. Pemeriksaan nilai Laju Endap Darah meningkat 100% dan didapatkan nilai rerata LED adalah pada laki-laki 41 mm/jam dan pada perempuan 42 mm/jam.
29 5.2 Saran
1. Bagi peneliti hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan peneliti mengenai Gambaran Hasil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin, Jumlah Leukosit dan nilai Laju Endap Darah pada penderita Tuberkulosis di RSUD Kolonel Abundjani Bangko.
2. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian mengenai Gambaran Hasil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin, Jumlah Leukosit dan nilai Laju Endap Darah pada penderita Tuberkulosis dengan sebaik- baiknya.
30
DAFTAR PUSTAKA
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2018). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2017. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
Jitowijoyono Sugeng.2018.Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Hematologi.Pustaka Baru Press:Yogyakarta
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.2011. Pedoman Interpetasi Data Klinik Hal. 7,12-15.Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kiswari, R,(2014).Hematologi & Transfusi. Jakarta :Erlangga.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.2018.Pusat Data dan Informasi Tuberculosis .Infodatin Tuberculosis.Jakarta.
Kementerian Kesehatan RI 2014, Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis, Dit.Jend.PPM dan PPL, Jakarta.
Kementerian Kesehatan RI 2018. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017.
Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Nizar, Muhamad 2017, Pemberantasan dan Penanggulangan Tuberkulosis, Gosyen Publishing, Yogyakarta.
Nugraha Gilang. (2015) Panduan Pemeriksaan Laboratorium Hematologi Dasar.
Jakarta : Trans Info Media.
Price Sylvia A,Wilson Lorraine M.2012.Patofiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit .Jakarta :EGC
Sholeh Naga,2012. Ilmu Penyakit Dalam. Jogjakarta : DIVA. Press.
Sumual, R.L., Wahongan, G. J. P. dan Tuda, J. S. B., 2017, Deteksi Mycobacterium tuberculosis pada Sampel Sputum menggunakan Teknik Loop-Mediated Isothermal Amplification (LAMP-TB, Jurnal e- Biomedik (eBm), 5(2), Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado.
31
Verbungge, S.E. & Huisman, A. (2015). Verificatin and Standardizatin ff Bld Cell Cuntrers Fr Rutine Clinical Labratry Tests. Clinicsin Labratry Medicine, 3591), pp.183-196.
WHO.2017. Global Tuberculosis Report2017.Geneva:World Health Organization.
Widoyono, (2011).Penyakit Tropis Epidemiologi ,Penularan ,Pencegahan dan Pemberantasan .Jakarta: Erlangga.
World Health Organization. Tuberculosis : A Manual for Medical Students.
Zasshi, Kansenshogaku. Perpustakaan Nasional Kedoktekan Amerika.2015
32
Data Hasil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin, Jumlah Leukosit dan nilai Laju Endap Darah Pada Penderita Tuberkulosis Paru di RSUD
KolonelAbundjani Bangko
NO Kode
Sampel
Umur (/thn)
Jenis Kelami
n(L/P)
Laju Endap Darah (mm/jam)
Hemoglob in(gr/dL)
Jumlah Leukosit(
.10 3ul)
1 Ir 30 P 20 12,2 10,49
2 Mi 37 P 25 10,3 6,7
3 An 28 L 38 10,9 6,7
4 Da 67 L 40 14,9 8,3
5 Sa 35 L 44 9,2 7,9
6 Sa 45 P 30 11,0 5,56
7 Ju 38 L 43 11,8 2,64
8 Sa 62 L 55 8,0 8,4
9 Mu 78 L 38 9,7 12,83
10 Je 37 L 30 6,3 9,1
11 Nu 51 P 44 9,6 7,35
12 As 25 L 34 11,7 13,0
13 Ya 54 L 38 13,6 13,8
14 Na 48 P 30 10,4 18,2
15 Su 43 P 42 11,9 12,1
16 Nu 23 P 65 9,4 10,73
17 He 46 P 35 12,4 17,64
18 Da 81 L 43 10,0 10,8
19 Su 55 P 55 11,1 8,3
20 Ro 62 P 63 8,5 7,25
21 Ab 56 L 35 13,5 11,7
22 Er 44 P 58 8,5 2,9
23 Ad 12 L 30 10,7 26,0
24 Tr 37 P 50 7,6 7,8
25 Ha 46 L 60 10,2 7,9
26 Fi 38 P 40 11,7 8,3
27 Br 75 L 25 11,3 15,8
28 In 54 L 43 11,7 16,2
29 Ja 59 L 60 8,3 10,3
30 Fe 69 L 50 10,3 9,35
33
Lampiran 1. Surat Izin Penelitian di RSUD Kolonel Abundjani Bangko
34
Lampiran 2. Surat Keterangan Selesai Penelitian di RSUD Kolonel Abundjani Bangko